SANG DEWA AGUNG 2

SANG DEWA AGUNG 2
Perasaan Cemas 70 Naga Kerang


Tou Shuijing, Jiu Tou She dan Pasukan Semesta serta 70 Naga Kerang yang berada cukup jauh dari wilayah serangan juga merasakan efek serangan tersebut, meskipun tidak mengalami luka berat.


" Cepat bunuh mereka semua!" Ryu yang masih berada di atas udara, langsung memberi perintah kepada bawahannya saat sudah membunuh semua kelompok beruang.


" Baik Dewa Agung." Jawab mereka serempak langsung melesat ke arah beberapa kawah besar yang tercipta dari efek serangan Ryu dan 22 Istrinya.


Dengan bantuan Ryu dan 22 Istrinya sebelumnya, Pasukan Semesta tidak mengalami kesulitan untuk membunuh semua kelompok hewan buas tersebut.


Begitupun dengan Ryu dan 22 Istrinya, mereka juga turun untuk membantu mereka.


Kwaaaaaaak!


Kwaaaaaaak!


Kwaaaaaaak!


Saat Ryu dan kelompoknya berhasil membunuh setengah dari jumlah hewan buas tersebut, kini muncul puluhan burung yang memiliki ukuran besar dan memiliki paruh memanjang.


" Dewa Agung, biarkan kami yang membereskan mereka." Ucap Jin Niu diikuti 69 Naga Kerang yang lain.


" Mmmm." Bersamaan dengan anggukan dari Ryu, 70 Naga Kerang langsung terbang ke udara untuk menyambut kedatangan burung bersisik naga tersebut.


Ggooooaaarr!


Ggooooaaarr!


Ggooooaaarr!


Terdengar suara Auman keras dari 70 Naga Kerang yang kini langsung menyambar sekelompok burung bersisik naga tersebut.


Kwaaaaaaak!


Kwaaaaaaak!


Kwaaaaaaak!


Kelompok burung bersisik naga juga tidak mau kalah, mereka juga menyambut sambaran dari pihak lawan.


Aksi saling menyambar dari kedua belah pihak juga menimbulkan gelombang kejut menyebar ke berbagai arah.


Namun itu bukan tujuan dari 70 Naga Kerang, mereka hanya membuat pihak lawan melemah terlebih dulu sebelum menggunakan teknik Pelahap Jiwa Bintang dan teknik Pelahap Raga Bintang.


Tentu 70 Naga Kerang sangat tertarik dengan burung bersisik naga tersebut, untuk menambah kecepatan serangan mereka.


Melihat kejadian tersebut, Tou Shuijing dan Jiu Tou She juga tidak ingin mengganggu kesenangan 70 Naga Kerang, karena mereka begitu menikmati pertarungan mereka.


Di sisi lain Ryu juga menggunakan teknik Pelahap Bintang untuk meningkatkan kekuatan fisik dan jiwanya.


Buussshh!


Buussshh!


Buussshh!


Ryu terus melakukan serangan dengan gabungan kedua teknik yang dia miliki untuk mempercepat pertarungan.


Satu hal yang tidak mereka ketahui bahwa energi dari tanah berwarna merah tersebut bisa membuat mereka kehilangan kendali.


Hanya Ryu sendiri yang mengetahui hal itu, itulah sebabnya Ryu menancapkan Pagoda Jiwa untuk menetralkan energi di sekitar mereka.


Setelah melakukan pertarungan cukup lama, akhirnya seluruh hewan buas yang berada di wilayah tersebut tidak ada yang tersisa.


Ryu pun meminta kepada mereka untuk mengumpulkan Inti Roh dari hewan buas yang mereka bunuh.


" Dewa Agung." Wu Tian yang sedang mengambil Inti Roh yang terlihat berbeda dari biasanya.


Biasanya Inti Roh berbentuk bulat dan memiliki banyak warna, sesuai dengan elemen yang mereka miliki.


" Ya... Itu adalah bentuk Inti Roh mereka. Bisa dibilang Inti Iblis. Kalian tidak perlu khawatir, dengan Inti Roh itu, jiwa kalian semakin kuat." Ryu menjelaskan kepada mereka.


" Baik Dewa Agung." Meskipun terlihat ragu, namun mereka hanya menurut apa yang dikatakan oleh Ryu.


Tidak lama kemudian mereka telah berhasil mengumpulkan Inti Roh tersebut dimana beberapa mayat diberikan kepada Tou Shuijing, Jiu Tou She dan 26 Naga Kerang.


Sedangkan Inti Roh dan mayat burung bersisik naga diberikan kepada 70 Naga Kerang yang lain.


Sisanya langsung ditarik ke Dunia Quzhu.


" Sekarang kita harus beristirahat, kita tidak boleh terlalu lama di tempat ini." Ryu tidak ingin mental bawahannya terganggu oleh energi yang berada di tempat tersebut.


" Baik Dewa Agung." Tou Shuijing, Jiu Tou She dan Pasukan Semesta langsung pergi ke Dunia Quzhu dimana tempat kediaman mereka.


Setelah mereka pergi, Ryu langsung membawa 22 Istrinya kembali ke Dunia Quzhu, sedangkan 70 Naga Kerang juga tinggal di alam jiwa Ryu.


" Suamiku, kenapa akhir-akhir ini 70 Naga Kerang tidak pernah muncul lagi dengan wujud manusia?" Kini Long Que Zhu membuka suara.


" Benar suamiku, apa mereka tidak ingin bertemu dengan kami lagi?" Huang Nan Yun juga merasa heran karena selama satu tahun 70 Naga Kerang tidak pernah muncul.


Mendengar pertanyaan tersebut, kepala Ryu sedikit pusing karena tidak bisa menjawab seperti apa.


Ryu tidak ingin 70 Naga Kerang tersebut meneteskan darah mereka kepada 22 Istrinya karena saat itu terjadi, maka Istrinya juga akan tertarik kepada mereka.


Meskipun 22 Istrinya dan 70 Naga Kerang sama-sama berjenis kelamin perempuan, namun magnet yang dipancarkan oleh 70 Naga Kerang bisa mengendalikan pikiran orang yang melihatnya.


" Jangan-jangan kamu menyimpan rahasia dari kami?" Jiu Wei Hu menatap ke arah Ryu penuh curiga.


" Kalian jangan salah sangka. Ini semua demi kebaikan kalian dan kebaikan kita." Ryu tersenyum pahit atas tuduhan Istrinya.


" Jangan bohong! Kau telah berubah dari yang kami kenal." Ucap Qing Yun yang semakin memperburuk keadaan.


Kini tatapan Ryu semakin gelap karena tuduhan yang dilemparkan dari Istrinya.


" Kalian tidak bisa melihatnya lagi jika mereka dalam wujud manusia. Itu karena mereka sudah menjadi Peri cahaya." Ryu dengan terpaksa harus menceritakan hal tersebut dan berharap agar Istrinya mengerti.


" Benarkah? Aku ingin melihat mereka." Kini mata Feng Quinlan berbinar semakin penasaran dengan wujud Peri cahaya.


Begitupun dengan Xie Xian dan yang lain, mereka sangat penasaran dengan penampilan Peri cahaya.


Tentu mereka pernah mendengar Peri, namun tidak pernah melihatnya secara langsung.


Di sisi lain pandangan Ryu semakin gelap, jika 70 Naga Kerang menggunakan wujud manusia, maka dia juga akan kehilangan kendali.


Kini 22 Istrinya merengek-rengek seperti anak kecil yang berharap mendapatkan hadiah, membuat Ryu semakin kebingungan.


" Haaahh... Baiklah! Tapi kalian harus menanggung resikonya sendiri." Ryu mengirim pesan jiwa kepada 70 Naga Kerang.


Sesaat kemudian 70 Naga Kerang sudah muncul di hadapan Ryu dan 22 Istrinya.


" Salam Dewa Agung, apa yang bisa kami bantu?" Tanya Jin Niu sambil menatap ke arah Ryu dengan perasaan cemas.


Tentu itu semua karena daya tarik masing-masing seakan mengendalikan pikiran mereka.


" Istriku ingin melihat kalian dalam wujud manusia." Ucap Ryu sambil membuang muka.


Mendengar perkataan dari Ryu, 70 Naga Kerang saling berpandangan karena mereka sudah memahami jika mereka meneteskan darah mereka, maka dapat dipastikan 22 Istri Ryu akan menempel pada mereka.


" Maaf Dewi Agung, apa kalian sudah memikirkan hal ini matang-matang?" Tanya Jin Niu yang terlihat gemetar.


" Mmmm... Kami sudah yakin. Berikan tetesan darah kalian kepada kami." Ucap Xie Xian sambil menadah tangannya diikuti yang lain.


" Ba... Baik Dewi Agung." Jin Niu dan 69 Naga Kerang terlihat gugup, namun sama sekali tidak bisa membantah.