SANG DEWA AGUNG 2

SANG DEWA AGUNG 2
Ch 488. Perubahan Sikap Liu Ryu


Mendengar penjelasan dari keempat sosok tersebut, Liu Ryu mengangguk kecil, lalu mengambil tempat untuk memulihkan diri, sambil menunggu kedatangan leluhur dewa peri.


Tentu Liu Ryu ingin bertemu dengan leluhur dewa peri, karena dia ingin bertanya beberapa hal tentang rahasia alam semesta.


Namun setelah menunggu waktu yang cukup lama, leluhur dewa peri masih belum muncul, sehingga Liu Ryu tidak mungkin menunggu lama.


" Jika seperti ini, aku tidak bisa memulihkan Qi milikku " Gumam Liu Ryu, lalu berjalan mendekati patung leluhur kaisar peri.


Buussshh!


Saat Liu Ryu menyentuh patung tersebut, kini jiwanya kembali berpindah tempat ke ruang angkasa.


" Untung saja kamu kembali kesini." Ucap Dewi Nuwa yang tiba-tiba muncul di hadapan Liu Ryu.


Tentu Dewi Nuwa hanya bisa berkomunikasi dengan Liu Ryu dengan menggunakan patung miliknya, karena dunia itu bukan tempat kekuasaannya.


" Dewi Nuwa... Bagaimana dengan Istriku yang tinggal di Dunia Tiantang?" Tanya Liu Ryu.


" Seperti yang aku katakan sebelumnya. Aku hanya mampu menyelamatkan 15 Istrimu." Jawab Dewi Nuwa, sambil menghela nafas berat.


Dewi Nuwa juga menjelaskan apa yang terjadi di Dunia Tiantang, sehingga dia sendiri tidak bisa berbuat apa-apa, meskipun dia adalah penguasa Dunia Tiantang.


Mendengar ucapan tersebut, Liu Ryu merapatkan giginya, berusaha menahan amarah karena hidup mereka seakan dipermainkan oleh takdir.


Bahkan Aura Dewa Agung yang diselimuti niat membunuh yang sangat kuat, keluar dari tubuh Liu Ryu yang amarahnya semakin memuncak.


" Aku tau kamu merasa kehilangan atas kematian Istri dan selirmu. Namun itulah yang terjadi." Dewi Nuwa mengingatkan kepada Liu Ryu, agar bisa menahan diri.


Liu Ryu menghela nafas panjang, lalu mendongakkan kepalanya.


" Jika mereka ingin bermain denganku, maka jangan salahkan aku jika aku bertindak sesuka hati." Liu Ryu mengepal kedua tangannya, hingga aura berwarna hitam pekat keluar dari tubuhnya.


Aura hitam yang bercampur keunguan semakin kuat, membuat Dewi Nuwa bergidik ngeri.


" Mereka tidak lebih dari seorang Iblis." Gumam Liu Ryu, lalu kembali ke tubuh kasarnya.


Melihat suami mereka yang mengeluarkan aura hitam keunguan, Dewi Arinia dan yang lain langsung pergi menjauh, karena aura itu tidak biasa.


Mata Liu Ryu juga bercahaya berwarna merah darah, sehingga Isterinya dan para peri yang berada di tempat itu terlihat ketakutan.


" Apa yang terjadi?" Ratu peri Es terlihat panik karena langit di atas mereka berubah menjadi gelap.


Buussshh!


Tiupan angin kencang mengelilingi tubuh Liu Ryu diikuti sambaran petir bersarang di tubuhnya.


Kejadian itu berlangsung cukup lama, membuat semua yang berada di pulau melayang semakin panik.


" Suamiku, sadarlah." Keempat Istri Liu Ryu berteriak keras untuk menyadarkan Liu Ryu yang melayang di udara, mengikuti sapuan angin puyuh.


Gelombang air yang berada di danau tersebut juga semakin kuat, membuat ratu peri air dengan buru-buru membawa mereka pergi dari dalam danau.


Dalam hitungan detik, tubuh Liu Ryu tidak bisa dikenali lagi, karena seluruh tubuhnya diselimuti kabut hitam keunguan.


Teriakan dari keempat Istrinya yang begitu keras, sehingga hanya terdengar samar-samar di telinga Liu Ryu.


Membutuhkan waktu yang cukup lama, kini Liu Ryu tersadar, sambil menatap ke arah danau yang kini sudah mengering.


Di sisi lain, ratu peri air memasang wajah masam, karena tempat tinggalnya hancur berantakan seakan telah terjadi bencana besar.


" Memakan atau dimakan." Liu Ryu menaikan sudut bibirnya, lalu melesat ke arah ras peri yang berada di kejauhan.


Tentu Liu Ryu berpikir jika menggunakan Yin dari ras peri yang berada di depan matanya, maka dia dengan mudah untuk memulihkan Qi miliknya yang sudah banyak terkuras saat bertarung melawan siluman mimpi.


" Suamiku, apa yang terjadi?" Tanya Liu Yunxia.


" Kalian kembalilah ke Dunia Quzhu."


Buussshh!


Bersamaan dengan ucapannya, Liu Ryu mengibaskan tangannya membuat keempat Istrinya berpindah tempat ke Istana Kristal.


Di sisi lain, raja dan ratu peri beserta wanita peri yang berada di tempat itu, terlihat ketakutan, namun tidak ada yang berani melarikan diri.


" Sang dewa... Syukurlah anda sudah sadar." Ucap raja peri petir, berusaha mencairkan suasana.


Liu Ryu tersenyum tipis, sambil menatap ke arah kedua ratu peri dan wanita peri lainnya.


" Aku membutuhkan kalian untuk memulihkan Qi milikku." Ucap Liu Ryu, yang kini sudah memiliki ambisi untuk mendapatkan kekuatan dalam waktu singkat.


" Ba... Baik." Jawab mereka serempak, meskipun tatapan mata Liu Ryu tidak seperti sebelumnya.


" Bagus! Aku juga membutuhkan semua Istri kalian." Ucap Liu Ryu, sambil menatap ke arah kedua raja peri.


Kini kedua raja peri terdiam sejenak, karena sebelumnya Liu Ryu juga sudah berhubungan badan dengan semua Istri mereka.


" Apa kalian menolak?" Tanya Liu Ryu dengan nada dingin.


" Tidak sang dewa. Baiklah, sekarang kami akan membawa mereka kesini." Kedua raja peri dengan buru-buru meninggalkan tempat itu untuk memenuhi keinginan Liu Ryu.


Di sisi lain kedua ratu peri dan wanita ras peri lainnya hanya bersikap pasrah, karena tatapan mata Liu Ryu mengandung aura Intimidasi yang sangat kuat.


" Jika saja sang dewa seperti semula, mungkin aku akan melayani keinginannya dengan senang hati." Pikir kedua ratu peri, karena Liu Ryu yang sudah berubah, membuat mereka sangat ketakutan.


Melihat hal kedua ratu peri dan wanita ras peri yang terlihat ketakutan, Liu Ryu menarik napas dalam-dalam, lalu berusaha untuk menenangkan diri.


" Kalian tenang saja! Aku akan membantu kalian agar bisa mendapatkan kembali wilayah kalian. Tapi kalian harus membantuku terlebih dulu."


Bersamaan dengan ucapannya, Liu Ryu menciptakan sebuah Istana yang baru, karena Istana milik ratu peri air sebelumnya sudah hancur.


Tanpa membuang waktu, Liu Ryu masuk ke dalam Istana tersebut dan diikuti kedua ratu peri beserta wanita peri yang lain.


Buussshh!


Saat masuk ke dalam Istana, Liu Ryu menciptakan Formasi Ruang Waktu di Istana tersebut agar bisa mempercepat proses Kultivasi Ganda.


" Kemarilah!" Liu Ryu menjulurkan tangannya kepada kedua ratu peri.


Kedua wanita itupun mengangguk kecil, lalu mengikuti keinginan Liu Ryu seraya membuka pakaiannya.


Beberapa saat kemudian, kini terdengar suara khas dari kedua ratu peri, karena Liu Ryu sudah memulai proses Kultivasi Ganda.


Meskipun kali ini Liu Ryu sedikit kasar, namun kedua wanita itu juga menikmatinya, meskipun harus kelelahan hingga tertidur pulas.


Saat itu juga Liu Ryu kembali melanjutkan Kultivasi Ganda kepada satu-persatu wanita peri yang baru saja tercinta.


Teriakan dan jeritan dari wanita peri yang sedang berhubungan dengan Liu Ryu, seakan memenuhi ruangan tersebut membuat kedua raja peri yang baru saja muncul, saling berpandangan.