SANG DEWA AGUNG 2

SANG DEWA AGUNG 2
Tanah Merah


Bukan hanya memiliki perubahan bentuk tubuh mereka, tapi juga fisik mereka sangat kuat.


" Shuijing, Jiu... Sepertinya mereka menjadi hidangan yang tepat untuk kalian." Ucap Ryu sambil menoleh ke arah Tou Shuijing dan Jiu Tou She.


" Benar sekali Dewa Agung." Ucap Tou Shuijing dan Jiu Tou She yang begitu bersemangat.


" Bagaimana dengan kalian?" Tanya Ryu kepada 26 Naga Kerang yang berada di tengah-tengah Pasukan Semesta, lalu menoleh ke arah 70 Naga Kerang yang lain.


" Sepertinya mereka hanya menambah ukuran tubuh kami saja Dewa Agung. Sedangkan untuk kekuatan, hanya sedikit." Jawab salah satu dari 26 Naga Kerang.


Sedangkan 70 Naga Kerang yang lain hanya menggelengkan kepala, karena merasa segan untuk menelan tubuh lawannya.


" Tidak masalah jika kalian tidak mau." Ryu juga tidak memaksa 70 Naga Kerang tersebut.


Ggooooaaarr!


Rrraawr!


Kelompok beruang yang kini semakin mendekat langsung mengangkat tubuh mereka seakan ingin menerjang.


Swing...!


Ryu langsung berpindah tempat ke samping beruang yang memiliki ukuran lebih besar dari yang lain.


Rrraawr...!


Beruang yang menyadari kehadiran Ryu, kini langsung berbalik dan melakukan serangan pukulan.


" Mengagumkan." Ryu tidak menyangka bahwa beruang tersebut sangat cepat, lalu menyilangkan kedua tangannya ke arah depan untuk menciptakan pelindung.


Bboooom!


Pukulan dari pemimpin beruang membentur pelindung yang Ryu ciptaan hingga membuat gelombang kejut.


Kini Ryu dan pemimpin beruang sama-sama mundur beberapa langkah ke belakang.


" Jadi begini kekuatan Pendekar Semesta tahap menengah di Dunia ini?" Ryu menaikkan alisnya sambil menatap ke arah beruang tersebut.


Rrraawr...!


Dengan kecepatan tinggi beruang tersebut berlari ke arah Ryu, lalu menyerang dengan menggunakan cakaran dari kedua tangannya.


Baaam! Baaam! Baaam!


Pertukaran serangan dari kedua belah pihak semakin sengit hingga menciptakan gelombang kejut berkali-kali.


" Ini sangat buruk." Ryu bergumam karena pertarungan mereka menarik perhatian kelompok monster yang lain.


Begitupun dengan 22 Istri Ryu yang lain, mereka juga menyadari akan banyak monster yang akan muncul dari segala arah.


" Sudah waktunya kita menggunakan teknik itu." Xie Xian memberi isyarat kepada Istri Ryu yang lain di sela pertarungannya.


" Baik." Jawab mereka serempak lalu melompat ke belakang.


Wuush!


Sebuah kepulan asap tebal berwarna putih menyebar ke berbagai arah membuat pihak lawan seperti tenggelam ditelan kabut asap.


Craaash! Craaash! Craaash!


Tebasan demi tebasan terdengar dari berbagai arah, membuat kelompok beruang terlihat kebingungan karena tidak bisa merasakan kehadiran pihak lawan.


Tidak hanya mereka saja, Tou Shuijing, Jiu Tou She dan Pasukan Semesta serta 70 Naga Kerang juga tidak mampu mendeteksi keberadaan 22 Istri Ryu.


Hanya satu sosok yang mengetahui keberadaan mereka, yaitu Ryu sendiri meskipun dia berada di tempat yang cukup jauh.


Wuush!


Ryu juga menggunakan kepulan asap putih untuk mempercepat jalannya pertarungan.


Craaash!


Rrraawr.!


Bersamaan dengan tebasan yang tiba-tiba, pemimpin beruang dengan sigap untuk menghindar disertai raungan.


Seperti hantu gentayangan, Ryu dan 22 Istrinya melakukan serangan tebasan di segala arah membuat kelompok beruang hanya bisa berdiam mematung sambil meningkatkan kewaspadaan.


Slaaash! Slaaash! Slaaash!


Sesekali Ryu muncul di tengah kepulan asap putih untuk membantu anggota Pasukan Semesta ketika mereka terdesak.


Ggooooaaarr!


Ggooooaaarr!


Ggooooaaarr!


Craaash!


Ryu kembali muncul di belakang pemimpin beruang lalu melakukan serangan tebasan pada punggung beruang tersebut.


Sebuah keuntungan dari Ryu dan 22 Istrinya, ketika kelompok beruang semakin marah, maka konsentrasi mereka akan pecah.


Dengan demikian Ryu dan 22 Istrinya mampu membunuh satu pihak lawan dalam satu kali tebasan.


" Teknik apa yang mereka gunakan?" Tanya Jin Ke di sela pertarungannya.


" Aku juga tidak tau. Sepertinya kita tidak bisa menggunakan teknik itu." Jin Niu menyadari bahwa teknik tersebut tidak bisa mereka gunakan, meskipun Ryu memberikan kepada mereka.


" Semoga saja Dewa Agung selalu menggunakan teknik itu." Ucap Jin Qiu, dimana saat melihat Ryu dirinya hampir tidak bisa mengendalikan pikirannya.


Bukan hanya Jin Qiu saja, tetapi juga 69 Naga Kerang yang lain juga merasakan hal yang sama.


Tentu membuat mereka kehilangan konsentrasi saat melakukan pertarungan.


" Ya... Sekarang kita bisa lebih fokus lagi untuk bertarung." Ucap Jin Niu yang kini kondisinya telah stabil saat Ryu menggunakan teknik kepulan asap putih tersebut.


Sejak awal kejadian di Pagoda Jiwa satu tahun yang lalu, setelah pertarungan 70 Naga Kerang bisa bertarung dengan baik.


Meskipun kekuatan mereka meningkat, namun cara bertarung mereka terlihat setara dengan kekuatan anggota Pasukan Semesta, bahkan dibawahnya.


" Hmmm... Sepertinya 70 Naga Kerang itu sudah bisa bertarung dengan baik. Apa yang terjadi pada mereka sebelumnya?" Jiu Wei Hu yang sempat melirik ke arah 70 Naga Kerang.


Begitupun dengan Istri Ryu yang lain, mereka juga bertanya-tanya mengapa 70 Naga Kerang berubah secara drastis.


Di sisi lain Ryu terus mengincar pemimpin beruang yang masih mampu bertahan, meskipun mendapatkan luka sayatan pada tubuhnya.


Ryu mengakui kehebatan pemimpin beruang tersebut, dimana ketangkasan dalam menangkis serangan tebasan dari Ryu sangatlah cepat.


" Aku akan melihat seberapa lama kamu akan bertahan." Ryu dengan senyuman jahatnya melirik ke arah pemimpin beruang sambil menyerang beruang yang lain.


Ggooooaaarr!


Rrraawr!


Pemimpin beruang merasa frustasi karena tidak mampu merasakan kehadiran Ryu, dimana dia hanya merasakan bahwa bawahannya semakin berkurang.


Setelah berhasil membunuh beberapa beruang yang lain, kini Ryu kembali ke arah pemimpin mereka.


Craaash! Craaash! Craaash!


Ryu kembali menebas beberapa bagian tubuh beruang yang membuatnya banyak kehilangan darah hingga tersungkur.


Slaaash!


Ryu langsung menebas leher beruang saat sosok tersebut tidak berdaya lagi.


Gluduk!


Kepala pemimpin beruang terlepas dari tubuhnya.


Ggooooaaarr! Ggooooaaarr! Ggooooaaarr!


Rrraawr...! Rrraawr...! Rrraawr...!


Terdengar suara Auman disertai raungan dari berbagai arah dimana terlihat puluhan kelompok hewan buas yang lain.


" Gawat." Ryu yang tidak sempat mengambil Inti Roh pemimpin beruang, kini langsung mengambil tindakan cepat.


Swing.!


Ryu langsung berpindah tempat di udara dengan ketinggian lebih dari 50 meter.


Swing! Swing! Swing!


Kini 22 Istri Ryu juga berpindah tempat di sisi kiri dan kanan Ryu untuk menyambut kedatangan kelompok tersebut.


' Malapetaka '


Ryu menciptakan lima bola Petir Hitam mengarah kepada satu kelompok hewan buas.


' Getaran Cinta Pertama.'


Xie Xian dan Istri Ryu yang lain juga menciptakan tujuh kelopak bunga teratai mengarah kepada kelompok yang berdatangan ke segala arah.


Bboooom! Bboooom! Bboooom!


Ledakan demi ledakan menyebar ke berbagai tempat menciptakan gempa hingga dalam radius ratusan meter.


Kini terlihat kepulan debu seakan menutupi wilayah tersebut, dimana Ryu dan 22 Istrinya langsung menelan beberapa Pil untuk memulihkan Qi.


Secara perlahan debu tersebut mulai memudar hingga terlihat beberapa kelompok hewan buas terluka parah bahkan ada yang mati.