
Mendengar ucapan tersebut, Liu Ryu menghela nafas berat. Entah apa yang terjadi nantinya jika Xu Tianpeng menguasai dunia bawah tanah yang berada di Dunia Yuzhou.
Terlebih untuk kediaman para monster yang diceritakan, tentu akan sangat berbahaya jika tidak dihentikan.
" Seharusnya ini bukan pekerjaanku. Tapi jika ini dibiarkan, maka kekacauan akan terjadi dimana-mana." Liu Ryu tidak mungkin bisa menghentikan kekacauan yang ditimbulkan oleh Xu Tianpeng, karena sosok tersebut bisa tinggal di ruang hampa.
" Suamiku, kamu tidak perlu memikirkan hal yang terlalu jauh. Kita harus melakukan sesuatu sesuai dengan kemampuan kita saja." Sheng Zhishu tidak ingin Liu Ryu merasa terbebani, karena justru akan memperburuk keadaan.
Tidak ingin mengambil pusing, Liu Ryu lebih memilih untuk memikirkan keluarganya, lalu memperkenalkan Sun Kim Ai kepada Istrinya yang lain.
" Disini kamu paling lemah." Huli Yue menatap tajam ke arah Sun Kim Ai sambil mengeluarkan aura Intimidasi yang diikuti Istri Liu Ryu yang lain.
Mendapatkan aura penekanan tersebut, Sun Kim Ai berkeringat dingin, lalu menyembunyikan diri dibalik tubuh Liu Ryu.
" Suami... Mengapa semua Istrimu ingin memakan ku?" Sun Kim Ai yang bersembunyi di balik tubuh Liu Ryu, memunculkan kepalanya seakan meminta pertolongan dari Liu Ryu.
" Sejak kapan kamu menjadi Istri suami kami?" Yuwang juga tidak mau kalah, membuat Sun Kim Ai semakin ketakutan.
" Sebaiknya kamu kembali ke Istanamu sebelum kami berubah pikiran." She Ling yang paling jahil diantara mereka, kini mengeluarkan pedang, lalu memainkan pedang itu di tangannya.
" Tidak! Lebih baik aku mati, daripada berpisah dengan suamiku." Meskipun terlihat ketakutan, Sun Kim Ai menggenggam erat tangan Liu Ryu, membuat Sheng Zhishu dan yang lain tertawa dalam hati.
Namun yang membuat Istri Liu Ryu membuka matanya lebar-lebar, karena Sun Kim Ai begitu percaya diri menyebut Liu Ryu sebagai suaminya.
Melihat tingkah Istrinya, Liu Ryu menggelengkan kepala lalu meminta kepada Istrinya agar tidak membuat Sun Kim Ai ketakutan lagi.
Meskipun terlihat ragu, Sun Kim Ai keluar dari belakang Liu Ryu, lalu bersalaman dengan Istri Liu Ryu yang lain.
Melihat ekspresi wajah dari semua Istri Liu Ryu yang tiba-tiba berubah drastis, Sun Kim Ai bernafas lega karena Sheng Zhishu dan yang lain begitu ramah kepadanya.
" Nyalimu cukup tinggi, namun tetap saja kamu sangat lemah. Untuk itu kamu harus berlatih lebih keras lagi." Ucap Sheng Zhishu sambil melototi Sun Kim Ai.
" Ba... Baik." Sun Kim Ai kembali terlihat gugup karena Istri Liu Ryu kembali melototinya.
" Hah, kalian ini." Liu Ryu menggelengkan kepala karena Istrinya kembali membuat Sun Kim Ai ketakutan.
" Hehehehe, aku tidak ingin ada orang manja di keluarga kita." Ucap Sheng Zhishu, sambil mengusap punggung Sun Kim Ai.
Setelah itu mereka melanjutkan perbincangan kecil, membuat Sun Kim Ai kembali menurunkan kewaspadaan hingga larut dalam kebersamaan tersebut.
*******
Pada keesokan pagi Liu Ryu, Tan Shuying dan Sun Kim Ai keluar dari Dunia Quzhu untuk menemui Raja Tan Bai untuk berpamitan.
" Cucuku, kita baru saja bertemu. Kenapa tidak tinggal disini untuk beberapa hari?" Raja Tan Bai sangat sedih karena bisa bertemu dengan cucunya hanya beberapa saat.
" Kakek... Bagaimanapun aku sudah memiliki keluarga. Kakek juga masih memiliki banyak anak dan cucu disini, jadi kakek tidak perlu merasa kesepian." Tan Shuying juga memahami keinginan kakeknya, karena sejak kecil Raja Tan Bai sangat menyayangi dirinya, melebihi kedua orang tuanya.
Mendengar ucapan tersebut, Raja Tan Bai hanya bisa terdiam, karena seharusnya Tan Shuying tinggal bersama suaminya.
" Nak, ibu juga sudah tidak sabar ingin menimang cucu." Sosok wanita yang merupakan Ibu Tan Shuying juga mengeluarkan suara.
" Ayah, ibu... Kalian tidak perlu khawatir. Suatu saat aku akan kembali kesini sesuai dengan keinginan kalian." Jawab Tan Shuying sambil melirik ke arah Liu Ryu.
Tentu keinginan kedua orang tuanya sudah lama Tan Shuying dambakan. Namun karena situasi mereka sekarang, sehingga semua Istri Liu Ryu memilih untuk fokus meningkatkan Kultivasi terlebih dulu.
" Ayah mertua, Ibu mertua... Jika kami kembali kesini, kami akan membawa cucu untuk kalian. Tidak hanya satu, melainkan sangat banyak." Liu Ryu berjanji dalam hati untuk memenuhi keinginan mereka.
Bagaimanapun semua orang tua pasti ingin sekali melihat anaknya mendapatkan keturunan. Dengan demikian garis keturunan mereka tetap terjaga.
Setelah berkata demikian, Liu Ryu berpamitan kepada mereka untuk pergi ke Istana Kekaisaran Sun terlebih dulu, sebelum melanjutkan perjalanan.
" Suamiku, sepertinya kamu harus bekerja keras agar aku bisa hamil." Bisik Tan Shuying sambil melangkahkan kakinya.
" Sayangnya energi Yang milikku harus terbagi untuk 421 wanita sekaligus. Ditambah lagi dengan 300 selir, mungkin harus membutuhkan tenaga ekstra." Bisik Liu Ryu yang membuat Tan Shuying membulatkan mata.
Di sisi lain, Sun Kim Ai hanya berdiam diri, karena takut jika Tan Shuying akan memarahinya.
Di Istana Kekaisaran Sun, Liu Ryu juga berpamitan kepada Kaisar Sun Gozi, karena mereka akan melanjutkan perjalanan.
" Menantuku, tolong jaga putriku!" Kaisar Sun Gozi memberi pesan kepada Liu Ryu.
" Ayah mertua tenang saja! Aku akan menjaganya dengan baik." Jawab Liu Ryu, lalu keluar dari Istana Kekaisaran Sun.
Meskipun pertemuan mereka sangat singkat, Liu Ryu tidak ingin terlalu lama di Dunia Yuzhou, karena mereka tidak bisa meningkatkan Kultivasi jika terlalu lama di tempat itu.
Sesuai dengan arahan dari Dewa Ashura,.Liu Ryu melanjutkan perjalanan menuju ke arah utara untuk menemuinya.
Setelah melakukan perjalanan cukup lama, kini Liu Ryu telah sampai di sebuah jurang yang curam.
" Masuklah! Itu adalah pintu kediaman kami." Terdengar suara dari Dewa Ashura menggema di udara.
Mendengar ucapan tersebut, Liu Ryu langsung melompat ke arah jurang, sedangkan Tan Shuying dan Sun Kim Ai kembali ke Dunia Quzhu.
Tidak lama kemudian Liu Ryu telah berdiri di sebuah tempat seperti jembatan yang terbuat dari bahan logam.
Sedangkan di sisi kiri dan kanan jembatan terdapat lautan api yang mengeluarkan uap yang sangat panas.
Tanpa membuang waktu, Liu Ryu melangkahkan kakinya menuju ke ujung jembatan dimana terlihat sebuah goa yang sangat besar.
Di dalam mulut goa, Liu Ryu disambut ramah oleh para penjaga yang berdiri di tempat itu.
" Salam Yang Mulia Kaisar, Dewa Ashura sedang menunggu kedatanganmu." Ucap salah satu penjaga, sambil menunjukkan sebuah arah.
Dengan sebuah anggukan, Liu Ryu kembali melangkahkan kakinya menuju ke dalam goa, hingga dalam beberapa meter goa tersebut tampak seperti sebuah Istana.
Hanya saja Istana tersebut mengeluarkan aura kematian yang sangat kuat, sehingga bagi para Kultivator biasa tidak mampu tinggal di tempat itu.