SANG DEWA AGUNG 2

SANG DEWA AGUNG 2
Tiga Wanita Klan She 2


Ketiga wanita itu pun langsung melompat ke udara dengan kecepatan tinggi.


' Amukan Api Agni.'


Ketiga wanita tersebut menggabungkan kekuatan mereka, membuat para penonton berkeringat dingin.


" Mundur!" Perintah beberapa Tetua kepada murid mereka.


Meskipun dampak serangan tersebut tidak terlalu berpengaruh terhadap mereka, namun untuk para murid tentu sangat beresiko tinggi.


Para Ahli Formasi juga merasa khawatir jika pelindung tersebut akan hancur berkeping-keping.


Wuush.!


Sebuah portal teleportasi muncul di depan ketiga wanita tersebut membuat mereka langsung masuk ke dalamnya tanpa sempat menghindar.


Kini para penonton bernafas lega karena hal yang mereka khawatirkan tidak terjadi apapun.


Namun yang menjadi pertanyaan bagi mereka, kemana ketiga wanita sebelumnya karena mereka tidak melihat ketiga wanita itu di lapangan latihan.


Kini kebahagiaan para penonton seakan pudar karena para Tetua masih mengingat jelas jenis teleportasi tersebut.


Pikiran mereka hanya tertuju pada satu sosok yang mereka takuti, yaitu sosok yang mereka ketahui dengan nama Xie Ryu.


" Selamat berjumpa kembali semuanya, dan sampai berjumpa kembali." Ucapan Ryu membuyarkan lamunan mereka diikuti sosok tersebut langsung menghilang dari pandangan.


Begitupun Xie Xian, dia juga langsung masuk ke Dunia Quzhu agar tidak ada satupun yang mengenalnya.


( Bagian lain di Dunia Quzhu )


Bboooom!


Serangan gabungan ketiga wanita tersebut bersarang di pepohonan, hingga menimbulkan kerusakan besar di sekitar mereka.


" Sialan... Kemana orang itu?" She Ling terlihat kesal karena tidak menemukan siapapun di tempat itu.


" Senior, sepertinya kita kita berada di tempat yang lain." She Bing menyadari diri mereka telah berpindah tempat.


Sesaat ketiga wanita tersebut langsung terdiam sambil mencerna situasi tersebut dimana mereka telah berada di tengah hutan.


" Siapa Pria itu?" Apa dia memiliki teknik teleportasi?" She Zhilin berpikir bahwa mereka telah dipindahkan oleh sosok yang menjadi lawan mereka.


" Selamat datang di Dunia milikku. Aku harap kalian menyukainya." Terdengar suara menggema dari berbagai arah.


" Siapa kamu? Tunjukkan dirimu pengecut!" She Ling terlihat ketakutan, namun masih bersikap ingin menantang.


" Kalian sudah kalah! Jadi, aku akan menagih janji." Kini suara tersebut kembali menggema.


" Kami belum kalah. Lebih baik kita bertarung lagi." Ucap She Bing dengan nada tinggi.


" Lihat kondisi kalian! Apa kalian ingin melawanku?" Bersamaan dengan suara tersebut, ketiga wanita itu merasakan tubuh mereka tidak bisa digerakkan lagi.


Tap!


Ryu yang masih menyamar langsung berdiri di depan ketiga wanita itu dengan tatapan nakal.


" Lepaskan kami! Kita akan bertarung dengan adil." She Ling berusaha untuk melepaskan diri, namun tidak mampu.


" Melepaskan kalian? Aku tidak melakukan apapun kepada kalian?" Ryu mengerutkan kening sambil mendekati wajahnya pada She Ling.


Mendapatkan perlakuan tersebut, She Ling berusaha untuk menghindar. Namun sama sekali tidak mampu, sehingga pipinya yang putih mulus dikuasai oleh Ryu.


Tidak hanya disitu saja, Ryu juga mencium She Bing dan She Zhilin, bahkan beberapa bagian tubuh mereka juga tidak lepas dari tangan Ryu.


Ryu sama sekali tidak mendengarkan ucapan dari ketiga wanita itu, yang terus mengutuk dirinya.


Baik itu She Ling maupun She Bing dan She Zhilin, mereka sangat marah dengan perlakuan sosok tersebut yang telah berani menyentuh tubuh mereka.


" Kau telah berani menyentuh tubuhku, aku akan membunuhmu!" Ketiga wanita itu dengan penuh amarah ingin mencabik-cabik tubuh sosok tersebut.


" Benarkah? Bukankah dulu kalian menyerahkan tubuh kalian dengan cuma-cuma." Ryu sedikit membocorkan Api Hitam miliknya.


Ketiga wanita tersebut saling berpandangan karena mengingat kembali keserakahan mereka.


" Haaahh... Aku tidak ingin menikmati keindahan tubuh kalian dengan cara paksa" Ryu membaringkan tubuhnya di atas batu besar yang tiba-tiba muncul begitu saja, lalu melepaskan ketiga wanita itu.


Kini dalam pikiran ketiga wanita itu hanya tertuju pada satu sosok, yaitu Ryu sendiri.


" Apa kami bisa menyerap Api Agni milikmu?" Tanya She Bing dengan lembut sambil mendekati Ryu.


" Tidak masalah! Karena kalian sudah menjadi milikku." Ryu tersenyum karena mengetahui tujuan ketiga wanita itu.


Plaaak! Plaaak! Plaaak!


Sebuah tamparan keras di pipi Ryu dari ketiga wanita tersebut.


" Kaaaauuu." She Ling dan kedua saudarinya sangat geram karena justru tangan mereka yang sakit.


Meskipun demikian, She Ling dan kedua saudarinya kini mulai melunak, karena mereka yakin bahwa sosok tersebut adalah Ryu.


" Tunjukkan wujud aslimu, atau aku akan memukulmu lagi." She Ling dengan nada mengancam, berusaha untuk menahan diri karena sosok tersebut begitu asing di mata mereka.


" Apa kamu yakin ingin memukulku?" Ryu dengan nada santai seraya berubah ke wujud aslinya.


Brruuk!


Ketiga wanita itu menyambar tubuh Ryu dengan perasaan senang dan marah menjadi satu.


" Kamu Pria yang tidak bertanggung jawab."


" Putramu sudah pergi ke Dunia Abadi untuk mencari mu."


" Kemana saja kau selama ini?"


" Kami harus menanggung malu karena memiliki anak tanpa ayah."


Ketiga wanita tersebut melepaskan kekesalan mereka, meskipun mereka menyadari bahwa merekalah yang salah.


Mendapatkan serangan yang bertubi-tubi dari mulut ketiga wanita itu, Ryu tersenyum pahit karena dia merasa sama sekali tidak bersalah, meskipun dia sendiri harus mempertanggung jawabkan perbuatannya.


" Aku hanya menjenguk keadaan kalian disini, karena aku dengar kalian sedang sakit. Karena kalian sudah sembuh, aku akan kembali ke Dunia Abadi." Ryu memasang ekspresi dingin sambil berjalan menjauhi mereka.


" Kami Ikut!" Ucap ketiga wanita itu dengan serentak.


" Ya, kami juga ingin bertemu dengan putra kami." She Ling melanjutkan.


" Apa kalian yakin?" Kini Ryu terlihat serius sambil menatap ketiga wanita tersebut.


Ryu pun menceritakan tentang dirinya dan seluruh anggota keluarganya yang berada di Dunia Abadi.


Mendengar perkataan dari Ryu, She Ling dan kedua saudarinya saling berpandangan berusaha untuk mencerna situasi tersebut.


" Apa kamu tidak menganggap kami sebagai istrimu juga?" Tanya She Ling.


" Ya, bukan hanya sebagai istri. Tapi kami juga sudah mengandung Putramu." She Zhilin ikut menimpal.


" Baiklah... Aku akan membawa kalian." Ucap Ryu sambil membawa mereka ke Istana Kristal.


Saat berada di Istana Kristal, She Ling dan kedua saudarinya sangat kagum dengan pemandangan dimana Istana Kristal yang terlihat begitu indah dan megah.


Di dalam Istana Kristal juga terlihat Xie Xian yang menunggu kedatangan mereka membuat ketiga wanita itu sontak kaget.


" Apa kalian menganggapku sudah mati?" Xie Xian tersenyum sambil menatap ketiga wanita itu.


" Tapi, waktu itu...." She Ling dan kedua saudarinya masih mengingat jelas bahwa Xie Xian sudah dikirim ke anggota Klan Xie dengan tubuh tanpa nyawa.


Dengan sedikit menghela nafas, Xie Xian menjelaskan yang terjadi padanya. Meskipun tidak semua yang dia ceritakan.


Karena masih ragu, ketiga wanita tersebut menyentuh kulit Xie Xian yang terlihat masih utuh layaknya manusia normal.