
Namun Liu Ryu sama sekali tidak mempermasalahkan seberapa banyak Batu Roh yang mereka keluarkan, karena dengan berjalannya waktu Batu Roh akan bertambah kembali.
Di sisi lain Han Linxi dan Haruki yang mendengar perkataan dari Xie Hua, hanya bisa menggelengkan kepala karena wanita itu menganggap bahwa mereka jatuh miskin.
" Meskipun Batu Roh hanya tersisa sedikit, tapi masih setara dengan harta kekayaan Kekaisaran Han." Han Linxi menolak apa yang dikatakan Xie Hua, karena jika orang lain yang melihatnya Batu Roh yang mereka miliki masih banyak.
Hanya saja Sheng Zhishu dan Istri Liu Ryu yang sudah lama bersama suami mereka, sudah terbiasa dengan tumpukan Batu Roh, sehingga mereka berfikir dengan jumlah demikian adalah paling sedikit.
" Istriku... Harta juga merupakan sumber kekuatan. Jika kita tidak memiliki Batu Roh sebanyak itu, mungkin Kekaisaran Atas Awan bahkan seluruh Benua Timur akan musnah oleh pasukan dari Benua Tengah." Ucap Liu Ryu, sambil menatap ke arah Han Linxi.
" Ya... Bukankah kalian sudah tau bahwa suami kita ingin pergi ke Benua Tengah. Meskipun sekarang kita memiliki triliunan prajurit, namun masih belum mampu mengimbangi jumlah pasukan yang berada di Benua Tengah." Tai Lung ikut menjelaskan bahwa Benua Tengah memiliki luas wilayah puluhan kali lipat dari Benua Timur.
Itu artinya para Kultivator yang berada di Benua Tengah memiliki jumlah ratusan kali lipat dari Benua Timur.
Apalagi sejak jutaan tahun sudah banyak Kekaisaran ataupun Kerajaan yang dihancurkan oleh para Kultivator dari Benua Tengah, tentu akan berdampak pada populasi di Benua yang lain.
" Sepertinya tanpa bantuan kita, para prajurit mampu mengalahkan mereka." Liu Ryu beralih topik pembicaraan, sambil menatap ke arah pertarungan.
" Kalau begitu, aku akan kembali melanjutkan Kultivasi." Han Linxi tidak ingin tertinggal jauh dari Sheng Zhishu dan yang lain, langsung kembali ke Dunia Quzhu.
Begitupun dengan Haruki, kini juga kembali ke Dunia Quzhu untuk Berkultivasi agar bisa bersanding dengan Istri Liu Ryu yang lain.
Tidak lama kemudian para prajurit Kekaisaran Atas Awan dan sekutu telah berhasil membunuh pasukan dari Benua Tengah dan menyekap para Jenderal dan komandan mereka.
" Semoga saja dalam beberapa waktu, pasukan dari Benua Tengah tidak muncul kesini sampai Batu Roh bertambah banyak lagi." Gumam Liu Ryu, sambil menatap ke arah para prajurit yang kini sedang menyekap para Jenderal dan komandan mereka.
" Ya... Tapi kita memiliki pekerjaan lain." Sheng Zhishu mengingatkan tentang keberadaan suku Raksasa yang ingin menghancurkan Kekaisaran Taiyang.
" Ya... Setelah para prajurit sudah memulihkan diri, kita akan berangkat." Ucap Liu Ryu, lalu meminta kepada para prajurit untuk kembali ke kediaman masing-masing.
Tentu para prajurit yang disekap langsung diserahkan kepada kelima Jenderal Besar untuk dijadikan budak di dalam peperangan selanjutnya.
Begitupun dengan Liu Ryu dan Istrinya, dimana mereka langsung kembali ke Istana Kekaisaran Atas Awan dimana Liu Ryu langsung mengeluarkan para prajurit yang sudah menjadi budak mereka di halaman depan Istana.
" Suamiku, bagaimana menurutmu dengan para tawanan ini?" Tanya Nan Sian sambil menunjuk ke arah lautan prajurit yang berdiam mematung dengan tatapan kosong.
" Aku akan membagi mereka hingga menjadi lima kelompok." Ucap Liu Ryu, memanggil kelima Jenderal Besar untuk menemuinya.
Kelima Jenderal Besar yang kebetulan berada di tempat itu, langsung mendatangi Liu Ryu dan Istrinya seraya memberi hormat.
" Baik Yang Mulia Kaisar." Jawab kelima Jenderal Besar, lalu meminta kepada beberapa Jenderal yang lain untuk membagi para tawanan tersebut hingga menjadi lima kelompok.
Liu Ryu juga memberi gelar baru kepada para tawanan tersebut menjadi Prajurit Awan Hitam dan memberikan kepada mereka perlengkapan baju perang layaknya prajurit Kekaisaran.
Namun perbedaannya, Prajurit Awan Hitam memiliki baju Zirah berwarna hitam pekat dan dilengkapi senjata berbentuk golok yang cukup besar.
" Aku minta kepada kalian untuk melatih mereka agar bisa menggunakan Golok Hitam dengan baik." Ucap Liu Ryu, lalu memberikan sebuah Kitab kepada masing-masing kelima Jenderal Besar.
Meskipun Prajurit Awan Hitam memiliki senjata yang sama, namun setiap kelompok harus memiliki kemampuan khusus sesuai kemampuan dari kelima Jenderal Besar.
" Baik Yang Mulia Kaisar." Kelima Jenderal Besar mengambil Kitab tersebut, lalu menyimpannya di Cincin miliknya.
" Mmmm... Ajarkan kepada mereka juga tentang Formasi Militer. Dengan demikian, mereka akan menjadi kartu As kita saat pergi ke Benua Tengah." Ucap Liu Ryu.
Kelima Jenderal Besar itupun langsung membawa Prajurit Awan Hitam ke tempat yang lain untuk melatih mereka.
" Suamiku, untuk beberapa saat, kami akan kembali ke Istana Kerajaan masing-masing untuk melatih para prajurit dalam membentuk Formasi Militer." Ucap Sheng Zhishu, lalu berpindah tempat ke Istana Kerajaan Kirrin.
Begitupun dengan Xin Chie dan Istri Liu Ryu yang memiliki Kerajaan tersendiri, langsung berpindah tempat untuk mengatur prajurit Kerajaan masing-masing.
Sedangkan untuk Istri Liu Ryu yang lain juga kembali ke masing-masing 30 kota wilayah Kekaisaran Atas Awan.
Meskipun dari 30 kota memiliki Walikota dari beberapa pasukan Semesta, namun setiap kota tersebut Istri Liu Ryu lah yang menjadi penguasanya.
Nama-nama kota tersebut juga diambil dari nama Klan Istri Liu Ryu, sebagai salah satunya adalah Kota Ling yang dipegang oleh Ling Queqi, Kota Zhao dipegang oleh Zhao Luyi dan Zhao Liying, dimana keduanya tidak bisa dipisahkan.
Kota Lan dipegang oleh Lan Liwei, Kota Hong, dipegang oleh Hong Kian, kota Bing dipegang oleh Bing Ruyue, Kota Jinying dipegang oleh Jinying, kota Liu, dipegang oleh Liu Jiang Yu, kota Zhang dipegang oleh Zhang Qixuan, kota Xie dipegang oleh Xie Xian, kota Jiu dipegang oleh Jiu Wei Hu, kota She dipegang oleh She Ling, She Bing dan She Zhilin.
Begitupun dengan kota Feng, dipegang oleh Feng Quinlan dan saudarinya, kota Long dipegang oleh Long Que Zhu dan saudarinya kota Huang dipegang oleh Huang Que Yun dan saudarinya.
Meskipun kota Long dan kota Huang berasal dari Kerajaan, namun mereka tidak ingin mengambil hak ayah mereka dan memberikan hak mereka kepada saudaranya.
Untuk kota Tan dipegang oleh Tan Shuying, kota Gong dipegang oleh Gong Ziya, kota Tai dipegang oleh Tai Bai dan Tai Lung, kota Sun dipegang oleh Sun Yueyue, kota Lin dipegang oleh Lin Jia, begitupun dengan kota lainnya.
Sedangkan untuk beberapa kota yang lain dipegang oleh Jin Niu dan 69 Peri Cahaya beserta Shang Wushuang dan 73 saudarinya karena jumlah mereka sangat banyak, sehingga harus berpencar.
Tujuan dari kota tersebut tidak lain sebagai tempat tinggal keturunan dari Liu Ryu yang nantinya akan menjadi sebuah Klan.