
Pada saat itu juga Liu Ryu dan Istrinya untuk menerobos masuk menyerang para penjaga gerbang yang memiliki pertahanan cukup kuat.
Tentu tembok yang mengelilingi beberapa bangunan tersebut terbuat dari kayu berkualitas tinggi, sehingga tidak mudah untuk dihancurkan.
Ditambah lagi saat keberadaan Liu Ryu dan Istrinya sudah diketahui, sehingga beberapa sosok langsung mengaktifkan pelindung yang mengelilingi wilayah mereka.
" Hmmm... Tidak menyangka jika kedatangan kita sudah diketahui." Ucap Liu Ryu, sambil menatap ke arah pintu gerbang yang dilindungi oleh Formasi.
Di sisi lain sekelompok perampok juga sudah berbaris rapi di dekat pintu gerbang, untuk menghadapi segala kemungkinan, meskipun mereka sangat yakin bahwa pelindung tersebut tidak mudah untuk dihancurkan.
" Suamiku, bagaimana ini? Sepertinya Formasi Pelindung itu sangat kuat." Xian Yin tidak menyangka bahwa ada anggota perampok yang memiliki pemahaman Formasi tingkat tinggi.
" Aku akan mencobanya." Ucap Xie Hua, lalu melesat ke udara.
Sesaat Xie Hua menyalurkan Qi dalam jumlah besar di telapak tangannya, hingga tercipta sekuntum bunga teratai berwarna hitam.
" Getaran Cinta Pertama."
Wuush!
Xie Hua melemparkan bunga teratai hitam ke arah pintu gerbang markas para perampok.
Buussshh!
Saat bunga teratai hitam membentur pelindung yang mengelilingi tembok tersebut, saat itu juga bunga teratai hitam seakan dihisap oleh pelindung tersebut.
Liu Ryu yang melihat kejadian itu, langsung menyipitkan matanya karena pelindung tersebut bisa menangkal serangan.
" Kami akan mencobanya lagi." Sheng Zhishu dan yang lain juga mengeluarkan Qi dalam jumlah besar, lalu melemparkan ke arah pelindung tembok.
Lagi-lagi serangan tersebut sama sekali tidak berfungsi, dimana setiap serangan mereka langsung diserap.
" Istriku, kalian terlalu banyak membuang tenaga." Ucap Liu Ryu, sambil menatap ke arah Istrinya.
Sedangkan di bagian dalam tembok penjagaan, kini terdengar suara tawa dari anggota perampok yang sangat senang karena pertahanan mereka tidak bisa ditembus.
" Ayo serang lagi! Kalian pikir bisa menghancurkan pelindung ini?"
" Kerahkan kemampuan kalian semua. Apa hanya segitu saja kemampuan kalian?"
" Bahkan leluhur kalian saja tidak mampu menghancurkan pelindung ini."
Terdengar suara dari dalam pintu gerbang yang diikuti suara tertawa dari anggota perampok.
Mendengar ucapan tersebut, Liu Ryu memasang wajah jelek, lalu melirik ke arah Jin Niu dan 69 Peri Cahaya.
" Istriku, gunakan pedang cahaya." Liu Ryu meminta kepada 70 Istrinya yang merupakan Ras Peri Cahaya.
" Baik." Jawab mereka serempak, lalu mengeluarkan Qi dalam jumlah besar hingga tercipta puluhan cahaya.
Dari puluhan bola cahaya, kini menyatu dan memadat hingga membentuk sebuah pedang raksasa.
" Sekarang gabungkan serangan kalian semua." Liu Ryu kembali memberi perintah kepada Sheng Zhishu dan Istrinya yang lain.
" Baik." Jawab mereka serempak, lalu menyalurkan Qi dalam jumlah besar hingga menciptakan bola dari setiap elemen mereka masing-masing.
Wuush! Wuush! Wuush!
Semua unsur elemen dari Istri Liu Ryu yang lain menyatu dengan pedang cahaya yang diciptakan oleh 70 Peri cahaya.
Saat itu juga Liu Ryu mengeluarkan Pedang Naga Petir, lalu menyalurkan elemen Kehampaan miliknya pada Pedang Naga Petir.
" Satukan dengan pedang ini." Liu Ryu kembali memberi perintah kepada Istrinya.
Dengan sebuah anggukan, Sheng Zhishu dan yang lain langsung menggunakan kekuatan spiritual mereka untuk menyatukan pedang cahaya pada Pedang Naga Petir milik suami mereka.
Saat semuanya menyatu ke dalam Pedang Naga Petir, Liu Ryu merasakan tangannya kesemutan hingga secara perlahan merasakan sakit di tangannya.
Liu Ryu berteriak keras, lalu melemparkan Pedang Naga Petir ke arah pintu gerbang markas perampok.
Bboooom!
Ledakan yang sangat kuat membuat pelindung tersebut hancur berkeping-keping, diikuti gempa di seluruh wilayah tersebut.
" Celaka. Mereka mampu menghancurkannya." Beberapa sosok yang berada di dalam tembok tersebut terlihat pucat, karena tidak menyangka bahwa Liu Ryu dan Istrinya bisa menghancurkan pelindung tersebut.
" Ambil pedang itu! Pedang itu sangat berbahaya." Wakil perampok memberi perintah kepada bawahannya.
" Baik." Jawab mereka serempak, lalu melesat ke arah Pedang Naga Petir yang menancap di tanah.
Namun sekuat apapun mereka ingin mengangkat Pedang Naga Petir, tidak ada satupun yang berhasil, meskipun hanya bergeser sedikitpun.
Melihat kejadian tersebut, wakil perampok memasang wajah jelek karena tidak bisa mengambil pedang tersebut.
" Bunyikan lonceng darurat." Wakil perampok memberi perintah, saat merasakan hal itu tidak baik.
Di sisi lain Liu Ryu dan Istrinya langsung berpindah tempat ke arah kelompok perampok dengan melepaskan serangan terbaik mereka, karena pihak lawan sangatlah banyak dan cukup kuat.
" SERANG!!!"
Seluruh anggota perampok berseru dengan lantang, langsung menghadang Liu Ryu dan Istrinya.
Pertempuran itu pun menggema dan terdengar jeritan dari berbagai arah, yang seketika menjadi lautan mayat.
Wuush! Wuush! Wuush!
Liu Ryu dan Istrinya melepaskan bola elemen masing-masing ke arah para perampok yang berdatangan di sela pertarungan mereka.
Bboooom! Bboooom! Bboooom!
Seketika para perampok yang terkena imbas serangan, langsung menjadi kabut darah.
Di dalam bangunan utama markas perampok, kini wajah semua orang terlihat pucat dan gemetar saat mendengar suara pertarungan dari arah luar.
" Ketua... Apa yang harus kita lakukan?" Tanya salah satu dari mereka.
" Tidak ada cara lain, kecuali bertarung." Ucap Ketua perampok.
Mendengar ucapan dari ketua perampok, semua yang ada di ruangan tersebut langsung bergegas dan mengambil semua peralatan Perang masing-masing menuju areal pertempuran.
Di areal Pertempuran sisi kiri kini terdapat Sheng Zhishu dan 12 Istri Liu Ryu yang terus melancarkan serangan mereka yang mulai kewalahan akibat banyaknya jumlah para perampok.
Di sisi kanan juga terdapat Long bersaudara dan Huang bersaudara juga menggunakan serangan terkuat mereka untuk membunuh kelompok perampok yang berdatangan.
" Suamiku, aku akan membantu mereka." Tan Shuying yang melihat Sheng Zhishu dan yang lain terlihat kewalahan, langsung melesat ke arah mereka hingga tubuhnya semakin membesar hingga berbentuk raksasa.
Ggooooaaarr!
Raungan keras dari Tan Shuying menggema di udara membuat para perampok semakin ketakutan dengan wajah pucat dengan wujud raksasa dari Tan Shuying.
" Sialan... Kenapa bisa seperti ini." Ketua perampok yang terlihat marah, karena bawahannya sudah banyak yang mati.
" Apa yang kalian lakukan? Serang mereka secara bersamaan!" Ketua perampok terlihat geram karena bawahannya terlihat ketakutan.
Mendengar ucapan tersebut, para perampok dengan segera menghilangkan rasa takut mereka kemudian maju menyerang ke arah Liu Ryu dan Istrinya ke berbagai arah.
Ggooooaaarr! Ggooooaaarr! Ggooooaaarr!
Auman keras saling bersahutan dari Sheng Zhishu dan Istri Liu Ryu yang memiliki perubahan wujud, membuat para perampok yang berada di depan mereka terpental puluhan meter.
Kini Sheng Zhishu, Xin Chie, Huli Yue, Tianhe, Yinshi, Yuwang, Shu Meilu, Qin Shuomei, Liu Jiang Yu, Jiu Wei Hu dan She Xia yang sudah berubah wujud dan menyerang para perampok dengan ganas.