
Namun karena Liu Ryu masih belum mengetahui apa yang terjadi pada tubuh Haruki, memilih untuk tidak membahas tentang hal tersebut.
Liu Ryu juga meminta kepada Han Linxi dan Haruki untuk tinggal di Dunia Quzhu untuk meningkatkan Kultivasi.
*******
( Benteng Pertahanan Kekaisaran Atas Awan )
Saat merasakan kedatangan pasukan dari Benua Tengah, kini semua prajurit Kekaisaran Atas Awan sudah menempati benteng pertahanan yang berada di kota Lanshui.
" Dengarkan semuanya! Jangan sampai ada yang bertindak sebelum aku perintahkan." Ucap Liu Ryu, sambil menatap ke arah para prajurit.
" Baik Yang Mulia Kaisar." Jawab mereka serempak.
Sesaat Liu Ryu menatap ke arah puluhan kapal udara yang mulai menepi di bibir pantai, membuat Liu Ryu sedikit menaikkan alisnya.
Dalam hitungan detik, kini terlihat lautan prajurit yang keluar dari kapal udara dan muncul di bibir pantai.
" Tangkapan yang bagus." Gumam Liu Ryu, sambil menatap ke arah lautan prajurit dari Benua Tengah.
Tentu Liu Ryu sudah menyiapkan berbagai Formasi di bibir pantai, sehingga dia masih terlihat santai sambil menunggu waktu yang tepat.
" Sepertinya Penjara Abadi akan penuh lagi." Liu Ryu tidak menyangka bahwa Penjara Abadi yang sudah mereka perluas lagi, masih belum mampu menampung miliaran pasukan dari Benua Tengah.
Di benteng pertahanan itu juga terdapat prajurit Kekaisaran Han dan 27 Kerajaan yang berada dibawah kekuasaan Kekaisaran Atas Awan.
Tentu Liu Ryu dapat merasakan bahwa pasukan dari Benua Tengah memiliki jumlah besar dari sebelumnya, sehingga Liu Ryu tetap meminta bantuan kepada 27 Kerajaan tersebut.
*******
Di sisi lain para Jenderal dari pihak musuh, kini membuka tutup mulutnya saat melihat tembok yang menjulang tinggi di hadapan mereka.
" Pantas saja mereka memiliki nyali untuk menentang pasukan dari Benua Tengah." Gumam salah satu dari Jenderal Besar dari Benua Tengah, sambil menatap ke arah tembok besar.
Namun para pasukan dari Benua Tengah tidak takut sekalipun, karena dengan jumlah mereka yang sekarang, para prajurit berpikir bahwa dengan mudah untuk menghancurkan benteng pertahanan tersebut.
" Hmmm... Apa yang mereka rencanakan?" Salah satu Jenderal Besar merasakan ada sesuatu yang berada di tempat mereka berpijak.
Sesaat para Jenderal Besar melanjutkan langkahnya menuju ke arah benteng pertahanan Kekaisaran Han, karena tidak bisa membahayakan mereka.
" Dengarkan semuanya, gunakan Formasi Harimau Melompat untuk menerobos masuk benteng pertahanan itu." Salah satu Jenderal Besar memberi perintah, sambil menunjuk ke arah benteng pertahanan.
" Baik Jenderal." Jawab para prajurit serempak, lalu membentuk barisan militer Formasi Harimau Melompat.
" SERANG!!" Seru para pasukan dari Benua Tengah diikuti tekanan energi ke arah pihak lawan.
Di sisi lain Liu Ryu memicingkan matanya, karena dapat merasakan bahwa Formasi Harimau Melompat yang digunakan oleh pasukan dari Benua Tengah ingin menembus benteng pertahanan, karena efek Formasi Harimau Melompat membuat pasukan dari Benua Tengah lebih ringan dan lincah.
Liu Ryu langsung memberi isyarat kepada seluruh prajurit untuk tidak bergerak terlebih dulu, sampai jarak mereka sudah dekat.
Begitupun dengan miliaran Boneka Bernyawa yang telah disediakan, kini sudah berada di bagian depan benteng pertahanan.
Traaang! Traaang! Traaang!
Benturan serangan dari Boneka Bernyawa dengan pasukan barisan depan dari Benua Tengah menciptakan gelombang kejut menyebar ke berbagai arah.
" SEKARANG!" Liu Ryu bersuara dengan lantang.
Buussshh!
Buussshh!
Buussshh!
Seketika berbagai tempat di mana tempat pasukan dari Benua Tengah berada, langsung menghilang dari pandangan dimana langsung berpindah tempat ke Penjara Abadi.
Di sisi lain Liu Ryu memasang wajah masam karena Penjara Abadi masih belum mampu menampung semua prajurit dari pihak lawan.
Tanpa membuang waktu, Liu Ryu memberi perintah kepada para prajurit yang sudah disediakan untuk menciptakan Formasi.
" Formasi Awan Runtuh."
Duaarr! Duaarr! Duaarr!
Bersama dengan prajurit Kekaisaran Atas Awan yang mulai bergerak, kini alam sekitar menjadi gelap diikuti terpaan angin kencang dan sambaran petir, meskipun para prajurit masih berada di benteng pertahanan.
" Tembak!" Liu Ryu bersuara dengan lantang, sambil mengangkat tangannya.
Bboooom!
Bboooom!
Bboooom!
Ratusan bola elemen, keluar dari meriam peledak, membuat lautan pasukan dari Benua Tengah porak poranda, dimana mereka langsung menjadi kabut darah.
Sedangkan para pasukan yang cukup jauh dari wilayah serangan, kini juga mendapatkan luka ringan hingga luka berat, sesuai dengan jarak serangan.
" Benda apa yang mereka gunakan?" Para Jenderal dari pihak lawan memasang wajah serius. Tidak menyangka bahwa Benua Timur memiliki senjata yang sangat kuat dan setara dengan Senjata Roh tingkat Dewa.
Kini ledakan demi ledakan keluar dari meriam peledak, membuat lautan pasukan dari Benua Tengah tidak berkutik.
Para Jenderal Besar yang awalnya sangat yakin bisa menghancurkan benteng pertahanan tersebut, kini kembali mengatur rencana agar prajurit mereka tidak berjatuhan.
" Tidak ada cara lain. Kita harus menggunakan Formasi Dewa Pelindung untuk menghalau senjata aneh itu." Ucap salah satu Jenderal Besar, sambil menunjuk ke arah meriam peledak dari kejauhan.
" Ya... Beruntung Yang Mulia Raja memberikan banyak Sumberdaya untuk bekal kita."
Para Jenderal Besar dari Benua Tengah sepakat untuk menggunakan Formasi Dewa Pelindung, meskipun harus mengeluarkan miliaran Batu Roh.
" Gunakan Formasi Dewa Pelindung!" Salah satu Jenderal Besar memberi perintah.
" Baik Jenderal." Para Komandan kembali memberi isyarat kepada para prajurit untuk membentuk barisan Formasi Dewa Pelindung.
Dengan seketika, para prajurit berbaris membujur, hingga tercipta sebuah tameng raksasa yang mengeluarkan cahaya berwarna putih.
Bboooom! Bboooom! Bboooom!
Benturan keras dari serangan meriam peledak bersarang pada tameng raksasa, dimana tameng raksasa tersebut seakan menyerap serangan tersebut.
" Yang Mulia Kaisar, bagaimana ini?" Tanya Tou Shuijing saat melihat serangan meriam peledak sudah tidak berfungsi.
" Kita memiliki banyak Batu Roh, terus gunakan meriam peledak. Dengan begitu, Qi para prajurit itu akan habis terkuras." Liu Ryu tidak mempermasalahkan seberapa banyak Batu Roh yang dikeluarkan, karena dia ingin melemahkan pihak musuh terlebih dulu sebelum melakukan penyergapan.
" Baik Yang Mulia Kaisar." Jawab Tou Shuijing, lalu memberi isyarat kepada para prajurit untuk terus menggunakan meriam peledak.
Benturan keras dari meriam peledak terus menggema, hingga wilayah sekitar bergetar hebat.
Bahkan para prajurit yang bertugas untuk menggunakan meriam peledak, kini terlihat kelelahan, karena sudah banyak kehilangan Qi.
" Ganti dengan yang lain." Liu Ryu kembali memberi perintah.
Saat itu juga para prajurit yang lain menggantikan posisi rekannya untuk menyalurkan Qi pada meriam peledak.
Sementara para prajurit yang sudah kehabisan tenaga, harus mundur dari barisan untuk memulihkan diri.
Di pihak musuh juga tidak dalam keadaan baik-baik. Jika terus menahan serangan dari meriam peledak, maka mereka akan kehabisan tenaga.