SANG DEWA AGUNG 2

SANG DEWA AGUNG 2
Ch 212. Pengangkatan Jenderal


Melihat tingkah Istrinya, Liu Ryu hanya menggelengkan kepala lalu berjalan dengan santai melewati jembatan pelangi diikuti Istrinya.


Sesampai di kaki gunung, kini di tempat itu sudah ditumbuhi taman bunga yang bermekaran karena sudah diberikan sebuah Formasi, sehingga bunga tersebut selalu bermekaran.


" Menarik." Ucap Liu Ryu sambil menghirup aroma wangi dari hamparan bunga tersebut, lalu menginjakkan kakinya di tangga raksasa yang terbuat dari batu kristal berwarna putih mengkilap.


Di bagian anak tangga tersebut juga beberapa batu kristal warna-warni sehingga membuat anak tangga tersebut terlihat indah.


Saat berada di puncak gunung tempat berdirinya Istana Kekaisaran Atas Awan, Liu Ryu juga disambut air mancur yang sangat memanjakan mata yang tersebar berbaris rapi di berbagai tempat.


" Apa ini pekerjaan kalian?" Tanya Liu Ryu sambil menoleh ke arah Sheng Zhishu dan yang lainnya.


" Ya... Dengan adanya air mancur sebanyak ini, Istana Kekaisaran Atas Awan tidak hanya Indah dan megah, tapi juga sangat sejuk." Jawab Sheng Zhishu sambil merentangkan kedua tangannya seakan menikmati kesejukan udara di sekitar.


" Suamiku, kapan kamu menjemput 70 Peri cahaya itu? Aku tidak sabar ingin melihat mereka." Tanya Xie Hua.


" Kalian tidak akan bisa melihatnya sebelum meminum air cahaya yang ada di Dunia Quzhu." Ucap Xie Xian, sambil menatap ke arah Xie Hua.


" Itu masalah gampang." Yuwang langsung memejamkan mata.


Seketika muncul puluhan cawan keluar dari ruang hampa yang berisi air cahaya, dimana Sheng Zhishu dan yang lain langsung meminumnya.


" Kalian begitu mudah bisa melihat mereka tanpa mengalami kendala apapun." Jiu Wei Hu menggelengkan kepala karena saat ingin melihat 70 Peri cahaya, mereka hampir saja kehilangan kendali.


Tidak lama kemudian, Liu Ryu dan Istrinya telah berada di dalam Istana dimana tempat itu masih terlihat kosong.


" Istana ini sangat luas, tapi kita belum memiliki pelayan." Ucap Qin Shuomei sambil duduk di kursi miliknya.


" Untuk masalah itu kita pikirkan nanti. Yang penting sekarang biarkan semua bawahan suami kita menyelesaikan tugas terlebih dulu." Xin Chie merasa belum waktunya membahas hal itu, karena Pasukan Semesta dan bawahan Liu Ryu yang lain tengah sibuk.


" Ya... Hari ini aku juga ingin menyampaikan sesuatu kepada kalian. Mungkin kalian semua sudah mengetahui tentang Luan Hua, Luan Quan, Luan Qian, Luan Qiang, Luan Weily dan Wenlie." Liu Ryu mengeluarkan suara mengenai keenam wanita dari Pasukan Semesta.


Sesaat Sheng Zhishu dan Istri Liu Ryu yang lain terdiam sejenak sambil memikirkan keenam wanita itu yang selama ini selalu setia kepada Liu Ryu.


Tentu Sheng Zhishu dan yang lain mengetahui bahwa keenam wanita tersebut sangat menyukai suami mereka.


Bahkan Xie Xian dan Istri Liu Ryu yang ikut berpetualang bersama suami mereka juga telah melihat sendiri keteguhan hati keenam wanita itu.


" Baiklah, aku rasa mereka sangat cocok untuk menduduki kursi yang kosong ini. Nanti aku akan menemui mereka." Jiang Caiping mengusulkan diri untuk menjemput keenam wanita itu.


Sheng Zhishu dan Istri Liu Ryu yang lain juga mengangguk setuju jika Luan Hua, Luan Quan, Luan Qian, Luan Qiang Luan Weily dan Wenlie sebagai Istri Liu Ryu.


*******


Satu bulan telah berlalu, kini pengerjaan Istana Kekaisaran Atas Awan telah diselesaikan dengan baik.


Begitupun dengan Luan Hua dan kelima rekannya juga telah tinggal di Istana Kekaisaran Atas Awan, meskipun mereka masih belum resmi menjadi Istri Liu Ryu.


Tentu keenam wanita itu sangat senang karena akhirnya mereka menjadi bagian dari keluarga Liu Ryu.


Begitupun dengan Yan Ran dan bawahannya, dia juga kembali ke Istana Kerajaan Laut Timur dan menjadi Jenderal disana.


Dalam kepengurusan Istana Kekaisaran Atas Awan sendiri tidak ada orang lain, kecuali Istri Liu Ryu.


Sedangkan untuk Zi Mayi, Tou Shuijing dan Jiu Tou She telah diangkat menjadi Jenderal Besar dimana Istri mereka akan dibebaskan agar bisa hidup membangun keluarga mereka sendiri di rumah kediaman masing-masing.


Begitupun dengan Wu Tian, dia juga diangkat menjadi Jenderal pertama dimana Istrinya juga dipulangkan ke kediamannya agar bisa membuat keluarga yang baru.


Sekarang yang tersisa hanyalah seorang pria, karena Liu Ryu juga tidak ingin bawahan wanita ikut berperang.


" Kalian kemarilah!" Ucap Liu Ryu sambil menatap ke arah 27 anggota Pasukan Semesta yang berasal dari Ras Peri Cahaya dan kini telah berbentuk Naga Kerang.


" Baik Dewa Agung." Jawab mereka serempak.


" Sekarang aku angkat kalian menjadi Jenderal." Liu Ryu memberi gelar kepada mereka mulai Jenderal Ke-2 hingga Jenderal Ke-28.


Untuk anggota Pasukan Semesta pria yang tersisa juga diangkat menjadi prajurit besar Kekaisaran Atas Awan.


" Terimakasih Dewa Agung. Kami akan berjanji akan melaksanakan tugas kami dengan baik." Ucap 27 Jenderal tersebut.


Sesaat Liu Ryu menoleh ke arah dua sosok pria yang berasal dari Ras Tanlan yang merupakan putra dari Tan Bai.


" Kalian boleh memilih untuk tinggal di Dunia Tiantang ini atau kembali ke Dunia Abadi?" Tanya Liu Ryu kepada mereka yang bisa dikatakan iparnya.


" Dewa Agung... Keinginan leluhur kami agar bisa kembali ke dunia manusia. Namun karena Dunia Tiantang ini juga merupakan tempat tinggal Ras Dewa tertinggi juga Ras manusia yang memiliki garis keturunan yang kuat, kami juga akan tinggal disini untuk melayani Dewa Agung." Ucap kedua sosok tersebut.


" Baiklah, kalian akan aku angkat menjadi Jenderal Ke-29 dan Jenderal Ke-30." Ucap Liu Ryu sambil menatap ke arah kedua sosok tersebut.


" Dengan senang hati Dewa Agung." Ucap mereka serempak.


" Li Chun, Heilong... Kalian akan tetap menjadi Jenderal Besar di Istana Kekaisaran Atas Awan ini. Dan untuk keluarga kalian, boleh menempati bangunan yang telah disediakan." Ucap Liu Ryu.


" Baik Dewa Agung." Ucap mereka serempak.


" Mmmm.... Untuk pasukan Semesta wanita, kalian tidak perlu lagi ikut berperang. Tugas kalian hanya merawat dan membina rumah tangga kalian. Saatnya kalian juga memiliki keturunan." Liu Ryu menatap ke arah mereka secara bergantian.


" Baik Dewa Agung." Jawab mereka serempak.


Setelah itu Liu Ryu membubarkan mereka agar bisa kembali ke kediaman masing-masing, dimana kini hanya tersisa beberapa sosok yang merupakan bawahan dari Istri Liu Ryu.


" Jinshan... Kamu akan aku angkat menjadi Jenderal Besar Naga Gunung. Taklukkan wilayah timur dari Wilayah Kekaisaran Atas Awan." Ucap Yinshi yang duduk di kursi kebesarannya.


" Baik Dewi Agung." Ucap Jinshan sambil menundukkan kepala.


" Lao Tze... Kamu akan aku angkat menjadi Jenderal Besar Harimau Awan. Taklukkan wilayah barat wilayah Kekaisaran Atas Awan." Ucap Ting Ye, sambil menatap ke arah Lao Tze.


" Dengan senang hati Dewi Agung." Lao Tze menundukkan kepala.