
Setelah menata kembali Ruang Kultivasi Ganda, Liu Ryu berpindah tempat ke sebuah gunung tertinggi di Dunia Quzhu.
Di atas puncak gunung, Liu Ryu menciptakan sebuah Formasi khusus agar bisa menyaring aura kematian.
" Aku harus menjadikan aura kematian itu menjadi energi murni." Gumam Liu Ryu, lalu meletakkan Altar Naga Kuno di delapan penjuru puncak gunung.
Liu Ryu juga menambah beberapa simbol khusus di puncak gunung, karena dia berniat untuk menjadikan gunung tersebut sebagai sumber energi murni di Dunia Quzhu.
Delapan pilar raksasa kini sudah menancap sempurna di puncak gunung, dimana bagian tengahnya diletakkan Altar Naga Kuno.
Tidak lupa, Liu Ryu juga meletakkan beberapa Batu Bintang di berbagai sisi, untuk memperkuat penyaringan aura kematian.
" Semoga saja berhasil." Gumam Liu Ryu, lalu menyatukan kedua telapak tangannya di pinggir lingkaran simbol yang dia ciptakan.
Buussshh!
Dalam waktu singkat, Altar Naga Kuno seakan menghilang dari pandangan, dimana tercipta jurang yang sangat dalam seakan tanpa dasar pada bagian puncak gunung.
Zzzrrrttt! Zzzrrrttt! Zzzrrrttt!
Delapan pilar raksasa mulai aktif, hingga dari kedelapan pilar raksasa seakan saling terhubung.
" Dengan begini, energi murni akan tersimpan di dalam tanah di Dunia Quzhu ini." Gumam Liu Ryu, sambil menatap ke arah pilar raksasa yang seakan saling terhubung hingga membentuk cincin raksasa.
Sesaat Liu Ryu menatap ke arah jurang tanpa dasar yang dia ciptakan, agar aura kematian bisa berkumpul di jurang tersebut hingga bisa dimurnikan sebagai energi alam.
Tanpa membuang waktu, Liu Ryu keluar dari Dunia Quzhu, hingga berpindah tempat ke tempat semula.
" Sepertinya mulai dari sini."
Wuush!
Bersamaan dengan ucapannya, Liu Ryu mengibaskan tangannya hingga tercipta sebuah cincin raksasa muncul dari ruang hampa.
Buussshh!
Saat itu juga aura kematian terhisap ke cincin raksasa, dengan kecepatan tinggi.
Di Dunia Quzhu, juga terlihat asap merah keluar dari cincin raksasa yang berada di pilar raksasa.
Asap merah itupun masuk ke dalam jurang tanpa dasar hingga dimurnikan menjadi energi murni yang meresap ke dalam tanah.
Sementara itu, Liu Ryu terus menciptakan cincin raksasa di sepanjang perjalanannya, agar bisa membersihkan aura kematian yang berada di tempat itu.
" Aku harap kedepannya makhluk hidup bisa hidup tenang di tempat ini." Gumam Liu Ryu sambil menciptakan cincin raksasa di berbagai arah.
Meskipun Liu Ryu meninggalkan cincin raksasa begitu saja, namun saat aura kematian di tempat itu sudah dibersihkan, maka cincin raksasa akan menghilang dengan sendirinya.
Tentu Liu Ryu menggunakan Qi dalam jumlah besar untuk menciptakan cincin raksasa tersebut.
Namun saat aura kematian yang berada di jurang tanpa dasar sudah dimurnikan, Liu Ryu bisa menyerapnya untuk memulihkan Qi.
Waktu terus berlalu, sepanjang perjalanan Liu Ryu terus menciptakan cincin raksasa dengan jarak tertentu, meskipun perjalanannya sedikit terhambat.
Kini Liu Ryu telah berada di pulau ketiga, dimana tatapannya tertuju pada sebuah tempat yang berbeda dengan pertengahan pulau.
Pulau ketiga sangatlah luas, sehingga tiga kali lebih besar dari kedua pulau yang Liu Ryu lewati sebelumnya.
" Makhluk apa yang tinggal di pulau ini?" Liu Ryu menyipitkan matanya, karena di pulau ketiga juga hanya ada satu makhluk yang berada di tempat itu.
Dengan kata lain makhluk itu sudah membunuh semua makhluk lainnya yang juga tinggal di pulau ketiga.
Tanpa membuang waktu, Liu Ryu melangkahkan kakinya menuju bagian terdalam pulau ketiga, karena kebetulan dia harus melewati pulau ketiga agar bisa menuju daratan Muktho.
Saat Liu Ryu sudah berada di tengah pulau, kini terlihat sosok kelelawar yang memiliki ukuran besar terbang untuk menghadang Liu Ryu.
" Sepertinya makhluk ini adalah ratu siluman kelelawar." Pikir Liu Ryu, sambil menatap ke arah kelelawar yang berada di depannya.
Hanya saja yang membedakan adalah kedua telinganya sedikit memanjang dan memiliki taring.
Sedangkan kedua tangan dan kakinya sudah berbentuk kaki dan tangan manusia, meskipun masih memiliki sepasang sayap di punggungnya.
" Bentuk tubuh yang sempurna." Gumam Liu Ryu, karena ratu siluman kelelawar yang berada di depannya tanpa memiliki busana, sehingga memperlihatkan kedua *********** dan bagian intimnya yang sangat jelas.
Di sisi lain, ratu siluman kelelawar sama sekali tidak peduli dengan penampilannya seperti itu, karena sebagai hewan buas, tentu tidak mengenal pakaian.
" Dewa ini tidak bisa dianggap remeh. Namun kemampuannya masih di bawahku." Pikir ratu siluman kelelawar, sambil menatap ke arah Liu Ryu dengan sepasang matanya yang berwarna merah darah.
Meskipun sebelumnya ratu siluman kelelawar tidak memiliki wujud seperti manusia, namun karena dia sudah banyak membunuh siluman kelelawar lainnya dan para siluman lain, sehingga tubuhnya mulai bermutasi menjadi manusia.
" Jika aku berhasil meminum setetes darahnya, maka aku bisa memiliki tubuh seperti manusia." Ratu siluman kelelawar tersenyum lebar, dia dapat merasakan ada sesuatu yang berharga di tubuh Liu Ryu.
Di sisi lain Liu Ryu sama sekali tidak menurunkan kewaspadaan, karena ratu siluman kelelawar yang berada di depannya jauh lebih kuat darinya.
Jika salah sedikit, maka dia akan menjadi mangsa bagi ratu siluman kelelawar.
Wuush!
Tanpa membuang waktu, ratu siluman kelelawar langsung melesat ke arah Liu Ryu dengan kecepatan tinggi.
Liu Ryu juga tidak tinggal diam, langsung mengeluarkan Qi dalam jumlah besar, untuk melindungi tubuhnya.
Bboooom!
Bboooom!
Bboooom!
Benturan serangan dari kedua belah pihak membuat wilayah sekitar menjadi tanah gersang akibat tekanan energi yang mereka keluarkan.
Hutan yang awalnya sangat lebat dipenuhi pepohonan besar, kini terpelanting ke udara akibat gelombang energi dari kedua belah pihak.
Kecepatan dan ketangkasan ratu siluman kelelawar juga tidak main-main, dimana dia mampu mengimbangi Liu Ryu.
Bboooom!
Bboooom!
Bboooom!
Pertukaran serangan dari kedua belah pihak menciptakan kawah besar di bawah mereka, hingga menciptakan gempa bumi di seluruh pulau.
Ratu siluman kelelawar menyipitkan matanya karena tidak menyangka bahwa Liu Ryu juga memiliki kemampuan besar, namun dia merasa yakin bisa mengalahkan Liu Ryu.
" Jika aku berhasil meminum darah Dewa ini, aku bisa mencapai ranah half Immortal tahap awal." Pikir ratu siluman kelelawar, karena selangkah lagi dia akan melepaskan belenggu hingga bisa mencapai ranah half Immortal.
Wuush!
Ratu siluman kelelawar melesat cepat ke sebuah arah yang cukup jauh.
Buussshh!
Ratu siluman kelelawar melepaskan aura kematian, membuat pepohonan yang berada dibawahnya langsung mati, hingga mengering.
" Aura ini sangat mengerikan. Namun sedikit berbeda dari aura kematian yang berada di wilayah ini." Pikir Liu Ryu, sambil menatap ke arah ratu siluman kelelawar yang melayang di udara.
" Sihir Kematian, Petir Kegelapan."
Duaarr!
Ratu siluman kelelawar bersuara dengan lantang, sambil mengangkat tangannya, hingga langit menjadi gelap diikuti sambaran petir hitam yang menyambar ke berbagai arah.