SANG DEWA AGUNG 2

SANG DEWA AGUNG 2
Tanlan


" Xie Shui... Tetaplah seperti itu. Aku rasa ada pertarungan di depan kita." Ryu memberi isyarat kepada Xie Shui.


" Baik Tuan." Xie Shui mengerti apa yang diucapkan Ryu.


Tanpa menunggu lama Ryu langsung mempercepat langkahnya menuju ke arah pertempuran yang diikuti Xie Shui Sun Kim Ai dan sepuluh Pengawal.


Sesampai di tempat pertempuran, Ryu langsung melesat menyerang gerombolan monster yang sedang bertarung melawan Para Prajurit Kekaisaran.


" Mereka terlalu banyak." Ryu bergumam sambil menyerang gerombolan monster tersebut.


Ggooooaaarr!


Rrraawr!


Rrraawr!


Gerombolan monster tersebut berbalik dan menyerang ke arah Ryu dengan ganas.


" Gluug." Xie Shui menelan ludah berkeringat dingin, karena lawan yang mereka hadapi terlalu banyak dan sangat kuat.


Melihat Xie Shui yang terlihat gemetar berkeringat dingin, Ryu langsung mengirim pesan jiwa kepada Istrinya untuk menyambut kedatangan gerombolan monster tersebut di Penjara Abadi.


Wuush! Wuush! Wuush!


Ratusan gerombolan manusia berkepala hewan sisik naga menghilang dari pandangan Prajurit.


Straaing!


Wuush!


Ryu berpindah tempat terus menarik gerombolan monster tersebut menuju Penjara Abadi.


Hanya dalam beberapa saat, kini gerombolan manusia berkepala hewan sisik naga tidak ada yang tersisa.


" Kemana mereka pergi?" tanya salah satu prajurit sambil mencerna situasi tersebut.


" Sepertinya mereka sudah pergi." Ucap seorang berpakaian Jenderal, sambil menatap ke arah Ryu.


Tentu Jenderal tersebut mengetahui bahwa itu adalah ulah sosok pemuda yang tidak jauh dari mereka, namun kejadian di depan mereka sungguh diluar nalar.


Jenderal itupun menatap rombongan Ryu yang sudah berada di dekat mereka bersama sosok wanita cantik yang mereka kenal.


" Tuan Putri... Syukurlah kamu masih baik-baik saja." Jenderal menatap ke arah Putri Sun Kim Ai, lalu menundukkan kepala diikuti para prajurit.


Di sisi lain Putri Sun Kim Ai terlihat acuh karena waktunya untuk bersama Ryu tidak bisa lagi.


" Kalau boleh tau, makhluk apa yang memiliki wujud seperti itu?" Tanya Ryu sambil menatap ke arah Jenderal tersebut.


" Kami pihak Kekaisaran Sun menyebutnya Tanlan. Sosok makhluk yang melambangkan kerakusan dan keserakahan." Ucap sang Jenderal.


" Tanlan?" Ryu sedikit mengerutkan kening karena dia tidak mengetahui apapun.


Tentu karena Ryu bukan berasal dari Dunia Yuzhou, jadi dia tidak mengetahui sejarah tersebut.


Di sisi lain, Jenderal bersama para prajurit merasa heran karena Ryu tidak mengetahui hal tersebut.


" Mohon maaf Jenderal, aku baru saja keluar dari latihan tertutup bersama guruku. Aku hanya diajarkan hanya fokus berlatih, jadi aku tidak mengetahui dunia luar." Ryu yang melihat penasaran dengan sosok yang mereka sebut Tanlan.


" Oh... Jadi begitu." Jenderal tersebut mengangguk mengerti, karena banyak sekali para Kultivator yang baru turun gunung masih belum banyak pengalaman tentang dunia luar.


Jenderal itupun menceritakan bahwa Tanlan tercipta dari Ras Iblis yang memasukkan Inti Roh Hewan Iblis ke dalam tubuh mereka.


Setelah itu Tanlan akan menjadi tidak terkendali dan membunuh siapapun yang mereka temui.


Tanlan juga menggabungkan tubuh mereka dengan berbagai jenis Ras yang lain yang mereka temui.


" Tuan Pendekar... Aku juga tidak tau kenapa Tanlan bisa berada di tempat ini, padahal sejak satu juta tahun yang lalu mereka berhasil dimusnahkan oleh Dewa Ashura." Sang Jenderal mengerutkan kening karena kemunculan Tanlan sangatlah tidak masuk akal.


" Jadi begitu... Apa mereka juga menggabungkan tubuh mereka dari Ras manusia?" Ryu kembali bertanya kepada Jenderal.


" Aku juga tidak tau Tuan Pendekar. Yang aku ketahui bahwa puluhan juta tahun yang lalu ada seorang Kultivator dari Ras manusia tinggal di Dunia Yuzhou. Karena keberadaannya tidak disukai Kekaisaran lain, maka Kultivator itu menghilang begitu saja." Ucap Jenderal tersebut.


Mendengar penjelasan tersebut, Ryu berpikir bahwa pasti sosok tersebut memiliki keturunan di Dunia Yuzhou.


Kemungkinan mereka tinggal di tempat yang tersembunyi.


Saat mereka melakukan perbincangan, tiba-tiba Ryu merasakan ada beberapa sosok yang sedang menuju ke arah mereka.


" Sebaiknya cepat sembuhkan diri kalian. Sepertinya kelompok Tanlan akan datang lebih banyak dari sebelumnya." Ucap Ryu sambil menatap para prajurit yang banyak terluka parah bahkan ada yang sudah puluhan prajurit yang mati.


Jika saja Ryu terlambat sedikit membantu mereka, dapat dipastikan mereka semua sudah menjadi mayat.


" Minumlah Pil Ini! " Itu akan membantu memulihkan kondisi kalian." Ryu mengeluarkan ratusan Pil Pemulihan dan Pil Qi lalu memberikan kepada Jenderal.


" Terimakasih Tuan Pendekar. Perkenalkan namaku Jendral Gong. " Jenderal Gong memperkenalkan diri lalu mengambil Pil tersebut kemudian membagikan kepada yang terluka.


Wuush!


Ryu langsung menciptakan Formasi Pelindung Yin-Yang Kura-kura mengeliling para prajurit.


" Jangan Ada yang keluar dari Formasi itu. Mereka bukan tandingan kalian." Ucap Ryu seraya menatap ke arah depan kini terlihat gerombolan Tanlan.


" Sepertinya Penjara itu masih mampu mengurung mereka semua" Gumam Shen Long.


Tanpa menunggu lama, Ryu langsung berlari ke arah gerombolan Tanlan tersebut yang diikuti Xie Shui.


Jenderal Gong, Putri Sun Kim Ai, para Komandan dan para Prajurit juga merasa ngeri melihat Ryu yang berlari ke arah lautan Tanlan yang harus akan pertarungan.


Ggooooaaarr!


Rrraawr!


Rrraawr!


Gerombolan Tanlan bergerak liar menerjang ke arah Ryu dan Xie Shui.


Melihat kejadian tersebut, Xie Shui menelan ludah berkeringat dingin karena sangatlah tidak masuk akal jika hanya mereka berdua saja yang menghadapi gerombolan Tanlan.


Di sisi lain Xie Shui juga tidak mungkin meninggalkan Ryu sendirian untuk bertarung, karena dia sudah menganggap Ryu sebagai majikannya.


Wuush!


Secara perlahan Ryu menarik gerombolan Tanlan yang mendekat ke Penjara Abadi.


" Seberapa besar kekuatan Tuan Ryu?" Xie Shui bergumam sambil menatap ke arah kelompok Tanlan yang berdatangan.


Bahkan belum sempat kelompok Tanlan mendekati mereka, Ryu sudah menarik mereka ke Penjara Abadi.


Ggooooaaarr!


Rrraawr!


Rrraawr!


Sekelompok Tanlan terlihat marah karena rekan mereka menghilang begitu saja.


" Wuush! Wuush! Wuush!


Ryu terus mengibas tangannya hingga kelompok Tanlan tersebut tidak ada yang tersisa.


Meskipun Ryu terlihat santai, namun sebenarnya dia sangat banyak mengeluarkan Qi untuk menarik sekelompok Tanlan tersebut.


" Tuan Putri, siapa Pemuda itu? Kekuatannya sungguh diluar nalar." Sang Jenderal bertanya kepada Sun Kim Ai.


" Aku juga tidak tau." Jawab Sun Kim Ai dengan singkat sambil memasang wajah memerah.


Saat mereka sudah habis, Ryu dengan cepat mengambil Pil Pengumpul Qi, karena Qi miliknya mulai habis saat mengisap sekelompok Tanlan tersebut.


Xie Shui yang juga berada di samping Ryu kini membulatkan mata menyaksikan apa yang dilakukan majikannya.


Di sisi lain Ryu yang terus berdiri terus memandang ke arah depan seakan sedang menunggu orang yang datang.