SANG DEWA AGUNG 2

SANG DEWA AGUNG 2
Ch 196. Pergerakan


Setelah mendengar penjelasan dari Ryu, Chaizu mengangguk mengerti karena dirinya sendiri juga memiliki banyak Istri dari berbagai Suku Harimau yang tersebar di berbagai tempat.


Termasuk putri dari Raja Suku Harimau yang berada di bagian liar di Dunia Dongwu, sehingga suku tersebut mau bergabung dengan Kekaisaran Harimau yang sekarang.


" Dewa Agung, Dewi Agung... Jika berkenan, aku akan membawa kalian ke Istana Kekaisaran Harimau, sekaligus mengenalkan pada keluargaku." Chaizu yang kini memanggil dengan sebutan baru kepada Ryu setelah mendengar ucapan dari Tou Shuijing, Jiu Tou She dan Xie Shui.


" Suatu saat kami akan berkunjung kesana. Tapi sekarang kami harus menghancurkan Suku Naga dan Ras Org, karena mereka terlalu berbahaya bagi kelangsungan Suku Harimau." Ryu tidak keberatan memberikan bantuan kepada Kekaisaran Harimau, karena musuh Chaizu juga musuhnya.


" Baiklah Dewa Agung." Ucap Chaizu.


Setelah melakukan percakapan cukup lama, kini Chaizu harus menginap di Istana Walikota Hunnam dimana sudah disediakan oleh para pelayan.


Begitupun dengan Tou Shuijing, Jiu Tou She dan Xie Shui juga mengambil kamar masing-masing untuk beristirahat sambil menunggu kedatangan para prajurit dan pasukan Semesta yang sedang menghancurkan Klan Hun.


*******


Dua hari kemudian, kini para prajurit Kekaisaran Harimau dan pasukan Semesta telah kembali ke Istana Walikota dengan membawa para wanita yang menjadi tawanan Klan Hun.


" Salam Yang Mulia Kaisar." Para prajurit memberi hormat.


" Mmmm." Chaizu mengangguk lalu menoleh ke arah para tawanan wanita yang berada di tempat itu.


" Kalian boleh kembali ke kediaman masing-masing." Ucap Chaizu sambil menatap ke arah para tawanan.


" Terimakasih Yang Mulia Kaisar." Jawab mereka serempak, lalu meninggalkan tempat tersebut menuju ke kediaman masing-masing untuk berkumpul bersama keluarga mereka.


" Dewa Agung, kami harus kembali ke Istana Kekaisaran Harimau. Masih banyak hal yang harus aku siapkan sebelum peperangan itu terjadi." Meskipun Chaizu ingin sekali bersama dengan Ryu yang pernah menjadi tuannya, namun demi Suku Harimau, dia harus menyampingkan masalah pribadi.


" Tidak masalah. Kamu harus menyiapkan segalanya sebelum kita melakukan peperangan yang sesungguhnya." Ucap Ryu.


" Aku mengerti Dewa Agung. Aku sudah menyiapkan pasukan terbaik untuk pergi ke Dunia Tiantang." Ucap Chaizu, lalu meninggalkan tempat tersebut bersama rombongannya.


Begitupun dengan Xie Shui, dia juga mengikuti rombongan Chaizu untuk bertemu dengan Suku Kalajengking Putih.


" Sekarang kalian boleh istirahat. Tidak lama lagi kita akan berangkat ke kediaman Suku Naga." Ryu menatap ke arah Pasukan Semesta.


" Baik Dewa Agung." Jawab mereka serempak, lalu menghilang dari pandangan dimana kembali ke Dunia Quzhu.


*******


Di sebuah Istana yang sangat besar dan megah, terlihat beberapa sosok yang sedang melakukan perbincangan.


Tempat tersebut tidak lain adalah kediaman para petinggi Suku Naga yang baru saja mendengar kabar bahwa Klan Hun telah dihancurkan oleh pihak Istana Kekaisaran Harimau.


Tidak hanya itu, dalam insiden tersebut membuat dua utusan Suku Naga juga harus kehilangan nyawa di dalam Klan Hun.


" Yang Mulia Kaisar, apa yang harus kita lakukan sekarang? Sepertinya Suku Harimau sudah mengetahui rencana kita." Ucap salah satu petinggi Suku Naga.


" Hmmm.... Aku tidak menyangka bahwa Suku Harimau memiliki kekuatan besar. Tapi itu tidak masalah, karena hanya Suku Naga saja yang berkuasa di Dunia Dongwu ini." Ucap Kaisar Suku Naga.


" Tapi bagaimana dengan Ras Org? kekuatan mereka sangat besar dan sangat banyak." Tanya petinggi yang lain.


" Untuk masalah peperangan itu, kita tidak perlu melakukan apapun. Setelah peperangan selesai, baru kita akan menyerang balik Ras Org. Dengan demikian pasukan kita tidak mengalami kerugian besar." Ucap Kaisar Suku Naga.


Tentu kekuatan tempur Suku Naga seimbang dengan Ras Org. Namun mereka lebih memilih untuk berdiam diri sambil menunggu waktu yang tepat.


*******


" Yang Mulia Ratu... Sekarang pasukan kita sudah mencapai di perbatasan Kekaisaran Harimau." Ucap salah satu Jenderal sambil menundukkan kepala.


" Biarkan saja mereka tinggal disitu untuk sementara waktu. Kita harus menunggu Ras Org yang bergerak terlebih dulu." Ucap sosok wanita yang menggunakan mahkota kebesarannya sambil menatap ke arah tertentu.


Wanita itu tidak lain adalah Ratu Suku Ular yang ingin membalas dendam atas kematian Suaminya saat melakukan pertarungan melawan Suku Harimau.


" Kaisar Chaizu... Sampai matipun aku tidak akan membiarkanmu hidup dengan tenang." Ratu Suku Ular mencoba menahan amarahnya karena Chaizu telah berhasil membunuh suaminya.


" Baik Yang Mulia Ratu. Kalau begitu aku pamit dulu." Sang Jenderal memberi hormat, lalu meninggalkan tempat tersebut.


*******


( Istana Kerajaan Suku Kelelawar )


" Salam Yang Mulia Raja... Semua pasukan Suku Kelelawar sudah berada di wilayah perbatasan Kekaisaran Harimau." Ucap sosok Jenderal sambil menundukkan kepala.


" Tidak perlu terburu-buru. Biarkan pasukan Ras Org yang bergerak terlebih dulu. Kita harus memetik hasilnya saja." Ucap Raja Suku Kelelawar.


Tentu Raja Suku Kelelawar ingin bekerjasama dengan Suku Ular, karena dia sangat menyukai Ratu Ular tersebut.


Jika saja hasil kerjasama tersebut tidak menguntungkan baginya, mungkin Suku Kelelawar tidak ingin mengambil kerjasama tersebut.


" Kau tau, jika kita berhasil menghancurkan Suku Harimau, maka Ratu Suku Ular akan jatuh ke pangkuanku." Raja Suku Kelelawar tersenyum lebar sambil menatap para bawahannya.


" Benar Yang Mulia Raja, Suku Ular memiliki wanita yang sangat cantik dari Suku Kelelawar itu sendiri." Beberapa Jenderal juga terlihat senang dengan keputusan kerjasama tersebut dimana mereka bisa mencari pasangan dari Suku Ular.


" Mmmm, didalam peperangan ini, kita harus menekan jumlah korban di pihak kita seminimal mungkin." Ucap Raja Suku Kelelawar.


Kini para petinggi Suku Kelelawar tersenyum lebar sambil menunggu pergerakan dari Ras Org.


*******


( Markas besar Ras Org )


" Yang Mulia Kaisar, sepertinya Suku Ular dan Suku Kelelawar belum ada tanda-tanda pergerakan." Ucap salah satu sosok yang memiliki dua kepala.


" Aku mengerti. Sepertinya mereka ingin bermain-main dengan Ras Org. Kita juga tidak perlu melakukan pergerakan sampai mereka benar-benar ingin melakukan serangan terlebih dulu." Ucap Kaisar Ras Org yang terlihat geram karena Suku Ular dan Suku Kelelawar ingin memanfaatkan mereka.


Sebagai seorang pemimpin Ras Org, tentu Kaisar Ras Org tidak ingin melakukan serangan terlebih dulu, meskipun sangat mudah bagi Ras Org untuk mengalahkan Suku Harimau.


Namun Kaisar Ras Org harus menekan jumlah korban di pihak mereka seminimal mungkin.


*******


Di sisi lain Ryu dan Istrinya beserta Pasukan Semesta telah melakukan gerakan menuju ke arah wilayah Suku Naga.


" Jiu, Shuijing... Berapa lama lagi kita akan sampai ke wilayah Suku Naga?" Tanya Ryu sambil menatap ke arah kedua sosok raksasa tersebut.


" Mungkin kita akan membutuhkan waktu selama dua hari lagi Dewa Agung." Ucap Tou Shuijing sambil mengepakkan sayapnya terbang ke arah Suku Naga.


Mendengar ucapan tersebut, Ryu mengangguk, lalu menatap ke arah depan untuk memeriksa keadaan sekitar.