
Xie Xian juga memperhatikan dengan seksama daratan yang dibawah mereka, dimana terlihat sangat luas.
" Gege, bagaimana dengan hewan buas disana? Itu terlalu berbahaya." Xie Xian memperkirakan bahwa hutan yang berada di tempat itu pasti banyak menyimpan hewan buas.
" Xian'er, kamu jangan khawatir. Aku sudah memindahkan mereka ke tempat yang lain." Jawab Ryu sambil menatap ke arah Xie Xian.
" Baiklah, tidak perlu dikhawatirkan lagi." Ucap Xie Xian seraya tersenyum lebar.
Tanpa menunggu lama, Ryu langsung menciptakan sebuah lingkaran yang sangat besar di atas daratan tersebut.
Seketika asap racun Kultivasi keluar dari celah lingkaran hingga menutupi seluruh hutan yang ada di bawah mereka.
Setelah semua selesai, Ryu dan Xie Xian keluar dari Dunia Quzhu untuk melihat Pagoda Jiwa yang terus menghisap asap racun Kultivasi.
" Gege, apa setelah ini kita akan pergi ke kediaman keluarga Klan She?" Tanya Xie Xian yang dimana dia sudah mengetahui tujuan awal suaminya.
Jika saja Ryu tidak pergi ke Dunia Setengah Abadi untuk menjemput ketiga wanita dari Klan She, mungkin selamanya Xie Xian menjadi sosok yang mengerikan.
" Ya, tapi sebelumnya aku ingin melakukan sesuatu di tempat ini." Ryu menoleh ke arah beberapa kawah besar bekas pertarungannya dengan Xie Xian.
" Apa Gege menginginkan tempat ini menjadi tempat tinggal yang baru?" Tanya Xie Xian terlihat penasaran.
Dengan sebuah anggukan kecil, Ryu berjalan mendekati beberapa kawah besar lalu mengeluarkan air dari Dunia Quzhu hingga membentuk danau yang cukup besar.
Tidak hanya itu saja, Ryu juga mengeluarkan bibit ikan agar bisa hidup di danau tersebut dari Dunia Quzhu yang menurutnya sudah terlalu banyak.
Tidak hanya sampai disitu saja, Ryu juga mengeluarkan jutaan hewan biasa agar ekosistem di tempat itu selalu terjaga.
Karena kecepatan di Dunia Quzhu seratus kali lipat dari waktu yang sebenarnya, maka semua yang ada di Dunia Quzhu berkembang pesat.
*******
Satu bulan telah berlalu, kini asap racun Kultivasi sudah banyak yang menghilang.
Meskipun asap racun Kultivasi tidak bisa habis, namun sekarang sudah bisa dilewati karena jarak yang terbuka mencapai puluhan kilometer.
Kini Ryu dan Xie Xian telah berada di kediaman anggota Keluarga Klan Xie, dimana Xie Tang sangat senang karena putrinya masih hidup.
Meskipun kejadian itu membuat anggota Klan Xie seakan tidak percaya, namun sekarang Xie Xian sudah ada di depan mata mereka.
Ryu juga menjelaskan tentang asap racun Kultivasi dan wilayah baru untuk mereka, dimana semua akan menambah penghasilan Klan Xie.
" Ryu'er, kamu sudah banyak melakukan hal yang diluar nalar. Ini sebuah anugerah bagi anggota Klan Xie." Xie Tang tidak bisa berkata apa-apa lagi, karena Ryu selalu memberi kejutan kepada mereka.
" Ketua, bagaimana jika kita kerahkan seluruh anggota Klan Xie agar membuat tembok untuk memperluas wilayah kekuasaan Klan Xie menuju perbatasan asap racun Kultivasi." Salah satu petinggi Klan Xie mengeluarkan pendapat, karena kebetulan letak Klan mereka tidak jauh dari asap racun Kultivasi.
" Aku juga berpikir begitu untuk melindungi bagian luar asap racun Kultivasi. Dengan banyaknya bebatuan di wilayah kita, mungkin hanya membutuhkan waktu selama dua tahun." Ucap Xie Tang yang kebetulan Klan Xie sangat mahir dalam bangunan.
" Kalau begitu, aku akan melaporkan hal ini kepada seluruh anggota Klan Xie." Beberapa pengurus Klan Xie langsung meninggalkan tempat tersebut agar pekerjaan mereka lebih cepat.
Sebenarnya Ryu bisa saja menciptakan tembok untuk mengelilingi wilayah baru Klan Xie, namun dia ingin anggota Klan Xie saja yang melakukannya agar memperkuat kedekatan mereka dalam bekerjasama.
" Ayah, maafkan aku. Aku tidak bisa terlalu lama disini, aku memiliki keluarga baru." Xie Xian merasa tidak enak.
Saat mereka melakukan perbincangan, tiba-tiba muncul sosok wanita paruh baya sedang menggendong anak kecil masuk ke ruangan tersebut.
Wanita itu tidak lain adalah Xie Shi ibu dari Xie Xian yang baru tiga tahun keluar dari latihan tertutup.
Xie Shi sempat shock saat mendengar putrinya telah meninggal dunia. Beruntung saja saat Kedatangan Ryu yang mengatakan bahwa Xie Xian masih hidup, sehingga dia sedikit bernafas lega.
" Ibu." Xie Xian berlutut lalu memeluk ibunya.
" Xian'er, kamu sudah dewasa nak." Xie Shi membalas pelukan putrinya sambil menggendong seorang bayi.
" Ibu mertua." Ryu juga berlutut di hadapan Xie Shi.
Melihat Ryu seperti sedang kebingungan, Xie Tang pun menjelaskan bahwa Xie Shi baru keluar dari latihan tertutup dan selalu mengurung diri di kediaman mereka saat mendengar putrinya meninggal.
Saat mendengar putrinya sudah datang, Xie Shi buru-buru keluar untuk melihat putrinya.
Setelah melakukan percakapan cukup lama, Ryu langsung berpamitan kepada mereka dan membawa Xie Xian menuju kediaman Klan She.
*******
( Akademi Naga Langit )
Di sebuah lapangan Akademi Naga Langit, terlihat tiga sosok wanita yang baru saja pergi dari kediaman keluarga Klan She kurang dari satu tahun yang lalu.
Salah satu wanita itu adalah Tetua devisi 6 dan keduanya lagi adalah Guru devisi 6 yang direkrut oleh Ketua devisi 6 itu sendiri.
Mereka tidak lain adalah She Ling, She Bing dan She Zhilin yang terlihat murung karena putra mereka belum kembali.
Meskipun terlihat murung, namun ketiga wanita itu sering melakukan penindasan terhadap murid yang lain, namun tidak berani bertindak kepada murid anggota Klan Xie.
Itulah kenapa semua murid anggota Klan Xie dengan senantiasa tinggal di devisi 6, karena mereka selalu berlatih keras melebihi murid yang lain.
Di lapangan Akademi Naga Langit, ketiga wanita itu meminta kepada murid mereka untuk melakukan latih tanding kepada devisi yang lain.
" Sekarang, siapa yang mau maju kedepan untuk melawan muridku?" Ucap She Ling sambi menatap beberapa tetua devisi yang lain.
Semua yang hadir di tempat itu saling berpandangan, karena tidak ada satupun dari murid mereka yang mampu melawan murid devisi 6.
Tidak jarang murid yang lain mendapatkan luka yang cukup parah, sehingga mereka tidak bisa Berkultivasi selama berbulan-bulan karena harus memulihkan diri.
Meskipun mereka hanya murid luar, namun mereka mampu mengimbangi kekuatan anggota murid dalam.
" Hei... Kenapa kalian diam saja? Apa kalian tuli?" She Bing dan She Zhilin juga tidak kalah sangar menatap ke beberapa petinggi devisi yang lain.
" Haaahh... Baru saja mereka kembali ke Akademi, ketiga wanita monster itu berulah lagi." Gumam beberapa Tetua mengutuk keras kepada ketiga wanita tersebut.
" Jika saja murid mereka bukan berasal dari Klan Xie, sudah lama aku membuang mereka." Ucap Ketua Akademi Naga Langit dengan nada pelan.
Momok yang paling menakutkan bagi mereka adalah sosok yang melindungi anggota Klan Xie, karena pernah membunuh murid anggota Klan Xiong dan membuat kerusakan besar di Akademi Naga Langit.