
Jeritan demi jeritan keluar dari mulut pasukan suku Raksasa kini terdengar di berbagai tempat, membuat Draka Zurad terlihat frustasi.
Serangan dari Sheng Zhishu dan yang lain tidaklah main-main, karena berkali-kali pasukan suku Raksasa harus terpelanting ke udara, bahkan terbawa angin tornado.
" Sialan! Siapa mereka ini sebenarnya?" Draka Zurad memasang wajah jelek karena seluruh bawahannya mengalami penyiksaan yang tidak ada habisnya.
Bahkan Jenderal Besar dan para prajurit Kekaisaran Tanah Merah membuka matanya lebar-lebar karena apa yang dilakukan oleh kelompok wanita bertopeng diluar dugaan mereka.
" Hati-hatilah ketika sedang bertarung! Jangan sampai konsentrasi mu pecah." Liu Ryu mengingatkan kepada Draka Zurad agar fokus pada pertarungannya.
Sesaat Draka Zurad menoleh ke arah Liu Ryu, lalu mengeluarkan semua kemampuannya untuk mengalahkan sosok yang menjadi lawannya.
" Aku akan membunuhmu." Teriak Draka Zurad, sambil bertukar serangan terhadap Liu Ryu.
" Buktikan saja kalau kamu mampu." Liu Ryu tersenyum lebar sambil melakukan pertukaran serangan.
Meskipun Draka Zurad sudah mengeluarkan semua kemampuannya, namun Liu Ryu masih mampu mengimbangi kecepatan serangan dari pihak lawan.
" Sudah cukup bermain-mainnya." Bersamaan dengan ucapannya, Liu Ryu menyalurkan Qi pada kepalan tangannya lalu melakukan serangan tinju kepada Draka Zurad.
Melihat Liu Ryu yang sudah mengeluarkan semua kemampuannya, Draka Zurad memasang sikap waspada karena dia dapat merasakan bahwa sosok yang menjadi lawannya memiliki kekuatan besar.
Bboooom! Bboooom! Bboooom!
Serangan demi serangan yang dilepaskan oleh Liu Ryu membuat tangan Draka Zurad merasa nyeri.
Bboooom!
Sebuah pukulan keras bersarang pada tubuh Draka Zurad, membuatnya memuntahkan darah segar merasakan tulang-tulangnya retak.
Bboooom!
Tubuh Draka Zurad yang turun dari udara, kini membentur tanah hingga membentuk kawah besar.
Uhuuk!
Draka Zurad memuntahkan darah segar dimana pandangannya mulai kabur.
Straaing!
Liu Ryu yang berada di atas udara, kini langsung berpindah tempat ke arah Draka Zurad.
Bboooom!
Kraaack!
Sebuah tendangan keras dari Liu Ryu, membuat Draka Zurad terpelanting ke udara.
Straaing!
Liu Ryu kembali berpindah tempat untuk menyambut tubuh Draka Zurad yang melayang di udara.
Bboooom!
Pukulan demi pukulan yang sangat cepat dilepaskan oleh Liu Ryu, membuat Draka Zurad tidak berkutik sehingga hanya bisa menyambut pukulan keras tersebut.
Jenderal Besar dan para prajurit yang menyaksikan kejadian tersebut, kini kesulitan bernapas karena apa yang dilakukan oleh Liu Ryu berlangsung sangat cepat.
Jenderal Besar membayangkan jika dia berada di posisi tersebut, maka seluruh tubuhnya akan remuk.
Tap!
Liu Ryu yang sudah menyelesaikan pertarungannya, kini langsung berdiri di depan Draka Zurad yang sudah dalam kondisi memprihatinkan.
Sesaat Liu Ryu menoleh ke arah Istrinya yang juga sudah menyelesaikan pertarungan mereka.
Wuush!
Liu Ryu menarik tubuh Draka Zurad, lalu melesat ke arah Istrinya yang sedang mengumpulkan anggota pasukan suku Raksasa.
Wuush!
" Formasi Cakar Hitam."
Buussshh!
Liu Ryu menciptakan sebuah Formasi untuk melepaskan segel budak dari Raja Phoenix Langit kepada semua pasukan suku Raksasa.
Zzzrrrttt! Zzzrrrttt! Zzzrrrttt!
Sebuah kubah raksasa mengelilingi tubuh pasukan suku Raksasa yang tergeletak di tanah, hingga membutuhkan waktu yang cukup lama agar segel budak tersebut terlepas dari mereka.
" Teknik Tuan-Hamba."
Setelah segel budak terlepas, Liu Ryu dan Istrinya kembali menciptakan segel budak yang baru kepada pasukan suku Raksasa.
Hal itu terus berulang-ulang, karena jumlah mereka terlalu banyak, sehingga Liu Ryu dan Istrinya harus membutuhkan waktu yang cukup lama.
" Lingkaran Suci."
Saat semuanya sudah terkena segel budak, Gong Ziya langsung menciptakan Lingkaran Suci untuk memulihkan pasukan suku Raksasa yang masih belum mampu menggerakkan tubuh mereka.
Buussshh!
Sebuah aura berwarna hijau menyelimuti tubuh anggota pasukan suku Raksasa, hingga secara perlahan kondisi mereka mulai pulih kembali.
Meskipun kondisi tubuh pasukan suku Raksasa tidak bisa pulih total, namun paling tidak mereka sudah bisa menggerakkan tubuh hingga bisa berdiri kembali.
" Apa yang terjadi?" Draka Zurad dan bawahannya yang baru saja tersadar dari masa kritis, kini meraba tubuhnya masing-masing.
Sesaat anggota pasukan suku Raksasa tersadar bahwa mereka sudah terkena segel budak dari sosok yang berada di depan mereka.
Sekalipun pasukan suku Raksasa ingin melakukan perlawanan, namun segel budak tersebut sangat kuat sehingga mereka dengan patuh mengikuti perintah dari Liu Ryu.
" Sekarang aku adalah tuan baru kalian. Aku adalah Kaisar Ryu dan mereka semua adalah Istriku." Ucap Liu Ryu sambil memperkenalkan diri mereka.
" Salam Yang Mulia Kaisar, Salam Yang Mulia Permaisuri, salam Yang Mulia Ratu." Semua pasukan suku Raksasa berlutut di hadapan Liu Ryu dan Istrinya.
Merasakan bahwa Jenderal Besar dan para prajurit Kekaisaran Tanah Merah sedang berjalan mendekati mereka, Liu Ryu langsung memindahkan pasukan suku Raksasa menuju ke Dunia Quzhu.
Tidak lama kemudian Jenderal Besar dan para prajurit Kekaisaran Tanah Merah muncul di hadapan Liu Ryu dan Istrinya.
" Salam Yang Mulia Kaisar." Jenderal Besar dan para prajurit memberi hormat.
" Mmmm, tugasku sudah selesai. Katakan kepada Kaisar Jie Fey, bahwa pasukan suku Raksasa sudah dikalahkan." Ucap Liu Ryu, sambil menatap ke arah para prajurit Kekaisaran Tanah Merah.
Liu Ryu juga mengatakan bahwa wilayah milik suku Raksasa sudah menjadi wilayah kekuasaannya, sehingga tidak ada yang bisa memasuki wilayah tersebut tanpa seizin Kekaisaran Atas Awan.
Tentu Liu Ryu langsung menguasai wilayah tersebut, karena dia berpikir bahwa hutan tempat kediaman suku Raksasa pasti memiliki banyak Sumberdaya.
" Baik Yang Mulia Kaisar, aku akan mengatakan hal ini kepada Kaisar Jie Fey." Jawab Jenderal Besar sambil menundukkan kepala.
Bagi Jenderal Besar dan para prajurit Kekaisaran Tanah Merah, mereka tidak peduli dengan wilayah suku Raksasa.
Yang terpenting adalah sekarang wilayah Kekaisaran Tanah Merah sudah aman dari serangan pasukan suku Raksasa.
Seandainya pihak Kekaisaran Tanah Merah mengetahui bahwa wilayah hutan milik suku Raksasa menyimpan banyak Sumberdaya, maka mereka akan menyesali keputusan tersebut.
Sayangnya meskipun pihak Kekaisaran Tanah Merah mengetahuinya, mereka tidak akan berani mengusik wilayah tersebut karena tempat itu sudah menjadi milik Kekaisaran Tanah Merah.
" Suamiku, apa yang akan kita lakukan di tempat baru ini?" Tanya Xie Hua, saat prajurit Kekaisaran Tanah Merah sudah meninggalkan tempat tersebut.
" Tempat ini sangat luas, jadi aku rasa tempat ini sangat cocok untuk tempat tinggal ras Demi-Human." Jawab Liu Ryu, karena dia berpikir bahwa ras Demi-Human bisa lebih bebas untuk keluar dari dunia kecil mereka.
Terlebih karena ras Demi-Human yang menjadi pengikutnya sangat banyak, sehingga Liu Ryu harus membagikan wilayah baru untuk mereka tinggali.