SANG DEWA AGUNG 2

SANG DEWA AGUNG 2
Lorong Bawah Air


" Tingkat Surgawi dan Tingkat Semesta?" Gumam Ryu sambil merasakan tingkat Kultivasi mereka.


Ryu dapat merasakan bahwa kekuatan Jin Niu setara dengan Pendekar Semesta tahap menengah, sedangkan Ratu Kerang Langit setara dengan Pendekar Semesta tahap awal.


Untuk Putri Kerang Langit juga setara dengan Pendekar Surgawi tahap akhir, dan bawahan yang lain setara dengan Pendekar Surgawi tahap awal.


Kini berjejer manusia yang baru yang memiliki jenis kelamin masing-masing, dimana mereka semua terlihat seperti pasukan yang memakai baju Zirah.


" Sepertinya di masa depan, mereka akan menjadi kartu Asku." Ryu bergumam sambil menatap ke arah mereka.


Kini tiga wanita yang sangat cantik memakai baju Zirah berjalan mendekati Ryu, dimana mereka adalah wujud baru dari Jin Niu, Ratu Kerang Langit dan Putri Kerang Langit.


" Salam Dewa Agung." Jin Niu memberi hormat.


" Salam Dewa Agung, perkenalkan namaku Jin Ke, Ratu Kerang Langit dan ini Putriku Jin Qiu." Jin Ke memberi hormat diikuti Jin Qiu.


" Mmmm... Apa kalian bisa menjadi manusia seutuhnya?" Ryu bertanya kepada ketiga sosok tersebut yang membuat mereka sedikit kaget.


" Benar Dewa Agung. Hanya saja kami memerlukan tetesan darah dari seorang manusia dan memerlukan kristal perubahan wujud." Jawab Jin Niu sedikit tersenyum, belum mengetahui tujuan dari Ryu.


" Dewa Agung, untuk mencari kristal perubahan wujud merupakan sesuatu yang sangat langka. Kristal itu hanya bisa didapatkan di tempat Ras Ikan Pelahap Langit." Jin Ke melanjutkan.


" Untuk masalah itu, kebetulan aku memilikinya. Jadi kalian tidak perlu khawatir." Ryu mengeluarkan kristal perubahan wujud yang pernah diberikan oleh Ikan Pelahap Langit.


Tanpa ragu, Jin Niu mengambil kristal tersebut lalu membagikan kepada yang lain.


" Untuk masalah darah, aku akan memberikan tetesan darahku." Ryu menggores jarinya lalu meneteskan ke dalam sebuah botol giok.


Tentu Ryu tidak keberatan sama sekali, karena dia ingin melihat reaksi hasil ciptaannya, tanpa mengetahui resiko yang akan terjadi sesuatu hari nanti.


" Tapi Dewa Agung..." Jin Niu ingin menjelaskan segala kemungkinan, namun langsung dihentikan oleh Ryu.


" Sudahlah, kalian tidak perlu merasa sungkan. Aku hanya ingin melihat hasil temuan ku." Ryu tersenyum lebar menghentikan penjelasan dari Jin Niu.


Kini ketiga sosok tersebut saling berpandangan, namun mereka tidak berani membantah apa yang dikatakan oleh Ryu.


" Lalu apa langkah kalian selanjutnya?" Ryu menatap ke secara bergantian.


" Dewa Agung, akan lebih baik jika tetesan darah dan kristal perubahan wujud digabungkan dengan beberapa Inti Roh dari berbagai jenis Hewan Roh." Ucap Jin Niu, karena dia tidak ingin harta yang begitu berharga tidak terlalu berfungsi dengan sempurna.


Tentu Jin Niu, Jin Ke, Jin Qiu dan yang lain ingin melakukan yang terbaik untuk membalas kebaikan Ryu.


" Lalu apa yang kalian butuhkan?" Tanya Ryu dengan penuh antusias.


" Meskipun dalam darah kami masih mengalir darah Kerang Langit, tapi akan tetap menjadi manusia seutuhnya." Jin Ke tidak bisa melanjutkan ucapannya, lalu melirik ke arah Jin Niu.


" Sebagai Ras Kerang Langit, kami berkembang biak dengan cara bermeditasi menggunakan mutiara yang tertentu dan yang terbaik, dimana akan menjadi benih yang baru. Jika kami menjadi manusia seutuhnya, maka kami akan berkembang biak seperti layaknya manusia." Jin Niu melanjutkan.


" Hmmm, jadi begitu? Tapi yang aku tanyakan apa saja Inti Roh yang kalian butuhkan?" Ryu tidak mempermasalahkan perubahan dalam berkembang biak mereka, karena dia berfikir bahwa mereka bisa memilih pasangan hidupnya diantara beberapa sosok yang berdiri di belakang ketiga sosok tersebut.


Yang Ryu pikirkan sekarang adalah Inti Roh untuk mereka.


" Kalau masalah itu, kami membutuhkan Inti Roh dari Ular Laut, Kepiting Batu, Kera Batu dan Elang Batu. Jika digabungkan dengan kulit Kerang kami, maka akan tercipta perubahan wujud yang baru. Kami hanya membutuhkan satu Inti Roh dari jenis Hewan Roh itu." Jin Niu menjelaskan, karena dia ingin memberikan yang terbaik untuk Tuan mereka.


" Baiklah. Kalau masalah itu, tidak terlalu sulit untuk mencarinya. Kalian tunggu saja disini." Ryu terlihat senang karena Inti Roh yang mereka sebutkan sangat mudah untuk dicari.


Seketika 96 manusia baru tersebut membentuk cahaya, lalu masuk ke dalam lautan.


Kini Ryu mengambil kembali empat Boneka Bernyawa yang tersisa, lalu berpindah tempat ke Istana Kristal.


Saat berada di Istana Kristal, Ryu langsung disambut oleh Istrinya dengan wajah penasaran.


" Suamiku, kemana wanita itu sekarang?" Tanya Feng Quinlan penuh selidik.


" Dia sudah bersama kerang langit yang lain. Aku juga memberikan wadah baru untuk mereka." Ucap Ryu dengan santai.


" Aku kira kamu menyukai wanita itu?" Ucap Xie Xian yang membuat Ryu mengerutkan kening.


" Kalian tidak perlu berpikir macam-macam. Haaahh, aku tidak sabar melihat karyaku." Ryu menarik napas dalam-dalam sambil merentangkan kedua tangannya.


Kini 22 Istri Ryu saling berpandangan karena tidak tau apa yang dikatakan oleh suami mereka.


" Aku ingin menyerap kerang emas ini dulu sebelum melanjutkan perjalanan. Aku harap kalian juga harus Berkultivasi untuk menerobos Pendekar Semesta." Ucap Ryu lalu menuju ruang Kultivasi.


Memakan waktu sekitar dua hari, kini Ryu keluar dari ruang Kultivasi langsung menuju kamar utama.


Melihat suami mereka baru saja keluar dari ruang Kultivasi, Jiu Wei Hu dan Qing Yun berinisiatif untuk menyajikan makanan kepada suami mereka.


Sedangkan yang lain kembali ke kamar masing-masing, dimana mereka Berkultivasi di kamarnya.


" Suamiku, kamu makan dulu!" Jiu Wei Hu menaruh hidangan di atas meja, diikuti Qing Yun.


" Suamiku, sepertinya kekuatanmu semakin meningkat." Qing Yun dapat merasakan Aura dari suaminya.


" Ya, itu semua berkat sepuluh mutiara emas itu." Ucap Ryu sambil beranjak dari tempat tidurnya.


Mereka pun menikmati hidangan yang telah disediakan, dengan lahap.


Setelah selesai makan, Ryu dan kedua istrinya berbincang kecil untuk sesaat, lalu kembali beristirahat.


*******


Pada keesokan hari, Ryu keluar dari Dunia Quzhu dimana dia hanya meninggalkan bawahannya beberapa jam saja dari waktu yang sebenarnya.


Tidak lama kemudian terlihat Tou Shuijing, Jiu Tou She dan Pasukan Semesta mendatangi tempat tersebut.


" Salam Dewa Agung." Ucap mereka serempak dengan wajah tersenyum lebar.


" Mmmm, apa yang kalian dapatkan?" Tanya Ryu sambil menatap ke arah mereka.


" Seperti apa yang dikatakan Dewa Agung, lorong ini banyak menyimpan Harta." Jawab Wu Tian.


" Baiklah, sekarang kita lanjutkan perjalanan dan kembali ke lorong yang sebelumnya." Ryu berjalan memimpin rombongan.


" Baik Dewa Agung." Kini Tou Shuijing, Jiu Tou She dan Pasukan Semesta berjalan mengikuti Ryu.


Selama dalam perjalanan mereka di lorong tersebut, banyak sekali Kepiting Batu bahkan ular laut yang mereka temui.