
Raja siluman katak menatap ke arah Liu Ryu seakan mengejek, karena dia merasa yakin bisa mengalahkan Liu Ryu dengan mudah.
" Manna yang berada di tubuhmu sangat padat. Menyerah lah, agar kematianmu tidak menyakitkan." Ucap raja siluman katak, yang masih berdiam diri.
" Lebih baik kamu yang menyerah, karena setiap makhluk yang berhadapan denganku, tidak ada satupun yang selamat." Liu Ryu tersenyum lebar, membalas ejekan dari raja siluman katak.
" Baiklah aku harap agar kamu tidak mengecewakanku "
Buussshh!
Bersamaan dengan ucapannya, raja siluman katak melompat ke arah Liu Ryu sambil mengayunkan gada di tangannya.
Liu Ryu juga tidak tinggal diam, langsung mengayunkan pedangnya untuk menyambut serangan dari pihak lawan.
Bboooom!
Bboooom!
Bboooom!
Ledakan demi ledakan akibat benturan dari kedua belah pihak menciptakan gelombang kejut yang membuat kerusakan di sekeliling mereka.
" Makhluk kecil ini cukup kuat. Bagaimana dia mampu menahan serangan gada milikku?" Raja siluman katak memasang wajah serius, karena Liu Ryu masih mampu mengimbangi kekuatanya.
Bahkan para Dewa tertinggi tidak ada yang mampu menahan serangannya, meskipun tidak mengeluarkan semua kekuatannya.
Pertarungan antara kedua belah pihak yang sama-sama memiliki kecepatan tinggi, kini hanya terlihat sekilas bayangan yang saling bertemu.
Namun akibat benturan dari kedua belah pihak membuat pasukan siluman katak berusaha untuk menjauhi keduanya.
Bahkan beberapa pasukan siluman katak yang tidak sempat menjauhi wilayah pertarungan, kini langsung menjadi kabut darah akibat tekanan energi dari Liu Ryu yang sedang bertarung melawan raja siluman katak.
" Menjauh." Teriak Dewi Arinia, saat merasakan gelombang energi menuju ke arah mereka.
Keduanya terlihat pucat karena gelombang energi dari Liu Ryu dan raja siluman katak memporak porandakan sekeliling mereka.
Wuush! Wuush!
Dewi Arinia dan Elena melesat cepat untuk menjauhi gelombang energi, dimana pasukan siluman katak juga dengan buru-buru melompat untuk menjauhi tempat itu.
Hutan yang awalnya sangat lebat, kini sudah menjadi lahan gersang yang berubah bentuk menjadi kawah besar.
" Apa sekuat itu para Kultivator yang berada di dunia suami kita?" Tanya Elena, sambil menyeka keringatnya yang bercucuran.
Jika saja dia terlambat sedikit, meskipun sudah mencapai Pendekar Semesta tahap akhir, sudah pasti akan menjadi gumpalan daging.
" Aku juga tidak tau. Lebih baik kita fokus membunuh mereka." Ucap Dewi Arinia, sambil menatap ke arah pasukan siluman katak yang sempat menghindar.
Kroook! Kroook! Kroook!
Semua pasukan siluman katak seakan sedang berkomunikasi dengan rekannya, masih hanyut dalam lamunan mereka saat menyaksikan pertarungan antara Liu Ryu dan raja siluman katak.
Jleeep! Jleeep! Jleeep!
Sebelum pasukan siluman katak tersadar dari lamunan mereka, kini satu-persatu serangan anak panah bersarang di tubuh mereka.
Menyadari situasi mereka sedang tidak baik, semua pasukan siluman katak kembali melesat ke arah Dewi Arinia dan Elena dengan kecepatan tinggi.
Sambil melesat ke berbagai arah, Dewi Arinia dan Elena terus melancarkan serangannya, hingga semakin banyak pasukan siluman katak yang mati di tangan mereka.
Di sisi lain, Liu Ryu yang sedang bertarung melawan raja siluman katak, kini kedua terus saling bertukar serangan.
Karena kecepatan raja siluman katak sangat tinggi, Liu Ryu sedikit kesulitan untuk mencari letak Inti Roh milik raja siluman katak.
Tidak ada pilihan lain, Liu Ryu mengangkat tangannya tinggi-tinggi sambil mengeluarkan Qi pada Pedang Naga Petir di tangannya.
Craaash!
Elemen Kehampaan keluar dari Pedang Naga Petir, membentuk pedang raksasa seakan ingin membelah tubuh raja siluman katak.
Melihat arah serangan tertuju kepadanya, raja siluman katak dengan buru-buru melompat ke arah samping, agar tidak terkena imbas serangan.
Bboooom!
Ledakan yang memanjang dari tebasan Pedang Naga Petir, membuat tanah di sekitar membentuk jurang besar.
Craaash!
Aarrgggh!
Wuush!
Raja siluman katak melompat dengan satu kakinya untuk menjauhi Liu Ryu, hingga secara perlahan kakinya yang terpotong kini muncul kaki yang baru.
Melihat kejadian tersebut, Liu Ryu terbang ke udara untuk melihat beberapa bagian tubuh dari raja siluman katak.
" Sepertinya sangat sulit untuk mengeluarkan Inti Roh milik raja siluman katak ini." Gumam Liu Ryu yang merasa yakin bahwa Inti Roh raja siluman katak berada di pertengahan kedua kaki depan.
Raja siluman katak menatap ke arah Liu Ryu, lalu melompat sambil mengayunkan kedua gada di tangannya.
Duaarr! Duaarr! Duaarr!
Sambaran elemen Kehampaan bersarang di tubuh raja siluman katak, membuatnya kembali jatuh ke tanah.
Sraaiiingg!
Liu Ryu berpindah tempat ke arah raja siluman katak, sambil mengayunkan pedangnya di bagian punggungnya.
Craaash!
Aarrgggh!
Raja siluman katak meraung keras karena di bagian punggungnya terkena luka sayatan yang sangat dalam.
Bboooom!
Liu Ryu menendang tubuh makhluk raksasa itu, hingga membuatnya terpental ratusan meter.
" Makhluk kecil ini..." Raja siluman katak seakan tidak percaya jika Liu Ryu mampu membuatnya terlempar jauh.
Sraaiiingg!
Liu Ryu kembali berpindah tempat ke tempat raja siluman katak, namun makhluk raksasa itu seakan menyadari kemunculan Liu Ryu hingga membuatnya harus melompat ke arah samping.
Wuush!
Saat Liu Ryu muncul dari ruang kosong, raja siluman katak langsung melesat dengan kecepatan tinggi, sambil mengayunkan gada di tangannya.
" Cepat sekali." Liu Ryu membulatkan mata, langsung menciptakan pelindung energi mengelilingi tubuhnya.
Bboooom! Sebuah pukulan keras dari gada di tangan raja siluman katak, membuat Liu Ryu terpental hingga tidak terlihat dari jarak pandang raja siluman katak.
Di sisi lain, Liu Ryu yang berada di atas awan, kini kembali turun ke arah raja siluman katak dengan kecepatan tinggi layaknya meteor.
" Tidak menyangka kekuatan raja siluman katak ini sangat kuat." Meskipun tidak ada luka sedikitpun, Liu Ryu mengakui kehebatan dari raja siluman katak.
Menyadari keberadaan Liu Ryu yang menyerang dari atas udara, raja siluman katak, langsung melompat tinggi-tinggi untuk menyambut serangan dari Liu Ryu.
Sedangkan Liu Ryu yang berada di atas udara, kini langsung menciptakan bola elemen Kehampaan.
Malapetaka!
Wuush!
Liu Ryu melemparkan bola Kehampaan ke arah raja siluman katak, yang berada di bawahnya.
" Sialan... Benda apa ini." Raja siluman katak yang melihat bola Kehampaan sedang menuju ke arahnya, kini menggerutu dalam hati, karena tidak sempat menghindar.
Bboooom!
Sebuah ledakan yang sangat kuat di atas udara, membuat awan yang berada di sekitar, langsung hancur berkeping-keping hingga menimbulkan hujan.
Bboooom!
Tubuh raja siluman katak membentur tanah, hingga membentuk kawah besar.
Meskipun masih belum mati, kini kondisi raja siluman katak dalam keadaan tidak baik, dimana merasakan tubuhnya seakan remuk.
Tidak ingin mengambil resiko, Liu Ryu dengan buru-buru melesat ke arah raja siluman katak, karena makhluk raksasa itu juga memiliki kemampuan regenerasi yang sangat tinggi.