SANG DEWA AGUNG 2

SANG DEWA AGUNG 2
Ch 241. Chi Leng


Tanpa diberitahu, ketiga pria paruh baya langsung memberi hormat kepada Liu Ryu, karena jiwa mereka sudah terhubung dengan darah Liu Ryu.


Seorang yang menjadi budak bisa terjadi karena berbagai alasan. Diantaranya karena terlilit hutang, kalah dalam peperangan, kalah berjudi ataupun hal lainnya.


Namun jika budak tersebut mampu membayar hutang, atau menyelesaikan tugas seperti yang tertulis pada kertas yang berisi Formasi, maka dia akan terbebas.


" Kalian bertiga, bawa kami melihat kota ini." Liu Ryu memberi perintah kepada ketiga kusir tersebut.


" Baik tuan muda." Jawab mereka serempak, lalu naik ke kereta tempat kusir.


Liu Ryu dan Istrinya pun langsung masuk ke dalam Kereta yang diberi bendera Assosiasi Senjata.


Liu Ryu, Tai Bai dan Tai Lung berada di dalam kereta yang pertama, sedangkan Su Yueyue dan yang lain berada di dua kereta lainnya.


Layaknya para prajurit, Pasukan Semesta membuka jalan agar ketiga kereta bisa melewati kerumunan warga, meskipun terlihat arogan.


" Berikan jalan kepada tuan muda Ryu!" Tou Shuijing dan Jiu Tou She yang berada di barisan depan untuk menyingkirkan kerumunan warga.


Tentu hal itu menjadi bahan perhatian dari para warga, karena nama itu begitu asing di telinga mereka.


Saat melihat bendera Assosiasi Senjata, para Kultivator yang berada di tempat itu juga merasa heran karena sebelumnya tidak pernah mendengar tentang Assosiasi Senjata.


Dalam hati Liu Ryu, tidak ingin melakukan hal itu. Namun untuk meyakinkan para warga, dia harus menyingkirkan perasaannya.


" Saudara, apa kalian pernah mendengar Assosiasi Senjata?"


" Tidak! Mungkin saja Assosiasi Senjata datang dari Benua lain."


" Lihat! Saudagar itu memiliki tujuh Istri yang sangat cantik. Itu membuktikan bahwa dia benar-benar sangat kaya."


" Kalian lihat sendiri para pengawalnya begitu banyak. Hanya Bangsawan besar yang bisa melakukannya."


Sebuah diskusi yang terdengar dari mulut para Kultivator, ataupun warga biasa, dimana semua mata tertuju pada Liu Ryu dan Istrinya.


Meskipun hanya warga biasa, namun Liu Ryu dapat merasakan bahwa tingkat Kultivasi mereka rata-rata mencapai Pendekar Surgawi, bahkan Pendekar Semesta.


Liu Ryu yang merasakan hal itu hampir muntah darah, karena di dunia yang lain untuk mencapai Pendekar Surgawi bukanlah perkara mudah.


" Suamiku, untuk semua Benua di Dunia Tiantang ini tidak ada hutan yang bebas." Tai Bai menjelaskan bahwa semua hutan pasti ada pemiliknya.


Dunia Tiantang itu sendiri tidak ada satupun Sekte, karena semua langsung dibawah kekuasaan Klan, Kerajaan ataupun Kekaisaran.


Bagi warga biasa yang tinggal di wilayah Klan, Kerajaan, ataupun Kekaisaran akan dikenakan pajak agar mereka tetap tinggal.


Begitupun dengan hutan di wilayah masing-masing, tidak diizinkan untuk berburu kecuali dari Klan penguasa wilayah itu sendiri.


" Apa wilayah itu sendiri bisa dibeli?" Tanya Liu Ryu.


" Tentu saja bisa suamiku. Hanya saja itu jarang terjadi, karena hutan adalah aset untuk mengembangkan wilayah mereka masingmasing." Jawab Tai Bai.


" Kecuali dimenangkan dalam peperangan. Wilayah itu akan mutlak menjadi milik yang menang." Tai Lung juga menjelaskan bahwa di setiap wilayah pasti ada pergesekan antar Klan, Kerajaan ataupun Kekaisaran untuk memperluas wilayah kekuasaannya.


Namun itu sangat jarang terjadi, karena saat terjadi peperangan maka penguasa yang lain pasti akan mengambil keuntungan.


Sangatlah lazim karena saat terjadi peperangan, pihak yang menang juga akan banyak mengalami kerugian. Baik itu dari jumlah pasukan, ataupun harta benda.


" Kalau begitu, kita harus menguasai Kota Lanshui ini." Liu Ryu tersenyum lebar, sambil memikirkan cara untuk menguasai wilayah tersebut melalui jalur bisnis.


Kebetulan bangunan besar yang berada di tengah kota Lanshui adalah milik Klan Chi, sehingga Liu Ryu bisa menjalankan bisnis dengan lancar.


Dari semua keterangan ketujuh Istrinya yang sangat akurat mengenai Kekaisaran Han, membuat Liu Ryu sangat senang.


Tentu mereka mengetahuinya, karena mereka sudah hidup selama jutaan tahun.


" Suamiku, cara yang paling cepat untuk menguasai wilayah ini, yaitu bertaruh di Daxue." Ucap Tai Lung.


Daxue itu sendiri adalah tempat para Kultivator untuk bertarung bebas, dimana para Bangsawan besar ataupun Kekaisaran bisa bertaruh dengan berbagai macam harta.


Bahkan di setiap benua, semuanya memiliki Daxue agar para Kultivator bisa menjajal kemampuannya.


" Sepertinya akan lebih mudah." Ucap Liu Ryu, sambil melirik ke arah Tou Shuijing, Jiu Tou She dan Pasukan Semesta.


Saat mereka sedang berbincang, kini ketiga kusir menghentikan kereta, karena mereka sudah berada di depan sebuah bangunan besar.


" Tuan muda, kita sudah sampai." Ucap Tou Shuijing.


" Mmmm." Liu Ryu mengangguk, lalu turun dari kereta.


Saat Liu Ryu dan Istrinya sedang berjalan mendekati bangunan tersebut, kini muncul beberapa sosok yang menghampiri mereka.


" Salam tuan muda. Jika boleh tau, apa tujuan anda kesini?" Tanya salah satu sosok yang berada di tempat tersebut.


Tentu mereka memasang sikap hormat, karena dilihat dari jenis pakaian dan kereta yang digunakan begitu sangat mahal.


" Aku ingin bertemu dengan pemilik bangunan ini." Ucap Liu Ryu, sambil menatap ke arah mereka.


Sesaat beberapa sosok tersebut saling berpandangan, lalu menoleh ke arah Liu Ryu dan Istrinya.


" Kebetulan saya adalah pemilik bangunan ini. Perkenalkan nama saya Chi Leng. Jika boleh tau, siapa nama tuan muda?" Tanya Chi Leng.


" Perkenalkan namaku Liu Ryu, pemilik Assosiasi Senjata. Aku datang kesini untuk menjalin kerjasama." Liu Ryu langsung mengutarakan tujuannya.


Mendengar ucapan tersebut, Chi Leng sangat senang karena beberapa hari sebelumnya mereka banyak mengeluarkan Batu Roh untuk melindungi kota Lanshui saat merasakan adanya sepuluh portal dimensi sedang terbuka.


Tidak hanya Kota Lanshui, namun di semua wilayah banyak mengalami kerugian besar akibat merasakan adanya bahaya , dari sepuluh portal dimensi.


" Baiklah tuan muda, kalau begitu kita bisa bicarakan didalam." Chi Leng dengan cepat mengambil tindakan, karena dia tidak akan membiarkan harta lewat begitu saja.


Dengan sebuah anggukan, Liu Ryu dan tujuh Istrinya berjalan mengikuti Chi Leng dan bawahannya menuju bangunan tersebut.


Meskipun Chi Leng menyembunyikan wajahnya yang sangat senang, namun Liu Ryu bisa melihat dengan jelas.


Di dalam bangunan tersebut terdapat berbagai jenis kain yang akan mereka jual. Juga banyak sekali para pelayan.


Chi Leng meminta kepada beberapa pelayan untuk menyediakan berbagai hidangan kepada Liu Ryu dan tujuh Istrinya, karena mereka menganggap bahwa Liu Ryu sangat kaya.


" Tuan muda Ryu... Tempat ini sangat strategis untuk menjalankan bisnis. Jika boleh tau, kerjasama seperti apa yang tuan muda tawarkan?" Tanya Chi Leng.


Sesaat Liu Ryu mengingat raut wajah beberapa pengawal dan para pelayan yang berpapasan dengannya saat menuju ke ruangan tersebut.


Liu Ryu dapat memperkirakan bahwa toko pakaian tersebut sedang mengalami masalah.