
Saat berada di Istana Kristal, Liu Ryu meminta kepada Shang Wushuang dan 73 saudarinya untuk meningkatkan Kultivasi.
" Dengan begini, Dunia Quzhu akan kembali seperti semula." Ucap Liu Ryu, lalu mengibaskan tangannya hingga kecepatan waktu di Dunia Quzhu bisa digunakan lagi.
" Jadi kecepatan waktu disini selama satu tahun setara dengan satu hari pada waktu yang sebenarnya." Gumam Shang Wushuang, sambil memperhatikan keadaan sekitar.
" Ya... Aku harap agar kalian bisa cepat menyusul kami." Ucap Xin Chie.
*******
Pada keesokan harinya Liu Ryu dan Istrinya kembali ke penginapan yang ada di kota perbatasan untuk mengambil kuda mereka.
Sedangkan Shang Wushuang dan 73 saudarinya harus tinggal di Dunia Quzhu untuk Berkultivasi.
" Suamiku, menurut peta yang diberikan oleh Jiang Bu, wilayah Kerajaan Jiang tidak jauh dari tempat ini." Ucap Jiang Caiping, saat mereka sudah berada di luar kota perbatasan.
Jiang Caiping langsung memberikan sebuah peta milik Kerajaan Jiang kepada suaminya.
" Jadi begitu?" Ucap Liu Ryu, sambil menatap ke arah peta tersebut.
" Wilayahnya cukup luas, jika dilihat dari peta ini, Wilayah Kekaisaran Atas Awan tidak jauh dari wilayah peninggalan Kerajaan Jiang." Jiang Caiping langsung menuntun mereka menuju ke sebuah arah dimana tempat pernah berdirinya Kerajaan Jiang.
Setelah melakukan perjalanan cukup jauh,. kini mereka sudah berada di dekat tembok besar perbatasan Kekaisaran Han dan Kekaisaran Taiyang.
" Sepertinya Kekaisaran Han dan Kekaisaran Taiyang membagi wilayah ini menjadi kekuasaan mereka." Liu Ryu menghela nafas berat, sambil menatap ke arah tembok yang menjulang tinggi.
" Istriku, aku akan berjanji akan merebut kembali tanah peninggalan leluhur kalian." Liu Ryu berniat untuk merebut kembali wilayah Kerajaan Jiang dengan cara berpolitik ataupun berperang dengan dua Kekaisaran.
" Suamiku, itu terlalu berbahaya. Meskipun aku tidak rela jika tanah leluhur kami direbut oleh orang lain." Meskipun Jiang Caiping sangat menginginkan tanah leluhur mereka kembali, namun itu bukanlah perkara mudah.
" Kamu tenang saja! Sekarang kita kembali ke Istana Kekaisaran Atas Awan untuk mengatur rencana selanjutnya." Ucap Liu Ryu, lalu mengarahkan Artefak teleportasi kedepan.
Sesaat muncul cincin raksasa, dimana Liu Ryu dan Istrinya langsung masuk ke dalam portal teleportasi tersebut.
Saat berada di Istana Kekaisaran Atas Awan, Liu Ryu dan Istrinya langsung disambut oleh kelima Jenderal Besar juga beberapa jenderal yang lain.
" Salam Yang Mulia Kaisar, salam Yang Mulia Permaisuri, salam Yang Mulia Ratu." Sambut mereka serempak.
" Mmmm... Sudah waktunya kita membuka Kekaisaran Atas Awan untuk umum. Heilong, Li Chun... Aku perintahkan kepada kalian untuk membuka pelabuhan tiga hari lagi." Liu Ryu memberi perintah kepada mereka.
" Baik Yang Mulia Kaisar." Jawab mereka serempak.
" Shuijing... Aku minta kepadamu untuk membuka pintu gerbang di selatan yang berbatasan dengan Kekaisaran Taiyang." Liu Ryu memberi perintah.
" Baik Yang Mulia Kaisar." Jawab Tou Shuijing, lalu pergi ke gerbang perbatasan wilayah selatan.
" Jiu... Kamu aku beri tugas untuk membuka pintu gerbang utara yang berbatasan dengan Kekaisaran Han." Perintah Liu Ryu.
" Baik Yang Mulia Kaisar." Jawab Jiu Tou She, lalu meninggalkan tempat tersebut, menuju perbatasan utara.
" Ingatlah, katakan kepada siapapun yang ingin tinggal di wilayah Kekaisaran Atas Awan akan diberikan tempat tinggal secara cuma-cuma." Ucap Liu Ryu.
" Baik Yang Mulia Kaisar." Zi Mayi dan para Jenderal yang lain langsung meninggalkan tempat tersebut.
Setelah mereka pergi, Liu Ryu dan Istrinya menaruh beberapa kristal energi di dalam danau dibawah kaki gunung tempat berdirinya Istana Kekaisaran Atas Awan.
" Dengan begini, Sumberdaya di tempat ini akan tumbuh lebih cepat." Liu Ryu tersenyum puas dengan hasil jarahan mereka sebelumnya.
*******
Satu bulan telah berlalu, kini para warga mulai berdatangan ke wilayah Kekaisaran Atas Awan, dimana mereka rata-rata dari kalangan biasa dan para bangsawan kecil.
Hal itu tentu membuat mereka sangat senang dan bersemangat karena bangunan baru yang disediakan sangat layak dijadikan tempat tinggal.
Para prajurit Kekaisaran Atas Awan juga mengatur tempat tinggal para warga dengan baik, sehingga bisa teratur.
Bahkan para pedagang dan bangsawan juga berdatangan dari berbagai benua, karena kota pelabuhan yang berada di Kekaisaran Atas Awan sangatlah megah.
Begitupun dengan Assosiasi Senjata, semuanya dipindahkan ke wilayah Kekaisaran Atas Awan, sehingga bagi para Kultivator yang ingin membeli senjata, harus pergi ke wilayah Kekaisaran Atas Awan.
" Istriku, bagaimana dengan ikan yang kita berikan kepada Kerajaan Gu? Tanya Liu Ryu yang kini Kekaisaran Gu berubah menjadi Kerajaan Gu untuk sementara waktu.
" Para prajurit juga sudah membawa ikan ke Kerajaan Gu untuk dijual." Gu Chuyin menjelaskan bahwa Kerajaan Gu juga semakin pesat, berkat ikan yang mereka berikan seakan tidak ada habisnya.
Kerajaan Gu juga menjalin hubungan dengan beberapa pedagang untuk menjual hasil ikan yang ada di danau tersebut demi kelancaran perkembangan wilayah Kekaisaran Atas Awan.
Para Pedagang merasa sangat senang atas kerja sama tersebut, dimana mereka tidak lagi harus mengumpulkan Ikan dari berbagai tempat karena pihak Kerajaan Gu memberikan mereka tempat untuk mengambilnya di berbagai kota wilayah Kerajaan Gu.
" Bagaimana dengan Assosiasi Senjata?" Tanya Liu Ryu kepada Jiang Caiping yang mengatasnamakan Kerajaan Jiang dalam pembuatan senjata.
" Beberapa Klan juga sudah banyak menjalin kerjasama dengan pihak Kerajaan Jiang. Semuanya sudah berjalan lancar." Jawab Jiang Caiping yang diberikan kepercayaan untuk mengelola Assosiasi Senjata.
Tentu Liu Ryu mengatur semuanya dengan baik, agar Kerajaan dibawah kekuasaan Kekaisaran Atas Awan bisa lebih cepat berkembang.
Untuk Kerajaan Qing, Liu Ryu memfokuskan kepada rakyatnya untuk berkembang dalam segi pertanian, agar semua saling berhubungan.
" Suamiku, untuk jumlah kain sutra langit, sudah banyak para pedagang yang memesannya dalam skala besar." Shen Yexia menjelaskan bahwa Kerajaan Shen yang kebetulan pandai dalam menenun kain, sehingga kepompong ulat sutra langit diberikan kepada mereka.
Dengan adanya tawaran dari Istana Kekaisaran Atas Awan, banyak sekali para warga mulai berdatangan ke wilayah Kekaisaran Atas Awan untuk menjalani kehidupan baru.
Terlebih pihak Istana Kekaisaran Atas Awan tidak memungut pajak sepersen pun selama tiga tahun, sehingga itu adalah kesempatan terbaik bagi para warga untuk merubah hidupnya.
Begitupun dengan Kerajaan Song dan Kerajaan Sin, juga mengembangkan masalah pertanian, juga ikut serta dalam transaksi berbagai macam kebutuhan hidup sehari-hari.
" Suamiku, untuk 30 Jenderal juga kami tempatkan di 30 kota wilayah Kekaisaran Atas Awan agar bisa mengelola tempat mereka masing-masing." Xie Hua mengangkat beberapa Jenderal untuk menjadi Walikota di kota yang mereka sediakan.
Sedangkan Nan Sian lebih memfokuskan untuk menciptakan beberapa taman bunga di Ibukota Kekaisaran Atas Awan, namun untuk Istana Kekaisaran Atas Awan juga dijaga ketat oleh para prajurit yang berasal dari pasukan Semesta.