SANG DEWA AGUNG 2

SANG DEWA AGUNG 2
Ch 375. Kembali ke Serikat


Belum berhenti dari keterkejutannya, Elena kembali sesak nafas saat melihat Liu Ryu mengibaskan tangannya membuat ratusan mayat hewan buas menghilang dari pandangan.


" Si... Sihir Legenda?" Elena seakan tidak percaya jika sosok yang berada di depannya memiliki sihir paling langka.


Meskipun Elena adalah seorang penyihir, namun untuk menghilangkan ratusan hewan buas tentu bukanlah perkara mudah.


Sebenarnya Liu Ryu menyimpan mayat hewan buas di Cincin miliknya, karena jika dibawa begitu saja, maka akan kesulitan.


" Pedang pedang ini semuanya sudah rusak." Liu Ryu mengambil sepuluh pedang yang dia bawa sebelumnya.


Liu Ryu tidak ingin memasukkan sepuluh pedang tersebut, karena akan membuat pandai besi bisa jantungan.


" Sebaiknya kita lanjutkan perburuan." Liu Ryu menoleh ke arah Elena yang masih mematung.


" Berburu?" Menurut Elena, sosok itu tidak berburu lagi, melainkan yang lebih cocok, yaitu melakukan pembantaian.


" Ya... Jika kamu tidak ingin ikut, kamu bisa kembali ke Kyria." Liu Ryu tidak ingin membuat wanita itu bisa jantungan karena aksinya.


Justru Elena akan mengikuti kemana Liu Ryu pergi, karena dia ingin melihat bagaimana pemuda itu bisa membunuh hewan buas dalam jumlah yang tidak masuk akal.


" Semoga kamu tidak pingsan lagi, karena kali ini aku tidak akan menolongmu." Liu Ryu mengingatkan kepada Elena, meskipun wanita itu masih bersikeras untuk mengikutinya.


Pada akhirnya Liu Ryu dan Elena kembali melanjutkan perjalanan menuju ke hutan berikutnya.


Pada hutan berikutnya, Liu Ryu juga melakukan hal yang sama, dimana membunuh semua hewan buas sebanyak mungkin.


Kali ini Elena sudah bisa mengendalikan diri agar tidak pingsan.


Selama dalam pertarungan, Elena hanya mampu membunuh hewan buas, sedangkan Liu Ryu sudah membunuh ratusan hewan buas.


Itupun Liu Ryu harus melindungi Elena, agar tidak terkena amukan dari hewan buas yang sama sekali tidak peduli dengan nyawa mereka.


*******


Satu minggu telah berlalu kini Liu Ryu telah berhasil menjalankan misi untuk membunuh hewan buas di sepuluh tempat.


Itupun karena jaraknya cukup jauh, sehingga membutuhkan waktu yang cukup lama untuk pergi ke hutan yang lain.


Terlebih dengan adanya Elena, justru membuat Liu Ryu terlalu banyak menghabiskan waktu di perjalanan saja.


" Sebaiknya kita mencari tempat untuk mandi terlebih dulu." Elena memberi usul agar mereka pergi ke sebuah sungai untuk membersihkan diri.


Terlebih pakaian yang melekat di tubuh Liu Ryu, kini sudah bersimbah darah, sehingga akan menarik perhatian.


" Baiklah, sepertinya aku juga harus membersihkan diri." Jawab Liu Ryu, lalu berjalan mengikuti Elena.


Saat berada di sungai, mereka berdua harus berpisah untuk mencari tempat mandi masing-masing.


Sambil berendam di sungai, Liu Ryu juga membersihkan pakaiannya yang bersimbah darah, lalu dijemur di sebuah batu besar di pinggir sungai.


Sambil menunggu pakaiannya kering, Liu Ryu berendam di sungai juga menyerap Inti Roh Siluman yang dia dapatkan sebelumnya.


Membutuhkan waktu yang cukup lama, kini Liu Ryu keluar dari sungai, lalu memakai kembali pakaiannya.


" Apa kita langsung pergi ke Serikat Petarung?" Tanya Elena yang kini mulai terbiasa dengan apa yang dilakukan Liu Ryu.


Berkat pengalaman yang diberikan Liu Ryu, Elena mengalami peningkatan yang cukup besar, meskipun di mata Liu Ryu, itu sama sekali tidak berarti.


" Ya, aku akan melaporkan bahwa misi ini sudah selesai." Jawab Liu Ryu sambil melangkahkan kakinya.


" Jika kamu melaporkan bahwa misi sudah selesai, kamu harus menunjukkan bukti hewan buas yang kamu bunuh. Jika tidak, maka mereka tidak akan percaya." Elena menjelaskan bahwa Liu Ryu harus menyerahkan semua hewan buas yang dia bunuh.


Untuk satu hewan buas bisa dihargai sebesar 10 koin perunggu hingga 1000 koin perunggu, atau satu koin perak sesuai tingkat kemampuan hewan buas.


" Biasanya para petarung hanya bisa membunuh dua sampai lima hewan buas. Tapi kali ini sepertinya Serikat Petarung akan kesulitan untuk membayarnya." Elena menggelengkan kepala, karena jumlah hewan buas yang dibunuh oleh Liu Ryu melebihi hasil buruan ratusan para petarung kelas S.


Elena merasa sangksi jika Serikat Petarung bisa membeli semua buruan Liu Ryu, meskipun disokong oleh tiga keluarga besar di Kyria.


Sambil berjalan menuju Serikat Petarung,. kini tatapan Liu Ryu tertuju pada sebuah bangunan besar yang memiliki belasan tingkat yang menjulang tinggi.


" Bangunan apa yang ada disana?" Tanya Liu Ryu, sambil menunjuk ke arah bangunan besar yang berada di luar tembok kota Kyria.


" Itu adalah Istana Bordil." Elena hanya menjawab dengan singkat, tidak ingin menjelaskan terlalu jauh tentang Istana Bordil.


" Istana Bordil?" Liu Ryu sedikit menaikkan alisnya, karena tidak menyangka di dunia itu juga terdapat para wanita yang menjual tubuhnya.


Sambil menarik napas dalam-dalam, Elena menganggap bahwa di dunia Liu Ryu tidak ada seperti itu, sehingga dia menjelaskan tentang Istana Bordil.


" Istana Bordil merupakan tempat wanita penghibur yang diresmikan oleh tiga keluarga besar di Kyria."


" Aku dengar harga mereka sangat beragam, sesuai dengan lantai berapa mereka tinggal." Meskipun merasa risih untuk menjelaskan masalah Istana Bordil, namun Elena harus menceritakannya sesuai apa yang dia ketahui, agar Liu Ryu tidak penasaran.


Sesaat Liu Ryu kembali menoleh ke arah Istana Bordil, karena untuk memulihkan Qi dengan cepat, maka dia bisa memanfaatkan wanita penghibur untuk menyerap energi Yin milik wanita penghibur.


Namun jika dipikir lagi, sangat sulit bagi Liu Ryu berhubungan badan dengan wanita lain yang bukan Istrinya.


" Istana Bordil berdiri hampir di setiap kota. Hanya saja Istana Bordil tidak diperbolehkan didirikan di dalam kota." Elena menggelengkan kepala karena dia melihat bahwa Liu Ryu begitu penasaran dengan Istana Bordil.


Liu Ryu tidak ingin membahas terlalu jauh, lalu melanjutkan langkahnya membuat Elena bernafas lega.


Elena merasa yakin, jika Liu Ryu pergi ke Istana Bordil, maka wanita penghibur tidak mampu melayaninya, meskipun semua wanita yang berada di tempat itu sudah banyak pengalaman.


Tentu Elena berfikir seperti itu karena dia pernah melihat sendiri bagaimana besarnya senjata kebanggaan Liu Ryu.


" Apa kamu belum berangkat menjalankan misi?" Tanya gadis berambut pirang saat melihat kedatangan Liu Ryu dan Elena.


" Aku sudah menyelesaikan semuanya." Jawab Liu Ryu dengan santai.


" Secepat itu? Lalu dimana hasil buruan mu?" Cleo Ellen merasa tidak percaya, jika Liu Ryu sudah pulang dari misi.


Tentu untuk menyelesaikan misi, maka paling tidak Liu Ryu mendapatkan luka di beberapa bagian tubuhnya.


Namun di depannya sekarang, Liu Ryu terlihat baik-baik saja tanpa ada luka lecet sedikitpun, dimana pakaiannya juga terlihat bersih.


Bahkan beberapa anggota Serikat Petarung yang sedang minum arak di tempat itu juga seakan mengejek Liu Ryu, karena mereka sendiri tidak berani berburu hewan buas,. karena jumlah mereka terlalu banyak.