
Mendengar permintaan dari Jin Niu, Ryu bisa saja memberikan teknik Aura Dewa Agung kepada 96 Naga Kerang.
Namun Ryu seakan tidak rela membagikan pengetahuannya kepada 26 Naga Kerang yang berjenis kelamin laki-laki.
Ryu sedikit penasaran dengan kemampuan 96 Naga Kerang tersebut, karena bisa menggunakan teknik yang dia miliki.
Sedangkan untuk semua Para Istrinya saja, tidak ada yang bisa. Meskipun teknik yang dimiliki Istri Ryu sama-sama kuat.
" Aku bisa memberikan teknik itu kepada kalian, tapi untuk 26 Naga Kerang yang lain mereka harus meminta kepada Tou Shuijing." Ryu menyampaikan kepada Jin Niu.
Tentu ada hal yang mengganjal di hati Ryu, jika memberikan teknik Aura Dewa Agung kepada 26 Naga Kerang. Meskipun dia tidak bisa menemukan keanehan tersebut untuk sekarang.
" Baiklah Dewa Agung, aku akan menyampaikan kepada mereka." Jin Niu terlihat senang lalu kembali ke tempat rekannya.
Tidak lama kemudian 70 Naga Kerang melesat cepat ke arah Ryu, sedangkan 26 Naga Kerang yang lain berjalan mendekati Tou Shuijing.
" Baiklah, sekarang kalian bergantian untuk menyerap informasi dariku." Ryu langsung menggunakan kekuatan spiritual miliknya hingga membentuk sebuah cahaya keemasan dari jari telunjuknya.
Tanpa menunggu lama 70 Naga Kerang satu-persatu mendekati Ryu, dimana Ryu menyentuh kening mereka satu-persatu sehingga terlihat dari wajah mereka begitu bersemangat.
" Sekarang pelajarilah teknik itu di Istana Kristal untuk mempersingkat waktu.
" Baik Dewa Agung." Jawab 70 Naga Kerang lalu menghilang dari pandangan.
" Kenapa perasaanku sedikit khawatir." Ryu bergumam lalu mengambil posisi duduk bersila untuk mengolah Aura Pembunuh yang dia dapatkan.
Dalam kurun waktu tiga jam, kini 70 Naga Kerang telah keluar dari Dunia Quzhu dimana mereka langsung mengambil posisi untuk menghalau gerombolan manusia berkepala hewan dengan Aura yang mereka miliki.
Jika saja penghuni Dunia Yuzhou mengetahui apa yang Ryu dan rombongannya lakukan, maka mereka akan mengutuk dan memburu mereka.
Tentu manusia berkepala hewan adalah sejenis Sumberdaya untuk perkembangan Ras Iblis, meskipun mereka tidak mampu melakukannya seperti yang Ryu dan rombongannya lakukan sekarang.
Jika saja Ras Iblis menyerap energi hitam sebanyak yang diserap oleh Ryu dan rombongannya, maka dapat dipastikan tubuh mereka akan meledak.
Setelah memakan waktu yang sangat lama, akhirnya gerombolan manusia berkepala hewan sudah tidak ada lagi yang tersisa.
Kini Ryu berjalan mendekati Pagoda Jiwa yang diikuti 22 Istri dan seluruh bawahannya.
" Salam Dewa Agung." Sambut mereka serempak.
" Mmmm." Ryu menjawab dengan anggukan sambil menoleh ke arah 96 Naga Kerang yang kini mengalami perubahan.
Terlihat 70 Naga Kerang memiliki sisik kulit kerang berwarna keemasan, meskipun hanya Jin Niu, Jin Ke dan Jin Qiu saja yang terlihat sangat terang.
Untuk 67 Naga Kerang yang lain memiliki sisik kulit kerang berwarna keemasan, namun terlihat masih pudar.
Sedangkan untuk 26 Naga Kerang yang berjenis kelamin laki-laki terlihat sisik kulit kerang berwarna merah pekat.
" Haaahh... Aku tidak menyangka bahwa kita semua akan naik satu tingkat hanya dalam satu hari." Ryu menggelengkan kepala karena berkat energi hitam, mereka lebih cepat untuk menerobos.
" Ternyata energi hitam dari manusia berkepala hewan itu sangat membantu kita." Tou Shuijing, Jiu Tou She dan Pasukan Semesta juga terlihat senang.
" Mmmm... Sekarang kalian boleh kembali ke Dunia Quzhu untuk menyesuaikan Kultivasi kalian. Aku akan membawa Pagoda Jiwa ini ke tempat yang lain." Ucap Ryu sambil memasukkan kembali Pagoda Jiwa.
Tentu karena energi hitam di wilayah tersebut sudah menipis, jadi Ryu harus mencari wilayah baru yang memiliki energi hitam yang lebih padat.
" Baik Dewa Agung." Ucap Tou Shuijing, Jiu Tou She dan Pasukan Semesta kembali ke kediaman masing-masing.
Kini hanya tersisa Ryu dan 70 Naga Kerang yang juga berjalan mencari wilayah baru untuk melakukan pertarungan selanjutnya.
Dengan kecepatan tinggi Ryu dan 70 Naga Kerang terbang mencari tempat yang cocok untuk menancapkan Pagoda Jiwa.
Tidak lama kemudian mereka telah berada di atas gerombolan manusia berkepala hewan yang memiliki ukuran lebih besar dari sebelumnya.
" Dewa Agung, apa kita akan melakukan pertarungan lagi?" Tanya Jin Niu yang merasa energi hitam yang mereka kumpulkan masih belum cukup.
" Tidak! Kita harus menunggu yang lain agar melakukan pertarungan secara bersamaan." Jawab Ryu sambil menoleh ke arah Jin Niu dan 69 Naga Kerang yang lain terlihat murung.
Meskipun 70 Naga Kerang merasa belum puas, namun mereka hanya bisa menuruti apa yang dikatakan Ryu.
" Kalian jangan khawatir! Kalian boleh menyerap energi hitam dari Pagoda Jiwa ini." Ucap Ryu sambil menancap Pagoda Jiwa dari atas udara.
Rrraawr...!
Rrraawr...!
Rrraawr...!
Manusia berkepala hewan meraung keras karena menyadari bahwa ada benda asing yang menancap di tengah mereka.
" Sekarang aku akan membawa kalian masuk ke dalam Pagoda Jiwa ini." Ryu merasa tidak enak karena 70 Naga Kerang terlihat masih tidak puas.
Tentu Ryu tidak ingin membiarkan 70 Naga Kerang bertarung melawan manusia berkepala hewan yang terlalu banyak.
Meskipun Aura Dewa Agung telah mereka kuasai, namun Ryu dapat merasakan kekuatan jiwa manusia berkepala hewan di tempat itu jauh lebih kuat dari sebelumnya.
Yang artinya 70 Naga Kerang harus meningkatkan Aura Dewa Agung lebih kuat lagi.
" Terimakasih Dewa Agung." 70 Naga Kerang terlihat senang lalu terbang mengikuti Ryu.
Ryu pun membuka pintu gerbang yang berada di Pagoda Jiwa, tepat di lantai sepuluh.
" Dewa Agung, tempat ini memiliki Aura yang sangat kuat." Mata Jin Niu berbinar binar saat berada di ruangan tersebut.
Tentu 69 Naga Kerang yang lain juga terlihat lebih bersemangat berada di tempat itu.
" Mmmm... Apa kalian bisa naik ke tingkat yang lebih tinggi lagi?" Ryu terlihat ragu dengan kekuatan jiwa mereka.
Karena Istri Ryu sendiri hanya mampu mencapai lantai sembilan.
" Sepertinya Pagoda Jiwa ini bisa memberikan pengetahuan dari setiap lantainya. Meskipun dari setiap orang akan berbeda dalam mendapatkan pengetahuan." Ucap Jin Niu sambil menatap sekeliling mereka.
" Jika Dewa Agung mengizinkan, kami akan menyerap pengetahuan dari Pagoda Jiwa ini mulai dari lantai dasar." Jin Niu melanjutkan pembicaraannya.
" Baiklah, kalian boleh menggunakannya. Aku akan menunggu kalian di lantai 17." Ryu ingin mengetahui sejauh mana batas kemampuan 70 Naga Kerang tersebut.
Tentu Ryu tidak keberatan jika mereka menggunakan Pagoda Jiwa itu, karena setiap individu akan mendapatkan pengetahuan masing-masing sesuai dengan seberapa kuat garis keturunannya.
Bahkan tidak menutup kemungkinan, seseorang bisa mendapatkan barang berharga di Pagoda Jiwa.
" Terimakasih Dewa Agung." Jin Niu dan 69 Naga Kerang langsung menuruni tangga yang berada di samping ruangan tersebut, menuju lantai dasar.