
Meskipun demikian, tidak ada satupun diantara mereka yang pernah mengeluh. Justru saat mereka benar-benar kehabisan tenaga, Istri Liu Ryu justru menikmatinya.
Sambil berjalan keluar dari Istana, Sheng Zhishu dan Istri Liu Ryu yang lain menikmati terpaan angin yang berhembus ke wajah mereka.
Para prajurit yang kebetulan berjaga di tempat itu juga langsung memberi hormat kepada Permaisuri dan Ratu Kekaisaran Atas Awan.
" Sudah lama kita tidak menikmati keindahan tempat ini." Nan Sian merentangkan kedua tangannya sambil menikmati aroma wangi dari hamparan bunga yang bermekaran.
" Ya... Selama ini kita hanya bepergian dengan menggunakan teknik teleportasi. Jadi kita tidak pernah menikmati keindahan pemandangan di tempat ini." Ucap Liu Jiang Yu yang paling anggun diantara Istri Liu Ryu yang lain.
Liu Jiang Yu menatap ke arah beberapa bangunan yang berjejer rapi, sehingga tidak merusak pemandangan Istana Kekaisaran Atas Awan.
Beberapa bangunan tersebut sengaja dibuat agar bisa melengkapi keindahan Istana Kekaisaran Atas Awan.
Meskipun terlihat kecil, namun bangunan tersebut juga layaknya sebuah Istana yang merupakan hanya sebagai hiasan.
Hal yang paling mencolok adalah Istana yang diciptakan oleh Shang Wushuang dan 73 saudarinya, karena Istana tersebut adalah sumber energi agar membuat Sumberdaya di wilayah Istana semakin cepat berkembang, karena diciptakan dari kristal energi.
" Sepertinya untuk sementara waktu, kami akan tinggal disana." Ucap Shang Wushuang sambil menunjuk ke arah Istana yang mereka ciptakan.
Sesaat tatapan mereka begitu tertuju pada sebuah pohon besar yang berada di samping Istana Kekaisaran Atas Awan.
Meskipun pohon tersebut berdiri kokoh dan menjulang tinggi, namun tidak merusak pemandangan di sekitar.
Pohon besar tersebut merupakan Istana untuk ras Peri Cahaya, dimana terlihat sangat indah, karena pohon tersebut selalu mengeluarkan cahaya setiap waktu.
" Kami juga ingin tinggal di Istana Pohon untuk sementara waktu." Ucap Jin Niu dan 69 Peri Cahaya.
" Kami juga." Long Que Zhu dan saudarinya juga menunjuk ke Istana yang lain.
Istana yang ditunjukkan oleh Long Que Zhu dan saudarinya adalah Istana ciptaan mereka sendiri, dimana terlihat seperti seekor Naga yang sedang melindungi Istana tersebut.
Begitupun Istana yang lain yang merupakan ciptaan dari Huang Que Yun dan saudarinya, terlihat seperti seekor burung Phoenix raksasa yang sedang berdiri di atas Istana sambil merentangkan kedua sayapnya.
Setelah menatap beberapa bangunan yang berbentuk Istana kecil, Sheng Zhishu dan yang lain kembali melangkahkan kakinya untuk menuruni tangga raksasa.
Jika saja ada orang lain yang melihat ratusan wanita cantik itu, maka kejadian tersebut benar-benar sesuatu yang langka, karena Sheng Zhishu dan yang lain memiliki keindahan yang tidak bisa digambarkan dengan kata-kata.
Bahkan para prajurit yang sedang berjaga di tempat itu juga tidak ingin melihat mereka terlalu lama, karena tidak ingin pikirannya tidak bisa dikendalikan.
*******
Sementara di ruangan Istana Kekaisaran Atas Awan, Liu Ryu menatap ke arah 300 selir yang berada di depannya.
" Tidak ada salahnya jika aku memiliki selir. Dengan demikian keluarga Klan Liu akan semakin bertambah di Dunia Tiantang ini." Pikir Liu Ryu.
Namun ada sebuah kekhawatiran di benak Liu Ryu. Jika dia berhubungan dengan 300 selir tersebut, maka tubuh mereka benar-benar bisa mencapai batasan, karena mereka tidak menggunakan teknik Tubuh Dewi Agung.
" Hah... Biarkan saja! Aku bisa membatasi kemampuanku, agar mereka tidak pingsan." Gumam Liu Ryu.
Di sisi lain 300 selir tersebut saling berpandangan, karena wajah mereka benar-benar merah seperti kepiting rebus dimana saling memberi isyarat satu sama lain.
" Yang Mulia Kaisar, izinkan kami melakukan tugas kami untuk melayani anda." Salah satu dari selir memberanikan diri untuk bersuara.
Dengan sebuah anggukan kecil, 300 selir langsung berjalan mendekati Liu Ryu berusaha untuk tetap tenang dari perasaan gugup mereka.
" Yang Mulia Kaisar, Perkenalkan namaku Long Tianyi." Long Tianyi memberanikan diri untuk memperkenalkan diri.
Long Tianyi juga memperkenalkan saudarinya yang lain, membuat Liu Ryu tidak mampu mengingat nama mereka semuanya.
Karena jumlah mereka terlalu banyak, Liu Ryu membawa Long Tianyi dan selir yang lain menuju ke Istana Kristal.
Dengan bantuan kecepatan waktu di Dunia Quzhu, Liu Ryu berharap agar 300 selir tersebut masih memiliki jeda waktu untuk memulihkan diri.
Pada malam itu juga Liu Ryu berhubungan dengan 300 selirnya, dimana malam yang seharusnya hening kini berubah menjadi nuansa yang berbeda.
Bahkan 300 gadis yang menjadi selir tersebut tidak menyangka bahwa Liu Ryu bisa mengimbangi kekuatan dari jumlah mereka yang sangat banyak.
Dalam waktu singkat, kegadisan 300 selir tersebut dibobol hingga tubuh mereka merasakan sensasi yang berbeda hingga sampai ke ubun-ubun.
Seperti apa yang diperkirakan Liu Ryu, dimana 300 selir tersebut langsung pingsan, karena tenaga mereka benar-benar habis terkuras, meskipun terlihat sebuah senyuman puas dari wajahnya.
" Sepertinya tidak bisa dilanjutkan lagi." Gumam Liu Ryu, sambil menatap ke arah 300 selir yang terkapar di lantai, karena pingsan.
Liu Ryu mengeluarkan ratusan Pil pemulihan dan menaruhnya di atas meja, lalu mengangkat tubuh mereka ke atas ranjang yang lain dimana Liu Ryu keluarkan dari Cincin miliknya.
Beruntung kamar utama Istana Kristal memiliki ukuran yang sangat luas, sehingga mampu menampung 300 selir sekaligus.
Dengan lebih dari seratus tempat tidur yang berjejer, Liu Ryu membaringkan tubuh mereka, karena tidak tega jika mereka tertidur di atas lantai.
Liu Ryu lebih memilih keluar dari kamar utama, untuk beristirahat di kamar yang lain, karena merasa tidak enak jika tidur bersama 300 selir sekaligus.
*******
Pada keesokan harinya, Long Tianyi dan selir yang lain terbangun dari tidurnya, merasakan tubuh mereka seakan remuk karena kehabisan tenaga.
Meskipun demikian, terlihat jelas dari raut wajah mereka begitu sangat menikmati apa yang dilakukan Liu Ryu kepada mereka.
" Jadi itu kemampuan seorang yang sudah mencapai Bintang Kaisar?"
" Tidak mungkin. Aku pernah mendengar dari ibu, bahwa kemampuan seorang yang sudah mencapai Bintang Kaisar hanya bisa mampu berhubungan dengan seratus Istri sekaligus."
" Pantas saja Kaisar Ryu bisa mengalahkan ayah kita dengan mudah."
Sebuah diskusi dari 300 selir, dimana wajah mereka begitu berseri-seri karena Liu Ryu melebihi apa yang mereka bayangkan.
Sesaat 300 selir berpikir sejenak, karena jumlah mereka seakan tidak mampu memenuhi kebutuhan Liu Ryu.
" Sepertinya Yang Mulia Kaisar meninggalkan Pil pemulihan untuk kita." Long Tianyi berjalan dengan tertatih untuk memungut Pil yang berada di atas meja.
" Sebaiknya kita pulihkan diri terlebih dulu." Long Tianyi membagikan Pil tersebut kepada saudarinya, lalu menyerap energi dari Pil tersebut.
Setelah memakan waktu yang cukup lama, kini kondisi mereka pulih total, karena Pil yang diberikan oleh Liu Ryu memiliki kualitas tinggi.