SANG DEWA AGUNG 2

SANG DEWA AGUNG 2
Ch 266. Naga Kuno


Mendengar ucapan tersebut, semua saling berpandangan karena sudah banyak kapal yang tidak pernah kembali bersama penumpangnya saat melewati sungai besar.


" Tuan Pendekar... Apa kamu yakin?" Tanya kepala desa yang terlihat khawatir.


Tentu para warga tidak ingin lagi kehilangan kapal mereka, karena sudah banyak menyewakan kepada para Kultivator yang mencoba untuk membunuh Naga Kuno, namun tidak ada yang kembali.


" Paman... Aku akan mencobanya." Jawab Liu Ryu, lalu mengeluarkan satu kantong berisi Batu Roh.


" Aku akan membeli salah satu dari kapal kalian." Ucap Liu Ryu, sambil menatap ke arah mereka.


Mendengar ucapan tersebut, salah satu dari saudagar yang sudah lama tinggal di desa tersebut langsung maju ke depan.


Tentu jika dia tidak bisa melewati sungai besar, maka hartanya akan habis, demi menyambung hidup di desa tersebut.


" Tuan Pendekar... Kamu bisa membeli kapal milikku." Saudagar itupun menawarkan kapal miliknya, karena dia juga sudah banyak mengeluarkan Batu Roh untuk bertahan hidup di desa tersebut.


Jika Liu Ryu membeli kapalnya, paling tidak saudagar itu bisa bertahan beberapa tahun sampai ada yang berhasil membunuh Naga Kuno yang tinggal di sungai besar.


Namun hal yang tidak mereka ketahui,. jika Naga Kuno sudah mencapai usia sepuluh tahun, maka dia bisa tinggal di daratan.


Bahkan jika sudah mencapai usia 20 tahun, maka Naga Kuno bisa tinggal dimanapun yang dia inginkan, sekalipun di lahar api.


" Baiklah, aku akan membeli kapal milikmu." Liu Ryu tidak mempermasalahkan hal tersebut, karena sangat manusiawi jika saudagar itu melakukannya demi bertahan hidup.


" Kalian berdua, aku perintahkan untuk mengemudi kapal. Selama ini kalian hanya bisa makan dan tidur." Saudagar itupun memberi perintah kepada pengawalnya untuk membantu rombongan bertopeng.


Mendengar ucapan tersebut, kedua pengawal memasang wajah masam karena mengantar Liu Ryu dan Istrinya sama saja mengantar nyawa.


Bahkan kapal besar milik saudagar itu dapat dipastikan tidak akan muncul di permukaan air.


" Ba... Baik tuan." Ucap kedua pengawal, lalu berjalan menuju kapal.


" Kami juga ikut." Ucap Sheng Zhishu, saat Liu Ryu berjalan mendekati kapal.


" Kalian disini saja! Ini terlalu berbahaya." Liu Ryu tidak ingin Istrinya mendapatkan masalah, karena untuk berhadapan dengan Naga Kuno bukanlah perkara mudah.


Tanpa menjawab apapun Sheng Zhishu dan Istri Liu Ryu langsung masuk ke dalam kapal, meskipun sudah dilarang oleh suami mereka.


Melihat Istrinya yang begitu keras kepala, Liu Ryu hanya menghela nafas berat, karena rasa penasaran Istrinya terlalu berlebihan.


Di sisi lain para warga yang baru saja mendengar suara dari rombongan bertopeng yang memiliki ciri-ciri wanita, kini merasa senang karena pemilik suara itu dapat dipastikan sangatlah cantik dan anggun, meskipun mengandung penekanan.


" Hati-hatilah tuan Pendekar." Kepala desa dan para warga sedikit cemas karena pekerjaan Liu Ryu dan Istrinya sangatlah beresiko tinggi.


" Mmmm." Liu Ryu mengangguk kecil, lalu masuk ke dalam kapal.


Kedua pengawal yang diberikan tugas itupun langsung menjalankan kapal menuju ke bagian tengah sungai besar, meski terlihat sangat ketakutan.


Namun karena itu adalah perintah dari tuannya, maka keduanya hanya bisa menuruti keinginan tuannya.


Sungai itu sangatlah besar, dimana bagian pinggirnya tidak terlihat, hampir menyamai luasnya lautan.


Saat kapal itu berada di tengah sungai, kini terlihat riak-riak air yang menggulung hingga membentuk sebuah gunung.


Duaarr! Duaarr! Duaarr!


Bersamaan dengan awan hitam berkumpul dan bergemuruh di atas langit, sambaran petir kini menyebar ke permukaan air.


" Tu... Tuan Pendekar." Kedua pengawal memasang wajah pucat, saat melihat pemandangan yang sangat mengerikan di depan mereka.


Liu Ryu yang sudah berada di atas kapal, kini memicingkan matanya, karena aura penindasan yang berasal dari gemuruh tersebut sangatlah menakutkan.


Bboooom!


" Tamatlah riwayat kita." Ucap kedua pengawal tersebut saat melihat gelombang besar tertuju ke arah kapal mereka.


Melihat kejadian itu, Liu Ryu langsung menciptakan pelindung mengelilingi kapal tersebut agar tidak hancur berkeping-keping.


Sedangkan Bing Ruyue dan Istri Liu Ryu yang memiliki elemen Es, langsung memadatkan air tersebut menjadi es, agar kapal mereka tidak terlempar jauh.


Kraaack! Kraaack! Kraaack!


Terdengar suara retakan es, saat bertabrakan dengan gelombang besar, hingga mencapai kapal.


Bboooom!


Gelombang besar menabrak pelindung yang diciptakan oleh Liu Ryu, hingga hancur berkeping-keping.


Melihat kejadian di depan mata mereka, kedua pengawal mengusap dadanya karena kali ini mereka masih selamat.


Namun kesenangan tersebut hanya sesaat, karena saat gelombang besar menghilang, kini terlihat sosok Naga yang berukuran besar, dimana kapal yang ditumpangi Liu Ryu dan Istrinya hanya seukuran jarinya saja.


" Ibu, aku ingin pulang... Aku tidak mau lagi menjadi seorang pengawal." Kedua pengawal tersebut merengek-rengek seperti anak kecil sambil mengencingi celananya.


Di sisi lain Sheng Zhishu dan Istri Liu Ryu yang memiliki perubahan wujud, kini tubuh mereka terasa kaku dan tidak bisa digerakkan, seakan sedang berhadapan dengan leluhur mereka.


" Garis darah yang sangat kuat." Gumam Sheng Zhishu dan yang lainnya yang kini hanya berdiri mematung.


Jika saja Sheng Zhishu dan Istri Liu Ryu tidak menggunakan topeng, maka akan terlihat jelas wajah mereka pucat seperti kapas.


Sedangkan Liu Ryu juga merasakan penekanan pada tubuhnya, membuat tubuhnya hampir tidak bisa digerakkan.


" Hanya satu tahun, memiliki kekuatan seperti ini?" Gumam Liu Ryu sambil menyeka keringatnya.


Wuush!


Liu Ryu melepaskan Aura Dewa Agung, membuat tubuhnya kembali normal, dimana tubuh Sheng Zhishu dan yang lain juga mampu digerakkan.


Wuush! Wuush! Wuush!


Tidak ingin mengambil resiko, Sheng Zhishu dan yang lain langsung melepaskan Aura Dewi Agung masing-masing, sehingga mereka bisa bernafas lega.


Buussshh!


Liu Ryu langsung berubah wujud menjadi Naga Agung, lalu melayang di udara.


Sedangkan Sheng Zhishu dan Istri Liu Ryu yang lain tidak bisa melakukan perubahan wujud, seakan tubuh mereka seperti ditekan oleh energi tidak kasat mata.


Melihat Istrinya yang tidak bisa melakukan apapun, Liu Ryu hanya menggelengkan kepala, karena apa yang dia khawatirkan sebelumnya telah terjadi.


" Kalian bertahanlah." Ucap Liu Ryu, lalu mengeluarkan Pedang Naga Petir.


Naga Kuno yang melihat Liu Ryu yang masih mampu bergerak, kini langsung mengarahkan jari telunjuknya ke arah Liu Ryu.


Duaarr!


Sambaran petir yang sangat kuat dari awan hitam yang berada di langit, mengarah kepada Liu Ryu.


Straaing!


Liu Ryu langsung berpindah tempat ke arah belakang Naga Kuno, dimana Feng Quinlan dan saudarinya langsung menciptakan pelindung agar kapal mereka tidak hancur.


Bboooom!


Ledakan yang sangat kuat menyambar pelindung tersebut, membuat kapal tersebut terlempar ratusan meter.