
[ Jika menyukai karya ini sempatkan untuk kasih Like, Koment dan Rate 🌟 5 ]
*******
Tidak lama kemudian, terlihat Xie Xian dan Istri Ryu yang lain berjalan mendekati Ryu yang sedang duduk di sebuah kursi.
" Suami, kami sudah membersihkan semua yang ada di Istana ini." Ucap Xie Xian yang berdiri di samping Ryu bersama yang lain.
" Mmmm." Ryu mengangguk lalu menoleh ke arah para prajurit yang berada di ruangan tersebut.
" Tuan Pendekar, bagaimana jika anggota Klan Hun melaporkan kejadian ini kepada pihak Istana Kekaisaran Harimau?" Tanya salah satu prajurit yang merasa khawatir.
Tentu mereka sangat faham dengan kelicikan dari anggota Klan Hun, yang tentu memberitakan sebuah kebohongan.
" Kalian tidak perlu khawatir. Biarkan saja mereka melaporkan kejadian ini kepada Kaisar. Biar Kaisar Chaizu sendiri yang datang kesini." Jawab Ryu dengan santai.
" Gluug." Pemilik penginapan dan prajurit menelan ludah membayangkan jika Kaisar Chaizu termakan hasutan anggota Klan Hun.
Tentu mereka tidak menginginkan hal itu terjadi, karena mereka menganggap bahwa Ryu seorang pahlawan.
" Kalian berlatihlah disini dengan giat. Karena musuh yang sebenarnya sangat kuat." Ucap Ryu, lalu memberikan sebuah peti yang berisi Pil Kultivasi tingkat langit.
" Tuan Pendekar, ini...." Para prajurit yang berada di tempat itu membulatkan mata dengan rahang terbuka karena Pil yang diberikan Ryu sangat banyak dan memiliki kualitas terbaik.
Seandainya saja mereka mengetahui bahwa Ryu memiliki Harta langit dan Sumberdaya yang lainnya, mungkin mereka akan muntah darah.
" Mmmm... Bagikan Pil Kultivasi itu kepada para prajurit yang lain! Untuk masalah Kaisar Chaizu, biar aku yang menanganinya." Jawab Ryu dengan santai.
" Ba... Baik tuan Pendekar." Salah satu prajurit mengambil peti tersebut, lalu membawa yang lain keluar dari ruangan.
Di sisi lain pemilik penginapan juga kembali ke kediamannya, karena dia berniat untuk memberikan beberapa pelayan untuk melayani Ryu dan Istrinya di Istana Walikota.
Meskipun Ryu tidak menginginkan hal itu, namun bagi pemilik penginapan hal itu sangat penting agar ada yang mengurus Istana Walikota yang sangat besar.
*******
( Kediaman Klan Hun )
Terlihat beberapa sosok yang sedang duduk di sebuah ruangan, dimana mereka sedang berbincang masalah Walikota Hunnam yang telah dibunuh.
" Tetua, apa benar yang dikatakan anggota kita yang melihat kejadian itu?" Tanya sosok yang duduk di kursi kebesarannya.
Pria sepuh itu tidak lain adalah Patriak Klan Hun yang baru saja mendengar kabar tentang kematian putranya yang sebagai Walikota Hunnam juga anggota keluarganya.
" Benar Patriak. Anggota kita melihat sendiri bagaimana pemuda itu bisa membunuh anggota kita yang sudah mencapai Pendekar Langit tahap akhir hanya dengan satu kali kibasan tangan." Ucap salah satu Tetua yang mendengar kabar dari anggota Klan Hun yang sedang melakukan perjalanan ke Kota Hunnam.
Mendengar ucapan tersebut, semua yang berada di tempat itu memasang wajah serius karena sosok yang membunuh anggota mereka bukanlah orang sembarangan.
" Lalu, apa yang harus kita lakukan Patriak?" Tanya salah satu Tetua.
" Utus anggota Klan kita untuk melaporkan kejadian ini kepada pihak Istana Kekaisaran Harimau." Patriak Klan Hun memberi perintah.
" Tapi Patriak, bukankah itu sama saja mengungkap rahasia Klan Hun? Tanya salah satu Tetua.
" Bodoh... Kita laporkan kejadian ini dengan cara bermain kata. Katakan kepada pihak Istana Kekaisaran Harimau bahwa ada orang yang bekerjasama dengan Suku Naga untuk menghancurkan Kekaisaran Harimau." Patriak Klan Hun terlihat geram karena mereka sama sekali tidak mengerti.
" Ba... Baik Patriak. Aku mengerti sekarang. Kalau begitu, biar aku sendiri yang melaporkan kejadian ini kepada pihak Istana Kekaisaran Harimau." Ucap salah satu Tetua yang menawarkan diri untuk pergi ke Istana Kekaisaran Harimau.
" Patriak, lalu bagaimana dengan para tawanan? Tanya Tetua yang lain.
" Jangan dulu! Lebih baik kita meminta bantuan kepada Suku Naga untuk mengambilnya sendiri. Dengan demikian kita akan meminta bantuan kepada mereka untuk membunuh semua rombongan Kekaisaran Harimau." Ucap Patriak Klan Hun.
" Kalau begitu biar aku sendiri yang pergi ke Istana Kekaisaran Naga." Salah satu Tetua juga menawarkan diri untuk pergi ke Istana Kekaisaran Naga.
" Mmmm... Pergilah dan lakukan tugas kalian dengan baik." Perintah Patriak Klan Hun.
" Baik Patriak." Dua sosok Tetua memberi hormat, lalu meninggalkan ruangan tersebut.
Saat kedua Tetua sudah pergi, Patriak Klan Hun menatap ke sebuah arah dengan tatapan dingin.
Tentu Patriak Klan Hun sangat marah karena Ryu telah membunuh anggota keluarganya.
Namun dia berfikir jernih, jika salah mengambil keputusan, bukan hanya keluarganya yang mendapatkan masalah, melainkan seluruh anggota Klan Hun.
*******
( Istana Walikota )
Satu bulan telah berlalu Ryu dan Istrinya tinggal di Istana Walikota Hunnam.
Para pelayan yang diberikan oleh pemilik penginapan juga bekerja dengan baik di Istana tersebut.
Begitupun dengan para prajurit, Kultivasi mereka jauh meningkat pesat dari sebelumnya.
Ryu yang sedang duduk di kursi kebesaran Walikota, kini terlihat satu sosok yang sedang buru-buru mendatanginya.
" Tu... Tuan Pendekar, di Kota Hunnam ada banyak rombongan dari Kekaisaran Harimau. Bahkan Yang Mulia Kaisar Chaizu juga sedang menuju kesini." Prajurit tersebut terlihat panik karena baru pertama kali Kaisar Chaizu membawa pasukan yang sangat banyak.
" Kalian tidak perlu khawatir! Biarkan mereka datang kesini." Ryu tersenyum lebar sambil menatap ke sebuah arah.
" Tapi Tuan Pendekar." Prajurit tersebut terlihat ragu, karena tidak mungkin bagi mereka untuk melawan pasukan Kekaisaran, karena mereka juga sangat menghormati Kaisar Chaizu.
Di sisi lain para prajurit juga sangat menghormati Ryu yang telah membantu Kota Hunnam dan membantu perkembangan Kultivasi mereka.
" Lakukan saja apa yang harus kalian lakukan! Hormati Kaisar Chaizu dan bawa rombongan mereka datang kesini." Ucap Ryu dengan santai.
" Ba.. Baik Tuan Pendekar." Meskipun terlihat gugup, mau tidak mau prajurit tersebut melakukan apa yang diperintahkan oleh Ryu.
Dengan sebuah anggukan, prajurit tersebut meninggalkan ruangan, lalu memberitahukan kepada prajurit yang lain agar melakukan apa yang dikatakan Ryu.
*******
Di tempat lain, terlihat sosok pemuda yang sangat tampan dan berwibawa dengan menggunakan mahkota kebesarannya yang sedang duduk di sebuah kereta.
Sosok tersebut tidak lain adalah Chaizu yang sudah menjadi seorang Kaisar di Kekaisaran Harimau.
Pada awalnya Chaizu hanyalah seorang Raja yang memerintah di Kerajaan Harimau Awan.
Namun berkat kegigihannya, dia berhasil menyatukan kembali Suku Harimau yang lain dari berbagai wilayah.
Tidak hanya itu saja, Chaizu juga berhasil menundukkan Suku Harimau yang berada di wilayah liar, sehingga mereka mau bergabung dengan Kekaisaran Harimau yang sekarang.