
( Istana Kerajaan Langit Timur )
Kini keempat Raja terlihat murung karena pasukan yang mereka kirim ke Benua Timur juga mengalami kekalahan.
Keempat Raja itupun tidak mau lagi mengirim pasukan, karena kekuatan mereka menurun secara drastis.
Jika penyerangan terus dilanjutkan, maka keempat Raja tersebut benar-benar kehabisan pasukan dan Sumberdaya.
" Sepertinya kita harus menutup diri untuk sementara waktu." Meskipun merasa malu karena tidak bisa menaklukkan Benua Timur, namun Xu Dongtian tidak ingin para prajuritnya habis tanpa sisa.
" Ya... Aku tidak menyangka bahwa prajurit dari Benua Timur mampu menandingi kekuatan kita." Raja Langit Selatan tersenyum pahit karena kekuatan Kerajaannya benar-benar lumpuh total.
Keempat Raja itupun membubarkan diri, tanpa ada kebahagiaan dari raut wajah mereka.
Keempat Raja merasa terpukul atas kejadian tersebut, membuat para prajurit yang mereka bina selama jutaan tahun hilang begitu saja.
Memang di Dunia Tiantang semua penghuninya akan selalu hidup abadi, dan hanya mati jika adanya peperangan.
Itulah kenapa di Benua Tengah adalah tempat paling banyak para Kultivator, karena tidak ada peperangan antara Kerajaan ataupun Kekaisaran.
Itu semua karena Kaisar Langit yang paling berkuasa di Benua Tengah, dimana Kerajaan ataupun Kekaisaran yang lain dibawah kekuasaan Kekaisaran Langit.
Tentu dibalik semua itu semua harus memberikan kontribusi atau pajak kepada Kekaisaran Langit, dan tunduk kepada perintahnya.
Sedangkan untuk benua yang lain, sering terjadi peperangan yang diakibatkan oleh para Kultivator yang berasal dari Benua Tengah itu sendiri.
*******
( Perbatasan Kekaisaran Taiyang )
Liu Ryu yang sudah berada di perbatasan Kekaisaran Taiyang dan wilayah kekuasaan suku Raksasa, kini menatap tajam ke arah sekelompok suku Raksasa.
Liu Ryu tidak menyangka bahwa ada orang yang memiliki ukuran besar, dan memiliki kekuatan fisik yang mengerikan.
" Akhirnya kalian datang juga." Murabal terlihat senang karena pihak Kekaisaran Taiyang menjawab tantangan mereka.
" Aku tidak tau apa tujuan kalian ingin menghancurkan Kekaisaran Taiyang. Sebaiknya kalian menyerah dan tunduk kepadaku." Ucap Liu Ryu, sambil menatap ke arah Murabal.
" Lakukan saja jika kamu mampu." Ucap Murabal lalu memberi isyarat kepada kelompoknya untuk bergerak.
Bagi Murabal, Liu Ryu hanyalah anak kemarin sore karena dia sudah hidup selama 800 juta tahun. Sehingga dia merasa yakin bisa mengalahkan Liu Ryu dengan mudah.
Karena tidak ada jalan untuk negosiasi, Liu Ryu dengan terpaksa harus menghancurkan suku Raksasa.
Di tempat yang cukup jauh dari Liu Ryu, terlihat para prajurit Kekaisaran Atas Awan yang juga bersiap untuk berperang, sambil menunggu instruksi dari Liu Ryu.
" Bersiaplah bocah." Bersamaan dengan ucapannya, Murabal mengalirkan Qi dalam jumlah besar pada tubuhnya hingga tercipta pelindung api.
Wuush!
Murabal melesat ke arah Liu Ryu dengan kecepatan tinggi layaknya meteor, sambil mengayunkan tangannya.
" Sudah lama aku tidak bertanggung. Sepertinya aku terlalu berlebihan." Gumam Murabal, karena dapat memperkirakan bahwa dalam satu kali serangan, tubuh Liu Ryu akan menjadi kabut darah.
Di sisi lain, Liu Ryu memicingkan matanya, karena Murabal terlalu menganggap remeh dirinya.
" Sepertinya akan sedikit berkeringat." Gumam Liu Ryu, lalu menyalurkan Qi pada tubuhnya, hingga tercipta pelindung dari elemen Kehampaan.
Wuush!
Liu Ryu bergerak dengan kecepatan tinggi, membuat wilayah yang dia lewati rusak total.
Bboooom!
Bboooom!
Bboooom!
Benturan keras dari serangan kedua belah pihak menciptakan gelombang kejut yang membuat wilayah sekitar bergetar hebat.
Pepohonan yang berada di tempat itu juga langsung hancur berkeping-keping diikuti terciptanya kawah besar.
Melihat Liu Ryu yang mampu mengimbangi kekuatanya, Murabal membuka matanya lebar-lebar karena sosok mungil yang menjadi lawannya dengan gesit menangkis semuanya serangannya.
" Bocah ini... Bagaimana dia bisa memiliki kekuatan besar dalam usia muda seperti ini." Gumam Murabal, sambil melepaskan serangan pukulan.
Dengan kecepatan tinggi, kedua sosok tersebut saling bertukar serangan, hingga sama-sama melesat ke udara.
" Formasi Awan Runtuh."
Duaarr! Duaarr! Duaarr!
Saat semua prajurit bergerak, seketika awan yang berada di atas langit seakan berkumpul menjadi satu dengan mengeluarkan berbagai jenis elemen.
Duaarr! Duaarr! Duaarr!
Wilayah sekitar yang kini menjadi gelap, kini dari atas langit seakan turun hujan air, petir hingga kobaran api.
Pasukan suku Raksasa yang merasakan tubuh mereka yang terus diserang, kini langsung menciptakan pelindung mengelilingi tubuh mereka, hingga kembali melesat ke arah prajurit Kekaisaran Atas Awan.
" Sepertinya Formasi Awan Runtuh tidak berfungsi untuk suku Raksasa ini." Ucap Li Chun, sambil menatap ke arah kelompok suku Raksasa.
" Ya... Sepertinya kita harus berhati-hati. Lawan yang kita hadapi, tidak bisa dianggap remeh." Ucap Tou Shuijing.
Sesaat suara pertarungan dari kedua belah pihak langsung pecah dimana pasukan suku Raksasa terlihat sangat gesit, meskipun memiliki ukuran besar.
Ggooooaaarr!
Ggooooaaarr!
Ggooooaaarr!
Raungan demi raungan keras dari kedua belah pihak seakan saling menekan pergerakan pihak lawan, membuat wilayah sekitar menjadi tanah gersang.
Bahkan Tou Shuijing dan Jiu Tou She yang sudah berubah wujud menjadi sosok raksasa, seakan tidak menyurutkan semangat pasukan suku Raksasa.
" Makhluk ini akan menjadi bagianku." Ucap salah satu dari suku Raksasa, sambil menunjuk ke arah Tou Shuijing, lalu melompat ke arahnya.
Bboooom!
Bboooom!
Bboooom!
Benturan energi yang sangat kuat, membuat tubuh raksasa Tou Shuijing mundur beberapa langkah ke belakang.
" Pantas saja Kekaisaran Taiyang tidak berani melawan suku Raksasa ini." Gumam Tou Shuijing, lalu menyemburkan berbagai elemen dan sembilan kepalanya.
Tentu seiring berjalannya waktu, Tou Shuijing dan Jiu Tou She juga memiliki perubahan, dimana kedua makhluk tersebut sama-sama memiliki sembilan kepala.
Di sisi lain Jiu Tou She juga terlihat seimbang saat berhadapan dengan salah satu dari pasukan suku Raksasa.
Ggooooaaarr!
Heilong yang kini sudah berubah wujud menjadi Naga Hitam, langsung melesat ke arah kelompok suku Raksasa, lalu mengibaskan ekornya.
Wuush!
Salah satu pasukan dari suku Raksasa langsung melompat ke arah Heilong dan menangkap ekornya.
Melihat sosok yang menjadi lawannya dengan mudah menangkap ekornya, Heilong memasang wajah jelek dibalik wujud Naga Hitamnya.
Wuush!
Pihak lawan langsung mengangkat tubuh Naga Hitam, lalu melemparnya ke tempat yang sangat jauh.
Bboooom!
Tubuh Heilong yang terlempar jauh, kini membentur pepohonan hingga bertumbangan.
Heilong tidak menyangka bahwa dengan bobot tubuh Naga Hitam, sosok yang menjadi lawannya dengan mudah melemparnya.
Begitupun dengan Tou Shuijing dan Jiu Tou She, meskipun terlihat seimbang, namun beberapa kali tubuh mereka juga terlempar jauh.
Meskipun demikian, ketiganya langsung kembali melesat ke arah lawannya sambil menciptakan bola elemen ke arah pihak lawan.
Bboooom!
Bboooom!
Bboooom!
Serangan dari Heilong, Tou Shuijing dan Jiu Tou She berhasil dipatahkan oleh pihak lawan dengan pelindung yang mereka ciptakan.