
[ Jika menyukai karya ini sempatkan untuk berikan dukungan dan Rate 🌟 5 ]
*******
Saat Liu Ryu berada di dalam kolam Air Nektar Alam, dia langsung memurnikan Qi dengan menggunakan teknik Qi Sembilan Dewa milik Ras Kirrin.
Sebenarnya dengan memurnikan Qi saja, Liu Ryu dan Istrinya sudah bisa meningkatkan Kultivasi.
Namun karena Liu Ryu dan Istrinya ingin memiliki kemampuan diatas rata-rata, sehingga mereka harus menggunakan Air Nektar Alam.
" Jadi Air Nektar Alam ini adalah untuk mempercepat dan melipat gandakan Qi." Gumam Liu Ryu sambil mempelajari Qi Sembilan Dewa.
Dengan kata lain, Liu Ryu dan Istrinya ingin menyamakan kemampuan mereka dengan Kaisar Langit dan beberapa bawahannya yang memiliki banyak kemampuan khusus.
Terlebih untuk Liu Ryu yang mendapatkan anugerah dari penguasa elemen, tentu sudah memiliki kelebihan tersendiri.
" Kaisar Langit memiliki banyak Artefak khusus. Paling tidak aku bisa menyamainya dengan elemen yang aku miliki." Liu Ryu mulai memusatkan fikirannya untuk mempelajari teknik Qi Sembilan Dewa dengan bantuan Air Nektar Alam.
Setelah berhasil mempelajari teknik Qi Sembilan Dewa, Liu Ryu kembali memurnikan darahnya dengan menggunakan teknik Darah Pembunuh Langit milik Ras Phoenix Langit.
" Teknik Darah Pembunuh Langit ini berfungsi untuk menyembuhkan lukanya." Gumam Liu Ryu.
Meskipun demikian, Liu Ryu sadar bahwa Kaisar Langit juga memiliki kemampuan yang sama.
Butuh waktu yang cukup lama, kini Liu memperkuat otot dengan menggunakan teknik Otot Penyangga Bumi milik Ras Harimau Langit, Tulang Sang Abadi milik Ras Naga Langit, Sum-sum YIN-YANG milik Klan Song dan Organ Lima Pagoda milik Klan Sin.
" Kaisar Langit sudah mempelajari teknik ini sudah jutaan tahun yang lalu. Tapi kami memiliki Harta langit untuk mengejarnya." Liu Ryu terlihat antusias untuk mempelajari teknik tersebut.
Terlebih Liu Ryu dan Istrinya bukan berasal dari pemilik asli teknik tersebut, tentu tidak secepat pemilik aslinya.
Setelah mempelajari semua teknik tersebut, Liu Ryu mengeluarkan 11 Inti Jiwa dari makhluk kuno.
" Untuk sementara waktu, keenam teknik itu bisa dilanjutkan kemudian hari. Lebih baik sekarang aku meningkatkan Kultivasi." Liu Ryu menatap 11 Inti Jiwa di tangannya, lalu kembali memejamkan mata.
Secara perlahan 11 Inti Jiwa tersebut mulai masuk ke dalam dantian milik Liu Ryu, dimana dia dapat merasakan energi yang sangat kuat mengalir ke tubuhnya.
Bboooom!
Liu Ryu berhasil menerobos Bintang Perunggu dalam kurun waktu yang sangat cepat.
Meskipun bisa dikatakan Liu Ryu hanya naik satu tingkat, namun kekuatannya semakin meningkat hingga berkali-kali lipat dari sebelumnya.
Sesaat Liu Ryu membuka mata, sambil menatap ke arah Istrinya yang masih dalam posisi Berkultivasi.
" Sepertinya untuk menerobos Bintang Perunggu saja membutuhkan waktu selama sepuluh tahun jika tidak memiliki banyak Sumberdaya." Liu Ryu tersenyum pahit karena dengan 11 Inti Jiwa makhluk kuno yang begitu berharga hanya membuatnya naik satu tingkat.
Dengan kata lain Sheng Zhishu dan Istri Liu Ryu yang lain membutuhkan waktu selama sepuluh tahun hanya untuk menerobos satu tingkat.
" Aku harus mencari cara agar bisa meningkatkan Kultivasi mereka dengan cepat." Liu Ryu keluar dari danau Air Nektar Alam, menuju ke Istana Kristal.
Saat berada di dalam Istana Kristal, Liu Ryu kembali mempelajari Kitab yang dia miliki karena dia ingin menciptakan sebuah Pil Kultivasi yang lebih tinggi lagi.
Memakan waktu yang cukup lama, kini Liu Ryu berhasil menemukan cara untuk menciptakan Pil Kultivasi untuk perkembangan mereka.
Tanpa menunggu lama, Liu Ryu langsung berpindah tempat ke ruang Sumberdaya untuk menciptakan sebuah Pil.
Sebuah tungku Alkemis muncul di depan Liu Ryu.
" Sekarang aku akan memulainya." Liu Ryu mengambil beberapa Sumberdaya yang berada di ruangan tersebut.
Dengan elemen Api miliknya! Liu Ryu memusatkan fikirannya untuk menciptakan sebuah Pil.
Wuush!
Seluruh ruangan tersebut bergetar hebat hingga udara di ruangan tersebut bergerak liar.
Bboooom!
Terdengar sebuah ledakan dari dalam tungku Alkemis yang menandakan bahwa Pil ciptaan Liu Ryu telah selesai.
Dengan kekuatan spiritual, Liu Ryu mengambil Pil tersebut yang berjumlah lima buah.
" Hanya segini?" Liu Ryu tersenyum pahit karena begitu banyak Sumberdaya yang dia gunakan hanya bisa membuat lima buah Pil.
Namun Liu Ryu sama sekali tidak berputus asa, karena Sumberdaya yang berada di Dunia Quzhu sangatlah banyak.
Dengan kata lain, semua Sumberdaya di Dunia Quzhu bisa digunakan kembali untuk menciptakan beberapa Pil lagi.
" Pil ini sangat unik dan berwarna merah. Aku namakan Pil ini dengan nama Pil Roh Darah." Liu Ryu menamakan Pil ciptaannya, karena Pil Roh Darah digabungkan dari Pil Roh, Pil Darah dan Pil Pemurnian darah yang pernah dia pelajari.
Tidak hanya itu saja, Pil Roh Darah juga digabungkan dari pemahaman Liu Ryu tentang Pil Kultivasi lainnya.
Merasa tidak puas dengan Pil Roh Darah yang hanya lima buah, Liu Ryu mengambil semua Sumberdaya yang berada di Dunia Quzhu, lalu membuatnya kembali.
Membutuhkan waktu selama satu minggu, kini Liu Ryu berhasil menciptakan Pil Roh Darah sebanyak 53 buah.
Yang artinya Liu Ryu hanya mampu menciptakan Pil Roh Darah masing-masing satu buah untuk Istrinya saja.
" Sumberdaya di Dunia Quzhu ini sudah habis hanya untuk menciptakan Pil Roh Darah sebanyak ini saja? Lalu bagaimana untuk Pasukan Semesta dan yang lain?" Liu Ryu memasang wajah masam karena harus membutuhkan waktu yang cukup lama agar Sumberdaya di Dunia Quzhu bisa dipanen kembali.
Dengan kata lain, Liu Ryu harus mengumpulkan Sumberdaya sebanyak mungkin untuk perkembangan mereka.
Tidak ingin terlalu banyak berpikir, Liu Ryu kembali ke danau Air Nektar Alam untuk menemui istrinya.
" Kalian sudah selesai? Tanya Liu Ryu sambil menatap ke arah 53 Istrinya.
" Suamiku... Sepertinya untuk menerobos satu tingkat saja membutuhkan waktu yang sangat lama jika tanpa bantuan Sumberdaya." Sheng Zhishu memasang wajah masam karena mereka tidak berhasil menerobos Bintang Perunggu.
Begitupun dengan Xin Chie dan yang lain, dimana raut wajah mereka begitu tidak bersemangat, karena tidak berhasil menerobos.
" Kalian tidak perlu khawatir. Aku sudah menciptakan Pil Roh Darah untuk kalian." Liu Ryu memberikan masing-masing satu Pil kepada Istrinya.
Saat Pil Roh Darah berada di tangan mereka, Sheng Zhishu dan yang lain tersenyum lebar karena dapat merasakan aura dari Pil tersebut bisa membantu mereka untuk menerobos Bintang Perunggu.
" Hanya saja semua Sumberdaya yang bisa dipanen di Dunia Quzhu ini sudah habis. Kita harus mencari Sumberdaya di Dunia Tiantang ini untuk meningkatkan Kultivasi." Liu Ryu meminta kepada Istrinya agar tetap bersemangat.
" Kalau begitu, nanti aku akan meminta kepada Pasukan Semesta untuk mencari Sumberdaya di Benua Dongwei ini." Ucap Xie Hua, meskipun dia sadar bahwa Benua Dongwei sangat minim Sumberdaya.