SANG DEWA AGUNG 2

SANG DEWA AGUNG 2
Ch 286. Kalajengking Raksasa


Tanpa menunggu lama, Liu Ryu membuat sebuah gerakan, hingga merapalkan sebuah mantra lalu menyatukan kedua telapak tangannya di tanah.


Buussshh!


Danau yang berada di depan mereka kini menghilang dari pandangan dan berpindah tempat ke Dunia Quzhu.


Namun efek dari kedua janin raksasa, membuat Dunia Quzhu memiliki kecepatan waktu sama dengan waktu yang sebenarnya.


" Paling tidak, kedua janin raksasa itu tidak bisa menghilang." Gumam Liu Ryu sambil mengatur nafasnya.


" Sekarang giliranku." Ucap Gong Ziya, lalu mengendalikan pepohonan di tempat itu untuk menghilangkan jejak.


Akibat menciptakan Formasi sebelumnya, Liu Ryu dan Istrinya sama-sama kelelahan, lalu mencari tempat yang cukup aman untuk memulihkan diri.


*******


Di sisi lain, banyak sekali para Kultivator yang mencari keberadaan janin raksasa, karena mereka berfikir bahwa masih tidak ada orang lain yang sudah mengambilnya.


" Sialan... Dimana janin raksasa itu?" Salah satu sosok terlihat geram karena masih belum menemukan tanda-tanda keberadaan janin raksasa.


" Apa mungkin janin raksasa itu sudah ditemukan oleh para Kultivator dari Benua Tengah?" Tanya yang lain.


" Itu tidak mungkin. Untuk mengambil janin raksasa itu tidaklah mudah. Jika ada orang yang menginjakkan kakinya di danau darah, maka keberadaannya akan diketahui." Ucap pria sepuh sambil menatap ke berbagai arah.


" Kita cari lagi!" Ucap pemimpin kelompok.


" Baik." Jawab mereka serempak, lalu melesat ke berbagai arah.


Begitupun dengan beberapa kelompok yang lain, mereka juga tengah sibuk mencari keberadaan janin raksasa yang memiliki nilai yang tinggi.


Bahkan demi mendapatkan janin raksasa, beberapa kelompok mengabaikan Sumberdaya yang mereka temui.


*******


Di tempat lain, Liu Ryu dan Istrinya yang sudah memulihkan diri, kini melanjutkan perjalanan untuk mengumpulkan Sumberdaya yang berada di hutan larangan.


Liu Ryu juga meminta kepada Istrinya untuk tidak membahas mengenai janin raksasa,. karena takut diketahui oleh orang lain.


Sesaat Liu Ryu dan Istrinya berada di sebuah lembah yang banyak ditumbuhi Sumberdaya, namun di tempat itu dijaga oleh seekor Kalajengking yang memiliki ukuran raksasa.


" Suamiku, Kalajengking itu setara dengan Bintang Berlian." Ucap Sheng Zhishu dimana tingkat Kultivasi mereka ditekan menjadi Bintang Emas.


Tidak hanya Liu Ryu dan Istrinya, semua Kultivator yang masuk ke hutan larangan, semua Kultivasi mereka ditekan menjadi Bintang Emas.


Di hutan larangan juga Liu Ryu dan Istrinya tidak bisa menggunakan teknik teleportasi, dimana kemampuan mereka seakan ditekan oleh energi tidak kasat mata.


" Tidak masalah... Aku masih mampu mengalahkan Kalajengking itu." Ucap Liu Ryu, lalu mengeluarkan Pedang Naga Petir.


Wuush!


Liu Ryu melesat cepat ke arah Kalajengking raksasa, sambil mengayunkan pedangnya untuk melakukan serangan tebasan.


Melihat kedatangan Liu Ryu yang begitu tiba-tiba, Kalajengking raksasa tidak tinggal diam, langsung mengarahkan capitnya untuk menangkis tebasan dari Liu Ryu.


Traaang! Traaang! Traaang!


Benturan keras dari pedang milik Liu Ryu dan capit Kalajengking seperti membentur benda logam hingga menciptakan percikan api.


" Kulitnya sangat keras." Gumam Liu Ryu, lalu mendorong tubuhnya ke belakang, lalu mengalirkan Qi pada Pedang Naga Petir.


Bbbzzzttt! Bbbzzzttt! Bbbzzzttt!


Elemen Kehampaan menyelimuti Pedang Naga Petir, dimana Liu Ryu langsung melompat ke arah Kalajengking raksasa.


Traaang! Traaang! Traaang!


Benturan keras dari Pedang Naga Petir dan capit Kalajengking kembali terdengar, dimana Liu Ryu mampu membuat goresan pada tubuh Kalajengking raksasa.


Kyaaaak!


Kalajengking raksasa sangat marah karena sudah jutaan tahun, tidak ada yang mampu melukai tubuhnya.


Wuush! Wuush! Wuush!


Dengan gesit Kalajengking raksasa mengarahkan ekornya untuk menyerang Liu Ryu dengan serangan tusukan.


Wuush! Wuush! Wuush!


Liu Ryu juga dengan sigap menghindari arah tusukan dari ekor Kalajengking ke berbagai arah.


" Tidak ada cara lain." Gumam Liu Ryu, dimana matanya tertuju pada sepasang mata Kalajengking raksasa.


" Suamiku, biar aku bantu."


Buussshh!


Bersamaan dengan ucapannya, Bing Ruyue menciptakan balok Es pada tubuh Kalajengking raksasa.


Traaang!


Kalajengking raksasa yang sempat menjadi patung Es, kini melepaskan diri dari teknik yang diciptakan Bing Ruyue.


" Aku masih mampu mengalahkan Kalajengking raksasa ini. Aku hanya merenggangkan otot-otot ku saja." Ucap Liu Ryu di sela pertarungannya.


" Baiklah, kami akan mencari arah lain untuk mengambil Sumberdaya di lembah itu." Ucap Nan Sian, lalu membawa yang lain untuk mengambil Sumberdaya yang dijaga oleh Kalajengking raksasa.


Tentu cara yang diambil Sheng Zhishu dan Istri Liu Ryu yang lain adalah cara para Kultivator lainnya agar bisa mengambil Sumberdaya di lembah.


Sementara beberapa Kultivator harus mengalihkan perhatian Kalajengking raksasa, meskipun tidak bisa membunuhnya.


" Kalian menggunakan cara licik untuk mengambil Sumberdaya milikku." Kalajengking raksasa sangat marah karena kejadian seperti itu selalu berulang-ulang selama jutaan tahun.


Namun perbedaannya sekarang dimana Liu Ryu menghadapinya seorang diri, tidak seperti para Kultivator lainnya yang berkelompok.


" Oh... Jadi kamu sudah lama tinggal disini?" Tanya Liu Ryu sambil mengayunkan pedangnya untuk menyerang Kalajengking raksasa dari berbagai arah.


" Ya... Tapi tidak ada yang berhasil membunuhku. Setiap tahun aku selalu membunuh beberapa Kultivator yang mencoba mengalahkanku." Kalajengking raksasa dengan bangga menyatakan bahwa dirinya sudah banyak membunuh para Kultivator hingga tidak terhitung jumlahnya.


Namun perbedaannya kali ini dimana Liu Ryu hanya seorang diri yang berani menantangnya.


" Baiklah, kalau begitu aku akan mengakhiri hidupmu." Ucap Liu Ryu, lalu melesat ke arah belakang.


" Hujan Kehampaan."


Duaarr! Duaarr! Duaarr!


Puluhan elemen Kehampaan seakan jatuh dari langit, menyambar tubuh Kalajengking raksasa.


Kyaaaak!


Aarrgggh!


Kalajengking raksasa menjerit kesakitan, merasakan tubuhnya seperti ditusuk ribuan jarum panas.


" Manusia. Aku akan membunuhmu." Kalajengking raksasa sangat marah, karena seakan dipermainkan oleh elemen Kehampaan yang dimiliki Liu Ryu.


Dengan cepat, Kalajengking raksasa melesat ke arah Liu Ryu sambil menyerangnya dengan capit dan ekornya.


" Sialan... Baru kali ini tubuhku merasa kesakitan karena elemen aneh ini." Kalajengking raksasa menggerutu dalam hati, karena sosok yang menjadi lawannya mampu membuatnya merasa kesakitan.


Di sisi lain Liu Ryu terus menjatuhkan Hujan Kehampaan, membuat tubuh Kalajengking raksasa secara perlahan mulai kehilangan tenaga.


Sekalipun Kalajengking raksasa terus melesat ke arah Liu Ryu, dengan sigap Liu Ryu juga menangkis serangannya.


" Ampun tuan, tolong jangan bunuh aku. Aku akan menceritakan rahasia di hutan larangan ini." Kalajengking raksasa yang merasa dirinya tidak mampu melawan Liu Ryu, kini mencoba untuk berbicara agar Liu Ryu tidak membunuhnya.


Mendengar ucapan tersebut, Liu Ryu menghentikan serangannya, lalu menatap ke arah Kalajengking raksasa penuh selidik.


" Cepat katakan, apa yang kamu ketahui tentang hutan larangan ini." Tanya Liu Ryu dengan nada tinggi.


Meskipun Kalajengking raksasa sangat merahasiakan hal yang paling penting di hutan larangan, namun dia juga tidak ingin tubuhnya disiksa oleh elemen Kehampaan yang dimiliki Liu Ryu.