SANG DEWA AGUNG 2

SANG DEWA AGUNG 2
Sebuah Misteri


( Benua Kekacauan : Kediaman keluarga Klan Xie )


Di sebuah rumah kediaman Xie Hua, kini Ryu yang baru saja muncul di tempat itu langsung keluar ke halaman sambil melihat sekelilingnya.


" Ternyata kediaman keluarga Klan Xie sudah banyak yang berubah." Ryu menatap beberapa bangunan baru yang berjejer dengan rapi.


Ryu pun melangkahkan kakinya berniat ingin bertemu dengan Ayah Mertuanya, namun hal itu langsung dicegah oleh beberapa sosok yang kebetulan berada di tempat itu.


" Tunggu! Siapa kamu dan mengapa kamu bisa keluar dari rumah kediaman Tuan Muda Ryu dan Putri Xie Hua?" Ucap salah satu sosok yang bertugas untuk berjaga di wilayah kediaman Xie Hua.


Keempat sosok tersebut sangat marah karena ada orang asing yang berani menginjakkan kakinya di tempat itu.


Tanpa menjawab apapun Ryu menoleh ke arah suara, lalu berjalan mendekati mereka.


" Tu... Tuan Muda." Keempat sosok tersebut terlihat gemetar saat melihat sosok yang masih mereka kenal.


" Mmmm." Ryu menjawab dengan anggukan.


" Maaf atas kelancangan kami Tuan Muda." Keempat sosok tersebut dengan cepat memperbaiki sikapnya.


" Tidak masalah... Terimakasih karena kalian telah menjaga kediaman kami dengan baik." Ryu tidak mempermasalahkan hal tersebut karena itu adalah tugas mereka.


" Terimakasih Tuan Muda." Keempat sosok tersebut terlihat senang karena Ryu tidak menghukum mereka karena telah bertindak ceroboh.


Mereka mengingat jelas bahwa sosok itulah yang membuat keluarga Klan Xie bisa kuat seperti sekarang dengan bantuan Harta langit dan Sumberdaya.


Bukan hanya itu saja, nama Ryu sangat disegani oleh siapapun di wilayah Benua Kekacauan karena dia pernah menghancurkan anggota keluarga Klan Laohu saat berada di Akademi Naga Langit.


Bahkan Ketua Akademi Naga Langit juga tidak berani menyinggung sosok tersebut.


" Aku ingin pergi ke kediaman Ketua." Ucap Ryu seraya melangkahkan kakinya.


" Tuan Muda, biarkan kami mengantar." Salah satu dari mereka langsung berjalan mengikuti Ryu dan diikuti rekannya.


Ryu juga tidak keberatan dengan keempat sosok tersebut, karena saat dalam perjalanan pasti akan bertemu dengan yang lain yang masih belum mengenal Ryu.


Di dalam perjalanannya, Ryu menjadi pusat perhatian anggota keluarga Klan Xie yang diantaranya masih belum mengenal Ryu.


Banyak orang yang bertanya-tanya siapa Pemuda yang dikawal oleh empat sosok yang bertugas di kediaman Xie Hua.


Yang paling banyak adalah anggota muda Klan Xie yang tentu belum pernah melihatnya.


Banyak para gadis yang mengagumi sosok Ryu, bahkan para pemuda begitu iri dengan penampilan Ryu yang sangat tampan dan berwibawa.


Namun bagi yang sudah mengenal sosok tersebut, mereka langsung memberi hormat.


Setelah beberapa saat, Ryu sudah sampai di kediaman Ketua Klan Xie dimana keempat sosok sebelumnya langsung kembali ke tempat semula.


Sementara Ryu sendiri langsung masuk ke dalam dimana terlihat beberapa sosok yang ada di tempat itu.


" Salam Ayah Mertua dan semuanya." Ryu yang baru masuk, langsung memberi hormat.


Beberapa sosok yang terlihat sedang serius, langsung menoleh ke arah sumber suara yang masih familiar.


" Ryu'er, itu kamu? Silahkan masuk." Xie Tang sedikit kaget dengan kemunculan Ryu, lalu mempersilahkan sosok tersebut.


" Ryu'er, bagaimana kabarmu dan Hua'er?" Tanya Xie Tang yang terlihat senang dengan kehadiran Ryu.


" Kabar kami baik." Jawab Ryu sambil menatap beberapa sosok yang berada di tempat itu.


Tanpa isyarat, beberapa sosok tersebut langsung berpamitan kepada Xie Tang dan Ryu, karena mereka tidak ingin mengganggu pertemuan keluarga tersebut.


Saat mereka sudah pergi, Xie Tang bertanya kepada Ryu tentang Dunia Abadi.


Dengan sedikit menghela nafas berat, Ryu menjelaskan tentang perjalanannya selama berada di Dunia Abadi.


Ryu juga menceritakan tentang keluarga dan anak-anaknya yang membuat Xie Tang mengerutkan kening sambil menggelengkan kepala.


Mata Xie Tang terlihat serius saat Ryu menceritakan keluarganya yang memiliki banyak Istri dan tinggal satu tempat yang membuat pria paruh baya tersebut merasa sesak nafas.


" Ayah Mertua, aku juga ingin berkunjung ke kuburan mendiang Istriku." Ryu langsung mengutarakan tujuannya.


Mendengar ucapan tersebut wajah Xie Tang terlihat serius sambil menatap ke arah Ryu lalu memeriksa keadaan sekitar.


Ryu yang melihat ekspresi wajah dari Xie Tang tidak kalah seriusnya dengan wajah penasaran.


" Ryu'er, Ikutlah denganku." Xie Tang yang terlihat serius langsung membawa Ryu ke suatu tempat.


Mereka pun keluar dari rumah tersebut menuju sebuah bukit yang terletak di belakang kediaman Klan Xie yang merupakan tempat pertama kali Ryu dan Xie Hua bertemu.


Tanpa berkata apapun, Ryu hanya mengikuti Xie Tang dari arah belakang sambil melihat sekelilingnya dimana diberi pelindung agar tidak ada yang bisa memasuki wilayah tersebut kecuali yang membuatmu sendiri yaitu Xie Tang.


" Ryu'er... Sejak kalian berdua Hua'er pergi ke Dunia Abadi, satu minggu kemudian makam Xie Xian terbuka dengan sendirinya." Di tengah perjalanan Xie Tang menceritakan tentang makam putrinya itu.


" Ayah Mertua, apa yang terjadi pada Xian'er?" Tanya Ryu yang merasa heran.


" Aku juga tidak tau persis. Yang jelas, rahasia ini hanya aku sendiri yang mengetahuinya. Bahkan para Pasukan Semesta yang pernah berada di tempat ini juga tidak mengetahuinya." Ucap Xie Tang, lalu membawa mereka masuk ke sebuah goa.


Di dalam goa tersebut terdapat sebuah peti mati yang sudah terbuka, namun tidak ada jasad yang berada di dalamnya.


Hal itu membuat Ryu juga semakin penasaran tentang apa yang terjadi pada mendiang Istrinya tersebut.


" Ryu'er, coba kamu lihat tempat ini! Semuanya terlihat baik, namun hanya ada satu yang salah." Xie Tang menunjukkan tempat tersebut yang tidak ada kerusakan sedikitpun.


Dengan sedikit menghela nafas, Ryu berjalan mengitari peti tersebut, namun tidak menemukan keanehan sedikitpun kecuali hilangnya jasad mendiang Istrinya.


Sambil mengambil tempat duduk, Ryu berusaha untuk mencerna situasi tersebut mengingat kembali kejadian saat dia bersama Xie Xian hingga sampai akhir hayatnya.


Pandangan Ryu begitu gelap merasa tidak terima jika ada yang berani menculik jasad istrinya.


Namun setelah dipikir lagi, Ryu menepis pikirannya karena jika ada orang yang menculik jasad istrinya maka sudah pasti akan diketahui oleh Pasukan Semesta yang pernah tinggal di kediaman Klan Xie.


Melihat menantunya yang sedang kebingungan, Xie Tang juga memikirkan kembali tentang keanehan tersebut.


" Ayah Mertua, apa kalian pernah menemukan sesuatu yang aneh mulai dari Xian'er dilahirkan hingga sampai dewasa?" Mau tidak mau Ryu harus menanyakan hal itu, meskipun dia memahami bahwa mertuanya akan marah.


Mendengar ucapan dari Ryu, Xie Tang sedikit geram karena menganggap Ryu meragukan bahwa Xie Xian adalah darah dagingnya sendiri.


Namun Xie Tang kembali menepis pemikiran tersebut karena terlihat dari raut wajah Ryu juga sedang bersedih, meskipun berusaha untuk menyembunyikan kesedihannya.