SANG DEWA AGUNG 2

SANG DEWA AGUNG 2
Danau Teratai


Setelah beberapa saat, Ryu dan Wang Mingjun keluar dari kamarnya menuju ruang rapat keluarga Wang.


" Salam Ayah Mertua, Ibu Mertua. Salam semuanya." Ucap Ryu sambil menundukkan kepala.


" Salam Yang Mulia Kaisar, Salam Yang Mulia Ratu."


Semua yang ada di ruangan tersebut langsung memberi hormat saat Ryu berada di tempat itu.


Ryu pun menganggukkan kepala lalu berjalan mendekati kedua mertuanya sambil menundukkan kepala.


" Ryu'er... Kamu tidak boleh seperti itu, kamu adalah seorang Kaisar." Wang Cun mengangkat bahu Ryu, merasa tidak enak dengan sikap menantunya.


" Tapi Ayah Mertua... Sudah selayaknya seorang anak tunduk kepada orang tua." Ucap Ryu dengan ramah.


" Sudahlah... Kamu adalah seorang Kaisar, berapa banyak orang yang akan mengutukku jika seorang Kaisar berlutut di hadapan orang lain." Wang Cun tidak ingin hal yang sederhana namun bisa berakibat fatal.


Sebuah tradisi yang mutlak dimana seorang Kaisar akan dianggap seperti seorang Dewa yang mampu memberi keamanan dan ketenteraman di seluruh wilayahnya.


Namun itu semua hanya terjadi bagi keluarga bangsawan dan warga biasa. Tapi tidak untuk Kultivator tingkat tinggi.


" Ayah, Ibu... Kami ingin ke danau teratai dulu." Ucap Wang Mingjun mencairkan suasana tersebut sambil mengisyaratkan kepada Ryu


Tanpa menjawab apapun, kedua orang tua Wang Mingjun mengangguk pelan sambil tersenyum menatap ke arah Ryu.


" Ayo Gege, kita akan kesana." Ucap Wang Mingjun lalu membawa Ryu keluar ruangan.


Saat Ryu dan Wang Mingjun sudah keluar dari ruangan, salah satu petinggi Klan Wang mencoba memberanikan diri untuk bertanya.


" Ketua... Apa Yang Mulia Kaisar tidak membawa pengawal kesini?" Petinggi tersebut merasa heran karena Ryu tidak seperti Kaisar yang lain.


" Mmmm... Ryu'er memang seperti itu. Dia tidak pernah membawa pengawal saat berpergian. Tapi kalian jangan salah, Kaisar Ryu bisa mengeluarkan pengawalnya dengan seketika dan kekuatan mereka sangat mengerikan." Ucap Wang Cun.


" Terlebih lagi, Kaisar Ryu memiliki teknik teleportasi, jadi akan lebih cepat melakukan perjalanan." Lanjut Wang Cun.


Mendengar ucapan tersebut, semua mengangguk mengerti.


" Ketua... Kita harus katakan kepada seluruh anggota Klan Wang untuk tidak pergi ke danau teratai, agar tidak menggangu Yang Mulia Kaisar dan Yang Mulia Ratu." Ucap salah satu petinggi Klan Wang


" Benar Ketua. Kita harus menempatkan beberapa Prajurit untuk berjaga di pintu masuk ke danau teratai." Ucap beberapa orang yang ada di tempat itu ikut menimpal.


" Baiklah... Tapi ingat Harta langit yang diberikan Jenderal Heilong kepada kita, kalian pergunakan dengan baik. Berikan kepada anggota Klan sesuai kebutuhan mereka." Ucap Wang Cun.


Mereka tidak menyangka bahwa Jenderal Heilong begitu banyak menyimpan Harta langit.


Bukan hanya diberikan kepada seluruh Prajurit Kekaisaran Awan, tetapi juga dibagikan kepada seluruh anggota keluarga Kaisar, Permaisuri dan Ratu.


Tidak heran jika Klan Wang, Klan Shu, Klan Qin, Klan Li, dan Klan Ling begitu meningkat pesat. Begitupun dengan Sekte Gunung Phoenix, Sekte Kabut Ilusi dan Sekte Lembah Es.


" Semua telah aku jalankan sesuai perintah Ketua." Ucap kepala bagian Sumberdaya.


" Mmmm." Wang Cun mengangguk.


" Kalau begitu, biar aku sendiri yang berjaga di pintu masuk ke danau teratai." Pemimpin keamanan keluarga Klan Wang mengajukan diri.


" Lakukan saja!" Ucap Wang Cun.


Pemimpin keamanan keluarga Klan Wang itupun langsung bergegas dari tempat itu untuk menjalankan tugasnya.


Sedangkan yang lain masih berada di ruang rapat, karena ada beberapa hal yang sedang mereka bahas.


*******


Sesuai dengan namanya, danau teratai banyak ditumbuhi bunga teratai yang hampir memenuhi danau tersebut.


Karena danau teratai selalu dijaga dan dirawat dengan baik oleh anggota Klan Wang, tempat itupun terlihat sangat indah dan menarik.


Tidak hanya sampai disitu saja, di tengah-tengah danau teratai terdapat sebuah bangunan apung dan untuk pergi ke tempat itu diberikan jembatan layang.


" Gege... Kita kesana saja!" Wang Mingjun menunjuk ke arah bangunan apung yang membentuk gazebo lalu menarik tangan Ryu.


" Jun'er... Tempat ini sangat bagus. Apa kamu menyukainya?" Tanya Ryu sambil berjalan mengikuti Wang Mingjun.


" Mmmm... Tempat ini sudah berdiri sejak ratusan tahun yang lalu. Dari sejak kecil aku sering ke tempat ini, karena aku sangat menyukainya." Wang Mingjun berlari melompat kecil sambil berlari kecil dengan merentangkan kedua tangannya seperti sedang menari.


Melihat tingkah Istrinya seperti anak kecil, Ryu hanya tersenyum sambil berjalan mengikuti Wang Mingjun.


" Jun'er... Apa kamu sudah lupa dengan usiamu?" Tanya Ryu sambil tersenyum menatap Istrinya.


" Tidak masalah. Lagi pula disini hanya kita berdua." Wang Mingjun kembali ke arah Ryu, melayang di udara hingga langsung mengalungkan kedua tangannya di punggung Ryu sehingga wajah mereka hampir bersentuhan.


" Gege... Bawa aku ke tengah danau." Bisik Wang Mingjun di telinga Ryu.


" Mmmm." Ryu mengangguk kecil mengangkat tubuh mereka hingga melayang di udara.


Dengan kekuatan pikiran, Ryu membawa Wang Mingjun di pelukannya menuju bangunan tengah danau teratai.


Merasakan terpaan angin lembut di tubuhnya, Wang Mingjun langsung menutup mata lalu lalu mencium suaminya tersebut.


" Gege... Kamu memang yang terbaik." Bisik Wang Mingjun sambil merangkul tubuh suaminya itu.


Telinga Ryu sudah penuh dengan pujian dari semua Istrinya seperti itu, namun dia tidak juga tidak keberatan karena ucapan mereka benar-benar tulus.


Meskipun pertemuan dengan semua Istrinya tidak seperti orang lain yang memiliki masa pengenalan, namun dengan seiring berjalannya waktu hubungan mereka semakin kuat.


Bahkan pertemuan awal dengan Istrinya seperti sebuah kecelakaan dimana beberapa dari Istri Ryu bisa dibilang sebagai musuh seperti yang terjadi pada Tianhe, Yunjiang, Yinshi dan Yuwang yang pernah berniat ingin membunuhnya.


Namun dibalik itu semua, mereka seperti pasangan yang paling bahagia dimana saling menerima satu sama lain dengan tulus.


" Sekarang kita sudah sampai." Ucap Ryu sambil berdiri di bangunan apung di tengah danau teratai.


" Gege... Apa kamu bisa membuat danau teratai seperti ini di Dunia Quzhu?" Tanya Wang Mingjun sambil memandang hamparan bunga teratai di danau tersebut.


" Itu sangat mudah." Ucap Ryu sambil memperhatikan wilayah sekitar.


Sesaat Ryu merasakan ada sosok yang tinggal di kedalaman danau teratai, namun dia tidak merasakan bahwa ada niat membunuh dari sosok tersebut.


" Jun'er... Berapa lama danau teratai ini ditemukan dan ditempati oleh keluarga Klan Wang?" Tanya Ryu yang terlihat serius.


" Kata kakekku, sudah ditemukan sejak ribuan tahun yang lalu. Karena mereka melihat danau ini sangat bagus, mereka berinisiatif untuk merawat dan menjaga danau teratai ini." Ucap Wang Mingjun yang sedikit heran.


" Jadi begitu? Baiklah, kita akan bertamu dengan penghuni danau teratai ini." Ucap Ryu sambil menciptakan pelindung transparan mengelilingi tubuh mereka.


Meskipun mereka heran, Wang Mingjun hanya menurut lalu mereka berdua masuk ke dalam danau teratai.


Di dasar danau teratai dengan kedalaman sekitar 20 meter, Ryu dan Wang Mingjun telah berpijak pada dasar danau tersebut.


" Gege... Aku tidak tau kalau danau teratai ini sangat dalam." Ucap Wang Mingjun sambil memeriksa keadaan sekitar.


" Mmmm... Sebaiknya kita periksa kesana! Sepertinya ada sebuah goa." Ucap Ryu sambil menunjuk ke arah depan mereka.


Mereka pun berjalan seperti berada di daratan menuju ke arah goa yang ada di kedalaman danau teratai.