
Aura kematian dari Cerberus mampu menekan tubuh Ryu, membuatnya berkeringat dingin.
" Tidak aku sangka ada Ras manusia bisa masuk ke tempat ini." Ucap Cerberus sambil membalikkan badannya lalu menatap tajam ke arah Ryu, dengan niat membunuh yang sangat kuat.
" Apa kau ingin membalas hilangnya bawahanmu?" Ryu tersenyum lebar sambil menatap Cerberus, meskipun dirinya mendapat penekanan.
" Ya... Meskipun kamu sudah mencapai puncak Kultivator, namun butuh jutaan tahun untuk mengimbangi ku. Tapi tingkat Kultivasimu hanya mencapai Pendekar Semesta tahap menengah, hanya 10% dari kekuatanku kamu bisa dipastikan akan mati." Ucap Cerberus, meskipun dia tidak yakin dengan hal itu.
Meskipun Cerberus sudah banyak membunuh Kultivator tingkat Semesta, namun kali ini dia memiliki perasaan lain dengan sosok yang ada di hadapannya sekarang.
Wuush!
Sebuah bayangan yang cepat, dimana Ryu kesulitan untuk melacak kecepatan dari Cerberus.
Baaam! Baaam! Baaam!
Serangan demi serangan dari kibasan ekor Cerberus, mampu membuat Ryu terpental dan menabrak dinding Pagoda raksasa.
" Cepat sekali." Ryu kembali bangkit sambil mengusap mulutnya yang mengeluarkan darah segar.
Rrraawr!
Cerberus kembali melesat cepat ke arah Ryu, dimana hanya terlihat sebuah bayangan.
Straaing!
Melihat kecepatan yang tidak masuk akal, Ryu langsung berpindah tempat untuk menghindari serangan tersebut.
" Hmmm." Cerberus menghentikan langkah sambil melirik ke sebuah arah, lalu melesat ke arah tersebut.
Baaam!
Ryu yang baru saja muncul dari ruang kosong, kini mendapat pukulan keras di tubuhnya.
Baaam!
Ryu terpental hingga membentur dinding Pagoda raksasa.
" Uhuuk." Ryu memuntahkan darah segar, lalu bangkit berdiri sambil menatap ke arah Cerberus.
" Aku akui kekuatan fisikmu. Jika itu orang lain, sudah dipastikan akan menjadi gumpalan daging." Cerberus menaikkan sudut bibir dari ketiga kepalanya hingga memperlihatkan taringnya yang begitu mengerikan.
" Kamu meremehkanku. Akan aku tunjukkan siapa yang terkuat." Ryu menciptakan pelindung mengelilingi tubuhnya dari semua elemen yang dia miliki.
Seketika udara di sekitar bergerak liar, yang kini percikan api dan petir mengelilingi tubuhnya.
" Tranformasi."
Ryu kini langsung berubah wujud menjadi sosok yang mirip Harimau, namun memiliki sisik seperti Naga dengan tanduk berwarna keemasan dan sepasang sayap.
" Kekuatan ini." Cerberus terlihat serius karena dia sendiri merasa tertekan dengan wujud dari Ryu.
Ggooooaaarr!
Duaarr! Duaarr! Duaarr!
Ryu melompat dan menerkam ke arah Cerberus, diikuti sambaran Petir Hitam memenuhi ruangan tersebut.
Kini Cerberus melesat cepat menghindar ke berbagai arah agar tidak terkena sambaran Petir Hitam.
Sedangkan Ryu sendiri terus mengejarnya, karena kecepatan Cerberus melampaui dirinya.
" Petir ini sangat kuat." Gumam Cerberus, karena Petir Hitam yang berada di ruangan tersebut seperti air hujan yang turun dari langit.
Namun karena terlalu banyak Petir Hitam yang tidak memiliki celah untuk dihindari, kini Cerberus mendapatkan beberapa kali sambaran Petir Hitam yang bersarang di tubuhnya.
Dengan Sekuat tenaga, Cerberus terus menghindar dari elemen Petir Hitam yang seakan tidak pernah ada habisnya, meskipun sudah berkali-kali mendapatkan sambaran Petir.
Semakin lama kini semua lantai di Pagoda raksasa tersebut dipenuhi dengan aliran Petir membuat Cerberus kewalahan hingga tubuhnya mendapat sambaran Petir Hitam yang sudah tidak terhitung jumlahnya.
Gluduk...!
Tubuh Cerberus terjatuh dalam kondisi sekarat, tidak menyangka bahwa seorang Pendekar Semesta tahap menengah bisa mengalahkannya.
" Aku akui kecepatanmu berkali-kali lipat dariku, tapi kamu tidak mampu menghindari Petir Hitam milikku." Ryu tersenyum lebar karena baru kali ini dia menggunakan teknik Transformasi yang sudah lama tidak dia gunakan.
Juga untuk Cerberus, Ryu mendapatkan pengalaman yang baru. Jika tidak memiliki anugerah dari Penguasa elemen, dapat dipastikan dia akan mati.
Tentu Ryu juga mengingat apa yang dikatakan Shen Weida, sebelum menjadi Liu Jiang Yu yang menjadi istrinya sekarang.
Bahwa ketika seorang Kultivator sudah mencapai puncaknya, maka kekuatanya masih bisa ditingkatkan lagi.
" Hmmm... Aku sudah tidak sabar ingin menyerap Inti Jiwa dari makhluk kuno." Ryu berjalan mendekati Cerberus dengan sebilah pedang di tangannya.
Slaaash!
Ryu memotong leher Cerberus, lalu mengambil Inti Jiwanya dan memasukkan ke Cincin miliknya.
" Cukup manusia.... Aku tidak akan memberi apapun lagi padamu." Sebuah suara sangat keras saat Ryu ingin melanjutkan langkahnya.
Bboooom!
Sebuah tekanan yang sangat kuat membuat Ryu terpental keluar dari Pagoda raksasa.
Bboooom!
Ryu terjatuh dari tempat yang sangat tinggi, hingga membentur tanah dimana tercipta kawah kecil.
Wuush!
Pagoda raksasa tersebut menghilang dari pandangan.
Melihat kejadian tersebut Ryu tersenyum pahit karena tidak mendapatkan sesuatu yang berharga di Pagoda raksasa, kemudian menatap ke arah Istrinya yang sedang mendatanginya.
" Suamiku, apa yang terjadi?" Tanya She Xia yang merasa heran karena Pagoda raksasa menghilang begitu saja.
" Sepertinya pemilik Pagoda raksasa itu sedang depresi." Ucap Ryu dengan nada santai.
Meskipun tidak bisa menjelajahi semua ruangan yang ada di Pagoda raksasa, namun Ryu sangat senang karena bisa mendapatkan Inti Jiwa dari makhluk kuno.
" Sepertinya pemilik Pagoda raksasa itu tidak ingin ada dari Ras manusia yang masuk ke dalamnya." Ucap Jin Niu. karena semua yang ada di Dunia Yuzhou adalah Ras Iblis.
Sedangkan mereka hanya sebagai pendatang baru.
" Tidak masalah. Lebih baik sekarang kita lanjutkan perjalanan." Ryu membawa kembali Istrinya untuk mencari keberadaan Xie Xian dan Jiu Wei Hu.
Setelah berjalan sekitar seratus meter, mereka kembali dihadapkan dengan kelompok manusia bersisik yang jumlahnya jauh lebih banyak dan lebih kuat dari sebelumnya.
Ryu dan Istrinya juga dengan sigap menghadang kedatangan gerombolan manusia berkepala hewan bersisik naga tersebut yang Ryu anggap sebagai monster.
Wuush! Wuush! Wuush!
Ryu dan Istrinya langsung melepaskan Aura yang mereka miliki masing-masing, namun hal itu tidak cukup membantu, karena gerombolan monster tersebut sangat kuat.
Bahkan karena jumlah mereka terlalu banyak, Ryu dan Istrinya sedikit terdesak, meskipun Ryu sudah berkali-kali menjatuhkan Hujan Petir.
" Hmmm... Sepertinya kita butuh bantuan Hewan Kontrak." Ucap Qing Yun di sela pertarungannya.
Wuush!
Elang Batu yang berjumlah 20 ekor keluar dari ruang kosong.
Kwaaaaaaak!
Elang Batu juga langsung melesat dan menyambar dan mencengkram monster tersebut.
Kraaack! Kraaack! Kraaack!
Terdengar suara renyah dari gerombolan monster tersebut saat terkena cengkraman Elang Batu.
Tentu 20 Elang Batu juga memiliki kemampuan seperti majikan mereka, sehingga mereka dengan mudah mengalahkan gerombolan monster tersebut.
" Hmmm." Ryu yang melihat kejadian tersebut sedikit menaikkan alisnya.
" Suamiku, jangan remehkan Hewan Kontrak kami." Feng Quinlan tersenyum lebar saat melihat ekspresi suami mereka.
Kini pertarungan pun kembali dikuasai oleh Ryu dan Istrinya , sementara 20 Elang Batu juga terus menyambar lawan mereka dari udara.