
Dewa Ashura yang sudah berada di atas udara tepat di hadapan Xu Tianpeng dan Istrinya, kini menatap tajam ke arah sosok tersebut mengandung kebencian yang mendalam.
" Tianpeng, lawanmu adalah aku." Dewa Ashura yang tidak bisa menahan diri, langsung melesat ke arah Xu Tianpeng dengan kecepatan tinggi.
" Kamu pikir bisa mengalahkanku?" Xu Tianpeng tersenyum lebar, lalu melesat ke arah Dewa Ashura sambil mengayunkan kepalan tangannya.
Dengan kecepatan tinggi, keduanya saling bertemu hingga bertukar serangan sambil menjauhi antara kedua kelompok yang sedang berperang.
Bboooom!
Bboooom!
Bboooom!
Pertukaran serangan dari kedua belah pihak menciptakan gelombang kejut menyebar ke berbagai arah hingga tercipta kawah besar dibawah mereka.
Di sisi lain Liu Ryu menatap ke arah salah satu Jenderal Besar dari Kekaisaran Langit. Meskipun tidak mengenal sosok tersebut, Liu Ryu yakin bahwa sosok itu adalah Dewa Perang yang merupakan tangan kanan Xu Tianpeng.
Wuush!
Sebelum Liu Ryu memilih lawannya, dia langsung mengeluarkan miliaran Boneka Bernyawa untuk membantu pasukan Kekaisaran Sun.
Melihat kejadian itu, Istri Xu Tianpeng juga tidak tinggal diam, langsung mengeluarkan miliaran pasukan lagi dari ruang hampa.
Melihat kejadian tersebut pasukan dari Kekaisaran Sun berkeringat dingin karena lautan pasukan dari pihak musuh mulai berdatangan dari portal teleportasi.
" Apakah Dunia Yuzhou akan kiamat?" Gumam para Jenderal dari Kekaisaran Sun saat melihat kemunculan pasukan seperti air bah.
Dewa Ashura dan bawahannya juga merasakan peperangan tersebut mengulangi sejarah kekacauan sejak jutaan tahun yang lalu.
Bahkan merasakan peperangan itu jauh lebih besar dari sejarah perang jutaan tahun yang lalu.
Wuush!
Tidak ingin membuang waktu, Liu Ryu melesat cepat ke arah Dewa Perang, lalu melayang di depannya.
" Lawanmu adalah aku." Bersamaan dengan ucapannya, Liu Ryu melesat dengan kecepatan tinggi layaknya meteor mencari tempat lain untuk bertarung.
" Kamu terlalu percaya diri anak muda." Dewa Perang tersenyum lebar, lalu melesat ke arah Liu Ryu yang membawanya ke arah lain.
Saat berada di tempat yang cukup jauh, Liu Ryu langsung membalikkan badannya untuk menyambut kedatangan Dewa Perang sambil mengayunkan tangannya.
Melihat Liu Ryu yang sudah melakukan serangan, Dewa Perang juga tidak tinggal diam, langsung menyambut serangan dari Liu Ryu.
Bboooom!
Bboooom!
Bboooom!
Ledakan demi ledakan menyebar ke berbagai arah akibat tekanan dari kedua belah pihak yang sedang melakukan pertukaran serangan.
Shang Wushuang juga tidak tinggal diam, langsung melesat cepat ke arah Istri Xu Tianpeng yang sedang menyaksikan jalannya pertarungan.
" Apa kabar saudariku?" Shang Wushuang membuka topengnya, lalu memasang kembali diikuti Shang Ningshuang dan yang lain.
" Kalian?" Shang Caiyuan dan 26 saudarinya sedikit kaget saat melihat wajah dari Shang Wushuang dan 73 saudarinya.
Shang Caiyuan dan 26 saudarinya tidak menyangka bahwa 74 saudarinya yang pernah mereka bunuh, bisa hidup kembali.
Kini tatapan Shang Caiyuan dan 26 saudarinya tertuju pada Liu Ryu yang sedang bertarung melawan Dewa Perang.
Mereka berpikir bahwa Shang Wushuang dan 73 saudarinya bisa dihidupkan kembali, pasti ada hubungannya dengan Liu Ryu.
Bboooom!
Bboooom!
Bboooom!
Pertukaran serangan dari Shang Wushuang dan 73 saudarinya melawan Shang Caiyuan dan 26 saudarinya yang dibantu oleh Istri Xu Tianpeng yang lain, satu lawan satu.
Kini giliran Tai Bai dan saudarinya juga melesat ke arah Istri Xu Tianpeng yang lain, hingga tatapan mereka tertuju pada tujuh wanita yang menggunakan gaun merah muda.
" Aku tidak menyangka bahwa tujuh Dewi Bunga Persik berkhianat pada perguruannya sendiri dan lebih memilih untuk menjadi Istri Kaisar Langit." Tai Lung menatap tajam ke arah ketujuh wanita tersebut.
Satu juta tahun yang lalu, ketujuh wanita itu dikenal paling jenius di perguruan Bunga Persik, sehingga mendapatkan julukan Tujuh Dewi Bunga Persik.
Tujuh Dewi Bunga Persik dikabarkan membunuh guru mereka sendiri dan merebut pohon persik dewa yang berfungsi untuk menambah kekuatan seorang Kultivator hingga berkali-kali lipat sesuai dengan usia buah persik dewa yang mereka makan.
" Itu bukan urusan kalian."
Ketujuh wanita itupun langsung melesat cepat ke arah Tai Bai dan saudarinya, sambil mengarahkan pedangnya ke depan.
Melihat hal itu, Tai Bai dan saudarinya juga tidak tinggal diam, langsung mengeluarkan pedangnya lalu menyambut serangan dari pihak lawan.
Traaang! Traaang! Traaang!
Benturan pedang dari kedua belah pihak yang mengandung Qi dalam jumlah besar, menciptakan gelombang kejut menyebar ke seluruh wilayah pertarungan.
Di sisi lain Bing Ruyue yang menggunakan jarum es sebagai senjatanya, kini terus membunuh satu-persatu pihak lawan membuat jantung mereka langsung bolong dan membeku.
Terlebih Sheng Zhishu dan yang lain yang menarik pasukan dari pihak lawan ke Penjara Abadi, membuat Istri Xu Tianpeng memasang wajah serius.
" Para wanita itu tidak bisa dibiarkan." Gumam salah satu Istri Xu Tianpeng yang menggunakan gaun putih, lalu melesat ke arah Bing Ruyue diikuti tiga wanita lain.
Menyadari keempat istri Xu Tianpeng yang, menuju ke arahnya, Bing Ruyue meminta bantuan kepada Yunjiang, Zhao Luyi dan Zhao Liying untuk membantunya.
' Hati-hati! Mereka adalah Dewi Es Utara, Dewi Es Selatan, dan sepasang Dewi Es Abadi.' Tai Lung mengirim pesan jiwa kepada Yunjiang, Bing Ruyue, Zhao Luyi dan Zhao Liying.
Straaing! Straaing! Straaing!
Keempat Istri Liu Ryu itupun langsung berpindah tempat untuk menjauhi para pasukan yang lain, agar tidak terkena imbas pertarungan.
" Kalian mau pergi kemana?" Keempat Istri Xu Tianpeng membelokkan arah,. menuju ke arah Bing Ruyue dan ketiga wanita yang bersamanya.
Tentu keempat Istri Xu Tianpeng memilih lawan keempat wanita itu, karena mereka sama-sama memiliki elemen es.
" Kami hanya ingin agar kita bertarung dengan bebas." Ucap Bing Ruyue sambil mengendalikan jarum es untuk melakukan serangan.
Buussshh!
Wilayah sekitar seketika menjadi beku akibat benturan serangan energi dari kedua belah pihak.
Kini Sheng Zhishu dan Istri Liu Ryu yang lain juga melesat cepat ke arah ratusan wanita yang melayang di udara.
Karena jumlah Istri Xu Tianpeng terlalu banyak, beberapa Jenderal Besar bawahan Dewa Ashura, juga ikut membantu Sheng Zhishu dan yang lain untuk melawan Istri Xu Tianpeng.
Akibat pertarungan dari kedua belah pihak, Dunia Yuzhou bergetar hebat hingga menimbulkan retakan di berbagai arah.
" Mereka benar-benar bukan tandingan kita." Kaisar Sun Gozi berkeringat dingin saat menyaksikan pertarungan antara Sheng Zhishu dan Istri Liu Ryu yang melawan Istri Xu Tianpeng.
Bahkan untuk melawan bawahan Xu Tianpeng dapat dipastikan bahwa semua pasukan pihak Kekaisaran Sun akan musnah.