SANG DEWA AGUNG 2

SANG DEWA AGUNG 2
Ch. 142 Padang Rumput


Kaisar Sun Gozi juga membalas dengan anggukan kecil menatap kepergian mereka seraya menghela nafas panjang.


" Hah... Untung saja tidak ada orang lain di Istana mendengarnya." Gumam Kaisar Sun Gozi.


Di sisi lain Ryu dan Istrinya yang sudah berada di luar Istana juga terus berjalan menuju pintu gerbang Istana untuk melanjutkan perjalanan mereka.


Setelah keluar dari pintu gerbang dan sudah tidak terlihat lagi, Ryu langsung mengeluarkan Tou Shuijing.


" Salam Dewa Agung." Tou Shuijing menundukkan kepala.


" Shuijing, bawa kami menuju padang rumput." Ryu memberi perintah.


" Baik Dewa Agung." Tou Shuijing langsung berubah wujud menjadi sosok Hydra.


" Suamiku, makhluk apa ini?" Tanya Tan Shuying sambil menunjuk ke arah Hydra raksasa.


Tentu sebagai Ras Tanlan, Tan Shuying tidak terlalu kaget dengan wujud dari Tou Shuijing, karena di Ras Tanlan pernah terjadi seperti itu.


" Nanti kami jelaskan." Ucap Xie Xian sambil melompat ke punggung Tou Shuijing yang diikuti yang lain.


Perjalanan mereka menuju padang rumput harus memakan waktu empat hari, karena memang letaknya sangat jauh.


Hal itu membuat Ryu meminta kepada Tou Shuijing untuk istirahat ketika hari mulai gelap.


Terlebih semua Istri Ryu juga ingin menikmati pemandangan di tempat tersebut sebelum melanjutkan ke Dunia Nuse.


Meskipun 70 Peri cahaya hanya terlihat oleh Ryu dan Istrinya saja, namun mereka juga ikut keluar untuk menikmati pemandangan.


Setelah menempuh perjalanan selama empat hari, Ryu dan rombongan kini disambut hamparan padang rumput yang sangat luas.


" Dewa Agung, disini tempatnya." Ucap Tou Shuijing sambil menunjuk ke arah hamparan padang rumput yang tidak bertepi.


" Hmmm... Pantas saja banyak orang yang tersesat." Ryu menyipitkan matanya sambil menatap ke arah depan.


" Suamiku, apa kamu yakin kita bisa melewati padang rumput ini?" Tanya Xie Xian yang merasa ragu.


" Tapi bagaimana dengan kelompok perampok yang bisa tinggal di padang rumput ini?" Ryu merasa heran karena keterangan dari Kaisar Sun Gozi bahwa markas perampok berada di padang rumput.


" Menurut keterangan warga, para perampok itu hanya tinggal di pinggiran padang rumput saja. Mereka juga tidak berani terlalu masuk ke tengahnya." Jawab Tou Shuijing.


" Suamiku, aku bisa menuntun jalan untuk kita." Kini Tan Shuying membuka suara, meskipun terlihat gugup.


Kini tatapan mata tertuju pada Tan Shuying, membuat wanita itu semakin gugup sambil memasang wajah memerah.


" Istriku, apa itu benar?" Tanya Ryu sedikit penasaran.


" Be... Benar suamiku." Tan Shuying langsung maju ke depan lalu memejamkan matanya.


Sesaat Tan Shuying menarik napas dalam-dalam, seakan mencium aroma padang rumput.


Sesaat kemudian Tan Shuying kembali ke rombongan sambil melirik ke arah Ryu.


" Suamiku... Jika kita berjalan lurus ke arah sana, maka kita akan bertemu dengan markas para perampok. Sepertinya mereka memiliki banyak markas. Mungkin sepuluh lebih."


" Jika kita berjalan ke arah sana, kita akan menemukan jurang hitam." Tan Shuying menjelaskan apa yang dia ketahui.


" Baiklah, kalau begitu kita tidak perlu menunggu lama lagi." Ucap Ryu sambil mengeluarkan Pasukan Semesta.


Tidak lama kemudian kini Xie Shui, Jiu Tou She dan Pasukan Semesta telah muncul di hadapan Ryu.


" Salam Dewa Agung." Ucap mereka serempak.


" Mmmm.... Aku telah berjanji kepada Kaisar Sun Gozi agar menumpaskan para perampok, jadi kita urus mereka terlebih dulu sebelum menuju jurang hitam." Ucap Ryu sambil menatap bawahannya.


" Baik Dewa Agung." Jawab mereka serempak, meskipun sedikit ragu karena sebelumnya mereka sering tersesat di Padang rumput.


Namun tidak ada keraguan sedikitpun di hati mereka karena itu adalah perintah dari tuan mereka.


" Istriku, tuntun jalan kepada kami." Ryu menatap ke arah Tan Shuying.


" Baik suamiku." Jawab Tan Shuying meskipun terlihat malu-malu.


Meskipun Tan Shuying sudah mendapatkan kehangatan sentuhan dari suami mereka, namun wanita tersebut terlihat pemalu dan tidak seperti Istri Ryu yang lain.


Tanpa menunggu lama, mereka pun bergegas dari tempat tersebut menuju ke arah markas perampok dengan bantuan Tan Shuying yang menunjukkan jalan.


Benar saja, setelah mereka sudah berjalan cukup jauh, kini mereka disambut dengan pemandangan mengerikan.


Di hamparan rumput yang terlihat indah, namun banyak sekali tulang belulang manusia ataupun Hewan Iblis yang menghiasi perjalanan mereka.


" Sepertinya mereka adalah para Kultivator yang tersesat di tempat ini." Ryu menatap ke arah tulang belulang yang berserakan.


Mereka pun terus berjalan tanpa menghiraukan pemandangan tersebut, karena tujuan mereka adalah mencari keberadaan markas perampok.


" Suamiku, tidak lama lagi kita akan sampai di markas perampok." Ucap Tan Shuying sambil menunjuk ke sebuah arah, namun Shen Long dan yang lain hanya menatap hamparan hijau yang tidak bertepi.


Meskipun apa yang dikatakan Tan Shuying belum ada tanda-tanda, namun Ryu dan yang lain tetap mengikuti arahannya.


Setelah berjalan beberapa saat, kini ratusan kemah para perampok terlihat jelas di hadapan mereka.


Setelah mendekat, Ryu dan Istrinya beserta Pasukan Semesta langsung melompat dan menyerang para perampok tersebut dengan cepat.


" Bunuh mereka semuanya!" Ryu memberi perintah sambil melompat ke arah tertentu.


" Baik Dewa Agung." Jawab mereka serempak sambil berlari.


Wuush! Wuush! Wuush!


Tou Shuijing, Jiu Tou She, Xie Shui dan Pasukan Semesta melesat cepat ke berbagai arah.


Bboooom!


Duaarr!


Craaash!


Kini suara pertarungan menggema dari berbagai arah, dimana Ryu dan Istrinya juga ikut membantu.


" Ada serangan." Teriak beberapa anggota perampok saat mendengar suara pertarungan dari berbagai arah.


Para perampok yang tidak siap akan serangan tersebut kini berlarian sambil meminta bantuan dari kelompok mereka yang lain.


Straaing!


Ryu telah berpindah tempat ke arah kelompok para perampok yang paling banyak.


Bboooom!


Sebuah tekanan energi dari Ryu membuat para perampok langsung menjadi kabut darah.


Ggooooaaarr!


Kwaaaaaaak!


Semua Hewan kontrak juga telah dilepaskan untuk membantu jalannya pertarungan.


" Sialan, kenapa ada yang mampu mencapai tempat ini." Pemimpin perampok terlihat panik karena bawahannya berkurang secara drastis.


Pertarungan Pun tidak bisa dihindarkan lagi membuat pertarungan sangat jelas berat sebelah.


Bahkan tanpa bantuan Ryu, pemimpin perampok bisa dikalahkan oleh Pasukan Semesta.


Meskipun para perampok lebih banyak dari segi jumlah, namun mereka kalah dalam segi kekuatan.


Setelah memakan waktu beberapa jam, kini para perampok tidak ada satupun yang tersisa.


" Kuras harta mereka dan bawa mayat mereka." Ryu yang tidak ingin terlalu lama, langsung memberi perintah.


" Baik Dewa Agung." Jawab mereka serempak, lalu melakukan tugas mereka masing-masing.


Meskipun Ryu memiliki bawahan, namun dia juga ikut membantu, bahkan Istrinya juga ikut membantu.


Setelah semua selesai, Tan Shuying kembali menunjukkan jalan menuju ke markas perampok yang lain.