SANG DEWA AGUNG 2

SANG DEWA AGUNG 2
Ch 147. Ratu Peri Cahaya


Mendapatkan sambutan ramah tersebut, Ryu juga tidak keberatan karena dia juga ingin mencari tau lebih banyak tentang Dunia Nuse dan tentu ingin membawa 70 Peri Cahaya istrinya ke kediaman leluhur mereka.


" Kalian boleh kembali ke tempat kalian untuk memulihkan diri." Ryu menatap Pasukan Semesta.


" Baik Dewa Agung." Jawab mereka serempak, lalu menghilang dari pandangan.


Melihat kejadian itu, kelompok Peri Cahaya sedikit kaget namun mereka berpikir bahwa bawahan Ryu sedang bersembunyi di Dunia kecil.


Tidak lama kemudian Istri Ryu yang merupakan 70 Peri Cahaya muncul di tempat tersebut, membuat kelompok Peri Cahaya membulatkan mata dengan rahang terbuka.


" Suamiku." Ucap Jin Niu dan 69 Peri Cahaya yang lain.


" Jadi?" Pemimpin Peri Cahaya sambil menunjuk Ryu dan 70 Istrinya.


" Ya... Leluhur kami berasal dari Ras Peri Cahaya. Hanya saja ada sedikit perbedaan." Jawab Jin Niu.


" Ukuran kalian mirip dengan Ras Peri Hutan, tapi juga bukan dari mereka." Pemimpin Peri Cahaya berusaha untuk memahami situasi tersebut.


" Baiklah, kita akan pergi ke Istana Kerajaan Guang. Aku tidak sabar ingin mendengar cerita kalian hingga bisa seperti ini." Pemimpin Peri Cahaya langsung membawa mereka ke Istana Kerajaan Guang.


Di tengah perjalanan, Pemimpin Peri Cahaya menceritakan bahwa mereka adalah prajurit yang sedang berpatroli di wilayah mereka.


Namun hal yang tidak terduga, mereka malah bertemu dengan prajurit dari Kerajaan Hen, Kerajaan Shun dan Kerajaan Gen.


Beruntung prajurit dari tiga Kerajaan itu hanya prajurit rendahan seperti mereka. Jika tidak, maka mereka akan mendapatkan masalah besar.


Tidak lama kemudian, mereka telah sampai di sebuah pohon yang sangat besar dikelilingi taman bunga yang sangat indah.


Bahkan tumbuhan merambat seakan membentuk tembok yang sangat tinggi dan kokoh.


Tumbuhan merambat itupun memiliki kekuatan khusus yang mampu menangkal serangan dari luar dan pelindung transparan juga mengelilingi wilayah tersebut.


" Tempat ini sangat Indah." Jin Niu dan 69 Peri Cahaya begitu terpana saat melihat pemandangan yang memanjakan mata merah.


" Sepertinya semua Formasi di tempat ini sangat rumit." Ryu bergumam sambil menatap ke arah depan.


" Benar sekali. Semua Formasi di tempat ini telah diciptakan oleh leluhur kami." Pemimpin Peri Cahaya menunjukkan jalan kepada Ryu dan Istrinya.


Mereka pun dibawa masuk ke dalam pohon raksasa tersebut dimana didalamnya sangatlah luas seperti Istana biasanya.


Pohon raksasa juga memiliki ruangan yang bertingkat, dimana lantainya terbuat dari batu kristal berwarna putih mengkilap.


Di luar pohon raksasa juga banyak sekali butiran cahaya yang merupakan pasukan dari Peri Cahaya itu sendiri.


Meskipun ukuran mereka sangat kecil, namun masalah kekuatan, Peri Cahaya tidak bisa dianggap remeh.


" Komandan, siapa mereka? Dan kenapa ada manusia yang kamu bawa?" Tanya sekumpulan butiran cahaya dimana hanya Jin Niu dan 69 Istri Ryu saja yang dapat melihat mereka dengan jelas.


Tentu 70 Istri Ryu bisa melihat mereka, karena mereka sama-sama berasal dari Ras Peri Cahaya.


" Salam Jenderal. Manusia ini yang menyelamatkan kami saat sedang berpatroli, tanpa sengaja bertemu dengan prajurit Kerajaan Hen, Kerajaan Shun dan Kerajaan Gen." Ucap Komandan yang menuntun Ryu dan Istrinya.


" Apa? Mereka berulah lagi?" Tanya sang Jenderal.


Mendengar ucapan tersebut, sang Jenderal langsung terdiam sambil menatap ke arah Ryu penuh selidik.


" Maaf Jenderal, kami datang kesini untuk bertemu dengan Yang Mulia Ratu. Ada beberapa hal yang ingin kami sampaikan." Jin Niu membuka suara, untuk mewakili rombongan mereka.


" Kalian sepertinya memiliki garis keturunan Ras Peri Cahaya, tapi kenapa ukuran kalian sangat besar?" Tanya sang Jenderal sambil menatap ke arah 70 Istri Ryu.


" Itulah salah satu hal yang ingin kami sampaikan kepada Yang Mulia Ratu." Jawab Jin Niu.


" Baiklah, kalian ikut aku! Aku juga tidak sabar bagaimana kalian bisa memiliki ukuran seperti itu." butiran cahaya tersebut langsung masuk ke dalam pohon raksasa.


Tanpa menunggu lama Ryu dan 70 Istrinya langsung masuk mengikuti sang Jenderal.


Di dalam Istana, terdapat sebuah catatan yang paling terang diantara butiran cahaya yang lainnya.


Jin Niu dan 69 Istri Ryu dapat melihat jelas wajah cahaya tersebut seperti sosok wanita yang menggunakan mahkota di kepalanya sedang duduk di sebuah kursi kebesarannya.


" Salam Yang Mulia Ratu." Ryu dan 70 Istrinya menundukkan kepala.


" Mmmm... Duduklah!" Ucap Ratu Peri Cahaya.


Bersamaan dengan ucapannya, muncul beberapa kursi yang berjejer yang bisa ditempati Ryu dan 70 Istrinya.


" Terimakasih Yang Mulia Ratu." Ryu dan 70 Istrinya langsung mengambil tempat untuk duduk.


" Sebelumnya aku mengucapkan terimakasih atas bantuan kalian terhadap prajuritku. Tapi aku ingin bertanya, apa yang terjadi pada kalian?" Ratu Peri cahaya menatap ke arah Jin Niu dan 69 Istri Ryu yang lain.


" Begini Yang Mulia Ratu. Semua ini terjadi sejak jutaan tahun yang sama adalah dua Peti Cahaya yang tersesat di dunia manusia." Jin Niu menjelaskan dengan kondisi mereka yang sekarang.


Mendengar keterangan dari Jin Niu, Ratu Peri Cahaya menggelengkan kepala lalu memeriksa bagian perut 70 Istri Ryu.


Tentu Ratu Peri Cahaya dapat merasakan ada benih yang kuat di dalam perut 70 Istri Ryu, meskipun masih membutuhkan waktu yang cukup lama agar mereka tumbuh.


" Aku pernah mendengar dari Ratu pendahuluku, bahwa ada keluarga Kerajaan Guang yang menghilang begitu saja saat terkena terpaan angin aneh. Jika ceritamu itu benar, maka kita adalah saudara. Aku juga merasakan darah bangsawan Peri Cahaya dalam tubuh kalian. Hanya saja semakin menipis."


"Tapi itu wajar saja, karena sudah turun-temurun dari generasi ke generasi. Jadi darah bangsawan Peri Cahaya bisa menipis." Ratu Peri Cahaya menjelaskan kepada mereka.


Sesaat muncul sebuah meja di depan Ryu dan 70 Istrinya, dimana terdapat sebuah gelas yang berisi air bercahaya sangat terang.


" Minumlah air itu! Itu adalah air cahaya yang bisa memulihkan kemurnian darah bangsawan Peri Cahaya. Dan untuk Suami kalian, tidak memiliki efek kecuali hanya bisa melihat Peri Cahaya saja." Ucap Ratu Peri Cahaya.


" Terimakasih Yang Mulia Ratu." Ryu dan 70 Istrinya mengambil gelas kaca tersebut lalu meneguk air cahaya.


Sesaat Ryu dan 70 Istrinya merasakan tubuh mereka menjadi hangat dimana Ryu mulai melihat jelas wujud dari Ratu Peri Cahaya dan semua yang berada di tempat itu.


Sedangkan 70 Istri Ryu yang lain secara perlahan mengeluarkan cahaya yang sangat terang, hingga perlahan mulai meredup kembali.


" Perkenalkan namaku Guang Liang. Senang bisa bertemu dengan kalian." Guang Liang melayang mendekati Jin Niu dan 69 Istri Ryu yang lain.


Tentu Guang Liang merasa aura bangsawan Peri Cahaya secara perlahan mengalir di tubuh 70 Istri Ryu yang lain.