SANG DEWA AGUNG 2

SANG DEWA AGUNG 2
Ch 330. Serangan Kerajaan Naga Langit


Di sisi lain Raja Naga Langit, kini membuka tutup mulutnya saat melihat tembok yang menjulang tinggi di hadapan mereka.


" Pantas saja mereka memiliki nyali untuk menentang Kerajaan Naga Langit." Gumam Raja Naga Langit yang sudah termakan oleh hasutan Raja Langit Timur.


Namun Raja Naga Langit dan prajurit Kerajaan Naga Langit sama sekali tidak takut sekalipun, karena dengan jumlah mereka yang sekarang, para prajurit berpikir bahwa dengan mudah untuk menghancurkan benteng pertahanan tersebut.


" Yang Mulia Raja... Sepertinya ada sesuatu yang mereka taruh di tempat ini." Salah satu Jenderal Besar merasakan ada yang aneh pada tanah tempat mereka berpijak.


" Sepertinya mereka sudah menyiapkan untuk mengalahkan kita dengan sebuah Formasi. Tapi tenang saja, jumlah kita jauh lebih besar dan kuat." Raja Naga Langit begitu percaya diri, sama sekali tidak menghiraukan Batu Roh yang tertanam di bibir pantai.


Sesaat para Jenderal Besar melanjutkan langkahnya menuju ke arah benteng pertahanan Kekaisaran Han, karena tidak bisa membahayakan mereka.


" Dengarkan semuanya, gunakan Formasi Naga Terbang untuk menerobos masuk benteng pertahanan itu." Raja Naga Langit memberi perintah, sambil menunjuk ke arah benteng pertahanan.


" Baik Yang Mulia Raja." Jawab para prajurit serempak, lalu membentuk barisan militer Formasi Naga Terbang.


" SERANG!!" Seru para prajurit dari Kerajaan Naga Langit, diikuti tekanan energi ke arah pihak lawan.


Ggooooaaarr!


Ggooooaaarr!


Ggooooaaarr!


Raungan demi raungan keras dari prajurit Kerajaan Naga Langit, dimana mereka langsung berubah wujud menjadi Humanoid Naga.


Wuush! Wuush! Wuush!


Para prajurit Kerajaan Naga Langit langsung melesat cepat ke arah benteng pertahanan dengan kecepatan tinggi, hingga dalam hitungan detik para prajurit Kerajaan Naga Langit telah berada di dekat benteng pertahanan.


Traaang! Traaang! Traaang?


Prajurit Awan Hitam yang berbaris rapi di bagian luar benteng pertahanan, kini langsung menyambut kedatangan prajurit Kerajaan Naga Langit dengan mengayunkan pedang golok di tangan mereka.


Di sisi lain Liu Ryu memicingkan matanya, karena perubahan wujud dari para prajurit dari Kerajaan Naga Langit membuat kekuatan mereka berlipat ganda.


Traaang! Traaang! Traaang!


Benturan serangan dari Boneka Bernyawa dengan pasukan dari Kerajaan Naga Langit menciptakan gelombang kejut menyebar ke berbagai arah.


" SEKARANG!" Liu Ryu bersuara dengan lantang.


Buussshh!


Buussshh!


Buussshh!


Seketika berbagai tempat di mana tempat pasukan dari Benua Tengah berada, langsung menghilang dari pandangan dimana langsung berpindah tempat ke Penjara Abadi.


" Apa? Formasi macam apa itu?" Raja Naga Langit dan Para Jenderal Besar membulatkan mata, karena sebagian prajurit mereka menghilang begitu saja.


Kejadian itu terus berulang-ulang, membuat Raja Naga Langit menggertakkan giginya, karena para prajurit bawahannya menghilang begitu saja.


Meskipun sudah banyak yang berpindah tempat ke Penjara Abadi, namun para prajurit dari Kerajaan Naga Langit seakan tidak berkurang sedikitpun karena jumlah mereka benar-benar ingin memusnahkan Benua Timur.


" Formasi Awan Runtuh."


Duaarr! Duaarr! Duaarr!


Bersama dengan prajurit Kekaisaran Atas Awan yang mulai bergerak, kini alam sekitar menjadi gelap diikuti terpaan angin kencang dan sambaran petir, meskipun para prajurit masih berada di benteng pertahanan.


" Tembak!" Liu Ryu bersuara dengan lantang, sambil mengangkat tangannya.


Bboooom!


Bboooom!


Bboooom!


Sedangkan para pasukan yang cukup jauh dari wilayah serangan, kini juga mendapatkan luka ringan hingga luka berat, sesuai dengan jarak serangan.


" Benda apa yang mereka gunakan?" Raja Naga Langit dan para Jenderal memasang wajah serius. Tidak menyangka bahwa Benua Timur memiliki senjata yang sangat kuat dan setara dengan Senjata Roh tingkat Dewa.


Kini ledakan demi ledakan keluar dari meriam peledak, membuat lautan pasukan dari Benua Tengah tidak berkutik.


Raja Naga Langit yang awalnya sangat yakin bisa menghancurkan benteng pertahanan tersebut dengan mudah, kini kembali mengatur rencana agar prajurit mereka tidak berjatuhan.


" Hancurkan benteng pertahanan itu!" Teriak salah satu Jenderal yang memimpin pasukan tersebut.


Para Jenderal yang lain juga ikut membantu para prajurit untuk menerobos masuk ke dalam benteng pertahanan.


Di sisi lain ledakan demi ledakan dari meriam peledak, seakan tidak mampu menghalau lautan prajurit, meskipun sudah banyak membunuh para prajurit dari Kerajaan Naga Langit.


" Begitupun dengan Formasi Ruang Waktu yang menarik para prajurit dari Kerajaan Naga Langit ke Penjara Abadi, seakan tidak mampu membendung banyaknya prajurit dari Kerajaan Naga Langit.


" Gunakan Formasi Dewa Naga." Teriak Raja Naga Langit, memberi perintah.


" Baik Yang Mulia Raja." Para Jenderal Besar kembali memberi isyarat kepada para prajurit untuk membentuk barisan Formasi Dewa Naga.


Ggooooaaarr!


Ggooooaaarr!


Ggooooaaarr!


Ratusan bayangan naga raksasa meliuk-liuk di udara, seakan melindungi para prajurit dari Kerajaan Naga Langit, agar tidak terkena dampak serangan meriam peledak.


Bboooom!


Bboooom!


Bboooom!


Benturan keras dari serangan meriam peledak bersarang pada bayangan naga raksasa, dimana naga raksasa seakan menyerap serangan tersebut.


" Yang Mulia Kaisar, bagaimana ini?" Tanya Tou Shuijing saat melihat serangan meriam peledak sudah tidak berfungsi.


" Terus gunakan meriam peledak. Arahkan pada prajurit yang sedang membentuk Formasi Militer itu." Liu Ryu tidak mempermasalahkan seberapa banyak Batu Roh yang dikeluarkan, karena Liu Ryu merasa yakin bahwa bayangan naga raksasa itu tidak bisa menyerang balik, karena harus melindungi para prajurit.


" Baik Yang Mulia Kaisar." Jawab Tou Shuijing, lalu memberi isyarat kepada para prajurit untuk terus menggunakan meriam peledak.


Bboooom! Bboooom! Bboooom!


Benturan keras dari meriam peledak terus menggema, hingga wilayah sekitar bergetar hebat.


" Ganti dengan yang lain." Liu Ryu kembali memberi perintah, saat melihat prajurit yang bertugas untuk menggunakan meriam peledak sudah kelelahan.


Saat itu juga para prajurit yang lain menggantikan posisi rekannya untuk menyalurkan Qi pada meriam peledak.


Sementara para prajurit yang sudah kehabisan tenaga, harus mundur dari barisan untuk memulihkan diri.


Di pihak musuh juga tidak dalam keadaan baik-baik. Jika terus menahan serangan dari meriam peledak, maka mereka akan kehabisan tenaga.


Bahkan para prajurit yang ingin menggunakan bayangan naga raksasa untuk menghancurkan benteng pertahanan tersebut, kini memasang wajah masam karena dari pihak lawan tidak memberikan kesempatan kepada mereka untuk melakukan serangan balik.


Raja Naga Langit yang menyaksikan kejadian tersebut, kini mengepalkan kedua tangannya ingin sekali melesat ke arah benteng pertahanan.


Namun Raja Naga Langit mengurungkan niatnya, meskipun dia bisa menerobos masuk ke benteng pertahanan, tapi sama saja dengan mengantar nyawa karena dia pasti akan dikeroyok.


Jika saja para prajurit dari Kerajaan Naga Langit bisa mendekati benteng pertahanan, maka saat itu juga Raja Naga Langit akan menghancurkan benteng pertahanan, karena pasukan dari pihak lawan akan disibukan dengan bawahannya.