
Saat 70 Naga Kerang sudah pergi, Ryu langsung menciptakan ruang waktu di Pagoda Jiwa tersebut agar bisa mempersingkat waktu penyerapan mereka.
Setelah itu Ryu langsung menuju puncak Pagoda Jiwa juga ingin menyerap energi hitam.
Waktu terus berlalu hingga akhirnya 70 Naga Kerang telah berhasil mencapai puncak Pagoda Jiwa.
Tentu hal itu membuat Ryu sedikit kaget dengan pencapaian mereka.
Bahkan 70 Naga Kerang juga memiliki sisik kulit kerang berwarna keemasan yang sangat cerah.
" Secepat itu?" Ryu menaikkan alisnya sambil menatap mereka yang baru saja muncul.
" Benar Dewa Agung. Kami telah berhasil menyerap pengetahuan tentang Peri cahaya. Bahkan kami juga telah berhasil mencapai pemurnian darah Peri cahaya." Jin Niu dan 69 Naga Kerang terlihat senang dengan pencapaian mereka.
Tidak hanya itu, 70 Naga Kerang juga mendapatkan masing-masing rumput jiwa peri dan rumput cahaya.
" Dewa Agung... Jika diizinkan, kami ingin menyerap kedua Sumberdaya ini di tempat ini." Ucap Jin Niu yang tidak sabar ingin melihat kemampuan baru mereka.
" Hmmm... Baiklah, kalian boleh menggunakan tempat ini." Ucap Ryu dengan wajah penasaran dengan hasil pemurnian darah Peri cahaya.
" Terimakasih Dewa Agung." Ucap mereka bersamaan, lalu mengambil posisi duduk bersila dengan wujud manusia.
Tentu Jin Niu dan 69 Naga Kerang berani berubah menjadi manusia, karena di tempat itu hanya Ryu seorang diri.
Kini Ryu hanya memperhatikan apa yang akan terjadi selanjutnya, dia ingin melihat sendiri secara langsung dengan kemampuan 70 Naga Kerang.
Sesaat tubuh 70 Naga Kerang mengeluarkan cahaya yang menyilaukan, hingga Ryu sendiri tidak mampu melihat mereka.
" Apa ini kekuatan dari Peri cahaya?" Ryu bergumam sambil menutup mata dengan telapak tangannya ditaruh di depan wajahnya.
Namun cahaya tersebut seakan menembus telapak tangannya, sehingga dia harus membalikkan badan.
Satu bulan telah berlalu, cahaya tersebut seakan tidak pernah pudar membuat Ryu semakin penasaran.
Bahkan Pagoda Jiwa yang berwarna hitam, kini seakan memancarkan cahaya keemasan yang membuat proses penyerapan energi hitam semakin cepat hingga berkali-kali lipat.
Dua bulan telah berlalu, kini cahaya tersebut perlahan mulai pudar dimana Pagoda Jiwa telah berubah berwarna keemasan.
Bukan hanya perubahan dalam bentuk, namun daya serapnya juga semakin meningkat drastis.
" Benar-benar mengagumkan." Ryu bergumam sambil merasakan perubahan tersebut lalu menoleh ke arah 70 Naga Kerang sebelumnya.
Sesaat 70 Naga Kerang secara perlahan membentuk butiran cahaya hingga menyebar ke seluruh ruangan hingga menghilang dari pandangan.
" Dimana mereka?" Ryu bergumam sambil memperhatikan di setiap sudut ruangan dimana tidak menemukan siapapun.
" Dewa Agung, kami ada disini." Terlihat butiran cahaya kembali muncul hingga memadat dan membentuk 70 Naga Kerang yang semuanya memiliki sisik kulit kerang berwarna emas menyala.
" Kenapa tadi aku tidak bisa melihat kalian?" Tanya Ryu sambil menaikkan sudut bibirnya.
" Itu karena kami berubah wujud menjadi manusia. Jadi kami tidak terlihat oleh siapapun, kecuali kami meneteskan darah kami kepada orang itu." Jin Niu menjelaskan tentang kekuatan baru mereka.
" Jadi begitu? Kalau begitu aku tidak khawatir lagi jika kalian berubah wujud." Ryu terlihat senang dengan pencapaian mereka.
" Terimalah dan seraplah darah kami Dewa Agung! Dengan demikian Dewa Agung bisa melihat kami dalam wujud manusia." 70 Naga Kerang mengeluarkan darah mereka, lalu menggunakan kekuatan spiritual mereka untuk mengarahkan darah tersebut di atas kepala Ryu.
" Mmmm." Ryu mengangguk lalu mengambil posisi duduk bersila untuk menyerap darah dari 70 Naga Kerang.
Sesaat 70 tetes darah tersebut masuk ke tubuh Ryu hingga dalam beberapa saat tubuhnya mengeluarkan cahaya.
Bahkan meskipun dalam keadaan mata tertutup, sepasang mata Ryu seakan mengeluarkan cahaya.
Tidak lama kemudian Ryu telah berhasil menyerap 70 tetes darah tersebut lalu membuka matanya dan menoleh ke arah 70 Naga Kerang.
Bahkan 70 Naga Kerang seakan tidak mampu menahan daya tarik tersebut, meskipun sudah berusaha untuk mengendalikan pikiran mereka.
" Sekarang aku ingin melihat perubahan wujud manusia dari kalian." Ryu ingin memastikan kebenaran yang mereka katakan.
" Ba... Baik Dewa Agung." 70 Naga Kerang kembali membentuk butiran cahaya hingga memadat dan membentuk 70 sosok wanita yang terlihat sangat cantik.
" Gluug." Ryu menelan ludah seakan 70 sosok wanita tersebut memiliki daya tarik tersendiri untuknya.
Begitupun dengan 70 sosok wanita tersebut, mereka semua memasang wajah memerah seperti kepiting rebus dan berusaha untuk menahan diri.
" Apakah ini mimpi?" Ryu tertegun dengan mata berbinar binar saat menyaksikan keindahan dari 70 sosok wanita di depan matanya.
' Tidak mungkin.... Aku harus mengendalikan pikiranku.' Ryu membatin sambil menggeleng-gelengkan kepalanya untuk membuang jauh-jauh pikirannya.
" Dewa Agung, apa yang terjadi padamu?" Tanya Jin Niu yang juga berusaha untuk mengendalikan pikirannya.
" Ti... Tidak ada." Jawab Ryu dengan singkat sambil membuang muka.
Tentu Ryu tidak ingin hanyut dalam pikirannya, dimana saat sorot mata mereka saling bertemu, saat itu juga Ryu hampir kehilangan kendali.
" Sekarang kalian kembali ke alam jiwaku." Ryu tidak ingin terlalu lama melihat 70 sosok wanita tersebut, lalu mengibaskan tangannya.
Saat itu juga 70 sosok wanita tersebut telah menghilang dari pandangan dan berpindah ke alam jiwa milik Ryu.
" Haaahh." Ryu menghela nafas dalam-dalam, berjalan dan menyandarkan tubuhnya di dinding ruangan tersebut.
Sambil mengatur napas dalam-dalam, Ryu berusaha untuk menjernihkan pikirannya dengan posisi duduk bersila.
Butuh waktu yang cukup lama, akhirnya Ryu telah berhasil mengendalikan pikiran lalu kembali ke Istana Kristal.
*******
Pada keesokan pagi dari waktu yang sebenarnya, Ryu kembali membawa bawahannya untuk melakukan pertarungan melawan manusia berkepala hewan.
Tidak lupa Ryu juga membawa 70 Naga Kerang, namun dengan menggunakan Wujud Naga Kerang agar dia tidak kehilangan kendali lagi.
" Dengarkan semuanya! Sekarang di sekeliling kita banyak sekali manusia berkepala hewan. Jadi kumpulkan sebanyak mungkin untuk meningkatkan Kultivasi kita." Ucap Ryu sambil menatap ke arah mereka.
" Baik Dewa Agung." Jawab mereka serempak.
Tanpa menunggu lama Ryu dan kelompoknya langsung melepaskan Aura masing-masing dan melesat ke berbagai arah.
Begitupun dengan Xie Xian dan Istri Ryu yang lain yang baru saja muncul, juga tidak ingin ketinggalan bagian langsung melesat terbang ke arah gerombolan manusia berkepala hewan.
Swing!
Ryu berpindah tempat ke arah yang cukup jauh di tengah gerombolan manusia berkepala.
Wuush!
Ryu Langsung melepaskan Aura Dewa Agung dimana gerombolan manusia berkepala seakan menjadi pasta daging.
Rrraawr!
Rrraawr!
Rrraawr!
Terlihat puluhan manusia berkepala hewan yang memiliki ukuran yang lebih besar hingga mencapai 20 meter.
" Sepertinya mereka adalah Penguasa wilayah ini." Ryu bergumam sambil tersenyum lebar, merasa ada yang cocok sebagai lawannya.