SANG DEWA AGUNG 2

SANG DEWA AGUNG 2
Kemunculan Cerberus


Setelah mengumpul semua Sumberdaya, Ryu kembali naik ke lantai tiga yang kini dihadapkan dengan sebuah patung berwarna hitam bernyawa dengan Mata merah.


" Hmmm... Sepertinya cara pembuatan patung ini persis dengan teknik Boneka Bernyawa yang aku miliki." Ryu menaikkan alisnya sambil menatap ke arah patung tersebut.


Baaam! Baaam! Baaam!


Patung setinggi lima meter tersebut membenturkan kedua tangannya, seolah menunjukkan kemampuannya dengan melepaskan aura penekanan yang sangat kuat.


Namun itu sama sekali tidak berpengaruh bagi Ryu, dimana dia tidak ingin terlalu lama beranda di dalam Pagoda raksasa tersebut.


Tentu Ryu merasa khawatir dengan Xie Xian dan Jiu Wei Hu. Karena menurutnya tubuh mereka menjadi magnet tersendiri bagi para pria, meskipun sudah memakai pakaian serba tertutup.


Wuush!


Patung tersebut melompat dan menyerang ke arah Ryu dengan kecepatan tinggi, bahkan kelincahannya sangat tinggi.


Baaam! Baaam! Baaam!


Pertemuan kedua serangan menciptakan gelombang kejut menyebar ke seluruh ruangan tersebut.


Beruntung ruangan itu sangat kuat, sehingga mampu menahan gelombang kejut tersebut.


Pertarungan pun kini terjadi antara patung hitam dan Ryu, membuat dia sedikit kewalahan menghadapi patung tersebut.


Tentu karena Ryu belum mengeluarkan elemen yang dia miliki, karena dia ingin menjajal kekuatan fisiknya.


Serangan demi serangan dari Ryu seakan tidak mampu melukai patung tersebut. Bahkan dia sering kali terpental membentur dinding Pagoda yang membuatnya terluka.


" Boom... Boom... Boom. " Serangan Patung tersebut membuat Ryu terpental dan mengeluarkan darah dari mulutnya.


" Baiklah, aku rasa sudah cukup." Ryu bergumam sambil tersenyum, karena sudah mengetahui kelemahan dari patung tersebut.


Meskipun tidak memiliki celah sedikitpun untuk menghancurkan patung tersebut, namun permata berwarna merah yang berada di kening patung tersebut merupakan kelemahannya.


Wuush!


Baaam!


Ryu melompat dengan kecepatan tinggi, lalu mengepal tangannya untuk memukul permata merah yang berada di kening patung tersebut.


Bboooom!


Hanya dalam satu kali pukulan, patung tersebut hancur berkeping-keping.


Setelah patung tersebut hancur, Ryu langsung dihadapkan dengan tumpukan Senjata Roh mulai tingkat menengah hingga Tingkat Bumi.


" Sepertinya ini cocok untuk Kekaisaran Sun." Ryu mengambil Senjata Roh, lalu memasukkan ke Cincin Ruang biasa yang dia tunjukkan sebelumnya pada prajurit.


Setelah selesai, Ryu kembali menuju lantai empat yang kini juga dihadapkan dengan patung berwarna merah yang jauh lebih kuat dari sebelumya.


Namun karena Ryu sudah mengetahui kelemahan dari patung tersebut, dia langsung melesat dan memukul permata yang berada di kening patung tersebut.


Baaam!


Hanya dengan satu kali serangan, Ryu dengan mudah menghancurkan patung merah tersebut.


Di Lantai Empat, Shen Long Pun dihadapkan dengan tumpukan Sumberdaya yang cukup langka.


Tanpa menunggu lama, Ryu langsung mengambil Sumberdaya itu, lalu memasukkan ke Dunia Quzhu.


Setelah selesai mengumpulkan Sumberdaya tersebut, Ryu kembali naik ke lantai lima yang Kini Dihadapkan dengan patung berwarna emas.


" Dasar patung sampah." Ryu sedikit geram karena selalu dihadapkan dengan sebuah patung.


Baaam!


Ryu langsung meninju permata yang berada di kening patung tersebut, hingga hancur berkeping-keping.


" Apa diatas sana masih ada patung sampah ini." Ryu yang sudah kesal tidak ingin membuang waktu, langsung menuju lantai berikutnya.


Saat berada di lantai lima, Ryu kembali disambut dengan tumpukan Batu Meteor.


Tentu Ryu juga menghancurkan lima patung yang menjaga ruangan di lantai lima, sebelum dihadang dengan Batu Meteor tersebut.


Ryu yang terlihat bersemangat, langsung mengumpulkan Batu Meteor hinga tidak tersisa, kemudian menuju ke lantai enam.


" Hah... Patung lagi." Ryu yang kini semakin terlihat kesal kemudian melesat cepat menusuk permata yang berada di kening patung tersebut.


Di Lantai keenam Ryu Juga dihadapkan tumpukan Batu Energi.


" Sepertinya yang aku cari selama Ini sudah berada di hadapanku." Ryu bergumam kembali menguras semua kristal roh dan kristal spiritual.


Ryu yang sudah melesat ke kantai tujuh, tiba-tiba dihadapkan dengan seekor Singa Putih Bertaring Panjang dan memiliki Sayap lebar.


" Manusia, cukup! Hentikan aksimu! Apa kau ingin menguras semua Sumberdaya disini?" Singa putih terlihat geram karena Ryu ingin mengambil semua harta di Pagoda Jiwa.


" Ya... Lalu apa masalahnya?" Tanya Ryu sambil menatap ke arah Singa putih tersebut.


" Kamu terlalu serakah manusia." ucap Singa Putih, karena Singa putih bisa mengetahuinya.


" Tidak hanya itu, aku juga menginginkan darah murni milikmu untuk membuat Pil ciptaanku." Ryu tersenyum lebar dengan senyuman jahatnya.


" Lancang!" Singa putih terlihat geram, melesat cepat ke arah Ryu.


" Baiklah.... Lagi pula aku tidak ingin terlalu lama disini." Ryu menatap ke arah Singa putih yang bergerak cepat ke arahnya.


Duaarr! Duaarr! Duaarr!


Sambaran demi sambaran dari elemen Petir Hitam bersarang di tubuh Singa putih.


Gluduk!


Singa Putih terjatuh hingga mati dalam kondisi menggenaskan.


Wuush!


Ryu langsung menarik mayat Singa putih ke dalam Cincin miliknya, lalu melanjutkan ke lantai selanjutnya.


Di lantai tujuh, Ryu kembali menemukan berbagai jenis Sumberdaya, kemudian mengurasnya hingga tanpa sisa.


Setelah selesai, Ryu kembali menuju lantai kedelapan yang kini kedatangannya disambut Seekor Singa putih yang sama seperti sebelumnya bersama dua patung berwarna putih.


" Manusia... Kamu sungguh keterlaluan. Kamu juga telah membunuh saudaraku yang merupakan wali Pagoda ini." Singa putih yang terlihat geram karena Ryu sudah keterlaluan.


Duaarr! Duaarr! Duaarr!


Ryu menjatuhkan Hujan Petir Hitam ke arah ketiga sosok tersebut, membuat Singa putih mati seketika tanpa perlawanan.


" Seperti Itu." Ucap Ryu sambil menatap ke arah dua patung berwarna putih yang tidak terkena efek dari sambaran petir.


Wuush! Wuush!


Kini kedua patung penyerang Ryu dengan kecepatan tinggi.


Melihat kecepatan serangan kedua patung tersebut, Ryu menyipitkan matanya sambil menghindar.


Sekilas terlihat Ryu dan kedua patung tersebut seperti sebuah bayangan yang sangat cepat.


Straaing...!


Ryu berpindah tempat ke arah atas kepala kedua patung tersebut.


Baaam! Baaam!


Dengan kecepatan tinggi, Ryu menciptakan pukulan keras ke permata yang berada di kening kedua patung tersebut hingga hancur berkeping-keping.


" Hmmm... Keberuntungan langit ada di pihakku." Ryu menatap ke arah dua jenis Sumberdaya yang sangat langka.


Tanpa menunggu lama, Ryu langsung mengambil kedua jenis Sumberdaya tersebut, lalu menyimpannya ke Dunia Quzhu.


Setelah selesai, Ryu melanjutkan langkahnya menuju lantai sembilan dimana Ryu sedikit kaget dengan sosok yang berada di lantai sembilan.


" Cerberus." Ryu menyipitkan matanya sambil menatap ke arah sosok anjing berkepala tiga yang memiliki ukuran sepuluh kali manusia dewasa.


Anjing berkepala tiga tersebut mengeluarkan aura kematian yang sangat pekat, dengan sepasang mata berwarna merah darah.


Meskipun Cerberus dengan posisi membelakangi Ryu, namun sangat jelas bahwa sosok tersebut sudah mengetahuinya.