SANG DEWA AGUNG 2

SANG DEWA AGUNG 2
Ch 230. Dua Pagoda


Satu-persatu mereka mencari tempat untuk membersihkan diri agar kembali pada saat mereka masih bersama dengan guru mereka.


Juga menggunakan kembali pakaian yang menandakan bahwa diri mereka adalah seorang Kultivator.


Tidak lama kemudian, keenam wanita tersebut berkumpul kembali, dimana Tai Bai juga berhasil menyembuhkan meridian miliknya.


" Sudah lama kita tidak berpenampilan seperti ini. Sayangnya guru tidak bisa bersama kita lagi." Ucap Tai Bai, sambil menatap ke arah keenam saudarinya yang terlihat sangat cantik dan menawan.


" Langsung saja, apa rencana kita selanjutnya? Tanya Tai Lung yang langsung pada inti permasalahan mereka.


Mendengar ucapan tersebut, Tai Bai menarik napas dalam-dalam lalu lalu menceritakan tentang beberapa kelompok yang berasal dari Dunia Abadi yang tinggal di Benua Dongwei.


" Dengan Pagoda Neraka milikku, aku dapat merasakan bahwa mereka sudah membuka segel portal dimensi itu." Tai Bai menceritakan tentang apa yang dia ketahui.


" Apa? Bagaimana mungkin? Apa mereka sudah gila?" Tai Lung terlihat kaget karena ada orang yang memiliki nyali diluar nalar.


Jika mereka membuka segel portal dimensi, maka dapat dipastikan Dunia Tiantang akan musnah.


" Siapa mereka? Bukankah itu adalah hal yang sangat tabu untuk dibicarakan. Apalagi sampai membuka segelnya." Sun Yueyue hampir tidak percaya dengan apa yang dikatakan Tai Bai.


" Kalian jangan salah... Pemuda itu sangat licik. Dia menyembunyikan portal dimensi yang lain dengan sebuah Formasi yang sangat kuat, agar monster yang keluar tidak merusak segel portal dimensi yang lain." Ucap Tai Bai.


Tai Bai juga menceritakan bahwa kelompok tersebut menciptakan sebuah Formasi yang sangat kuat untuk membunuh monster yang berasal dari portal dimensi.


" Meskipun kemampuan Pagoda Neraka milikku masih terbatas, namun aku dapat merasakan, meskipun hanya samar-samar." Ucap Tai Bai.


" Bagus... Dengan demikian aku bisa memanfaatkan situasi itu untuk meningkatkan Kultivasiku." Tai Lung terlihat bersemangat untuk menyerap roh yang mati di tempat tersebut.


" Karena itulah aku memintamu untuk menggunakan kemampuan khusus milikmu agar kita bisa mendapatkan keuntungan dari korban yang berjatuhan dengan menggunakan Pagoda Neraka milikku." Ucap Tai Bai, lalu mengeluarkan bayangan Pagoda Neraka miliknya di kepalan tangannya.


" Jika itu sangat menguntungkan, aku tidak segan menggunakan kemampuan khusus milikku agar kita bisa menyerap roh yang mati di tempat itu." Ucap Tai Lung, lalu meminta kepada mereka untuk meneteskan darah mereka pada Pagoda Neraka milik Tai Bai.


Tentu mereka mengetahui berapa banyak korban berjatuhan dari pertarungan tersebut, sehingga Tai Lung tidak segan untuk berbagi kepada saudarinya.


Tanpa menunggu lama, Tai Bai membawa mereka keluar dari goa persembunyian, menuju ke arah portal dimensi.


*******


Di tempat lain, terlihat Liu Ryu tengah disibukkan dengan mengatur kembali Formasi Cakar Hitam yang lain agar pertahanan dan serangan semakin kuat.


Untuk Formasi Cakar Hitam yang kedua hingga ketujuh, Liu Ryu menambah lingkaran untuk memasukkan Batu Roh lebih banyak lagi.


" Suamiku... Formasi ini tidak lama lagi akan hancur." Ucap Sheng Zhishu sambil menatap ke arah tumpukan mayat yang menggunung di dalam Formasi Cakar Hitam yang pertama.


" Biarkan saja! Sekarang kita akan mempertahankan Formasi Cakar Hitam yang kedua." Ucap Liu Ryu sambil mengambil tempat untuk menaruh Batu Roh di Formasi Cakar Hitam yang kedua.


Straaing! Straaing! Straaing!


Sheng Zhishu dan Istri Liu Ryu yang lain langsung berpindah tempat ke arah Formasi Cakar Hitam kedua.


Traaang!


Bersamaan dengan Formasi sudah pecah, dengan cepat Liu Ryu dan Istrinya mengambil tempat untuk mengaktifkan Formasi Cakar Hitam yang kedua.


Ggooooaaarr!


Rrraawr!


Dari atas langit, terlihat satu sosok wanita yang sedang mengawasi apa yang dilakukan Liu Ryu dan kelompoknya.


" Menarik... Cara yang sangat cerdas." Ucap Dewi Nuwa yang terus mengawasi Liu Ryu dan Istrinya.


Di sisi lain Liu Ryu yang menyaksikan gerombolan monster sudah banyak yang mati, kini tengah berpikir untuk memanfaatkan situasi tersebut.


" Shuijing, Jiu dan kalian semua. Ajarkan kepada mereka teknik Aura Dewa Naga." Liu Ryu dapat memastikan bahwa akan adanya pertarungan besar.


Jika tidak memanfaatkan Aura Pembunuh menjadi Aura Dewa Naga, maka dapat dipastikan seluruh pasukan akan mengalami goncangan mental.


" Baik Dewa Agung." Ucap mereka serempak, lalu melesat ke berbagai arah untuk memberikan pengetahuan tentang menggunakan Aura Dewa Naga kepada seluruh pasukan.


Buussshh!


Sebuah Pagoda raksasa menancap di tengah-tengah bawahan Liu Ryu, membuat Liu Ryu memicingkan matanya.


" Kalian tenang saja, kami hanya ingin melihat pertarungan kalian." Terdengar suara seorang wanita dari puncak Pagoda Neraka.


Sesaat asap berwarna putih keluar dari tumpukan mayat monster, menuju ke puncak Pagoda Neraka.


" Hmmm... Ternyata mereka memanfaatkan roh dari mayat tersebut untuk meningkatkan Kultivasi mereka." Gumam Liu Ryu dan Istrinya, dimana hanya mereka saja yang mengetahuinya.


Tentu Liu Ryu tidak terima jika mereka seperti sedang dimanfaatkan, namun tidak bisa berkata apa-apa karena situasi mereka sedang menahan gerombolan monster yang terus menerjang Formasi Cakar Hitam.


Sheng Zhishu dan Istri Liu Ryu yang lain juga memasang wajah masam karena jika mereka bertarung melawan sosok yang berada di puncak Pagoda Neraka, maka rencana mereka akan gagal.


Di sisi lain para prajurit Kekaisaran Atas Awan juga disibukkan dengan membantu pasukan yang lain untuk belajar teknik Aura Dewa Naga.


' Kalian semua, berikan Pedang Pelangi kepada seluruh pasukan.' Liu Ryu mengirim pesan jiwa kepada seluruh bawahannya.


Seakan mengerti dengan kondisi tersebut, Tou Shuijing dan Jiu Tou She pergi ke Dunia Quzhu untuk mengambil Pedang Pelangi yang berada di gudang penyimpanan.


Membutuhkan waktu yang cukup lama, kini Formasi Cakar Hitam yang kedua berhasil dihancurkan, dimana Liu Ryu dan Istrinya kembali mengaktifkan Formasi Cakar Hitam selanjutnya.


" Aku tidak menyangka jumlah mereka sebanyak ini." Ucap Liu Ryu sambil menatap ke arah gunungan mayat tersebut.


Buussshh!


Liu Ryu juga mengeluarkan Pagoda Jiwa miliknya untuk menarik tumpukan mayat tersebut agar tidak cepat memenuhi wilayah Formasi Cakar Hitam.


Secara perlahan semua mayat monster terhisap ke arah Pagoda Jiwa menuju ke Dunia Quzhu untuk menambah luas dan energi di dalam Dunia Quzhu.


Ggooooaaarr!


Rrraawr!


Gerombolan monster menerkam dan menerjang Pagoda Jiwa yang berada di tengah mereka, namun Pagoda Jiwa tersebut masih berdiri kokoh tanpa goresan apapun.


Tai Bai yang melihat Pagoda Jiwa milik Liu Ryu sedikit menaikkan alisnya, karena tidak menyangka ada orang lain memiliki Pagoda yang hampir mirip.


" Kita fokuskan saja untuk meningkatkan Kultivasi kita." Tai Lung tidak peduli dengan keberadaan Liu Ryu dan kelompoknya, terus menyerap roh monster yang mati.


Mendengar ucapan tersebut, Tai Bai kembali duduk bersila untuk menyerap roh monster agar cepat meningkatkan Kultivasi.