SANG DEWA AGUNG 2

SANG DEWA AGUNG 2
Ch 320. Formasi Dewa Pelindung


Para Jenderal Besar yang menyaksikan bahwa prajurit mereka sudah kelelahan karena secara terus-menerus menggunakan Formasi Dewa Pelindung, kini memasang wajah jelek karena tidak menyangka bahwa Kekaisaran Atas Awan memiliki banyak harta.


" Berapa banyak Batu Roh yang mereka gunakan untuk mengaktifkan benda aneh itu?" Gumam para Jenderal Besar sambil menatap ke arah bola elemen yang terus menghantam perisai.


Bahkan para Komandan dan para Jenderal yang lain juga terlihat kelelahan karena terus menyalurkan Qi pada perisai raksasa tersebut.


Hal yang mereka takutkan adalah jika meriam peledak terus menyerang perisai raksasa, maka prajurit akan kelelahan sebelum bertarung.


...( Dunia Quzhu )...


Sheng Zhishu dan Istri Liu Ryu yang lain yang berada di depan Penjara Abadi, kini langsung menatap ke arah para prajurit yang berhasil ditarik.


Para prajurit tersebut merasa heran karena tiba-tiba muncul di tempat yang aneh, dimana Qi mereka terus tersedot.


Bahkan efek dari Penjara Abadi membuat para prajurit yang disekap merasakan tubuh mereka seperti ditusuk ribuan jarum, membuat mereka meringis kesakitan.


Teriakan demi teriakan yang memilukan dari para prajurit, membuat mereka seakan mengalami kematian hingga berkali-kali.


Buussshh!


Saat para prajurit benar-benar sudah kehabisan tenaga, kini siksaan yang mereka alami, berhenti sesaat.


" Apa yang terjadi?" Bisik para prajurit, sambil memperhatikan keadaan sekitar, lalu menoleh ke arah kelompok wanita yang berada di luar Penjara Abadi.


" Kalian boleh pilih. Disiksa selamanya atau atau ingin keluar dari penjara ini?" Tanya Xie Hua, sambil menatap ke arah para prajurit yang sudah kehabisan tenaga.


Sesaat para prajurit saling berpandangan, karena Penjara Abadi seakan mengatur hidup mereka sehingga tidak bisa bunuh diri dan terus disiksa terus-menerus.


" Apa yang kalian inginkan? Keluarkan kami dari tempat aneh ini?" Salah satu prajurit memasang wajah jelek, karena sudah tidak tahan terus disiksa.


" Kalian cukup minum Pil ini saja, setelah itu kalian boleh keluar dari penjara ini." Ucap Sheng Zhishu, sambil mengeluarkan satu peti yang berisi Pil Tuan-Hamba.


Namun para prajurit masih bersikeras untuk tetap pada pendirian mereka, karena sifat kesombongan mereka terhadap Kultivator yang berada di benua yang lain, tidak ingin berharap belas kasihan terhadap Kultivator yang bukan berasal dari Benua Tengah. Apalagi harus tunduk pada orang yang berasal dari Benua Timur.


Melihat kekerasan hati para prajurit, Xie Hua dan Nan Sian kembali mengaktifkan Penjara Abadi, sehingga para prajurit kembali merasakan siksaan yang sangat menyakitkan.


" Apa kalian lebih memilih untuk disiksa?" Tanya Tanya Huli Yue.


" Baik! Kami akan mengikuti keinginan kalian." Para prajurit tidak memiliki pilihan lain, kini berharap agar bisa cepat keluar dari Penjara Abadi.


Namun para prajurit juga masih bersikeras untuk tunduk, sehingga mereka bersedia untuk menelan Pil yang diberikan oleh Sheng Zhishu dan berharap agar membunuh kelompok wanita itu terlebih dulu saat mereka sudah pulih.


" Kita ikuti keinginan mereka. Setelah itu kita akan membunuh mereka! Lagi pula jumlah mereka jauh lebih sedikit dibandingkan dengan kita." Bisik salah satu prajurit kepada rekannya.


" Ya... Para wanita itu terlihat sangat cantik. Kita bisa nikmati tubuh mereka hingga puas. Setelah itu kita bunuh." Prajurit yang lain juga ikut berbisik kepada rekannya.


Para prajurit mengangguk setuju, saling memberi isyarat satu sama lain, lalu menoleh ke arah Sheng Zhishu dan yang lain.


Di sisi lain Sheng Zhishu dan Istri Liu Ryu yang mendengar bisikan para prajurit hanya tertawa dalam hati, karena keinginan para prajurit itu tidak pernah kesampaian.


" Ambillah." Bersamaan dengan ucapannya, Sheng Zhishu melayangkan Pil Tuan-Hamba kepada para prajurit satu-persatu.


Tanpa membuang waktu, para prajurit mengambil Pil tersebut, lalu menelannya meskipun tidak mengetahui jenis Pil tersebut.


Saat semua prajurit sudah menelan Pil Tuan-Hamba, kini keinginan mereka langsung menghilang sehingga menunduk dengan patuh seperti mayat hidup yang dikendalikan.


Saat itu juga Sheng Zhishu mengeluarkan para prajurit dari Penjara Abadi, dimana Long bersaudara dan Huang bersaudara membawa mereka menuju ke sebuah lapangan khusus.


Para prajurit itupun dengan patuh mengikuti perintah dari semua Istri Liu Ryu, dan berjalan ke tempat yang ditunjukkan.


" Sekarang kita lanjutkan ke korban yang berikutnya." Ucap Sheng Zhishu, dimana mereka mengaktifkan kembali Penjara Abadi, lalu mengirimkan pesan jiwa kepada Liu Ryu.


...( Benteng Pertahanan )...


Liu Ryu yang baru saja mendapatkan pesan jiwa dari Istrinya, kini langsung memberi perintah kepada para prajurit untuk mengaktifkan Formasi yang berada di pijakan para prajurit dari pihak lawan.


Wuush! Wuush! Wuush!


Beberapa prajurit dari Benua Tengah kembali menghilang dari pandangan, dimana langsung berpindah tempat ke Penjara Abadi.


Kejadian serupa terus berlanjut hingga lebih dari setengah prajurit dari Benua Tengah menghilang dari pandangan.


Kejadian itu berlangsung sangat cepat karena Dunia Quzhu memiliki kecepatan waktu yang membuat Istri Liu Ryu dapat menyelesaikan tugas mereka dalam hitungan detik di waktu yang sebenarnya.


Para Jenderal Besar dari Benua Tengah yang melihat kejadian tersebut kini memasang wajah jelek, karena mereka benar-benar seakan dipermainkan oleh prajurit Kekaisaran Atas Awan.


" Berapa banyak jumlah Batu Roh yang mereka keluarkan?" Salah satu Jenderal Besar memasang wajah serius, karena Formasi yang dilakukan oleh para prajurit Kekaisaran Atas Awan sudah diluar dugaan mereka.


Tidak lama kemudian, proses pemindahan para prajurit ke Penjara Abadi terhenti karena Batu Roh yang mereka taruh di bibir pantai benar-benar telah habis.


Meskipun demikian, Liu Ryu merasa puas karena kali ini dia sudah mengumpulkan sekitar satu triliun pasukan dari Benua Tengah.


" SERANG!!!" Merasa sudah cukup, Liu Ryu langsung memberi perintah kepada para prajurit untuk membunuh para prajurit dari pihak lawan.


Saat itu juga para prajurit langsung melompat dari benteng pertahanan dan melesat cepat ke arah prajurit dari Benua Tengah yang masih menggunakan Formasi Dewa Pelindung.


Suara deru pertarungan kini mulai menggema di berbagai tempat, dimana para prajurit dari Benua Tengah tidak mampu membendung kekuatan para prajurit Kekaisaran Atas Awan dan sekutu, karena mereka sudah kelelahan.


Para Jenderal dari pihak Istana Kekaisaran Atas Awan juga langsung menghadang para Jenderal dari Benua Tengah dimana tugas mereka adalah untuk menangkap mereka.


Sheng Zhishu dan Istri Liu Ryu yang lain juga sudah keluar dari Dunia Quzhu, saat mereka sudah menyelesaikan tugasnya.


" Suamiku... Sepertinya kita akan miskin kembali." Ucap Xie Hua yang berdiri di samping Liu Ryu, sambil menatap ke arah pertarungan.


Tentu saat menggunakan meriam peledak dan Formasi Teleportasi, pihak Istana Kekaisaran Atas Awan membutuhkan Triliunan Batu Roh, sehingga Batu Roh yang awalnya seperti sampah, kini benar-benar hanya tersisa sedikit.