SANG DEWA AGUNG 2

SANG DEWA AGUNG 2
Ch 267. Perhitungan Akurat


Mendapatkan serangan tersebut, Sheng Zhishu dan Istri Liu Ryu langsung muntah darah akibat tekanan serangan tersebut diikuti pelindung yang mereka ciptakan langsung pecah.


Sedangkan kedua pengawal yang berada di dalam kapal, langsung pingsan, meskipun hanya terkena imbas serangan tersebut.


Sementara kepala desa dan para warga yang melihat dari kejauhan, hanya bisa melihat makhluk raksasa yang di atas kepalanya terdapat awan hitam.


Namun mereka tidak mampu melihat kapal besar yang ditumpangi Liu Ryu dan Istrinya, karena jaraknya sangat jauh.


" Gawat." Para warga yang menyaksikan dari kejauhan, kini terlihat pucat karena gelombang besar tertuju ke arah daratan.


" Cepat cari tempat yang lebih tinggi!" Beberapa sosok berteriak keras saat melihat gelombang besar tertuju ke arah mereka.


Namun hal itu sangatlah mustahil bagi mereka untuk menghindar, karena gelombang besar memiliki kecepatan tinggi.


Pria sepuh yang mengantar Liu Ryu dan Istrinya sebelumnya, kini memasang wajah jelek karena dapat dipastikan semua warga tidak akan selamat dari gelombang besar tersebut.


Secara diam-diam, pria sepuh itu mengeluarkan Qi dalam jumlah besar, lalu menciptakan sebuah pelindung mengelilingi desa mereka.


Bboooom!


Gelombang besar membentur pelindung transparan, hingga air tersebut kembali ke dalam sungai.


Kini para warga bertanya-tanya siapa yang melindungi mereka, karena pada saat itu, mereka dalam keadaan panik.


" Seberapa kuat monster itu?" Pikir pria sepuh yang merasakan dampak dari gelombang besar, membuatnya batuk darah.


Dengan buru-buru pria sepuh mengusap mulutnya agar tidak diketahui para warga, lalu meninggalkan kerumunan.


Pria sepuh itu berpikir jika gelombang besar berada di jarak dekat, dapat dipastikan tubuhnya akan hancur berkeping-keping.


" Cepat lari dari sini!" Kepala desa kembali berteriak untuk mengingatkan para warganya.


Tentu mereka sangat khawatir jika akan terjadi gelombang susulan, maka tidak ada satupun yang selamat.


Di sisi lain, Liu Ryu yang sedang melayang di hadapan Naga Kuno, bernafas lega karena Istrinya masih selamat.


Duaarr! Duaarr! Duaarr!


Liu Ryu yang sudah berwujud Naga Agung, kini melepaskan elemen Kehampaan miliknya, hingga menyambar ke berbagai arah.


Ggooooaaarr!


Raungan keras dari Naga Kuno, hingga menciptakan gelombang kejut yang sangat kuat hingga kembali menciptakan gelombang besar di sekelilingnya.


Straaing!


Liu Ryu kembali berpindah tempat ke arah kepala Naga Kuno, sambil mengayunkan pedangnya untuk melakukan serangan tebasan.


Merasakan adanya serangan dari atas kepalanya, Naga Kuno langsung menciptakan pelindung transparan mengelilingi kepalanya.


Bboooom!


Ledakan yang sangat kuat membuat Liu Ryu terpental ke udara.


" Kuat sekali." Gumam Liu Ryu, sambil mengusap mulutnya yang mengeluarkan darah segar.


Namun Liu Ryu sama sekali tidak pernah menyerah, berusaha untuk mengalahkan Naga Kuno.


Berkali-kali Liu Ryu berpindah tempat dan melakukan serangan, namun tidak ada satupun yang berhasil.


" Pantas saja banyak para Kultivator yang tidak pernah kembali." Ucap Liu Ryu, sambil memikirkan cara untuk mengalahkan Naga Kuno.


Meskipun Liu Ryu sudah mengeluarkan elemen Kehampaan untuk mengelilingi tubuhnya, namun Naga Kuno sama sekali tidak merasakan dampak dari elemen Kehampaan.


Sambil melakukan serangan tebasan dari berbagai arah, Liu Ryu terus memperhatikan gerakan dari Naga Kuno.


Meskipun memiliki ukuran raksasa, namun kecepatan Naga Kuno dalam menangkis tebasan dari Liu Ryu sangatlah gesit.


" Sepertinya aku harus mencobanya."


Straaing!


Namun Naga Kuno yang mengetahui rencana Liu Ryu, kini langsung menghancurkan Batu Bintang yang dilepaskan oleh Liu Ryu dengan sambaran petir dari awan hitam hingga menjadi abu.


" Sialan... Naga Kuno ini sangat cerdas." Liu Ryu mengakui kecerdasan naga tersebut, berusaha untuk mencari cara lain agar bisa mengalahkan lawannya.


Duaarr! Duaarr! Duaarr!


Hujan petir terus menyambar ke arah Liu Ryu, membuatnya harus bergerak cepat untuk menghindari setiap sambaran petir tersebut.


Meskipun Liu Ryu memiliki Inti Elemen Petir, namun dia tidak berani mengambil resiko jika terkena serangan dari Naga Kuno.


Straaing!


Sambil menghindar dari arah serangan, Liu Ryu berusaha untuk menyerang balik Naga Kuno dengan kecepatan penuh.


Bboooom! Bboooom! Bboooom!


Serangan demi serangan yang dilepaskan oleh Liu Ryu dengan Pedang Naga Petir miliknya, seakan menyentuh benda keras,. meskipun pedangnya sudah menyentuh sisik naga tersebut.


Di tengah kesibukan Naga Kuno yang terus menangkis tebasan dari Liu Ryu dan elemen petir terus menyambar ke arah pihak lawan, kini konsentrasi Naga Kuno sedikit terganggu.


Tidak ingin melewatkan kesempatan tersebut, Liu Ryu secara diam-diam melepaskan Batu Bintang sebanyak mungkin, dimana beberapa Batu Bintang ada yang lolos dari sambaran petir dari Naga Kuno.


Dari setiap tempat yang Liu Ryu lewati, dia terus menjatuhkan Batu Bintang, bersama Batu Roh.


Straaing!


Saat merasa sudah cukup, Liu Ryu kembali berpindah ke arah yang cukup jauh, langsung menciptakan lingkaran cahaya di kedua telapak tangannya.


" Formasi Cakar Hitam."


Buussshh!


Liu Ryu dengan cepat menciptakan Formasi Cakar Hitam mengelilingi tubuh Naga Kuno, tanpa memperdulikan berapa banyak Batu Bintang dan Batu Roh yang dia keluarkan.


Ggooooaaarr! Ggooooaaarr! Ggooooaaarr!


Naga Kuno yang terlihat marah karena diperdaya oleh Liu Ryu dengan cara liciknya.


" Haaah... Meskipun tidak bisa membunuhnya, paling tidak dia akan banyak kehilangan tenaga." Gumam Liu Ryu, sambil melemparkan tumpukan Batu Roh untuk memperkuat Formasi Cakar Hitam.


Di sisi lain Naga Kuno yang berada di dalam Formasi Cakar Hitam, kini berusaha untuk menghancurkan pelindung tersebut, meskipun tubuhnya disambar elemen Kehampaan secara terus-menerus.


Namun itu tidak berlangsung lama, dimana hanya beberapa menit, Formasi Cakar Hitam terlihat mulai retak.


" Suamiku, kami akan membantumu." Sheng Zhishu dan Istri Liu Ryu yang lain muncul di belakang suami mereka.


Wuush! Wuush! Wuush!


Jin Niu dan 69 Peri Cahaya langsung menciptakan pedang cahaya yang berukuran besar.


Begitupun dengan Sheng Zhishu dan yang lainnya, juga menggabungkan teknik mereka ke dalam pedang cahaya yang diciptakan oleh 70 Peri cahaya.


Tanpa menunggu lama, Liu Ryu menarik napas dalam-dalam lalu menarik pedang cahaya ke dalam Pedang Naga Petir miliknya.


" Suamiku, sisanya kami serahkan kepadamu." Bersamaan dengan ucapannya, Sheng Zhishu dan yang lain kembali berpindah tempat ke kapal yang mereka tumpangi.


Tentu Sheng Zhishu dan Istri Liu Ryu yang lain menggunakan Qi dalam jumlah besar untuk membantu suaminya, karena Naga Kuno sangatlah kuat.


Bahkan semua istrinya tidak berani mendekati Naga Kuno, sebelum naga tersebut dikurung oleh Formasi Cakar Hitam.


" Terimakasih Istriku." Ucap Liu Ryu, sambil melirik ke arah kapal yang sangat jauh dari tempat pertarungan.


Dengan perhitungan yang akurat, Liu Ryu melemparkan Pedang Naga Petir ke arah Naga Kuno melalui celah retakan Formasi Cakar Hitam.


Ggooooaaarr!


Traaang!


Bersamaan dengan raungan keras dari Naga Kuno, Formasi Cakar Hitam langsung hancur berkeping-keping.