
Namun Liu Ryu tidak sama sekali patah semangat, sehingga dia harus mencari cara untuk membunuh raja siluman kadal secepat mungkin.
" Aku harus mencari keberadaan Inti Roh raja siluman kadal ini." Gumam Liu Ryu, sambil memeriksa tubuh makhluk raksasa itu.
Wuush! Wuush! Wuush!
Liu Ryu melesat ke berbagai arah untuk mencari letak Inti Roh raja siluman kadal, dimana kecepatan Liu Ryu tidak mampu diimbangi oleh raja siluman kadal.
Apalagi dengan ukurannya yang sangat besar, sehingga raja siluman kadal hanya mengandalkan kekuatan fisik saja.
Di sisi lain raja siluman kadal mendapatkan firasat buruk, karena Liu Ryu terus memperhatikan tubuhnya.
" Jangan-jangan dia sedang mencari letak Inti Roh milikku." Raja siluman kadal yang memiliki kesadaran seperti manusia, tentu sudah mengetahui tujuan dari Liu Ryu.
Buussshh!
Raja siluman kadal mengeluarkan gelembung udara lebih banyak lagi dari sebelumnya, untuk menyerang Liu Ryu.
" Hmmm." Liu Ryu menyipitkan matanya karena rencananya diketahui oleh raja siluman kadal.
Namun Liu Ryu tetap fokus pada tujuannya, sambil menghindar dari serangan raja siluman kadal.
Bboooom!
Bboooom!
Bboooom!
Meskipun serangan gelembung udara sangat cepat, namun Liu Ryu masih mampu untuk menghindar dari serangan raja siluman kadal.
Sambil menghindar dari serangan, Liu Ryu terus memperhatikan perbedaan gelembung udara yang keluar dari tubuh raja siluman kadal.
Sesaat tatapan mata Liu Ryu tertuju pada letak gelembung udara yang keluar dari raja siluman kadal yang memiliki aura lebih kuat dari yang lain.
" Mungkin disitu letaknya." Gumam Liu Ryu yang matanya tertuju pada pinggang raja siluman kadal.
Lebih tepatnya terletak pada pertengahan kedua kaki dan ekor raja siluman kadal.
Tanpa membuang waktu, Liu Ryu menyalurkan Qi pada Pedang Naga Petir, lalu mengayunkan pedangnya ke arah pinggang raja siluman kadal, melesat dengan kecepatan tinggi.
" Gawat! Dia sudah mengetahui letak Inti Roh milikku." Raja siluman kadal memasang wajah serius, berusaha untuk menghindar.
Namun secepat apapun raja siluman kadal mencoba untuk menghindar, tapi masih kalah cepat dari Liu Ryu.
Craaash!
Sebuah tebasan yang sangat dalam bersarang pada bagian pinggang raja siluman kadal.
Ggooooaaarr!
Raja siluman kadal meraung keras, merasakan tubuhnya lebih sakit dari serangan Liu Ryu sebelumnya.
Di sisi lain, Liu Ryu tersenyum lebar sambil menatap ke arah sebuah benda berwarna hijau yang nampak dari bekas luka sayatan dari Pedang Naga Petir.
Secara perlahan luka yang ditimbulkan mulai menutup, hingga raja siluman kadal berusaha untuk menjauhi Liu Ryu.
Craaash! Craaash! Craaash!
Liu Ryu terus menebas bagian pinggang raja siluman kadal di tempat yang sama, hingga lukanya semakin membesar.
" Sialan... Jika terus diserang, maka efek regenerasi milikku semakin melambat." Gumam raja siluman kadal sambil menghindari arah tebasan dari Liu Ryu.
Namun secepat apapun raja siluman kadal berusaha untuk menghindar, Liu Ryu terus menebas pinggangnya hingga terlihat benda berwarna hijau semakin jelas pada luka yang ditimbulkan.
Wuush!
" DEWA SIALAN...." Raja siluman kadal sangat marah karena benda berharga yang merupakan pusat kekuatannya telah diambil oleh Liu Ryu.
Liu Ryu tersenyum lebar, sambil menatap ke arah raja siluman kadal dari udara, lalu menebas ruang hampa.
Craaash! Craaash! Craaash!
Tebasan demi tebasan dari Liu Ryu menciptakan elemen Kehampaan yang memadat membentuk bilah pedang raksasa terus melukai tubuh raja siluman kadal.
Namun kali ini luka sayatan dari Liu Ryu tidak bisa lagi menutup seperti semula, sehingga secara perlahan tubuh raja siluman kadal mulai mengecil.
" Ingatlah Dewa... Jika kamu membunuhku, maka saudaraku yang lain tidak akan membiarkanmu hidup dengan tenang."
" Mereka akan mencarimu bahkan membunuh semua manusia di daratan ini." Dengan sisa kekuatannya, raja siluman kadal mengutuk Liu Ryu sambil mengirimkan energi sihir kepada saudaranya yang lain di berbagai tempat.
Namun Liu Ryu sama sekali tidak peduli, terus menebas tubuh raja siluman kadal, hingga ukurannya semakin mengecil sampai ke wujud kadal biasanya.
" Kemampuan raja siluman kadal ini sangat mengagumkan. Bahkan dengan hilangnya Inti Roh dan dipenuhi luka sayatan, dia masih hidup." Gumam Liu Ryu, sambil menatap ke arah raja siluman kadal yang kini seukuran lengan tangan anak kecil.
Raja siluman kadal menatap ke arah Liu Ryu penuh dengan kebencian, karena Inti Roh miliknya yang dia kumpulkan selama jutaan tahun dengan menyerap energi kehidupan para Dewa kini telah diambil.
Kini raja siluman kadal tidak bisa berbicara lagi, karena kemampuannya sudah hilang, sehingga dia sudah seperti kadal biasa.
" Aku tidak perlu membunuhmu, karena dengan kondisimu sekarang, kamu akan menjadi santapan hewan buas yang lain." Ucap Liu Ryu, seakan mengerti tatapan kebencian dari kadal tersebut.
Seakan mengerti apa yang dikatakan oleh Liu Ryu, kadal itupun langsung berlari dan bersembunyi di balik pepohonan, karena dengan kondisinya sekarang, dia tidak lebih dari hewan melata lainnya.
Dengan kata lain kadal itu harus menyembunyikan diri agar tidak menjadi mangsa hewan yang lainnya.
Liu melesat ke arah pertarungan antara kedua Istrinya untuk memperhatikan jalannya pertarungan mereka.
Di pertarungan yang lain Dewi Arinia dan Elena terus melancarkan serangan anak panahnya, karena jumlah siluman kadal sangatlah banyak.
" Tidak menyangka jumlah siluman kadal ini sangat banyak." Ucap Dewi Arinia yang kini terlihat kelelahan.
Begitupun dengan Elena, kini juga kelelahan karena sudah banyak mengeluarkan Qi untuk menciptakan anak panah.
Meskipun keduanya tidak mendapatkan luka karena melakukan serangan jarak jauh, namun tetap saja akan menguras tenaga mereka.
" Sepertinya kita harus menghemat Qi, karena disini dunia ini tidak cocok lagi untuk memulihkan diri." Ucap Elena, lalu memisahkan busur panahnya menjadi sepasang pedang sabit.
Begitupun dengan Dewi Arinia, dia juga memisahkan busur panahnya, lalu melesat ke arah pasukan siluman kadal.
Wuush! Wuush!
Dewi Arinia dan Elena melesat cepat ke arah siluman kadal yang mendatangi mereka.
Slaaash! Slaaash! Slaaash!
Dengan kecepatan tinggi, kedua wanita itu terus menebas leher pasukan siluman kadal, hingga satu-persatu berjatuhan.
Dalam pertarungan jarak dekat, Dewi Arinia jauh lebih unggul dari Elena, karena pertahanan fisiknya jauh lebih kuat, meskipun dengan tingkat Kultivasi yang sama.
Terlebih Dewi Arinia memiliki kekebalan terhadap racun, sehingga dia bisa membunuh pasukan siluman kadal dalam jumlah banyak.
Sedangkan Elena, tidak berani mengambil resiko untuk bersentuhan dengan pasukan siluman kadal, karena cairan racun melindungi kulit pihak lawan.
Melihat Elena yang mengambil jarak aman, Dewi Arinia hanya menggelengkan kepala karena wanita itu masih belum memahami kemampuannya sendiri.
" Salurkan Qi milikmu untuk melindungi tubuhmu." Dewi Arinia memberi instruksi kepada Elena, agar wanita itu bisa terlindungi dari racun korosif.