SANG DEWA AGUNG 2

SANG DEWA AGUNG 2
Ch 475. Siluman Mimpi


Dengan demikian Liu Ryu bisa tenang meninggalkan dunia itu, agar bisa kembali ke Dunia Tiantang.


" Tapi kalian harus berjanji untuk menjaga ras manusia." Liu Ryu mengingatkan kepada kedua raja peri.


" Sang dewa tidak perlu khawatir. Kami akan berjanji untuk melindungi kelangsungan hidup manusia."


Kedua raja peri tidak keberatan dengan permintaan dari Liu Ryu, karena sosok itu sudah membantu mereka.


" Jika saja kami bisa merebut kembali daratan tinggi tempat kediaman ras peri sebelumnya, maka kami bisa membimbing beberapa ras manusia agar bisa melindungi wilayah mereka masing-masing." Raja peri petir berharap agar Liu Ryu bisa membantu mereka lagi.


Jika semua ras peri bisa kembali ke daratan tinggi, maka kemampuan mereka akan bertambah kuat dan bisa memilih salah satu dari ras manusia yang bisa dipercaya.


Mendengar ucapan tersebut, Liu Ryu merasa tertarik untuk memberikan beberapa informasi yang dia miliki kepada ras manusia.


Terlebih Liu Ryu juga berencana untuk mendatangi kediaman tujuh siluman mimpi, tentu dia tidak keberatan untuk membantu ras peri.


" Kalau begitu, antarkan aku menuju ke daratan tinggi itu." Liu Ryu tidak ingin membuang waktu, langsung meminta mereka untuk mengantarnya.


Kedua raja peri terlihat senang, lalu menciptakan sihir teleportasi untuk mengantar wanita peri petir menuju kediaman mereka di atas awan.


Sementara wanita peri bumi juga kembali ke kediaman masing-masing, untuk merawat calon bayi mereka.


Tidak lama kemudian dua ratu peri juga mendatangi tempat itu bersama dengan keempat Istri Liu Ryu.


" Pantas saja kami tidak menemukanmu di Istana peri Es. Ternyata kamu ada disini." Liu Yunxia terlihat kesal karena selama tiga hari, mereka tidak dimanjakan oleh suaminya.


" Maafkan aku. Aku sedang memiliki pekerjaan penting." Liu Ryu dengan terpaksa harus berbohong, karena tidak ingin menceritakan apa yang dia lakukan sebelumnya.


Di sisi lain kedua ratu peri berusaha untuk bersikap tenang, meskipun pikiran mereka selalu terbayang dengan apa yang Liu Ryu berikan sebelumnya yang tidak bisa mereka dapatkan dari semua suami mereka.


Jika saja kedua ratu peri tidak memiliki status sebagai penguasa ras peri, maka mereka dengan senang hati mengikuti Liu Ryu.


" Jumlah suami kita memang sangat banyak, namun Liu Ryu bisa memberikan sesuatu yang lebih." Ratu peri Es mengirim transmisi suara kepada ratu peri air.


" Ya... Tapi kita memiliki tanggung jawab besar. Kita tidak mungkin meninggalkan rakyat kita." Ratu peri air kembali mengirimkan transmisi suara kepada ratu peri Es.


Setelah mendengar ocehan dari keempat wanita itu yang protes karena Liu Ryu tidak memanjakan keinginan mereka, kini keempat sosok tersebut hanya bisa diam, karena mereka tidak ingin ada yang mengetahui apa yang terjadi sebelumnya.


" Sebaiknya kita berangkat sekarang juga." Setelah menerima ocehan dari Istrinya, Liu Ryu meminta kepada mereka untuk menunjukkan jalan.


" Baik." Jawab keempat sosok tersebut, lalu menciptakan sihir teleportasi di depan mereka.


Tanpa membuang waktu, Liu Ryu langsung memasuki sihir teleportasi, diikuti yang lainnya.


Tidak lama kemudian, mereka telah sampai di sebuah hutan yang sangat lebat, lalu terbang ke udara.


Saat berada dibalik awan, keempat sosok tersebut berhenti sejenak, sambil menatap ke arah daratan tinggi yang mereka maksud.


" Sang dewa... Disanalah tempat tinggal kami sebelumnya." Ucap ratu peri Es, sambil menunjuk ke sebuah daratan berbentuk pulau yang melayang di udara.


" Jadi ini yang dimaksud dengan daratan tinggi?" Liu Ryu menyipitkan matanya, sambil menatap ke arah tujuh pulau melayang yang saling berhubungan.


Pulau yang berada di bagian barat yang berwarna merah adalah tempat tinggal ras peri api, pulau bagian timur yang berwarna hijau adalah tempat tinggal ras peri angin.


Pulau yang berada di bagian utara yang berwarna cokelat adalah tempat tinggal ras peri bumi dan pulau di bagian selatan yang berwarna putih adalah tempat tinggal ras peri Es.


Sedangkan pulau yang berada dibawah yang berwarna putih kebiruan adalah tempat tinggal ras peri air dan pulau yang berada di atas yang berwarna biru laut adalah tempat tinggal ras peri petir.


Dari keenam pulau tersebut saling terhubung dengan pulau yang berada di tengah dengan sebuah tongkat raksasa berwarna keemasan.


" Sang dewa... Kami hanya bisa mengantarmu disini saja. Tujuh siluman mimpi bukan lawan kami." Raja peri petir tidak ingin mengambil resiko, karena kemampuan mereka masih dibawah tujuh siluman mimpi.


" Baiklah! Kalian tunggu disini saja! Biar aku sendiri yang menghadapi mereka." Liu Ryu juga tidak ingin keempat penguasa tersebut mendekati wilayah daratan tinggi, karena terlalu berbahaya untuk mereka.


Bahkan keempat Istri Liu Ryu juga tidak berani mendekati wilayah daratan tinggi, karena kemampuan tujuh siluman mimpi memiliki kekuatan besar hingga berkali-kali lipat dari raja atau ratu peri.


Tanpa membuang waktu, Liu Ryu langsung melesat ke arah pulau yang berada di bagian barat, dimana terlihat sebuah telur raksasa yang memiliki sepasang tangan dan kaki.


" Jadi ini wujud dari siluman mimpi?" Gumam Liu Ryu, sambil menatap ke arah salah satu dari tujuh siluman mimpi yang memiliki mulut dan satu mata yang besar.


Menyadari kehadiran Liu Ryu, siluman mimpi itupun terbangun dari tidurnya seraya membuka mata, sambil menatap ke arah Liu Ryu.


" Jadi raja dan ratu peri meminta bantuanmu untuk mengambil wilayah mereka kembali?" Tanya siluman mimpi, sambil menyelimuti tubuhnya dengan uap berwarna merah.


Tanpa berkata apapun, Liu Ryu langsung mengeluarkan Qi untuk melindungi tubuhnya, karena sosok yang berada di depannya tidak bisa dianggap remeh, meskipun berbentuk telur.


" Karena kamu sudah membangunkan tidurku, maka aku akan membuatmu tertidur untuk selamanya."


GOOAAAH!


Wuush! Wuush! Wuush!


Bersamaan dengan ucapannya, siluman mimpi itupun meraung keras hingga mengeluarkan bilah berbentuk bulan sabit berwarna merah ke arah Liu Ryu.


Melihat kejadian tersebut, Liu Ryu dengan cepat mengeluarkan Tongkat Api, lalu mengayunkan tongkatnya untuk menangkis serangan dari siluman mimpi.


Traaang!


Traaang!


Traaang!


Dengan ketangkasan yang sangat cepat, Liu Ryu menangkis bilah berbentuk bulan sabit yang memiliki ketahanan seperti benda logam dan memiliki ketajaman tingkat tinggi.


Akibat benturan keras dari Tongkat Api dan bilah bulan sabit, menciptakan percikan api, hingga menciptakan gelombang kejut yang membuat pepohonan bertumbangan.


Liu Ryu memasang wajah serius, karena siluman mimpi yang berada di depannya terus mengeluarkan bilah bulan sabit ke arahnya.


" Pantas saja semua raja dan ratu peri tidak mampu menghadapi mereka." Pikir Liu Ryu, karena siluman mimpi tanpa henti mengeluarkan bilah bulan sabit dari mulutnya.