
Pada awalnya pemuda itu memiliki tingkat Kultivasi yang sangat tinggi. Namun ketika dia terkena sihir ilusi dari Dewi Malam, tingkat Kultivasinya turun secara drastis sehingga dia tidak mampu melawan Dewi Malam.
Pria itu tidak lain adalah Xu Beng yang merupakan salah satu Jenderal Besar bawahan Xu Tianpeng.
Xu Beng ditugaskan untuk mencari keberadaan Altar Kuno dan mengaktifkannya agar Xu Tianpeng bisa masuk ke dunia itu.
" Sialan... Sebelumnya aku tidak teliti. Ternyata Altar yang aku aktifkan justru Altar untuk membangkitkan Dewi Malam." Xu Beng menggerutu dalam hati, akibat kecerobohannya dia terjebak dalam situasi seperti itu.
Pada awalnya Xu Beng sudah mencapai Bintang Kaisar, namun akibat terkena sihir ilusi dari Dewi Malam, dia hanya mencapai Pendekar Surgawi tahap awal.
Meskipun Dewi Malam sudah menghisap darah Xu Beng, namun pria itu hidup abadi sehingga dia tidak bisa dibunuh, sedangkan satu rekannya mati di tangan Dewi Malam, membuat wanita itu semakin kuat.
Karena itulah Dewi Malam menjalin kerjasama dengan Xu Beng, karena dia bisa menjalankan rencananya tanpa harus bersusah payah.
" Setelah aku berhasil menemukan Altar Kuno dan menaklukkan hati Dewi Malam, aku akan mengaktifkan Altar Kuno itu agar Yang Mulia Kaisar bisa membangun kekuatan di tempat dunia yang sangat lemah ini." Gumam Xu Beng, sambil melangkahkan kakinya.
Tujuan Xu Tianpeng pergi ke dunia itu, karena dia memiliki Inti Bumi yang bisa menjadikan dunia itu seperti Dunia Tiantang.
Dengan demikian, Xu Tianpeng akan membangun Kekaisaran yang baru dan kembali melanjutkan rencananya.
Di sisi lain Dewi Malam tersenyum lebar karena setelah kebangkitannya, dia langsung mendapatkan kekuatan besar dari Xu Beng dan satu rekannya.
" Jika saja aku tidak menggunakan sihir ilusi itu, maka Xu Tianpeng dengan mudah membunuhku."
" Sekuat apapun mereka, tidak akan mampu mematahkan Ilusi yang aku ciptakan." Gumam Dewi Malam, karena kebangkitannya kali ini membuatnya bertambah kuat hingga berkali-kali lipat.
Dewi Malam tidak mengetahui bahwa Xu Tianpeng yang bersamanya bukanlah Xu Tianpeng yang asli, karena Xu Beng memperkenalkan diri dengan nama Xu Tianpeng.
" Aku harus mencari darah sebanyak mungkin untuk membangkitkan pasukan Neraka. Dengan demikian aku bisa menghisap darah penghuni dunia lain itu, karena mereka sangat kuat." Dewi Malam juga memiliki rencana lain agar bisa meningkatkan kekuatan.
Karena itulah Dewi Malam menjalin kerjasama dengan Xu Tianpeng yang palsu untuk mencari keberadaan Altar Kuno.
Jika pasukan Xu Tianpeng muncul di tempat itu, maka Dewi Malam menciptakan sihir ilusi yang sangat kuat agar bisa menghisap darah mereka semuanya.
Hal yang Dewi Malam tidak ketahui bahwa Xu Tianpeng yang asli memiliki kekuatan yang sangat besar.
Apalagi jika Xu Tianpeng berhasil menanamkan Inti Bumi di dunia itu, maka dia bisa menggunakan kekuatan penuh dan mampu kembali ke Dunia Tiantang, dengan mengorbankan semua manusia yang tinggal di dunia itu.
*******
Di sisi lain Liu Ryu dan Dewi Arinia telah sampai di Ibukota Negara Westland. Sedangkan untuk Elena harus tinggal di Dunia Quzhu untuk meningkatkan Kultivasi agar setara dengan Dewi Arinia.
Agar tidak menarik perhatian para warga, Liu Ryu menggunakan pakaian sebagai ciri khas warga di tempat itu dimana dia harus menggunakan penutup kepala.
Begitupun dengan Dewi Arinia, dia juga menggunakan kain yang terbuat dari ulat sutra langit sehingga dia tidak merasa gerah.
" Istriku... Sebaiknya kita pergi ke Serikat Petarung yang berada di kota ini untuk mencari keberadaan Viktor." Liu Ryu berpikir bahwa jika masuk ke dalam Ibukota Negara Westland akan mendapatkan kesulitan jika tidak memiliki kenalan.
" Baiklah! Biasanya tempat kediaman Serikat Petarung berada di luar tembok." Jawab Dewi Arinia yang berada di belakang Liu Ryu yang menunggangi kudanya.
Dengan sebuah anggukan, Liu Ryu menggunakan kekuatan spiritual untuk memeriksa wilayah sekitar.
" Serikat Petarung berada di bagian sana." Ucap Liu Ryu sambil menunjuk ke sebuah tempat.
Keduanya pun langsung bergegas menuju tempat Serikat Petarung, dimana juga terlihat tembok yang lain mengelilingi sebuah bangunan besar.
Sekitar seratus meter dari Serikat Petarung, juga terlihat sebuah Istana yang sangat besar dan menjulang tinggi.
' Tidak menyangka bahwa Istana Bordil di Ibukota Negara Westland jauh lebih besar dari yang berada di Kyria.' Liu Ryu membatin sambil melirik ke arah bangunan tersebut.
Tentu hampir setiap kota, semua pasti memiliki Istana Bordil, karena banyak sekali para wanita yang menggantungkan hidupnya sebagai wanita penghibur dimana mereka sangat sulit untuk mencari pekerjaan lain.
Ibukota Negara Westland terletak di pinggir padang pasir, sehingga kehidupan para warga sangat sulit untuk mendapatkan nafkah.
Di dalam setiap kota hanya ada tiga sampai lima keluarga besar saja yang memiliki kehidupan yang mewah, sehingga para warga berlomba-lomba untuk mendapatkan pekerjaan kepada mereka.
Sedangkan bagi warga yang tidak beruntung, harus menyambung hidup menjadi anggota Serikat Petarung atau pengemis di jalanan.
" Penjaga... Aku ingin bertemu dengan temanku yang bernama Jackson." Saat berada di depan pintu gerbang Serikat Petarung, Liu Ryu menunjukkan Plakat yang dia miliki.
Sesaat para penjaga melihat Plakat yang dimiliki Liu Ryu, lalu menoleh ke arahnya juga sosok wanita yang berada di belakang Liu Ryu.
' Wanita ini memiliki paras yang sangat cantik. Siapa mereka sebenarnya?' Pikir sosok penjaga yang sudah bergelar Petarung kelas A.
' Pemuda ini hanya bergelar Petarung kelas D, tapi apa hubungannya dengan Jackson yang sudah bergelar Petarung kelas B?'
Butuh waktu yang cukup lama sosok itu memperhatikan Liu Ryu, karena sangat jarang seorang yang bergelar Petarung kelas mau berteman dengan Petarung kelas D.
Sosok itupun memberi Isyarat kepada salah satu rekannya untuk menemui bagian Administrasi Serikat Petarung.
Sebuah aturan bagi Serikat Petarung, tidak bisa bertemu dengan seorang petarung yang berada di atasnya tanpa ada alasan yang jelas, ataupun popularitas yang tinggi.
Jika Liu Ryu ingin bertemu dengan seorang Petarung kelas B, maka dia harus diseleksi dengan berbagai macam misi.
' Aturan di dunia ini sangat membosankan.' Liu Ryu memasang wajah masam, karena dia tidak ingin bertindak sesuka hatinya.
Tidak lama kemudian sosok wanita berambut cokelat berjalan mendekati Liu Ryu dan Istrinya, sambil tersenyum ramah.
" Mohon maaf sebelumnya... Untuk sekarang anda tidak bisa bertemu dengan Jackson, karena popularitas anda belum cukup." Wanita berambut cokelat itu langsung berbicara tentang aturan di Ibukota Negara Westland.
" Lalu apa yang harus aku lakukan?" Liu Ryu tidak ingin bertele-tele, sehingga dia harus menaikkan popularitasnya dengan menjalankan misi.
Wanita berambut cokelat itu pun tersenyum, lalu membawa Liu Ryu dan Istrinya menuju ke papan misi yang menempel di dinding pengumuman.