
Setelah berjalan ratusan meter menyusuri lorong, kini lorong itu terlihat memilki satu cabang di arah kiri yang sama besarnya.
" Kita ambil jalur yang ini dulu." Ucap Ryu sambil mengambil jalur kiri hingga terlihat sebuah Formasi yang sangat kuat menutupi lorong tersebut.
Ryu yang sudah memahami jenis Formasi tersebut segera membuka Formasi tersebut dengan teliti, hingga terlihat Formasi yang lain yang berlapis-lapis.
" Suamiku, biar kami saja yang membukanya." Feng Quinlan mengusulkan diri untuk mempraktekkan pemahaman tentang Formasi.
" Benar suamiku. Kami juga ingin mengetahui tingkatan pemahaman kami tentang Formasi." Feng Yu Ming merasa itu adalah kesempatan untuk mengukur kemampuan mereka.
" Hmmm... Baiklah, tapi kalian harus berhati-hati." Ryu menyetujui hal tersebut, tentu masih dalam pengawasannya.
" Baik." Feng Quinlan dan keempat saudarinya langsung maju ke depan.
Kelima wanita itu pun mulai mempelajari Formasi tersebut, hingga saat merasa sudah yakin, mereka langsung membuka Formasi tersebut satu-persatu.
Dengan terbukanya semua Formasi tersebut, kini Feng Quinlan dan saudarinya disambut puluhan Kepiting Batu berukuran raksasa yang terlihat ingin Menyerang.
Karena tidak ingin Istrinya terluka, Ryu dengan sigap mengeluarkan Pedang Naga Petir miliknya menyerang gerombolan Kepiting Batu.
Melihat apa yang dilakukan Ryu, Feng Quinlan dan saudarinya hanya tersenyum pahit karena Ryu terlalu mengkhawatirkan mereka, meskipun mereka mampu melawan puluhan Kepiting Batu tersebut.
" Dengarkan semuanya, kelemahan mereka ada di matanya." Ryu memberi instruksi kepada Pasukan Semesta.
" Baik Dewa Agung." Anggota Pasukan Semesta mengangguk lalu melancarkan serangan mereka untuk menghalau Kepiting Batu tersebut.
Traaang! Traaang! Traaang!
Pertemuan pedang dari Pasukan Semesta dengan kulit Kepiting Batu menimbulkan percikan api, meskipun berada di dalam air.
Seperti dugaan Ryu sebelumnya, kulit Kepiting Batu sangat keras melebihi Besi, bahkan Pedang Naga Petir hanya mampu membuat goresan.
Craaash! Craaash! Craaash!
Dengan kecepatan tinggi, Ryu menusuk mata Kepiting Batu tersebut.
Kiyyyaaak!
Terdengar suara dari Kepiting Batu yang matanya sudah tertusuk sebelum kehilangan nyawa.
Baaam! Baaam! Baaam!
Jiu Tou She dan Tou Shuijing pun tidak ingin ketinggalan juga melancarkan serangan mereka memukul bagian mata Kepiting Batu juga mengeluarkan suara sebelum kehilangan nyawa.
Craaash! Craaash! Craaash!
Pasukan Semesta juga melakukan hal yang sama, dimana mereka hanya berfokus untuk menusuk bagian mata Kepiting Batu.
Baaam! Baaam! Baaam!
Kini 22 Istri Ryu juga melesat dengan kecepatan tinggi menyerang bagian mata Kepiting Batu, hingga Kepiting Batu itu kehilangan nyawa hanya dalam satu pukulan tepat di matanya.
Semakin ke dalam, para Kepiting Batu mulai berdatangan hingga pertempuran itu semakin hebat hingga bagian lorong tersebut bergetar hebat.
Akibat pertemuan serangan kedua belah pihak, menciptakan gelombang kejut hingga air di lorong tersebut menciptakan ombak.
Semakin kedalam, kelompok Kepiting Batu Raksasa pun semakin sedikit hingga akhirnya semua terbunuh.
" Ambil Inti Roh Kepiting Batu ini! Sepertinya ini sangat berharga untuk Kita." Ucap Ryu sambil menatap tumpukan mayat Kepiting Batu.
Sedangkan Ryu dan 22 Istrinya terus berjalan kedepan hingga terlihat seekor Kerang Emas Raksasa yang sedang terikat Sebuah Rantai Besi yang telah diberikan mantra khusus.
Ryu yang sudah faham dengan jenis mantra Formasi yang ada pada rantai tersebut kemudian melepas mantra dan memutus rantai tersebut.
Kraang!
Rantai besi langsung terlepas.
Sekejap Kerang Emas Raksasa tersebut berubah menjadi cahaya kebiruan dan berubah menjadi wanita paruh baya yang terlihat sangat cantik.
" Terimakasih Tuan telah membebaskanku. " Ucap wanita paruh baya sambil memberi hormat.
" Tidak masalah. Lalu bagaimana kamu bisa dikurung seperti ini?" Tanya Ryu dimana 22 Istrinya sudah berada di sampingnya.
" Tuan... Ras Ular laut telah mengurungku selama ribuan tahun yang lalu. Mereka ingin mengambil Mutiara emasku sebagai baju perang mereka." Ucap wanita Paruh Baya sambil menatap ke arah 22 wanita yang berada di dekat Ryu.
" Lalu mereka sudah mendapatkan apa yang mereka inginkan?" Tanya Ryu.
" Tidak Tuan. Meskipun kesembilan dari kami harus mati, Kesepuluh Penjaga Kerang Langit tidak ingin memberikan itu pada mereka." Jawab wanita paruh baya sambil mengingat bagaimana Ular Laut telah membunuh rekannya.
" Jadi Kamu salah satu dari penjaga Kerang Langit?" Tanya Ryu sambil mengingat Kerang Langit yang tinggal di Dunia Quzhu.
" Benar Tuan... Hanya aku sendiri saja yang masih hidup dari kesepuluh penjaga itu." Wanita paruh baya itu menatap Ryu dengan seksama, lalu menoleh ke arah 22 Istri Ryu.
" Tuan... Mohon terimalah ini! Ini adalah Mutiara Emas dari kami sepuluh para penjaga Kerang Langit. Aku yakin Tuan Bisa menggunakannya untuk kebaikan" Wanita Paruh Baya memberikan 10 kerang Emas kepada Ryu.
Tentu sepuluh Mutiara Emas tersebut bisa meningkatkan kekuatan fisik Ryu jika dia menyerapnya, namun Ryu juga merasa tidak enak karena Mutiara Emas sangatlah penting bagi Penjaga Kerang Langit.
" Tapi ini sangat berharga Untuk Kalian." Ryu sedikit heran.
" Tuan... Kelangsungan para Kerang Langit lebih berharga daripada benda ini. Untuk menghasilkan Kerang Emas harus menjalani meditasi jutaan tahun. Jadi aku harap Tuan bisa menerimanya." ucap Wanita Paruh Baya tersebut.
" Baiklah aku akan Menerimanya. Terimakasih banyak untuk pemberiannya. " Ryu mengambil 10 Mutiara Emas lalu memasukkan ke Cincin miliknya.
" Suamiku, kamu sangat beruntung bisa mendapatkan sepuluh kerang emas itu." Xie Xian tersenyum penuh makna, tentu saja dia mengetahui khasiat kerang emas tersebut.
' Que Yun, sepertinya kita harus bekerja sama lagi. Aku tidak ingin mendapatkan hukuman dari suami kita seorang diri.' Long Que Zhu membuka ruang pesan jiwa kepada Istri Ryu yang lain.
' Ya, Aku juga berpikir begitu. Xie Xian, kamu harus membantuku.' She Xia memberi pesan jiwa kepada Xie Xian.
' Tentu saja.' Xie Xian membalas pesan jiwa.
' She Ling, aku tidak memiliki rekan tim. Kita harus bekerja sama.' Feng Suyin memberi pesan jiwa kepada She Ling.
' Baik.' She Ling membalas pesan jiwa dengan singkat
Tanpa mengetahui pikiran dari 22 Istrinya, Ryu memeriksa keadaan sekitar lalu menoleh ke arah mereka.
" Mari kita pergi dari sini! " Ucap Ryu sambil mengajak 22 Istrinya dan wanita paruh naya tersebut keluar dari lorong.
Setelah berjalan puluhan meter, Ryu langsung disambut oleh Tou Shuijing, Jiu Tou She dan Pasukan Semesta yang sudah menyelesaikan tugasnya.
" Salam Dewa Agung." Semua bawahan Ryu memberi hormat.
" Mmmm.... Sepertinya tempat ini cukup aman untuk menyerap Inti Roh Kepiting Batu. Karena dengan berada di dalam air ini, kita bisa mendapatkan khasiat Inti Roh Kepiting Batu dengan baik." Ryu berpikir bahwa saat mereka menyerap Inti Roh di tempat itu, maka gravitasi di tempat tersebut tidak berpengaruh lagi kepada mereka.