SANG DEWA AGUNG 2

SANG DEWA AGUNG 2
Ch 259. Rumah Sumberdaya


Sambil mengirimkan pesan jiwa kepada Istrinya untuk melepaskan para tawanan,Liu Ryu berjalan mendekati pintu tersebut yang diberi sebuah Formasi.


" Formasi yang cukup bagus. Tapi sayangnya tidak berlaku untukku." Bersamaan dengan ucapannya Liu Ryu mengalirkan Qi dalam jumlah besar pada telapak tangannya.


Zzzrrrttt!


Elemen Kehampaan menyelimuti kepalan tangannya, dimana Liu Ryu langsung mengarahkan kepalan tangannya pada pintu tersebut.


Bboooom!


Pintu tersebut hancur berkeping-keping dimana terdapat ruangan yang lain tempat menaruh harta dan Sumberdaya.


" Cukup memuaskan." Gumam Liu Ryu, lalu mengambil Sumberdaya yang berada di tempat tersebut tanpa menyisakan sedikitpun.


Setelah itu Liu Ryu keluar dari ruangan tersebut, kembali ke ruangan tempat para tahanan.


Di ruangan tersebut terdapat Sheng Zhishu dan Istri Liu Ryu yang lain, yang sedang membebaskan para tawanan.


" Aku tunggu diluar saja." Ucap Liu Ryu sambil melanjutkan langkahnya.


Tanpa menjawab apapun Sheng Zhishu dan yang lain hanya mengangguk lalu melanjutkan pekerjaan mereka untuk melepaskan tahanan.


Di depan reruntuhan bangunan, Liu Ryu membersihkan tumpukan mayat tersebut ke Dunia Quzhu, agar tidak menambah rasa takut dari para tawanan.


Selesai mengumpulkan mayat tersebut, Liu Ryu kembali ke tempat mereka menaruh kudanya sambil menunggu kedatangan Istrinya.


Tidak lama kemudian Sheng Zhishu dan yang lain datang ke tempat tersebut, dimana para tawanan sudah mereka suruh untuk pergi ke kota terdekat.


" Suamiku, kami sudah melakukan tugas kami." Ucap Sheng Zhishu, sambil berjalan mendekati kudanya.


" Bagaimana dengan para tawanan?" Tanya Liu Ryu.


" Kami sudah memberikan Batu Roh kepada mereka, agar bisa memenuhi kebutuhan hidup mereka." Ucap Huli Yue yang juga langsung naik ke punggung kudanya diikuti yang lain.


" Suamiku, ada empat lagi markas para perampok yang tersebar ke beberapa kota kecil. Apa kita langsung kesana?" Tanya Qin Shuomei yang sudah mengetahui letak markas besar para perampok.


Sesaat Liu Ryu berpikir jika merekalah yang memberantas para perampok, maka itu tidak terlalu sulit bagi mereka.


Namun jika dipikir lagi, Sumberdaya yang berhasil dirampas oleh para perampok, sangatlah banyak.


Tentu para perampok banyak menyimpan harta dan Sumberdaya, karena mereka sudah lama beroperasi dan tentu target mereka adalah para bangsawan dan para pedagang yang memiliki banyak harta dan Sumberdaya.


" Sebaiknya kita ke kota terdekat terlebih dulu untuk membeli Sumberdaya sebanyak mungkin. Setelah itu kita lanjutkan perjalanan."


Liu Ryu tidak ingin melewatkan kesempatan tersebut untuk mengumpulkan Sumberdaya dari setiap kota yang mereka singgahi.


" Baiklah! Aku pikir perjalanan kita tidak perlu terburu-buru. Dengan Lencana Istimewa dari pihak Istana Kekaisaran Han, kita memiliki peluang untuk menjelajahi berbagai tempat."


Xie Xian memanfaatkan kepercayaan Kekaisaran Han agar mereka bisa mengakses berbagai tempat di wilayah Kekaisaran Han.


Mendengar ucapan tersebut, Liu Ryu mengangguk setuju, lalu melanjutkan perjalanan menuju ke kota terdekat.


Saat memasuki sebuah kota kecil, Liu Ryu dan Istrinya tidak mendapatkan hambatan apapun, karena Lencana dan surat bertinta emas dari Kekaisaran Han, membuat para penjaga gerbang berkeringat dingin dan mempersilahkan mereka untuk masuk.


" Kami hanya memerlukan Sumberdaya. Setelah itu kami akan kembali melanjutkan perjalanan." Ucap Liu Ryu, sambil mengendalikan kudanya agar berjalan dengan santai.


" Baiklah tuan Pendekar. Kami akan mengantarkan kalian ke Rumah Sumberdaya." Ucap kedua penjaga gerbang, lalu membawa mereka ke arah Rumah Sumberdaya.


Saat berada di depan Rumah Sumberdaya, Liu Ryu turun dari kudanya,.lalu masuk ke dalam, dimana beberapa sosok langsung meningkatkan kewaspadaan karena Liu Ryu dan Istrinya menggunakan topeng.


" Kalian semua harap tenang! Mereka adalah utusan dari Istana Kekaisaran Han." Ucap penjaga gerbang yang mengawal mereka, agar tidak menimbulkan keributan.


Mendengar ucapan tersebut para pengunjung di Rumah Sumberdaya bernafas lega, meskipun merasa sedikit ketakutan karena penampilan rombongan tersebut.


" Pelayan... Aku ingin bertemu dengan manager kalian." Ucap Liu Ryu sambil menunjukkan Lencana Kekaisaran Han.


" Ba... Baik tuan Pendekar." Pelayan tersebut tidak berani menolak, karena rombongan tersebut memiliki latar belakang yang kuat.


Pelayan itupun membawa Liu Ryu menuju ke ruangan manager, sedangkan Sheng Zhishu dan yang lain hanya menunggu di lantai dasar Rumah Sumberdaya.


" Pelayan... Siapa yang kamu bawa? Dan kenapa dia menggunakan pakaian seperti itu?" Tanya sosok pria yang merupakan manajer Rumah Sumberdaya di kota tersebut.


Tentu manager tersebut merasa kesal karena pelayannya membawa orang sembarangan di ruang pribadinya.


" Tuan manager... Aku yang memintanya untuk menemui mu." Ucap Liu Ryu sambil melemparkan sebuah Lencana Kekaisaran Han kepada manajer Rumah Sumberdaya.


Melihat Lencana tersebut, manager Rumah Sumberdaya merasa sesak nafas, dengan buru-buru memperbaiki sikap lalu menundukkan kepalanya.


" Maafkan hamba tuan Pendekar. Mata hamba telah buta, tidak mengenal tuan Pendekar." Ucap manager, sambil menyeka keringatnya dengan wajah pucat seperti kapas.


" Tidak perlu seperti itu. Wajar saja anda seperti itu, karena penampilan yang aku gunakan." Liu Ryu tidak mempermasalahkan hal itu, karena dia sendiri merasa aneh jika menggunakan topeng di tempat umum.


" Tujuanku kesini hanya untuk membeli Sumberdaya sebanyak yang Rumah Sumberdaya sediakan." Liu Ryu melanjutkan pembicaraan,. lalu memberikan sebuah Cincin yang berisi tumpukan Batu Roh.


" Tuan Pendekar... Ini..." Manager tersebut membulatkan mata, karena Batu Roh sebanyak itu jauh lebih banyak dari nilai semua Sumberdaya yang mereka jual.


" Sisanya kalian boleh ambil." Liu Ryu tidak mempermasalahkan Batu Roh sebanyak itu,. karena semuanya hasil jarahan dari markas perampok yang mereka hancurkan.


Namun bagi manajer Rumah Sumberdaya, tidak ingin mengambil keuntungan tanpa nilai yang sepadan, sehingga dia meminta kepada Liu Ryu untuk bermalam selama satu hari agar mereka menyiapkan Sumberdaya sesuai dengan jumlah Batu Roh yang dikeluarkan.


" Baiklah, kami akan menunggu sampai besok siang." Ucap Liu Ryu.


Setelah melakukan percakapan, Liu Ryu langsung berpamitan kepada manager Rumah Sumberdaya, untuk mencari sebuah penginapan di kota tersebut.


Sedangkan sang manajer, langsung meminta kepada para pelayan untuk mengumpulkan Sumberdaya dari gudang penyimpanan, meski membutuhkan waktu yang cukup lama.


" Bagaimana?" Tanya Sheng Zhishu yang tidak ingin status mereka diketahui.


" Kita akan mencari penginapan untuk bermalam selama satu hari." Ucap Liu Ryu, sambil membawa mereka keluar dari Rumah Sumberdaya.


Kedua penjaga gerbang yang mengawal mereka, kini langsung berinisiatif pergi ke penginapan untuk memberitahukan kepada pemilik penginapan, karena mereka sedang kedatangan tamu dari Kekaisaran Han.


" Tuan Pendekar, silahkan masuk." Ucap salah satu penjaga gerbang, dimana rekannya sudah melaporkan hal itu kepada pemilik penginapan.


" Mmmm... Terimakasih penjaga. Kalian sudah bekerja dengan baik." Liu Ryu yang memahami situasi tersebut langsung memberikan satu kantong berisi Batu Roh kepada penjaga gerbang.