SANG DEWA AGUNG 2

SANG DEWA AGUNG 2
Ch 492. Kembali ke Tempat Suku Lumut


Liu Ryu mengibaskan tangannya untuk mengambil setengah dari air suci ras peri, karena dia ingin menambah koleksi benda berharga di Dunia Quzhu.


Setelah selesai mengambil setengah dari air suci ras peri, Liu Ryu terbang ke arah pulau melayang yang lainnya untuk mengambil pohon peri yang bisa digunakan sebagai Pil untuk perkembangan Liu Fenglu.


Saat Liu Ryu sudah pergi ke pulau melayang yang lain, kini kedua raja peri dan kedua ratu peri bersama wanita peri yang lain muncul di pinggir kolam air suci.


" Kemana perginya sang dewa?" Raja peri bumi merasa heran, karena Liu Ryu sudah meninggalkan tempat itu.


" Apa dia sudah pergi dari sini?" Raja peri petir juga merasa heran, karena Liu Ryu tidak bisa mereka temukan.


Sesaat keempat sosok itu menoleh ke arah wanita peri yang baru diciptakan sebelumnya, karena merekalah yang merupakan ujung tombak bagi kelangsungan hidup ras peri.


Keempat sosok itu sangat menyayangkan jika ratusan wanita ras peri itu mengorbankan diri untuk menghidupkan kembali ras peri angin dan ras peri api.


" Aku pikir sang dewa telah kelelahan saat bertarung melawan kedua siluman mimpi itu. Kami bersedia untuk melakukan hubungan badan dengannya agar dia bisa memulihkan diri dengan cepat, sebelum kami melakukan pengorbanan." Ucap salah satu wanita peri yang baru tercipta.


" Kalau begitu kita akan berpencar untuk mencarinya."


Keempat sosok itupun melesat ke arah pulau melayang yang lainnya, untuk mencari keberadaan Liu Ryu.


Membutuhkan waktu yang cukup lama, kini keempat sosok itu kembali dengan tangan kosong, karena tidak berhasil menemukan Liu Ryu.


Bahkan hal yang membuat mereka memasang wajah masam, karena di setiap pulau melayang hanya menyisakan satu pohon peri yang sebagai sumber kehidupan bagi ras peri.


Dengan kata lain mereka membutuhkan waktu selama ratusan tahun agar pohon peri yang tersisa akan tumbuh tunas baru.


" Apa sang dewa sudah pergi dari daratan tinggi ini?" Tanya ratu peri Es.


" Padahal kita belum mengucapkan terimakasih kepadanya." Keempat sosok itu tertunduk lesu, karena tanpa bantuan Liu Ryu, mereka tidak akan pernah kembali lagi kediaman mereka.


Saat suasana menjadi hening, kini Liu Ryu muncul di hadapan mereka, membuat semua yang berada di tempat itu sontak kaget.


" Sang dewa." Keempat sosok beserta wanita peri memberi hormat.


" Mmmmm." Liu Ryu mengangguk kecil, lalu berjalan mendekati pinggir danau.


" Sang dewa... Jika kamu membutuhkan bantuan kami, kami siap melakukan apapun, sebelum melakukan pengorbanan." Salah satu wanita peri yang baru tercipta, mengeluarkan suara.


" Tidak perlu! Jika kalian ingin mengucapkan terimakasih, gunakan Pil ini sebelum melakukan pengorbanan." Ucap Liu Ryu, lalu memberikan satu-persatu Pil kepada ratusan wanita peri yang baru tercipta.


" Baik sang dewa." Jawab mereka serempak, lalu menelan Pil yang Liu Ryu berikan, tanpa mengetahui Pil apa yang mereka telan.


Setelah selesai menyerap Pil tersebut, semua wanita peri yang baru tercipta, langsung masuk ke dalam danau, seraya menciptakan sebuah sihir.


Aarrgggh!


Aarrgggh!


Aarrgggh!


Teriakan demi teriakan terdengar dari ratusan wanita peri yang melakukan pengorbanan, agar bisa menciptakan ras peri yang baru.


Dalam waktu singkat, tubuh wanita peri seakan larut dalam air, hingga bermunculan ratusan cahaya yang keluar dari dalam danau.


Cahaya itupun berubah wujud menjadi sosok manusia yang merupakan wujud dari ras peri angin, peri api beserta raja dan ratu mereka.


" Menarik." Gumam Liu Ryu, sambil menatap ke arah lautan ras peri angin beserta raja dan ratu, ras peri Es beserta raja, ras peri api beserta raja dan ratu, ras peri bumi beserta ratu, ras peri air beserta raja dan ras peri petir beserta ratunya.


Seketika muncul ratusan Pil yang Liu Ryu berikan sebelumnya kepada wanita peri yang melakukan pengorbanan.


Tentu ratusan Pil tersebut berasal dari jiwa ras peri yang melakukan pengorbanan, sehingga bisa digunakan untuk meningkatkan Kultivasi untuk keempat Istri Liu Ryu.


" Ini bagianku." Gumam Liu Ryu, seraya mengibaskan tangannya untuk menarik semua Pil yang melayang di udara.


" Gluug." Semua penguasa ras peri menelan ludah kasar, karena Liu Ryu memanfaatkan jiwa ras peri sebagai bahan untuk menciptakan Pil.


Namun tidak ada yang berani berkomentar, karena sosok yang berada di depan mereka adalah orang yang membantu mereka untuk kembali ke wilayah mereka masing-masing.


" Jika berkenan, biarkan beberapa wanita peri yang berada disini bisa menemani sang dewa." Raja peri petir memberi usul agar mereka bisa memberikan hadiah kepada Liu Ryu.


Semua mengangguk setuju, lalu meminta sepuluh wanita dari enam ras peri agar bisa dijadikan sebagai Istri Liu Ryu.


Bahkan pria ras peri yang awalnya sudah diciptakan berpasangan, kini harus menerima perintah dari raja dan ratu mereka.


" Kalian tidak layak menjadi wanitaku."


Sriiiiiing!


Bersamaan dengan ucapannya, Liu Ryu langsung berpindah tempat untuk meninggalkan pulau melayang, agar bisa kembali ke tempat kediaman suku lumut.


Melihat Liu Ryu yang menolak pemberian tersebut, para penguasa ras peri memasang wajah jelek, karena Liu Ryu menganggap mereka sangat lemah.


Tentu Liu Ryu tidak ingin mengambil Istri yang terlalu lemah baginya, meskipun para wanita peri memiliki paras yang sangat cantik.


Bagi Liu Ryu yang sekarang, kecantikan bukanlah jaminan, karena dia membutuhkan kekuatan besar agar bisa mencapai keinginannya.


" Haaah... Aku tidak ingin lagi mengambil sekumpulan sampah." Gumam Liu Ryu yang sedang terbang menuju kediaman suku lumut.


Liu Ryu sudah banyak mengalami perubahan, karena kematian Istri dan selirnya membuat dia menjadi sosok yang lain.


Selama dalam perjalanan, Liu Ryu juga menyempatkan untuk membunuh semua hewan buas yang berpotensi bisa merusak kehidupan ras manusia.


Disamping itu juga, Liu Ryu membutuhkan banyak korban agar bisa meningkatkan kualitas energi alam yang berada di Dunia Quzhu, agar tidak digunakan untuk memulihkan diri.


Selama berhari-hari Liu Ryu terbang dengan kecepatan tinggi, kini telah sampai di tempat tinggal suku lumut.


" Teman... Syukurlah anda sudah kembali." Yoke terlihat senang, karena kedatangan Liu Ryu tepat waktu.


" Mmmmm... Apa air laut sudah surut?" Tanya Liu Ryu.


" Benar teman... Tapi kemungkinan besok pagi bisa dilewati." Yoke menjelaskan bahwa air laut kembali surut, namun masih menunggu waktu semalaman agar bisa dilewati.


Liu Ryu mengangguk kecil, lalu berjalan menuju ke sebuah bangunan yang dibangun oleh para suku lumut.


Di sisi lain, Staid dan Priscilla terlihat senang karena Liu Ryu sudah datang ke tempat itu.


" Master... Dimana Istrimu?" Tanya Priscilla, karena dia tidak melihat Liu Yunxia, Dewi Arinia dan Elena bersama Liu Ryu.


" Mereka sedang berlatih di suatu tempat." Jawab Liu Ryu, lalu menyandarkan tubuhnya di sebuah kursi yang berada di teras rumah.