
Sesaat Liu Ryu tersenyum lebar karena dia ingin mencoba teknik baru yang dia pelajari sebelumnya.
" Suamiku, mereka terlalu banyak." Liu Yunxia terlihat khawatir karena kekuatan naga hijau tidak bisa dianggap enteng.
Apalagi dengan jumlah mereka yang selalu berdatangan, dapat dipastikan jumlah mereka lebih dari seratus ekor.
" Istriku, kamu harus membiasakan diri untuk bertarung." Liu Ryu menepuk pundak Liu Yunxia, karena wanita itu belum berpengalaman dalam bertarung, meskipun tingkat Kultivasinya lebih tinggi dari Dewi Arinia dan Elena.
Liu Ryu menatap ke sebuah arah, dimana dia dapat merasakan bahwa ada sosok yang sedang berdiam diri karena ukurannya sangat besar.
" Kalian para cacing semuanya, kumpulkan diri kalian sebanyak mungkin, karena aku tidak ingin membuang waktu." Ucap Liu Ryu dengan nada tinggi, membuat para naga hijau terlihat geram.
" Sialan.... Siapa yang kamu bilang cacing" Salah satu naga hijau terlihat geram langsung melesat ke arah Liu Ryu bersama belasan naga hijau yang lain.
Liu Ryu tersenyum lebar, sambil menyalurkan Qi pada telapak tangannya, lalu mengarahkan ke depan.
" Naga Kehampaan, Tembakan Kehampaan."
Ccuuumbb!
Ccuuumbb!
Ccuuumbb!
Qi unsur Kehampaan membentuk laser menembak lurus ke arah belasan naga hijau yang terbang ke arah Liu Ryu.
Blaaar! Blaaar! Blaaar!
Qi unsur Kehampaan meledak saat bersarang di kepala belasan naga hijau, membuat kepala mereka hancur menjadi kabut darah.
" Kekuatan macam apa itu?" Salah satu naga hijau mundur ke belakang, sambil memasang sikap waspada.
Melihat kejadian tersebut, Dewi Arinia dan Elena langsung maju ke depan, lalu berdiri di samping Liu Ryu.
" Suamiku, kamu jangan merusak tubuh mereka, aku ingin menikmati panggang daging naga." Ucap Dewi Arinia yang sengaja memprovokasi para naga hijau.
" Benar suamiku. Sepertinya daging naga sangat cocok untuk hidangan kita nanti." Elena juga ikut menimpal.
Di sisi lain, semua naga hijau yang mendengar perkataan dari kedua wanita itu, kini mengumpat dalam hati karena menganggap remeh kemampuan mereka.
" Meskipun kalian sangat kuat, tapi apa kalian mampu menghadapi kami yang memiliki jumlah besar?" Tanya salah satu naga hijau, sambil menatap ke arah Liu Ryu dengan tatapan dingin.
Naga hijau yang memiliki ukuran paling besar itupun memberi Isyarat kepada rekannya, untuk menghadang Liu Ryu dan ketiga istrinya.
" Ini kesempatanku untuk menggunakan teknik itu." Gumam Liu Ryu, lalu melesat ke arah gerombolan naga hijau yang memiliki ukuran besar.
Ggooooaaarr!
Ggooooaaarr!
Ggooooaaarr!
Raungan keras dari naga hijau di berbagai tempat, menciptakan pusaran angin keluar dari mulut mereka masing-masing, menuju ke arah Liu Ryu dan ketiga istrinya.
" Naga Kehampaan, Badai Kehampaan."
Liu Ryu menciptakan angin tornado yang tercipta dari Qi unsur Kehampaan setinggi 50 meter dari permukaan tanah.
Blaaar! Blaaar! Blaaar!
Benturan serangan angin tornado dari kedua belah pihak, menciptakan bencana alam di sekitar mereka, dimana pepohonan di pulau itu langsung bertumbangan.
Bboooom!
Ledakan energi menyebar ke berbagai arah, membuat air laut terangkat hingga membentuk gelombang air pasang menjauhi pulau.
" Gabungkan kekuatan kita!" Salah satu naga hijau yang memiliki ukuran yang, langsung memberi perintah kepada bawahannya.
Wuush! Wuush! Wuush!
Satu-persatu naga hijau menyemburkan bola api hingga mengarah kepada Liu Ryu dan ketiga istrinya.
Liu Ryu juga tidak tinggal diam, langsung merentangkan kedua tangannya, hingga beberapa saat kembali menyatukan kedua telapak tangannya.
" Naga Kehampaan, Pelahap Kekosongan."
Buussshh!
Sebuah lingkaran cahaya berbentuk cincin, melesat ke arah bola api yang mengarah kepada Liu Ryu.
Buussshh!
Sebuah pusaran energi dari cincin cahaya berwarna keemasan, menghisap semua bola api dari ratusan para naga hijau.
Seketika, ratusan bola api menghilang dari pandangan, dimana cincin raksasa melahap habis semua bola api.
" Bagaimana mungkin? Kenapa sihir yang dia gunakan bisa menghisap serangan kita? Para naga hijau seakan tidak percaya jika sihir yang mereka gunakan bisa menghilang begitu saja.
Tentu Liu Ryu ingin membunuh para naga hijau sebanyak mungkin, karena ketiga Istrinya tidak akan mampu melawan mereka.
Terlebih Liu Ryu merasakan ada kekuatan besar yang sedang bersembunyi dibalik pulau, sehingga dia membereskan semua naga hijau itu terlebih dulu.
Belum berhenti dengan keterkejutan mereka, Liu Ryu mengeluarkan Qi dalam jumlah besar, lalu merentangkan kedua tangannya.
" Naga Kehampaan, Pemecah Kekosongan."
Sriiiiiing! Sriiiingg! Sriiiingg!
Sebuah jaring berbentuk persegi, muncul di tengah-tengah para naga hijau dengan luas 50 meter persegi.
Craaakk! Craaakk! Craaakk!
Belum memahami situasi tersebut, kini gerombolan naga hijau yang berada di wilayah teknik yang Liu Ryu gunakan, langsung terpotong atau terbelah saat tubuh mereka menyentuh jaring persegi yang tercipta dari Qi unsur Kehampaan.
Meskipun tidak ada ledakan atau tekanan energi, namun teknik Pemecah Kekosongan layaknya benda logam yang memiliki ketajaman tingkat tinggi.
Tentu untuk menggunakan teknik itu, Liu Ryu membutuhkan Qi dalam jumlah besar, karena teknik itu melebihi teknik Kehampaan.
Melihat rekan mereka yang sudah menjadi potongan daging, para naga hijau yang tersisa, kini langsung terbang untuk menjauhi Liu Ryu.
" Kejar mereka! Jangan sampai makanan kita ada yang melarikan diri." Elena yang menyaksikan kejadian tersebut, langsung melesat ke arah naga hijau yang melesat ke berbagai arah untuk melarikan diri.
" Aku sangat penasaran dengan daging naga panggang." Ucap Liu Yunxia, langsung melesat ke arah yang lain untuk membunuh para naga hijau.
Begitupun dengan Dewi Arinia, juga tidak ingin ketinggalan bagian, langsung melesat ke arah lain untuk membunuh mereka.
" Sialan... Siapa sebenarnya yang menjadi puncak rantai makanan."
Para naga hijau yang tersisa, mengumpat dalam hati, karena ketiga wanita itu menganggap mereka sebagai hidangan yang lezat.
Di sisi lain, Liu Ryu tidak ingin mengejar mereka, karena tenaga para naga hijau sudah banyak terkuras saat bertarung sebelumnya.
" Kamu jangan terus bersembunyi! Apa tujuanmu menghalangi perjalanan kami?" Tanya Liu Ryu, sambil menatap ke arah hutan yang terdapat sebuah gunung.
Tidak lama kemudian, pulau itupun bergetar hebat hingga naik ke atas udara, dimana pulau kecil itu adalah sosok dewa pulau yang berwujud naga.
Beruntung ketiga Istri Liu Ryu sudah keluar dari pulau kecil untuk mengejar para naga hijau yang kembali masuk ke dalam lautan, sehingga mereka tidak mengetahui apa yang terjadi pada pulau kecil.
" Nyalimu cukup tinggi Dewa Agung. Bahkan kamu tidak segan membunuh keturunanku." Terdengar suara menggema dari pulau, yang sebenarnya adalah kepala dewa pulau.
Liu Ryu berpindah tempat ke atas udara, sambil menatap ke arah pulau kecil tempat pijakan mereka sebelumnya, dimana terlihat sepasang mata raksasa berwarna merah darah sedang menatapnya.
Meskipun Liu Ryu memiliki ukuran kecil, ibarat semut dan gajah, namun Liu Ryu sama sekali tidak gentar sedikitpun untuk berhadapan dengan sosok raksasa itu.