SANG DEWA AGUNG 2

SANG DEWA AGUNG 2
Ch 462. Wilayah Peri Api


Meskipun demikian, tidak ada yang berani menegur Liu Ryu, karena sebelumnya dia dengan mudah mengalahkan belut raksasa.


" Kamu kembali saja ke dalam tembok pertahanan! Biar aku sendiri yang menghadapi mereka." Ucap Liu Ryu, sambil menatap ke arah sungai.


" Ba... Baik master." Ucap pemimpin penjaga, lalu dengan buru-buru meninggalkan tempat tersebut.


Kini para petarung memasang sikap waspada, karena kali ini mereka mendapatkan masalah besar, karena Liu Ryu mengundang para monster yang mendiami sungai.


Tidak lama kemudian terlihat belasan belut raksasa yang lain mulai bermunculan di permukaan air, lalu berjalan ke daratan.


Belasan belut raksasa juga memiliki sepasang kaki katak, membuat mereka bisa berjalan seperti hewan buas.


Kedua tangan belut raksasa juga seperti tangan manusia, hanya saja memiliki sirip memanjang di seluruh lengan mereka.


" Siapkan panah dan tombak!" Salah satu petarung memberi instruksi kepada rekannya.


" Baik." Jawab mereka serempak lalu mengambil busur panah masing-masing beserta tombak yang sudah mereka siapkan.


Di sisi lain, Liu Ryu langsung berjalan mendekati belasan belut raksasa dengan membawa Pedang Naga Petir di tangannya.


Craaakk!


Craaakk!


Craaakk!


Tanpa membuang waktu, Liu Ryu langsung membunuh satu-persatu belut raksasa, hingga dalam hitungan detik, tidak ada satupun yang tersisa.


Melihat kejadian tersebut, semua yang menyaksikan bernafas lega karena Liu Ryu bisa mengalahkan mereka dengan mudah.


Liu Ryu kembali mengambil permata darah dari belasan belut raksasa, Lalu menumpukkan mayat mereka di pinggir sungai.


Kini riak air sungai semakin liar, dimana bermunculan makhluk air yang menghuni sungai tersebut.


" Apa yang dilakukan orang itu?"


Semua yang menyaksikan, kini menelan ludah kasar karena Liu Ryu benar-benar memancing para monster sungai.


" Semoga saja pemuda itu bisa mengalahkan mereka." Ucap pemimpin penjaga, meskipun sedikit ragu saat melihat begitu banyaknya monster air.


Di sisi lain, Liu Ryu masih terlihat tenang, karena untuk menghadapi para monster sungai, sangat mudah baginya.


Saat semua monster air sudah berada di darat, tanpa membuang waktu, Liu Ryu melesat cepat ke arah mereka sambil mengayunkan pedangnya.


Craaakk!


Craaakk!


Craaakk!


Dengan kecepatan tinggi, Liu Ryu membunuh semua monster air hanya dalam satu tarikan nafas.


" Jika aku tidak membunuh mereka semua, maka penduduk kota ini akan diserang sewaktu-waktu." Gumam Liu Ryu, sambil memasukkan semua monster air ke Dunia Quzhu.


Bboooom!


Karena tidak ingin terlalu lama, Liu Ryu langsung terjun ke dalam sungai untuk memastikan bahwa tidak ada satupun monster yang tersisa.


" Apa? Apa yang dia lakukan?"


Semua terlihat panik karena Liu Ryu terjun ke dalam sungai yang tidak jauh dari tembok pertahanan.


Sementara di dasar sungai, Liu Ryu dengan sengaja memancing monster air agar mendatanginya, sehingga dia bisa membunuh mereka dengan cepat.


Setelah beberapa saat, kini air sungai berubah menjadi merah darah, akibat pertarungan antara Liu Ryu dan monster air.


Membutuhkan waktu yang cukup lama, kini Liu Ryu keluar dari dalam sungai dengan sebuah senyuman puas dari wajahnya.


Beberapa sosok yang melihat kedatangan Liu Ryu, kini berlari ke arahnya untuk memastikan bahwa orang yang menolong mereka masih baik-baik saja.


" Master." Semua yang mendatangi Liu Ryu memberi hormat.


Semua para petarung seakan tidak percaya jika Liu Ryu bisa menyelam di dalam air tanpa cidera sedikitpun.


Bahkan pakaian yang melekat di tubuhnya masih terlihat kering, meskipun memakan waktu selama berjam-jam di dalam air sungai.


" Mmmmm... Kalian tidak perlu khawatir lagi. Semua monster air sudah tidak ada lagi, jadi kalian sudah bisa menggunakan sungai ini." Liu Ryu menjelaskan bahwa dia sudah membunuh semua monster air.


Mendengar ucapan tersebut, semua memasang wajah serius karena Liu Ryu memiliki kekuatan besar melebihi para monster.


" Apa dia manusia?" Pikir semua yang berada di tempat itu.


" Baiklah, aku pamit dulu." Bersamaan dengan ucapannya, Liu Ryu langsung menghilang dari pandangan.


" Ternyata orang itu adalah Dewa yang turun membantu kita." Gumam beberapa sosok, karena Liu Ryu menghilang dari hadapan mereka.


Di sisi lain, Liu Ryu terus melanjutkan langkahnya untuk membunuh atau menarik hewan buas ke Dunia Quzhu.


Meskipun keberadaan monster sama sekali bukan ancaman bagi Liu Ryu, berinisiatif untuk membantu para warga, agar tidak menjadi korban dari monster.


Para petarung yang melihat kepergian Liu Ryu, kini bernafas lega karena mereka merasa tertolong dengan kemunculan pemuda itu.


Di sisi lain, Liu Ryu terus melanjutkan perjalanan sambil memburu dan membunuh semua monster yang berpotensi bisa mengganggu ketenteraman para warga.


" Kenapa di dunia ini tidak ada satupun manusia yang memiliki kekuatan besar untuk melindungi dunia ini." Liu Ryu sedikit kesal karena dirinya harus turun tangan untuk menghadapi para monster.


Selama berhari-hari, Liu Ryu terus membersihkan berbagai tempat, agar para warga tidak terkena imbas serangan para hewan buas yang sudah berevolusi menjadi sosok monster.


Kini Liu Ryu telah berada di sebuah tempat titik tempat keberadaan Inti Sel yang lain, hingga tatapan matanya tertuju pada sosok seperti manusia, namun memiliki sepasang tanduk di keningnya hingga sampai belakang kepalanya.


" Makhluk apa ini?" Liu Ryu menyipitkan matanya karena sosok tersebut bukan berasal dari ras manusia.


Sosok itupun juga menatap tajam ke arah Liu Ryu, dimana sepasang matanya mengeluarkan api, sehingga tidak bisa melihat jelas kelopak matanya.


" Apa makhluk ini adalah peri api?" Meskipun Liu Ryu tidak bisa mengenal jelas makhluk tersebut, namun dari informasi ketiga Istrinya, Liu Ryu merasa yakin bahwa sosok yang berada di depannya adalah peri api.


Terlebih di dalam peta yang dia miliki, wilayah Kerajaan peri api, masih jauh dari tempat itu, sehingga Liu Ryu berpikir jika Kerajaan peri api sudah memperluas wilayahnya.


Liu Ryu berpikir bahwa hal itu bisa saja terjadi, karena peta yang dia miliki sudah berusia jutaan tahun, sehingga memiliki sedikit perubahan.


" Apa tujuanmu datang ke wilayah Kerajaan peri api disini?" Tanya peri api, seakan tidak senang dengan kedatangan Liu Ryu.


" Aku datang kesini untuk mencari Inti Sel yang ditinggalkan oleh hewan buas dan yang lainnya." Jawab Liu Ryu, yang masih terlihat santai.


Mendengar ucapan tersebut, peri api itupun terlihat marah, karena Inti Sel yang dikatakan oleh Liu Ryu sudah menjadi hak milik Kerajaan peri api.


" Pergilah dari sini sebelum aku bertindak kasar." Peri api itupun mengibaskan tangannya seakan tidak ingin Liu Ryu berada di wilayah mereka.


" Kamu terlalu percaya diri." Liu Ryu merasa tidak senang karena sosok di depannya.


Mendengar perkataan dari Liu Ryu, peri api terlihat marah, lalu memanggil bantuan dari rekannya yang lain.