
Dewa Gunung juga tidak tinggal diam, sambil menangkis tebasan pedang dari Liu Ryu, dia juga mengeluarkan hembusan angin dari mulutnya.
Meskipun hembusan angin tersebut tidak terlalu kencang, namun efeknya seperti benda tajam dan mengandung racun yang mematikan.
Buussshh!
Menyadari bahwa hembusan angin tersebut sangat mematikan, Liu Ryu pelindung Kehampaan mengelilingi tubuhnya agar tidak terkena angin beracun.
GOOAAAH!
Karena serangan anginnya tidak mampu melukai tubuh Liu Ryu, Dewa Gunung mengeluarkan dua buah batu dari mulutnya.
Kedua batu itupun langsung berubah jadi wujud manusia batu yang lebih kecil dari ukuran Dewa Agung.
Wuush! Wuush!
Kedua manusia batu yang diciptakan oleh Dewa Gunung melesat cepat ke arah Liu Ryu dengan kecepatan tinggi.
Menyadari kehadiran keduanya, Liu Ryu membalikkan arah serangan, dengan mengayunkan pedangnya ke arah kedua manusia batu.
Craaash! Craaash!
Ayunan pedang yang sangat kuat membuat kedua manusia batu terpotong menjadi dua bagian, hingga terjatuh ke tanah hingga kembali menjadi batu.
GOOAAAH!
Dewa Gunung terlihat marah, menghentakkan kakinya, membuat wilayah sekitar bergetar hebat.
Komandan Celine dan pasukannya yang berada di tempat yang jauh juga merasakan efek getaran tersebut, membuat mereka semakin panik.
" Suamiku." Elena yang terlihat khawatir, langsung turun dari kudanya untuk mencari keberadaan Liu Ryu.
" Nona Elena, jangan bertindak gegabah." Komandan Celine menghentikan langkah Elena, karena tingkahnya justru memperburuk keadaan.
Nina Lockhart yang masih berada di dalam kereta, kini langsung keluar dan menatap tajam ke arah Elena.
" Apa yang dilakukan pemuda itu? Apa dia ingin membuat Dewa Gunung semakin marah?" Nina Lockhart terlihat geram karena apa yang dilakukan Liu Ryu sudah diluar batas.
Jika Dewa Gunung meluapkan kemarahannya, maka seluruh penduduk yang tinggal di Kyria akan musnah.
" Tuan putri, tenangkan dirimu!" Komandan Celine berusaha untuk menengahi situasi tersebut,. karena Nina Lockhart adalah gadis yang keras kepala.
" Kamu sudah berani menentang perintahku?" Mata Nina Lockhart hampir keluar, melotot ke arah komandan Celine.
Komandan Celine kini menjadi serba salah. Jika Nina Lockhart yang keras kepala itu berani melukai Elena, tidak menutup kemungkinan Liu Ryu akan menuntut balas.
Apalagi status pemuda itu sangat misterius, sehingga komandan Celine dan pasukannya juga tidak berani bertindak gegabah.
" Bukan maksudku tuan putri. Tapi kita membutuhkan pengawalan dari nona Elena dan suaminya." Komandan Celine memohon kepada Nina Lockhart agar tidak bertindak lebih jauh.
" Apa kalian ragu dengan kemampuan kalian sendiri? Jika bukan karena ayah, aku tidak perlu membutuhkan bantuan kepada pemuda aneh itu." Nina Lockhart sama sekali tidak menganggap bahwa Liu Ryu dan Elena sebagai pengawal.
Justru Nina Lockhart menganggap keduanya hanya menumpang makan dan meminta perlindungan dari para pengawalnya agar bisa sampai ke Ludya.
Hanya komandan Celine dan pasukannya saja yang tidak menganggap demikian, karena sebagai sesama petarung, naluri mereka mengatakan bahwa sosok tersebut tidak bisa disinggung.
Kini komandan Celine tidak bisa berkata apa-apa lagi, karena Nina Lockhart memang sulit untuk dinasehati.
" Ciiih." Nina Lockhart langsung membuang muka, lalu kembali ke dalam kereta kuda.
Para petarung bawahan komandan Celine bernafas lega, dengan memasang sikap waspada sambil menenangkan kuda mereka yang terlihat panik.
" Kamu pikir bahwa kamu adalah Dewa? Tapi di mataku, kamu tidak lebih dari serangga bodoh." Liu Ryu tertawa dalam hati, karena sosok yang mengatakan dirinya adalah Dewa Gunung seperti makhluk yang tidak memiliki otak.
Sudah jelas setiap Dewa Gunung mengeluarkan manusia batu, maka dengan sekejap mereka akan mati di tangan Liu Ryu.
Efek dari Dewa Gunung mengeluarkan manusia batu, kemampuannya berkurang secara signifikan.
" Waktunya sudah cukup." Bersamaan dengan ucapannya, Liu Ryu menebas ruang kosong, hingga menciptakan elemen Kehampaan yang memadat membentuk bilah pedang ke arah Dewa Gunung.
Bboooom!
Sebuah ledakan yang sangat kuat membuat kepala Dewa Gunung terpisah dari tubuhnya, hingga makhluk raksasa itupun tumbang.
Wuush!
Tubuh Dewa Gunung secara perlahan mulai mengecil hingga membentuk bongkahan batu berukuran sedang.
Traaang!
Batu tersebut langsung retak hingga terlihat sebuah bongkahan benda kenyal berwarna abu-abu.
" Benda apa ini?" Liu Ryu sedikit menaikkan alisnya karena benda kenyal tersebut tidak ditemukan di tempat asalnya.
" Aku harus menanyakan benda ini kepada Elena." Gumam Liu Ryu lalu mengambil benda kenyal dan menyimpannya di Cincin pemulihan miliknya.
Tanpa membuang waktu, Liu Ryu kembali menuruni gunung tersebut dengan berjalan kaki karena untuk menghemat Qi miliknya.
Setelah memakan waktu yang cukup lama, kini Liu Ryu telah sampai di tempat sebelumnya dimana terlihat rombongan sedang menunggunya.
" Suamiku." Elena yang paling dulu melihat kedatangan Liu Ryu, kini langsung berlari dan memeluk tubuh Liu Ryu.
" Kenapa kamu menangis?" Liu Ryu mengusap air mata gadis yang memiliki sepasang mata berwarna hijau, lalu menoleh ke arah rombongan.
" Kamu membuatku khawatir." Elena bernafas lega, karena Liu Ryu masih terlihat baik-baik saja.
Komandan Celine dan pasukannya bertanya-tanya, karena sebelum kemunculan Liu Ryu, tempat itu sudah tidak terjadi gempa dan angin kencang lagi.
Liu Ryu pun berjalan mendekati rombongan, agar mereka bisa kembali melanjutkan perjalanan.
" Master, ada apa dengan Dewa Gunung itu? Kenapa dia tiba-tiba tidak marah lagi?" Komandan Celine bertanya kepada Liu Ryu, karena begitu banyak hal yang mengganjal di pikirannya.
" Aku sudah bertemu dengan Dewa Gunung dan memintanya untuk diam." Jawab Liu Ryu yang membuat semua yang mendengarnya membulatkan mata dengan rahang terbuka.
Bagaimana mungkin seorang Dewa bisa menuruti permintaan seorang manusia, yang begitu sulit untuk dipercaya.
Namun komandan Celine dan pasukannya tidak berani membantah, karena dengan hilangnya gempa dan angin kencang cukup membuktikan bahwa Liu Ryu sudah bertemu dengan Dewa Gunung.
" Master, sebaiknya kita lanjutkan perjalanan." Komandan Celine tidak ingin terlalu lama di tempat itu, karena perjalanan mereka masih jauh.
Terlebih Nina Lockhart yang berada di dalam kereta kuda, tentu dia akan marah jika mereka belum beranjak pergi.
" Mmmm." Liu Ryu menganggukkan kepala, lalu menaiki kudanya yang diikuti Elena yang duduk di belakangnya.
Liu Ryu dan Elena yang berada di barisan belakang, kini Liu Ryu secara diam-diam menciptakan pelindung mengelilingi mereka, agar tidak ada yang mendengar percakapan mereka.
" Istriku, apa kamu mengenal benda ini?" Liu Ryu memperlihatkan benda kenyal berwarna abu-abu kepada Elena.
Sontak Elena menutup mulut dengan kedua tangannya, karena benda yang berada di tangan Liu Ryu bisa menimbulkan keributan di seluruh dunia itu.
Elena menatap ke arah Liu Ryu dengan tatapan rumit, seakan tidak percaya bahwa suaminya bisa mendapatkan benda yang sangat berharga.