SANG DEWA AGUNG 2

SANG DEWA AGUNG 2
Ch 141. Kekecewaan Sun Kim Ai


Pada keesokan pagi, Ryu, dan 23 Istrinya langsung beranjak ke Ibukota Kekaisaran Sun.


Tentu Ryu membawa mereka semua karena dia berfikir Putri Sun Kim Ai tidak akan melepaskan dirinya.


Setelah menempuh perjalanan setengah dari, mereka telah berada di dekat pintu gerbang Ibukota Kekaisaran Sun.


" Penjaga, aku ingin bertemu dengan Kaisar Sun Gozi." Ryu langsung menunjukkan sebuah lencana Istana Kekaisaran Sun yang diberikan oleh Sun Kim Ai sebelumnya kepada penjaga.


Silahkan masuk Tuan Pendekar." Ucap salah satu penjaga, sambil menunjukkan kembali lencana tersebut.


Melihat lencana tersebut para penjaga dengan segera membuka pintu gerbang kemudian membawa Ryu dan Istrinya menuju Istana tanpa bertanya apapun


Sesampai di depan Istana, mereka langsung disambut oleh Jenderal Gong yang terlihat sedang mengawasi Para Prajurit.


" Penjaga. Kembalilah bertugas, biar aku yang mengantar tamu Istana ini." Ucap Jenderal Gong saat melihat kedatangan Ryu dan Istrinya.


" Baik Jenderal." Penjaga gerbang memberi hormat kemudian meninggalkan tempat tersebut.


" Tuan Pendekar, mari aku antar." Jenderal Gong membawa mereka masuk ke dalam.


Di dalam Istana, kini terlihat Kaisar Sun Gozi dan beberapa petinggi Istana sedang melaksanakan pertemuan.


" Maaf mengganggu Yang Mulia Kaisar, hamba telah membawa Pendekar Ryu yang pernah Jenderal Besar ceritakan sebelumnya." Ucap Jenderal Gong sambil menundukkan kepala.


Semua mata pun menatap ke arah Ryu dan Istrinya dengan wajah penasaran, namun mereka tidak berani bersuara.


" Terimakasih sudah datang kemari Pendekar Ryu. Oh, silahkan duduk. " Ucap Kaisar Sun Gozi sambil mempersilahkan.


" Terimakasih Yang Mulia Kaisar." Ryu dan Istrinya memberi hormat kemudian mengambil tempat duduk mereka.


" Yang Mulia Kaisar, kalau boleh tau siapa mereka?" Tanya Perdana Menteri yang masih penasaran saat melihat Kaisar Sun Gozi sangat ramah pada Ryu dan rombongannya.


" Mereka adalah tamu Istimewaku." Kaisar Sun Gozi tersenyum ramah, membuat Perdana Menteri mengangguk mengerti.


" Pendekar Ryu, sepertinya kamu memenuhi janjimu." Sun Kim Ai tiba-tiba muncul mendekati Kaisar Sun Gozi sambil menatap ke arah Ryu.


Sesaat Sun Kim Ai menatap tajam ke arah 23 wanita cantik yang berada di dekat Ryu yang membuatnya memasang wajah masam merasa risih.


Kaisar Sun Gozi yang menyadari tindakan Putrinya, langsung memberi Isyarat kepada petinggi Istana dan Jenderal Gong untuk meninggalkan ruangan tersebut.


Mendapat isyarat tersebut, para Petinggi Istana dan Jenderal Gong langsung mohon pamit meninggalkan ruangan tersebut.


Setelah mereka semua pergi, Kaisar Sun Gozi menghela nafas panjang kemudian menatap ke arah Ryu dengan serius.


" Pendekar Ryu, sebelumnya aku mengucapkan terimakasih atas pemberian darimu yang begitu berharga kepada Kekaisaran ini."


" Sebagai bayarannya aku telah menyiapkan harga yang pantas untukmu." Kaisar Sun Gozi mengeluarkan sebuah peti besar yang berisi Batu Roh dari Cincin Ruang miliknya.


" Maaf Yang Mulia Kaisar. Bukan untuk merendahkan Yang Mulia Kaisar, aku memberikan semuanya dengan cuma-cuma. Aku tidak mengharapkan Imbalan Apapun." Ryu menolak secara halus sambil menundukkan kepala.


" Pendekar Ryu... Sebagai seorang Kaisar, aku tidak bisa menerima pemberian orang dengan cuma-cuma. Namun jika demikian aku sangat berterimakasih padamu." Kaisar Sun Gozi merasa serba salah, karena tidak ingin menyinggung orang yang bersikap dermawan.


Melihat tingkah putrinya, Sun Gozi tersenyum pahit karena dia tidak bisa menolak keinginan putrinya.


Di sisi lain Sun Gozi menganggap bahwa 23 wanita yang bersama Ryu adalah istrinya.


" Pendekar Ryu. Aku sudah mendengar kehebatanmu dari Jenderal Song. Jika berkenan, aku meminta bantuanmu untuk memberantas para perampok yang Kini semakin meresahkan para wargaku jika sedang melewati pinggiran padang rumput.


" Aku juga pernah meminta bantuan dari beberapa Sekte agar bisa saling membantu menumpas para kelompok perampok itu, namun tidak berhasil, karena mereka sangat licik." Kaisar Sun Gozi tersenyum pahit karena wilayah padang rumput tidak sesederhana yang dipikirkan.


Tentu padang rumput yang dimaksud merupakan wilayah yang sangat luas, seluas mata memandang dan seakan tidak bertepi.


" Aku akan melakukannya dengan semampu yang aku bisa Yang Mulia Kaisar." Ryu tidak keberatan karena tujuannya juga mendatangi tempat tersebut.


" Jika Kamu berhasil menumpas para perampok itu, aku akan mengangkat mu menjadi menantuku. Sepertinya putriku menyukaimu." Ucap Kaisar Sun Gozi sambil menatap ke arah putrinya m


" Ayah." Sun Kim Ai kini menunduk malu dengan wajah memerah.


Di sisi lain Xie Xian dan Istri Ryu yang lain hampir saja terbatuk, karena mereka merasa yakin bahwa Ryu tidak berniat untuk memperistri wanita itu.


Meskipun Sun Kim Ai terlihat sangat cantik, namun masih tidak sebanding dengan Istri Ryu yang lain.


Itulah yang ada di pikiran Xie Xian dan Istri Ryu yang lain, meskipun Ryu sendiri tidak berpikiran seperti itu.


" Sebelumnya aku minta maaf Yang Mulia Kaisar. Aku sudah memiliki Istri. Yang Mulia bisa lihat sendiri." Ucap Ryu sambil menoleh ke arah Istrinya.


Karena merasa belum puas, 22 Istri Ryu langsung membuka penutup wajah mereka, lalu memberi isyarat kepada Tan Shuying agar ikut membuka penutup wajahnya.


Menyaksikan apa yang ada di depan mereka, Kaisar Sun Gozi dan Putri Sun Kim Ai menatap 23 wanita yang baru saja membuka penutup wajah dimana tidak celah sedikitpun.


' Apa yang mereka pikirkan?' Ryu membatin sambil menatap ke arah Istrinya.


Putri Sun Kim Ai yang awalnya terlihat malu, kini berubah memasang wajah masam kemudian meninggalkan ruangan tanpa berkata apapun.


Kaisar Sun Gozi juga memasang wajah memerah padam bercampur malu dimana harga dirinya seakan diinjak-injak oleh ucapannya sendiri, namun dia masih mengontrol wibawanya sebagai seorang Kaisar.


" Yang Mulia tenang saja, untuk para bandit aku tetap akan menerima perintah dari Yang Mulia. Untuk hal yang lain itu hanya kita yang tau dan aku tidak akan memperhitungkan. Karena ini menyangkut keamanan para warga." Ryu dengan cepat mengambil tindakan agar Sun Gozi tidak merasa malu atas tindakan Istrinya.


Tentu dengan tindakan 23 Istrinya yang tiba-tiba membuka penutup wajah, seakan meremehkan kecantikan seorang putri Kaisar Sun Gozi.


Setelah mendengar ucapan dari Ryu, kini kemarahan Kaisar Sun Gozi mulai memudar bagaimanapun dia tidak ingin Putrinya harus berbagi Suami.


Apalagi akan ditaruh dimana mukanya jika Putrinya akan menikahi Suami orang lain.


Ditambah lagi dia juga memikirkan kelangsungan para rakyatnya jika terus dihimpit kelompok perampok yang semakin merajalela.


Apalagi berbagai Sekte yang berada di wilayahnya juga seakan tidak mampu menumpas para Bandit karena semakin hari semakin berkembang pesat hingga mampu menyaingi prajurit Kekaisaran Sun.


" Baiklah... Semoga Kamu berhasil. " Kaisar Sun Gozi menghela nafas panjang.


" Kalau begitu, kami pamit undur diri. Untuk kelompok perampok, biarkan kami menyelesaikannya. " Ryu memberi hormat kemudian meninggalkan ruangan tersebut bersama istrinya yang sudah menggunakan penutup wajah.