SANG DEWA AGUNG 2

SANG DEWA AGUNG 2
Ch 370. Angin Kekacauan


Sementara itu Tou Shuijing, Jiu Tou She dan yang lain sedang mengevakuasi para tawanan dari kelompok perompak sebelumnya.


Dengan tingkat Kultivasi para prajurit yang sekarang, mereka semua sudah memiliki dunia kecil tersendiri, sehingga mereka bisa dengan cepat memasukkan kapal para perompak ke dunia kecil milik mereka.


Dengan demikian Liu Ryu tidak khawatir jika para prajurit bergerak ke berbagai tempat untuk menyelamatkan para tawanan.


" Yang Mulia Kaisar, semua tawanan dan hasil jarahan sudah kami kumpulkan." Saat menyelesaikan tugas mereka, Tou Shuijing langsung melesat ke arah Liu Ryu untuk melaporkan hal tersebut.


" Mmmm, sekarang kita lanjutkan perjalanan. Ingat, lakukan para tawanan itu dengan baik." Liu Ryu mengingatkan kepada bawahannya.


" Baik Yang Mulia Kaisar." Jawab Tou Shuijing, lalu kembali ke kapal udara tumpangannya.


Begitupun dengan Liu Ryu dan Istrinya, langsung mengeluarkan kapal udara lalu melanjutkan perjalanan.


*******


Di sebuah dasar lautan terdalam, terdapat sebuah Istana yang sangat megah dan kuno.


Istana itu adalah tempat tinggal para hewan laut yang tidak pernah tersentuh oleh para Kultivator dari seluruh Dunia Tiantang.


" Kurang ajar! Beraninya mereka membunuh prajuritku." Sosok pria yang memiliki sisik seperti ikan dimana bagian atas kepalanya terlihat tumbuh rambut yang membentuk selaput.


Sosok itu memegang sebuah tombak Trisula, dimana setiap ayunan tombaknya bisa menciptakan gelombang yang bisa menenggelamkan sebuah daratan.


" Yang Mulia Raja, para prajurit kita yang terbunuh itu akibat teknik kuno dari para perompak." Sosok yang memiliki tempurung kura-kura di punggungnya melaporkan situasi yang terjadi pada prajurit mereka.


" Dewa Kura-kura, tapi tetap saja mereka sudah melakukan kesalahan besar. Selama ini kita tidak pernah menampakkan diri kepada para Kultivator yang tinggal di daratan, namun mereka sudah berani mengusik ketenangan kita." Sosok yang dipanggil sebagai Raja yang tersulut emosi, tidak bisa memaafkan sosok yang membunuh bawahannya.


Namun beberapa sosok yang berada di tempat itu berusaha untuk menyadarkan Raja mereka, karena itu semua demi kelangsungan hidup penghuni daratan.


Tentu beberapa sosok itu tidak bisa menyalahkan orang yang membunuh prajurit mereka, karena prajurit itu terkena sebuah teknik yang membuat mereka kehilangan kendali.


" Baiklah. Kali ini aku akan memaafkan mereka. Namun jika mereka mengulanginya lagi, maka aku tidak segan untuk menenggelamkan Benua Timur tempat tinggal mereka." Ucap sosok tersebut, berusaha untuk menahan diri, karena kemarahannya bisa membuat bencana bagi penghuni daratan.


Sosok itupun meminta kepada bawahannya agar tidak muncul di permukaan air agar tidak terkena dampak dari bunyi terompet yang bisa merusak jiwa bawahannya.


*******


Di sisi lain Liu Ryu dan Istrinya yang sudah berlayar, kini tidak mengetahui apa yang sedang mengancam nyawa mereka.


Selama dalam pelayaran, banyak sekali para perompak yang mereka hancurkan, namun mereka masih belum berhasil menemukan keberadaan pulau tersembunyi tempat tinggal Organisasi Penguasa Lautan.


" Suamiku, apa kita akan terus mencari keberadaan mereka?" Tanya Sheng Zhishu.


" Ya... Aku yakin Organisasi Penguasa Lautan pasti memiliki Sumberdaya yang sangat banyak, karena mereka sudah beroperasi sejak jutaan tahun yang lalu." Liu Ryu sama sekali tidak patah semangat, karena mereka sangat membutuhkan Sumberdaya untuk perkembangan mereka.


Mendengar ucapan tersebut, semua Istrinya hanya mengangguk kecil karena apa yang dikatakan Liu Ryu ada benarnya.


Terlebih jika mereka bisa menghancurkan Organisasi Penguasa Lautan, maka seluruh lautan akan lebih aman.


' Yang Mulia Kaisar, kami menemukan sesuatu yang aneh di depan kapal kami.' Saat mereka sedang berbincang, tiba-tiba Jiu Tou She mengirim pesan jiwa kepada Liu Ryu.


' Baik, kami akan kesana.' Liu Ryu membalas pesan jiwa, lalu memutar haluan kapal udara ke arah kapal yang ditumpangi Jiu Tou She.


" Yang Mulia Kaisar, disana tempatnya!" Ucap Jiu Tou She, sambil menunjuk ke arah depan.


Dengan sebuah anggukan, Liu Ryu berjalan di atas air lalu mendekati sebuah dinding transparan yang menghalangi perjalanan mereka.


" Sepertinya tempat ini dilindungi Formasi yang sangat kuat." Ucap Liu Ryu, lalu menoleh ke arah Istrinya.


" Suamiku, apa kita akan menghancurkan Formasi ini?" Tanya Jiu Wei Hu yang sudah berdiri di samping Liu Ryu.


" Ini bukan tempat kediaman Organisasi Penguasa Lautan. Formasi ini tercipta dengan sendirinya yang muncul secara acak." Liu Ryu berspekulasi bahwa tempat itu terhubung ke dunia yang lain yang tidak tau kemana tujuannya.


" Apa mungkin Formasi yang disebut dengan Angin Kekacauan?" Ling Huoliang yang pernah mendengar tentang Angin Kekacauan yang pernah muncul sejak 900 juta tahun yang lalu.


Buussshh!


Saat mereka sedang mempelajari Formasi tersebut, kini angin puyuh keluar dari dalam dinding transparan menyapu bersih semua yang dia lewati.


Sebelum Liu Ryu memberi peringatan kepada Istrinya dan semua bawahan, kini tubuhnya terangkat ke udara.


" Sialan... Angin apa ini?" Liu Ryu menggerutu karena tidak sempat menghindar.


Bahkan Liu Ryu yang mengerahkan seluruh kemampuannya, seakan tidak berfungsi, justru Qi miliknya seakan tersedot ke angin puyuh tersebut.


" Suamiku." Teriak Sheng Zhishu dan Istri Liu Ryu yang lain saat melihat Liu Ryu terhisap oleh angin puyuh tersebut.


" Yang Mulia Kaisar." Teriak Tou Shuijing, Jiu Tou She dan para prajurit yang berusaha untuk menolongnya.


Bahkan semua Istri Liu Ryu dan para prajurit juga mengerahkan seluruh kekuatannya untuk menarik tubuh Liu Ryu yang berada di pusaran angin tersebut sama sekali tidak berfungsi.


Buussshh!


Bersamaan dengan hilangnya angin puyuh, Liu Ryu juga menghilang dari pandangan, diikuti sebuah tekanan energi yang membuat semua Istri Liu Ryu dan para prajurit terlempar jauh.


" Suamiku." Dengan sisa kekuatannya semua Istri Liu Ryu berlari ke arah pusaran angin sebelumnya yang kini tidak meninggalkan bekas sedikitpun.


Kini suara tangisan dari semua Istri Liu Ryu langsung pecah, dimana para prajurit tidak berani mendekati mereka.


Hari terus berlalu kini Istri Liu Ryu sama sekali tidak beranjak dari tempat itu, membuat para prajurit merasa tidak enak.


Sesaat Sheng Zhishu dan yang lain seakan tenggelam karena sudah kehabisan tenaga karena berhari-hari selalu berada di permukaan laut.


" Yang Mulia Ratu." Teriak Tou Shuijing dan semua prajurit, dengan cepat melompat dari atas kapal udara.


" Bawa Yang Mulia Ratu ke dalam kapal udara." Tou Shuijing memberi perintah kepada bawahannya.


" Baik Jenderal." Meskipun merasa segan, namun para prajurit tidak memiliki pilihan lain, kecuali harus memapah tubuh Istri Liu Ryu dan membawanya ke dalam kapal udara.


Satu-persatu para prajurit membaringkan tubuh mereka, lalu kembali ke tempat Tou Shuijing yang menunggu.


" Kita tidak bisa melanjutkan perjalanan. Lebih baik kita kembali ke Benua Timur." Jiu Tou She berinisiatif untuk mengutarakan tujuannya, karena mereka tidak bisa merawat Istri Liu Ryu dalam keadaan seperti itu.