SANG DEWA AGUNG 2

SANG DEWA AGUNG 2
Ch 396. Hanya Sekelompok Semut


Tentu untuk mendapatkan kekuatan dalam waktu singkat, Raja Siluman Kalajengking Gurun mempersembahkan darah manusia kepada Dewi Malam.


" Bawa kepala raja kalian untukku! Dengan begitu aku akan mengampuni nyawa kalian." Ucap Liu Ryu dengan nada lantang membuat pasukan Siluman Kalajengking Gurun sontak kaget.


Tidak hanya pasukan Siluman Kalajengking Gurun, tapi juga semua bawahan Dewi Arinia juga memasang wajah serius, karena Liu Ryu begitu percaya diri.


" Katakan kepada raja Siluman Kalajengking Gurun bahwa Dewi Arinia sudah menjadi Istriku. Setelah itu kalian boleh membunuhnya." Liu Ryu melanjutkan ucapannya, diikuti Dewi Arinia langsung mencium bibirnya.


Melihat kejadian di depan mata mereka, pasukan Siluman Kalajengking Gurun memasang wajah jelek, karena tidak menyangka bahwa Dewi Arinia lebih memilih seorang manusia sebagai suaminya.


Namun pasukan Siluman Kalajengking Gurun memasang sikap waspada, karena mereka juga mengetahui bahwa Dewi Arinia tidak mudah untuk ditaklukkan.


" Para dewa juga pernah turun untuk melamar Dewi Arinia dan menelan kekalahan. Sepertinya manusia itu bukan orang biasa." Salah satu dari pasukan Siluman Kalajengking Gurun merasa ragu untuk berhadapan dengan sosok yang menjadi suami Dewi Arinia.


Bahkan beberapa sosok juga memasang wajah serius, karena naluri mereka mengatakan bahwa Liu Ryu tidak bisa dianggap enteng.


" Apa yang kalian takutkan? Meskipun manusia itu memiliki kemampuan besar, namun tetap saja dia adalah manusia, pasti akan cepat kelelahan." Ucap yang lain, untuk meyakinkan rekannya.


" Benar... Meskipun manusia itu sangat kuat, tapi dia tidak bisa bertahan lama." Yang lain juga ikut bersuara.


Kini semua pasukan Siluman Kalajengking Gurun memberanikan diri untuk menghadapi pasukan Siluman Ular Gurun, karena mereka berpikir bahwa Liu Ryu tidak mampu bertahan.


" Kalau begitu, tunggu apa lagi? Kita serang mereka sekarang. Aku akan memenggal kepala manusia itu dan memberikan kepada Yang Mulia Raja, karena dia berani menyentuh calon istri Yang Mulia Raja." Salah satu dari ingin sekali membunuh Liu Ryu, agar raja mereka memberikan penghargaan.


" SERANG!!!" Teriak semua pasukan Siluman Kalajengking Gurun, langsung melesat ke arah benteng pertahanan.


Tanpa membuang waktu, Liu Ryu langsung melompat dari atas tembok, lalu menciptakan hujan elemen Kehampaan.


Aarrgggh!


Aarrgggh!


Aarrgggh!


Teriakan demi teriakan terdengar dari mulut pasukan Siluman Kalajengking Gurun, membuat mereka jatuh terkapar hingga tidak bernyawa.


Dewi Arinia dan Elena yang menyaksikan kejadian itu, kini membuka matanya lebar-lebar, karena tidak menyangka bahwa Liu Ryu bisa menciptakan bencana alam seperti itu.


" Untung saja aku tidak menolak menjadi Istrinya." Dewi Arinia membatin, karena tidak menutup kemungkinan bahwa Liu Ryu bisa membunuh bawahannya dengan mudah.


Seandainya jika Liu Ryu tidak mendapatkan energi Yin yang berlimpah dari Dewi Arinia, tentu dia masih belum bisa menciptakan hujan elemen Kehampaan, meskipun sudah menyerap Air Suci.


" Ternyata masih banyak hal yang dia sembunyikan." Pikir Elena, sambil menatap ke arah Liu Ryu yang seakan tidak bisa disentuh.


Bahkan semua pasukan Siluman Ular Gurun juga berkeringat dingin karena baru pertama kali melihat sosok yang mampu menciptakan bencana alam.


" Apakah dia adalah Dewa tertinggi yang sedang menyamar menjadi manusia?"


Semua yang berada di tempat itu menganggap bahwa Liu Ryu adalah Dewa tertinggi yang turun dari langit.


" Apakah suamiku berasal dari tempat ayah berada?" Pikir Dewi Arinia, karena dia sudah mengetahui bahwa ayahnya berasal dari dunia Dewa.


Ratu Ular Gurun itulah yang melahirkan Dewi Arinia, sehingga menggantikan posisi ibunya sebagai Ratu Ular Gurun ketika ibunya meninggal dunia.


Para Dewa di dunia itu memang cukup banyak. Namun mereka tidak pernah mengganggu kehidupan manusia, kecuali ada sosok yang menarik hati mereka.


Hal itu sering terjadi pada para gadis yang memiliki paras cantik, sehingga mampu menggoyahkan hati para Dewa untuk menitipkan keturunannya.


Termasuk ibu Dewi Arinia sendiri sebagai tempat pelampiasan hasrat Dewa tertinggi, karena ibunya memiliki paras yang cantik.


Begitupun dengan Dewi Arinia yang memiliki paras cantik, sehingga dirinya menjadi target para Dewa.


Sayangnya kemampuan mereka masih kalah jauh dari Dewi Arinia yang memiliki garis darah Dewa dan Siluman, sehingga dia mampu bertahan.


Hanya saja ketika para Dewa sudah menanamkan benih kepada manusia ataupun penghuni dunia itu, maka mereka akan kembali ke alam para Dewa dan tidak pernah mengunjungi keturunannya.


Meskipun demikian, bagi para wanita yang melahirkan benih para Dewa sama sekali tidak keberatan, karena status mereka akan sangat tinggi.


Bahkan banyak para Bangsawan yang mempersunting wanita yang memiliki benih para Dewa, karena kemampuan anaknya pasti diatas rata-rata.


Sementara Dewi Arinia sedang hanyut dalam pikirannya, kini Liu Ryu sudah berhasil membunuh setengah dari jumlah pasukan Siluman Kalajengking Gurun.


" LARI!!!" Teriak pasukan Siluman Kalajengking Gurun yang tersisa, karena tidak mungkin bagi mereka untuk mengalahkan Liu Ryu.


Melihat semua pasukan Siluman Kalajengking Gurun lari kocar-kacir, Liu Ryu tersenyum lebar sambil melesat ke berbagai arah dimana hujan elemen Kehampaan selalu mengikuti arahnya.


" Jangan! Jangan mendekat!" Pasukan yang Liu Ryu kejar, kini semakin panik karena sosok itu seperti malapetaka bagi mereka.


Pasukan Siluman Ular Gurun yang awalnya ingin membantu, kini hanya berdiam mematung karena Liu Ryu bisa mengalahkan mereka seorang diri.


" Sudah terlambat!" Ucap Liu Ryu yang hanya terbang mengikuti semua pasukan.


Dengan adanya hujan elemen Kehampaan, Liu Ryu tidak perlu melakukan pertarungan, karena dengan sambaran elemen Kehampaan sudah cukup untuk membunuh mereka.


" Sepertinya aku hanya memetik hasil." Bersamaan dengan ucapannya, Elena langsung melompat dari benteng pertahanan, lalu mengibaskan tangannya untuk menarik semua mayat pasukan Siluman Kalajengking Gurun.


" Sihir yang sangat unik." Gumam Dewi Arinia, lalu melompat ke arah Elena untuk membantunya mengumpulkan mayat tersebut.


Melihat Dewi Arinia yang membantu Elena mengumpulkan mayat, para prajurit juga dengan sigap untuk membantu mereka, agar proses pengambilan mayat akan lebih cepat lagi.


Di sisi lain, Liu Ryu yang sudah membunuh semua pasukan Siluman Kalajengking Gurun,. kini kembali ke arah Dewi Arinia dan Elena yang tengah sibuk mengumpulkan mayat.


Sedangkan para prajurit yang tidak memiliki kemampuan sihir, kini hanya bisa menumpukkan mayat agar Dewi Arinia dan Elena bisa membawanya dengan kekuatan sihir.


" Sepertinya kalian memiliki pekerjaan lain." Liu Ryu tersenyum tipis sambil menatap ke arah Dewi Arinia.


" Kamu memiliki kekuatan besar, kenapa kamu menyamar menjadi manusia? Apa kamu sengaja agar bisa menjadikanku sebagai Istrimu?" Tanya Dewi Arinia yang berpikir bahwa Liu Ryu telah membohonginya untuk merebut hatinya.


" Kamu jangan salah. Aku hanya tersesat di dunia ini." Ucap Liu Ryu, lalu berjalan mendekati pintu gerbang Istana.